Di umurnya yang ke 7 tahun, ayah Redar melatihnya ilmu berpedang. BTW, ayah Redar bernama Tesdar dan ibunya bernama Mere. Lalu, nama Redar diambil dari nama kedua orang tuanya. "Re" dari ibunya dan "dar" dari ayahnya. Selain itu, Redar juga punya nama keluarga, yaitu Froshy. Jadi, nama lengkap Redar adalah Redar Froshy.
Redar diberi pelatihan yang sangat mengerikan. Dia disuruh untuk berlari mendaki bukit dan kembali sebanyak 100 kali. Redar juga disuruh push up dengan kaki diatas sebanyak 200 hitungan. Selain itu, dia juga disuruh mengayunkan pedang sebanyak 1000 ayunan. Redar sangat kesulitan, karena dia mengayunkan pedang asli. Ayahnya memberikan pedang asli yang ukurannya lebih besar dari tangan Redar.
"994, 995, 996, 997, 998, sem-bi-lan...ra-tus...sembi-lan pu-luh...sembi-lan, se-ri-bu. Akhirnya selesai juga." Ucap Redar saat tangannya pegal.
"Lelah sekali." ucap Redar.
"Baiklah. Sekarang istirahat dulu 10 menit! Nanti, kau lanjutkan mengayunkan pedangnya. Hitung dari seribu satu sampai seribu lima ratus!" Ucap ayahnya yang tidak kasihan pada anaknya.
"Apaaa?" Redar terkejut. "Aku bisa mati." ucap Redar sambil rebahan.
Latihannya berlangsung sangat lama, sampai Redar menginjak umur 15 tahun. Karena Redar sudah menguasai semua teknik. Ayahnya pun berhenti melatihnya.
Karena latihan itu, level Redar naik menjadi 20 dan dia mendapatkan skill baru. Redar meminta Lus untuk menjelaskan skill barunya.
"Lus, jelaskan mengenai skill baruku!" Suruh Redar pada Lus.
"Dimengerti. Skill baru anda bernama
"Begitu, ya. Itu skill yang lumayan bagus. Tapi, kenapa hanya bisa menghilangkan 10% saja?" tanya Redar pada Lus.
"Jawab. Karena, Skill
"Begitu, ya." batin Redar.
"Lus." Aku memanggilnya. "Bisakah kau menampilkan status secara rapih?" tanya Redar pada Lus.
"Jawab. Bisa." jawab Lus.
"Kalau begitu, lakukan!" Redar meminta Lus untuk melakukannya.
"Dimengerti." balas Lus.
Tulisan dan angka muncul didepan mata Redar. Dia bisa melihat statusnya, seperti jumlah HP (Health Point), jumlah MP (Mana Point), jumlah skill, jumlah EXP, dan lainnya.
...Status...
...**...
Setelah melihat statusnya sendiri, Redar mulai berpikir tentang sistem di dunia MMO. Dunia MMO punya Difficulty (tingkat kesulitan) tingkat Hard. Karena di level 20, status Redar sangat buruk. Redar hanya punya 567 HP dan 698 MP. Jika Redar bertarung dengan monster sekarang, mungkin Redar bisa mati.
Tapi, Redar mengingat sesuatu tentang monster. Dia ingat, kalau ada monster yang lemah dan sering dijadikan mangsa para petualang pemula, yaitu monster Slime.
"Monster Slime. Mungkin aku akan memburu mereka sebanyak mungkin. Agar aku bisa menaikkan levelku." batin Redar.
Redar pun pergi ke hutan dekat Desa tempatnya tinggal. Saat di dalam hutan, Redar melihat banyak sekali Slime. Redar menebas mereka semua sampai tidak bersisa. Mungkin ada sekitar 130 lebih jumlah Slime yang dia bunuh.
"Lapor. Level anda naik menjadi 40. Anda juga mendapatkan skill baru, setelah naik level. Skill baru anda adalah Magic Sword." Lus melaporkan semuanya pada Redar.
"Magic Sword? Apa itu?" tanya Redar.
"Jawab. Magic Sword adalah skill untuk menambahkan sihir pada pedang anda saat bertarung. Skill ini bisa berguna, jika anda menggunakannya saat melawan makhluk spiritual. Seperti roh, malaikat dan iblis." jawab Lus.
"Lus, tampilkan statusku!" Redar meminta Lus memperlihatkan statusnya.
"Dimengerti. Penampilan status dilakukan." ucap Lus.
...Status...
...**...
Statusnya tetap saja buruk, naik sebanyak 20 level hanya 954 HP dan 1021 MP. Redar mulai gelisah dan dia pun bertanya pada Lus.
"Lus. Apakah ada cara yang lebih cepat untuk menambah level?" tanya Redar.
"Jawab. Ada." jawab Lus.
"Bagaimana caranya?" Tanya Redar yang kegirangan.
"Jawab. Caranya dengan melakukan hubungan dengan perempuan. Jika anda melakukan itu, level anda akan naik drastis. Mungkin akan langsung naik ke level 100." jawab Lus.
"Apa? Melakukan hubungan dengan perempuan? Maksudmu, seperti membuat anak?" Redar sangat terkejut dengan jawaban Lus.
"Jawab. Bisa juga seperti itu. Tapi, anda juga bisa menaikkan level dengan cara berciuman atau hal mesra seperti sepasang kekasih." jawab Lus.
"Begitu, ya. Tidak mungkin aku melakukan itu. Belum waktunya untukku untuk melakukannya. Yah, mungkin aku harus berusaha keras untuk menaikkan level dengan cara membunuh monster." Redar menerima semuanya dan bertekad untuk menaikkan level dengan cara yang sama.
*LADANG JAGUNG.
"Kau tahu, Lisda?" tanya Rosen.
"Apa?" tanya Lisda.
"Anaknya Bu Mere dan Pak Tesdar sangat tampan. Aku pernah melihatnya saat dia sedang berlatih pedang. Saat berkeringat, dia terlihat sangat mempesona dan membuat tubuhku menjadi panas." ucap Rosen.
"Ya, itu benar. Aku juga pernah bertemu dengannya. Dia sangat tampan. Saat aku pertama kali melihatnya, hatiku langsung berdegup kencang." ucap Mire.
"Anak Bu Mere dan Pak Tesdar? Siapa? Aku tidak kenal." tanya Lisda.
"Bukankah rumahmu bersebelahan dengan rumah keluarga Froshy. Mana mungkin kau tidak kenal dia." ucap Rosen.
"Ya, benar." ucap Mire.
"Apa kalian lupa? Aku ini belum lama tinggal disini. Jadi, orang yang kukenal hanya kalian berdua saja." Lisda menegaskan.
Lisda lahir di Desa itu, namun dia pindah ke Ibu Kota saat umurnya masih 4 bulan. Dan saat ini, Lisda kembali tinggal di Desa itu.
"Benar juga." ucap Rosen.
"Aku tidak mungkin bisa menjadi pasangan Redar. Karena aku tidak cantik." ucap Rosen.
"Ya, aku juga tidak mungkin menjadi pasangan Redar." ucap Mire.
"Tapi, kau bisa, Lis. Secara, kau sangat cantik, kulitmu putih dan glowing, rambut hitam panjangmu terlihat indah dan kau juga sangat imut. Apalagi kau sangat semok dan montok. Hihi." ucap Rosen.
"Ya, benar. Kau pasti bisa mendapatkan Redar." ucap Mire.
"Sebenarnya, apa yang kalian bicarakan? Aku sama sekali tidak tertarik dengan hal itu. Sudah lupakan saja!" ucap Lisda.
Tiba-tiba, Lisda melirik ke arah kanan dan melihat Redar. Jantung Lisda langsung berdegup kencang dan dia sangat terpesona akan ketampanan Redar. Tiba-tiba....
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Redar.
"Ah, eh. Mmm...tidak apa-apa. Aku hanya-." Ucapannya terpotong.
"Astaga. Kau cantik sekali." ucap Redar.
"Eh." Lisda terkejut.
"Aku belum pernah melihat perempuan secantik dirimu. Maukah kau men-." Ucapannya terpotong.
"Redar. Apa yang kau lakukan? Kau mencoba menggoda perempuan? Iya?" Ibu Redar menjewer telinga nya.
"Ti-tidak, bu. Aku ha...adadadadadaw. Sakit." Redar kesakitan.
"Tidak peduli. Ayo pulang, jangan menggoda perempuan lagi!" Ucap ibu Redar sambil menariknya pulang.
Lisda, Rosen dan Mire tertawa terbahak-bahak, melihat Redar dimarahi ibunya.
"Redar, benar-benar tampan. Eh, apakah tadi dia akan melamarku sebelum Bu Mere menjewernya." Pipi Lisda memerah.
...**...
...Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
Dadang Eliz
waah.. mirip nama q.. apa mgkn ada ikatan darah ya.. q kan muh dar
2025-01-10
0
Dadang Eliz
addduuh.. umur sgt udah ngerti ya thor..? nakal amat
2025-01-10
0
Restu Dewa
terlalu cepat buat time skip apalagi langsung 7th, pembaca belum tahu tentang orang tuanya MC dan keluarga nya MC, saran doang kalo mau time skip jangan di awal cerita karena di awal cerita seharusnya berisi pengenalan seperti, sifat MC ,sifat orang tuanya, dan lingkungannya,
yahh itu cuma saran dari saya seorang pembaca...
2021-11-15
4