Di pagi hari yang dingin terdengar suara ban kayu kereta yang sedang menaiki gunung.Terdengar teriakan seseorang dari dalam kereta.
"Aaaa!,"
"Ada apa!",tanya Itsuki yang kaget mendengar teriakan.
"aku sangat mual",ternyata suara itu berasal dari Kiato yang tidak tahan dengan namanya kendaraan.
"Aku pikir apa,kau mengganggu tidurku"
"Maaf kan aku,sudah lama sekali aku tidak naik kendaraan"
"Aku tidak menyangka anak ini sangat jadul",ucap Itsuki dalam hati.
"Hoi kita hampir sampai tenanglah",Kiato masih saja rebahan menahan mualnya.
"Dari tadi kau bilang begitu lo"
"Ya sabar saja"
...----------------...
Siang pun tiba,mereka akhirnya berada di awal wilayah kerajaan Clover pusat.Namun betapa terkejutnya mereka kerajaan yang mereka harapkan tidak sesuai keinginan mereka.
"Itsuki aku di kereta saja ya",Kiato melanjutkan rebahannya.
"Kau ikut lah,B*ego!",tarik Itsuki.Kiato ditarik sambil merengek.
"Iya iya aku tahu,sabar dulu dong"
Mereka menemui ratu yang memanggil mereka.Mereka disuruh menunggu sambil dijamu hidangan yang sangat enak dan sehat.
"Makanlah dulu hidangan ini sambil menunggu ratu bersiap - siap dulu",tanpa pikir panjang Itsuki dan Kiato menyantap makanan yang sudah ada dihadapan mereka.
"Enak!"
"Iya aku pengen tinggal disini",Kiato mengelus perutnya yang sudah seperti bapak - bapak hamil.
"Aku ke toilet dulu ya",Kiato langsung pergi tanpa pikir panjang lagi,tapi dia tidak tahu dimana toilet.
"Anu....Permisi dimana toilet ya",dia tidak tau arah toiletnya.
"Biar saya tunjukan"
......................
Muncul sosok memakai gaun merah dengan anggunnya mendekat ke meja makan Itsuki.
"Bagaimana?enak?",tanya nya.
"Tentu saja",Ratu pun duduk sambil mengambil buah apel.
"Jadi apa yang ingin ratu bicarakan dengan ku?"
"Ini soal kerajaan,Mohon maafkan kerajaan sudah bertindak kejam seperti itu kepada mu",Itsuki tidak menjawab apa - apa dia hanya diam sambil menundukkan kepalanya kebawah.
"Saat aku ke pulang ke kerajaan nanti aku akan menegakkan keadilan"
"Pulang?jadi kenapa kau berada di sini bukan di kerajaan",Itsuki kebingungan mendengar kata ratu.Ratu kembali menjelaskan
"Aku berada disini karna gelombang dulu karna unit pasukan tidak bisa sampai disini dalam waktu satu hari dikarenakan waktu dan jarak tempuhnya sangat jauh.Jadi saat gelombang desa disini yang diserang"
"Aku menyuruh mu datang ke sini karna aku ingin memohon maaf dengan kau secara pribadi",Itsuki tidak enak melihat ratu yang meminta maaf.
"Ratu bisa berdiri,jangan salahkan dirimu yang tidak melakukan sebuah kesalahan.Jika kau melakukan hal seperti ini orang itu makin tidak suka dengan orang yang kau mohon ampun itu",Ratu kembali duduk mendengar ucapan Itsuki.Itsuki teringat keinginan Kiato lalu mulai menceritakannya ke ratu.
"Ratu ini tentang rekan ku.Keluarganya dibunuh oleh monster saat gelombang muncul,lalu dia ke kerajaan untuk minta bantuan tapi dia malah dibuang oleh kerajaan.Apa setelah ini kau bisa membantu dia?"Itsuki bersujud dihadapan ratu.
"Eh ayolah bangun aku merasa tidak enak"
"Aku mohon!!"
"Iya akan kulakukan karna dia juga termasuk rakyatku"
"Terima kasih Yang Mulia!!"
"Sama - sama.Omong - omong bukannya besok adalah hari gelombang kedua ya?"Itsuki melihat status terjadinya gelombang ternyata benar besok akan terjadi gelombang"Lalu Kiato kembali setelah keluar daru toilet.
"Yo Kiato kau sudah menang?"
"Ya aku menang telak hahahahah"
"Kalian berdua ayo bersiap - siap untuk menghadapi gelombang kedua aku sudah menyiapkannya",mereka pergi ke tempat yang sudah ratu siapkan untuk mereka.
"Woah pakaian ini bagus sekali"
"Oi Kiato nanti jangan jadi beban ya saat gelombang"
"Aku tidak mungkin jadi beban!!,aku akan menjadi pahlawan secepat kilat",sambung Kiato sambil sombongnya.
"Iya terserah kau"
"Jadi dimana persiapan ku?"
"Persiapanmu ada disana",tunjuk ratu ke sebuah ruangan yang tertutup tirai.Itsuki kaget melihat apa yang dia temukan,dia melihat sebuah zirah yang terbuat dari eman dengan hiasan batu permata warna - warni.
"Eeee....Ratu sepertinya ini terlalu mencolok apa aku boleh mencari yang lain?"
"Baik silahkan",Itsuki masuk dan melihat - melihat berbagai macam zirah.
"Nah ini saja",dia mengambil zirah kecil dan ringan agar mudah bergerak.
"Aku sudah selesai",Itsuki keluar dibalik tirai mengenakan sebuah zirah berwarna putih yang bergaris merah.
"Sangat cocok dengan mu pahlawab kegelapan"
"Oiya aku sudah menyiapkan prajurit yang akan membantu kalian untuk gelombang besok,semoga mereka berguna"
"Yosh untuk besok mohon kerjasamanya!!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments