"Ingat baik-baik B! Jika kau tidak datang ke mansion utama, maka mom akan tinggal di apartemen mu dan mengikutimu kemana pun kau pergi." Sahut Luna dengan seringai licik dibibirnya.
"What?" pekik Boy dengan tercengang.
Luna melambaikan tangannya, dan berlalu dari tempat tersebut tanpa mempedulikan wajah putranya yang terlihat sangat kesal.
"Tidak ada yang bisa mengalahkan seorang Luna Arbeto." Gumam Luna dengan senyum penuh kemenangan, dan langkah yang harus ia lakukan sekarang adalah mencari pasangan untuk putranya.
...🍀🍀🍀...
Mansion utama.
Boy yang saat ini tengah duduk di atas sofa yang ada di ruang tengah mansion utama, mendapatkan tatapan tajam dari kedua orang tuannya seperti seorang terdakwa dengan kasus yang sangat berat. Hingga membuat suasana di ruangan tersebut terasa mencekam.
"Aku tidak mau di jodohkan!" ucap Boy memecah keheningan di antara mereka.
"Kau harus mau!" Luna mendebat perkataan putranya.
"Tidak mau!" sahut Boy dengan suara yang meninggi.
"Harus mau!" Luna tidak mau kalah.
"Tidak mau!"
"Harus—"
"Stop!" Dafa menatap tajam pada Luna dan putranya bergantian. "Dari dulu kalian itu selalu saja berdebat!" sentak Dafa sambil memijat pangkal hidungnya, ia merasa pusing melihat tingkah Ibu dan anak yang tidak pernah akur itu.
"Kami tidak berdebat, sayang." Luna mengusap punggung suaminya sambil menatap tajam pada Boy.
"Aku melihatnya sayang." Ucap Dafa.
'Maaf...." cicit Luna dengan muka yang di tekuk.
Membuat Boy hampir saja tertawa saat melihat wajah mom nya yang ketahuan menatap dirinya dengan tajam.
"Kenapa kau tidak mau dijodohkan?" tanya Dafa dengan suara beratnya.
"Kenapa aku harus dijodohkan?" Boy balik bertanya pada Dad Dafa.
"Kau itu!" Luna melempar bantal kecil yang ada di atas sofa pada putranya. "Jangan pernah menjawab pertanyaan dengan sebuah pertanyaan."
'Tu madre es tan molesta( Ibu kau sangat menyebalkan)" gerutu Boy.
"Jaga ucapan mu, B!" Dafa menatap tajam pada putranya.
"Ish, apa lagi yang dia katakan?" tanya Luna karena tidak mengerti apa yang diucapkan oleh Boy.
Entah bahasa apa lagi yang digunakan oleh putranya, yang begitu mahir menguasai beberapa bahasa asing sejak Boy kecil. Sedangkan Luna harus bersusah payah untuk menguasai bahasa negara Ayah Kenzo, bahkan ia menghabiskan waktu selama hampir dua tahun karena otaknya yang pas-pasan.
"Aku mengatakan mommy sangat cantik." Boy menahan tawanya karena sudah membohongi mom nya.
"Jangan berbohong!" Luna melempar kembali bantal kecil kearah Boy.
"Mom...." Boy yang kesal melempar batal itu ke sembarang arah.
"Kak B...." sentak Baby saat merasakan bantal itu tepat mengenai wajahnya.
"Ck, satu orang menyebalkan datang lagi." Gerutu Boy sambil menghela napasnya.
"Mom, Dad aku dikatai orang menyebalkan." Baby merajuk pada kedua orang tuannya, sembari duduk di sebelah Daddy nya.
"B... kau jangan—" perkataan Luna dipotong oleh Boy.
"Mengganggu adikmu yang masih kecil." Sela Boy dengan gusar, sementara Baby menatap kakaknya dengan senyum penuh kemenangan.
"Lihat-lihat! Putramu itu sangat menyebalkan."
"Dia juga putramu sayang."
"Tapi sayang...." Luna terdiam saat menyadari Dafa menatap dirinya dengan sangat tajam.
"Kita kembali ke topik awal! Jadi jawab pertanyaan Daddy kenapa kau tidak mau dijodohkan." tanya Dafa pada putranya.
"What? Kak B akan dijodohkan?" pekik Baby dengan wajah yang terkejut, namun itu hanya sesaat karena saat ini dirinya sudah tertawa terbahak-bahak. Tidak bisa Baby bayangkan seorang Boy Arbeto yang terkenal Playboy cap buaya buntung itu dijodohkan dengan seorang wanita, bisa-bisa dunia per Playboy an akan runtuh imagenya di tangan sang kakak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 157 Episodes
Comments
Lalisa
nah loh diintilin boy 😂
2024-12-31
0
Alifah Azzahra💙💙
🤣🤣🤣🤣
2024-09-18
0
Athallah Linggar
🤣🤣🤣🤣🤣,sm kya anaknya tuh turunan luna
2024-09-04
0