Setelah kekacauan yang di perbuat oleh Boy pada saat acara pernikahan satu bulan yang lalu, Mom Luna dan Dad Dafa kembali menyelenggarakan acara pernikahan yang kedua dengan memperketat keamanan dengan lebih maksimal.
"Pengantin wanita aman, mempelai pria aman, orang tua mempelai wanita aman, Agam dan Alex aman." Luna menaruh tim keamanan yang terbaik di setiap bagian, agar ia tidak kecolongan lagi.
Setelah semuanya selesai Luna kini bisa bernapas dengan lega, saat melihat Boy duduk berdampingan dengan Evelin calon menantunya. Dan saat ini mereka hanya tinggal menunggu sang penghulu datang, untuk menikahkan Boy dengan Evelin.
"Bagaimana sayang? Apa kau bahagia?" Dafa menatap intens wajah Luna yang terlihat sangat cantik.
"Aku sangat bahagia sayang, akhirnya putra kita akan menikah." Luna tersenyum saat melihat Boy, duduk tenang tanpa adanya perlawanan sedikitpun.
Namun senyum bahagia Luna langsung menghilang, saat salah satu pengawal mengatakan penghulu yang bertugas menikahkan putranya menghilang.
"Boy Arbeto ....." teriak Luna dengan wajah yang kesal.
Dan acara pernikahan pun harus berakhir hanya dalam hitungan menit, dan lagi-lagi Luna dan Dafa harus menanggung rasa malu akibat ulah putranya.
Dan di saat Luna dan Dafa sedang merasakan malu yang teramat luar biasa, putranya Boy justru sedang berbahagia sampai mengadakan pesta di sebuah club bersama dengan teman dan kedua sepupunya.
...🍀🍀🍀...
Mansion utama.
"Sudah cukup!" Dafa yang merasakan malu yang teramat sangat karena perbuatan Boy, menatap tajam pada Luna yang sedang menundukkan kepalanya. "Mulai sekarang kau yang mencari wanita untuk B, aku tidak mau lagi mempermalukan rekan bisnis ku untuk yang kedua kalinya."
"Tapi sayang ...."
"Tidak ada tapi-tapian, kau yang memulai pertarungan ini dengan putra kita jadi kau yang harus menjalankannya."
Dafa melonggarkan dasi yang terasa mencekik lehernya, lalu menggulung lengan kemeja dengan raut wajah yang penuh dengan amarah. Dafa merasa sangat malu karena sudah dua kali pernikahan putranya gagal, dan sudah dua anak gadis dari rekan bisnisnya yang ditinggalkan begitu saja oleh Boy di dalam ballroom.
"Sayang aku harus cari di mana wanita untuk putra kita, aku tidak punya kenalan sama sekali." Luna menarik-narik lengan suaminya.
"Cari saja di kolong jembatan." Jawab Dafa dengan asal.
"Dafa!" sentak Luna dengan wajah yang kesal.
Membuat Dafa menghela napasnya lalu menatap wajah Luna dengan intens, wajah yang sudah dua puluh lima tahun lebih menjadi pendamping hidupnya.
"Dengar sayang! Setelah dua kali gagal menikahkan putra kita, apa kau kira masih ada rekan bisnis ku yang mau memberikan anak gadisnya untuk di tinggalkan di hari pernikahan?"
Deg
Luna terdiam tanpa bisa menjawab perkataan suaminya.
"Apa kau sadar? Sudah dua anak gadis yang menjadi korban dari pertarungan kau dan Boy, dan coba kau pikir! Seandainya Baby yang di perlakukan seperti itu oleh seorang pria, apa hati kita tidak terluka? Tidak malu?" Dafa memijat keningnya yang terasa pusing.
"Maaf ...." lirih Luna, ia sadar telah merugikan orang lain karena keinginannya menikahkan Boy. Tapi Luna melakukan semua itu agar putranya bisa bertanggung jawab, dan tidak lagi melakukan dosa. "Kau benar-benar sudah tidak mau membantuku?"
Dafa menghela napasnya dengan kasar, lalu memeluk istrinya dengan erat. "Bukan aku tidak mau membantumu, tapi aku tidak tahu apakah masih ada anak dari rekan bisnisku yang mau di permalukan lagi di depan umum seperti yang sudah-sudah."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 157 Episodes
Comments
Lalisa
astaga sampai segitunya takut kecolongan lagi😂😂
2024-12-31
0
Lalisa
lah lah adaaaa aja idenya si B🤣🤣🤣👍👍👍
2024-12-31
0
Lalisa
penghulunya aman ga tuh 😂
2024-12-31
0