with Deri Anjas and Dona Ambar
kisah Wira Atmaja family's part 2
sejak ayah mereka meninggal, mereka merasakan benar ada yang kurang
tapi mereka tidak memikirkan dan tak mau terbawa sedih
tapi saat ibu mereka menyusul ayah mereka..
seketika, 2 kaki dalam satu tubuh terasa tanpa tulang..
lemas, layaknya orang lumpuh..
mereka tidak tau apa yang terjadi pada mereka kedepannya setelah ini
seketika semua telah pergi..
keduanya diam dirumah tak sama sekali menerima sumbangan ataupun mengadakan pengajian apapun
mereka hanya diam benar benar diam
menatap ke arah jendela dari kamar masing masing
menatap arah jauh mengingat masa masa ayah dan ibunya masih ada dan mereka menyakitinya
kini semua pergi..
dona berjalan kearah ruang dapur, disana lagi lagi..
ia mengingat bagaimana ibunya memasak
lalu ia pun keluar dan menuju ruang tengah
teringat bagaimana ayah duduk dan menonton televisi
hingga ia berjalan ke ruang tamu tepat ditembok salah satu sisi kiri kamar dona
dona duduk, menyenderkan kepalanya
tak selang lama, begitupun deri..
ia keluar dari kamarnya menatap arah ruang tamu seketika teringat kebersamaan nya dengan ayah ibu kalah itu, kalah deri merasakan marah saat ia baru mendapat kan adik baru..
melihat adik itu yang ternyata duduk di sisi kanan kamarnya
ia pun ikut duduk dan menyenderkan tubuhnya juga sama ketembok yang sama dengan disenderi adiknya
dona melirik kakaknya, lalu menunduk
begitupun deri
hingga mereka menangis dan dona meletakkan kepalanya di pundak deri, deri meletakkan kepalanya dikepala adiknya
yap.. mereka menangis berdua seharian, hati mereka sudah lelah menahan rasa tangis itu
tapi karna kelelahan tidak tidur beberapa hari sejak mendapati fakta mereka akan berdua saja dalam dunia
mereka tertidur dalam posisi seperti itu
sementara vanila, sahabat dekat dona yang juga mulai dekat dengan deri
mendapatkan kabar dari salah satu tetangga deri dan dona tentang mereka yang tidak sama sekali keluar rumah dan menerima tamu yang akan melayat sebagai tanda berkabung juga tidak ada penyelenggaraan pengajian
tentu, vanila langsung pergi, ia berjalan ke arah rumah deri dan dona
hingga sesampainya betapa kagetnya ia..
melihat suasana kondisi rumah itu
"mereka kemana?" gerutu vanila pelan
tampak sangat kotor, sangat sepi, berdebu..
sepertinya tidak ada orang terlihat di luar tapi vanila merasakan jika mereka berdua ada didalam
sampai di pintu, vanila mengetuk beberapa kali, tidak ada yang membuka
"kak, kak dona, kak der, ini aku, vanila" panggilnya
"gimana non" tanya salah satu tetangga deri dona
"belum tau bu, ini saya baru sampai"
"ohh iya sudah, kami kuatir aja, takut didalam mereka berbuat nekad, mereka berdua terkenal nekat non, takutnya bunuh diri didalam" jawab tetangga yang lain
mendengar itu, vanila tersadar ucapan itu benar
dibuatlah ia semakin kuatir
beberapa kali mengetuk, berteriak hingga mendorong dorong tapi tidak ada jawaban
hingga tetangga yang lain datang
"non, ada apa?" tanya salah satu bapak bapak
"oh maaf pak, ini saya cuma dapat laporan tidak ada yang keluar kah mereka?"
"oh, iya bener bener, non, coba deh kamu lihat mereka, kami juga kuatir non" jawab bu Nining, atau akrab sebutan bu Ning, salah satu warung penjual nasi didepan rumah itu
"iya non, kamu dobrak masalah, bobol saja sekalian" jawab bapak bapak
"maaf pak, bu, sudah bikin keributan"
semakin kuatir, tak tanggung ia pun mencari cara, hingga ke pintu belakang, lalu menendang dengan kekuatan kakinya seketika pintu ambrol
vanila berhasil masuk lalu mencari keberadaan keduanya dan terdapat di ruang tamu saling memeluk tapi tertidur saat memeriksa, ia pun lega karna keduanya hanya tertidur
lalu ia membantu keduanya masuk kekamar dona yang paling depan dan menyelimuti mereka agar tertidur lebih lelap..
baru vanila membukai semua jendela, membuka pintu, menyapu, merapikan semua dirumah itu hingga mengepel
saat vanila akan membuka pintu kamar tidur pak wira dan bu ambar, ia sempat ragu..
ia takut ia akan disangka tidak punya aturan main buka kamar sembarangan, ia juga tidak masuk kamar deri, karna dirasanya kurang sopan
ia berani masuk kamar dona, karna ia sering masuk dan menginap juga disana
jadi ia tak jadi membuka pintu lalu memilih keluar dari rumah itu untuk mengurus bunga bunga layu didepan sudah vanila siram semua supaya bertahan hidup meskipun kering
karna sudah 7 hari, tanaman semuanya tidak disiram selalu terkena panas..
"non, gimana?" tanya bu Ning
"sudah bu, mereka tadi ketiduran, sudah saya pindahkan, cuma memang lagi berduka itu tadi sih bu, jadi belum bisa keluar bertemu orang" kata vanila
"oh yang penting kan baik baik non"
"oya bu"
lalu vanila kembali masuk, lalu mengintip keduanya yang masih tidur..
menyentuh badan mereka takutnya mereka demam
tak selang beberapa lama, dona bangun, ia kaget karna sudah berpindah dikamarnya, dan melihat ada kakaknya disampingnya
"apa bang deri, tapi dia juga tidur kan tadi" gerutunya
ia keluar dan melihat rumah sudah semua terbuka dan juga bersih semua seisi rumah
saat melihat seseorang didapur, dona membentaknya
"siapa kamu" bentak dona
"astaga, astagfirullah kak donaaa, kaget aku ih" teriak vanila
"vanila"
"iya ini aku"
dona seketika memeluk vanila dan menangis, vanila paham sekali yang terjadi itu..
"kupikir siapa, jadi kamu yang pindahkan aku dan bang deri?"
"iya, semua warga kuatir kak kalian kenapa napa, aku dateng jadinya, yaaku datang"
"terus masuk dari mana?"
"eh aku dobrak pintu belakang, dan rusak, hehe"
"astaga kau ini"
"bang deri bangun belum?"
"belum"
"ini teh hangat minumlah"
"emm"
menemani dona hingga meminum sampai habis lalu mereka berdua menuju kamar dona melihat deri ternyata masih tidur
tapi saat dona merapikan selimut deri, deri bangun menyentuh tangannya
"bu.. ibu kemana? ibu, jangan pergi" katanya
panik, vanila langsung membangunkan deri dan seketika deri tersadar lalu melihat didepannya ada vanila dan dona, ia seketika memeluk adiknya
"maafkan aku dona, aku tidak pernah menyapa mu sejak kita hidup didunia" kata deri
"aku juga yang salah bang, harusnya aku lebih muda menyapa mu lebih dulu"
mereka berpelukan, vanila yang akan berdiri karna ia tau ia belum di butuhkan tapi deri menahan tangannya dan vanila melihat deri meminta pelukannya
mereka bertiga pun berpelukan..
"aku akan jadi sahabat, teman, dan adik kalian" kata vanila
"tidak, bukan bukan, kamu adalah musuh terbaik ku" jawab deri
"bang der, masih aja ya" jawab vanila
"haha"
mereka saling berpelukan dan sejak itu mereka jadi keluarga meskipun vanila hanya bayangan dalam keuarga itu karna sebenarnya hanya ada deri dan dona
hari hari berlalu
dimana vanila yang setiap hari ia pulang sekolah selalu mampir kerumah deri dona
ia juga mengajak deri dan dona keluar rumah, membiasakan mereka agar dekat dengan tetangga
apalagi juga bu ning sempat mengatakan jika deri dan dona tidak pernah dekat dengan tetangga
sedikit demi sedikit tapi pasti, mereka mulai bisa dekat dan berbaur dengan tetangga apalagi bu ning yang warungnya karna mereka sering membeli makan disana karna tidak pernah memasak
"kalian beli makanan di bu ning setiap hari?" tanya vanila
"iya lah, siapa lagi mau masak?" jawab dona
"setiap hari? dan sehari makan kalian tiga kali ya tiga kali ini kalian beli di warung bu ning?" tanya vanila
"iya vanila april sastra" jawab deri
akhirnya esok paginya, pagi sekali, vanila datang kerumah deri dona
ia mengetuk hingga deri terbangun..
"wooh vanila?" tanya deri kaget
"aku masuk boleh?"
"boleh, kenapa sepagi ini, langit juga belum terang penuh"
"ya"
beberapa menit baru dona bangun juga dan kaget melihat vanila, barulah vanila memanggil deri juga agar mereka melihat dona saat memasak nasi
"kalian, meskipun gak sempat masak atau gak bisa masak, pakai ini saja, yang penting dirumah ada nasi, buat dua orang, setengah kilo beras itu sudah cukup dan lebih" kata vanila
"oh"
"kalau ada sisa ya, ini kan misalkan kalian dikit makan, dan bersisa, disentuh nasi, sebelum basi dan berair atau bau, kalian masak jadi nasi goreng, kan lumayan"
"kalau udah terlanjur basi?"
"ya kalau kelupaan, kalian ambil tempat tempat plastik atau apa yang panjang itu kalian letakkan di tempat paling panas sampai mengering dan jadi nasi kering, nanti bisa di goreng jadi camilan nasi matahari"
"emm, hemat amat"
"harus lah, kemaren kalian ada orangtua, sekarang tidak ada, dan kalian juga masih sama sama sekolah"
berjalan di hari pertama di bulan baru, vanila berhasil menghidup kan kembali bunga layu menjadi kembali segar padahal musim itu sedang panas panasnya
hujan tidak kunjung turun, justru panas menyengat sekali
pertanda apa?
yap, pertanda dimana artinya vanila berhasil sedikit sedikit mulai membuat dua orang anak manusia itu berubah
hari demi hari dilewati terus oleh mereka.. tentu karna hidup masih berjalan selepas orang tua mereka tidak ada..
dimana demi membiayai kelulusan kuliah dona, deri menjual aset 3 sepeda motor dirumahnya, sepeda motor ayahnya dan sepeda motor adiknya
juga sepeda motornya, demi menebus ijasah kelulusan adiknya dan memasukkan adiknya kuliah..
"abang janji, abang akan ganti semua nanti setelah kerja lebih giat dan menabung agar kamu kuliah benar gak seperti abang" kata deri
"bang, yang aku punya itu kamu, sudah jangan rasa bersalah, aku juga akan berusaha sendiri"
yap, hubungan baik mereka mulai terjalin..
akhirnya perjuangan mereka mulai, dimana deri harus menebus ijasah adik deri
skip
sebulan berlalu, dimana deri sudah bekerja, sejak sepeda motor ia jual, membuat dona harus jalan kemana mana, begitu juga deri, yang harus jalan ke kantor
tapi ada suasana berbeda saat mereka keluar rumah dimana setiap mereka tak sengaja bertemu orang di jalan, apalagi mereka kenal, mereka akan sapa ramah
beberapa hari kembali berlalu, keuangan deri mulai membaik, ia membelikan 1 buah motor untuk gantikan milik adiknya, ia mengalah, tapi saat tau kakaknya mengalah, dona juga tak mau kalah
"abang sudah belikan motor baru, ini keluran yang lebih baru. kamu suka?" tanya deri
"bang, aku tau kamu juga butuh kan, kamu pakai, aku jalan juga biasa, ada teman teman aku akan jemput anter"
"loh, abang beliin kamu ini"
"gak, ngpain sih, ngalah gitu, berjuang kita bareng"
tapi mendengar percakapan mereka dari tadi, vanila seketika menyambar percakapan mereka
"yasudah anggap saja bang deri gantiin motor nya bapak, kan motor bapak, bang deri jual, jadi tidak ada yang harus mengalah kan?" tanya vanila
"bener, yap, aku setuju, sudah itu dibuat ganti motor bapak" jawab dona
"ya diganti motor bapak, tapi kan dipake juga kan ya gak dipajang doang sih, jadi kamu pake kalau butuh" sambar deri
"iya pasti lah.. abang pake juga ajah ya kalau butuh"
"iya siap"
hari berlalu, dimana mulai memperbaiki kehidupan mereka..
juga tentang mencuci baju, membersihkan rumah, masih membutuhkan peranan vanila mengajari dona sahabatnya dengan kakak sahabatnya itu
dimana setiap hari mereka melaundry pakaian dan membayar orang untuk membersihkab rumah
vanila mengajarkan, tentang mereka harus berhemat
"gini, kamu kak dona, pekerjaan rumah kamu bisa apa?" tanya vanila
"emm apa ya? lainnya masak sih"
"cuci pakaian?"
"bisa"
"cuci piring?"
"bisa"
"yasudah kakak dona bagian itu, cuci cuci, beres rumah, dan pekerjaan lainnya tanpa memasak sementara bang deri, pinter kamu masak kan?" tanya vanila
"emm, yaudah aku bagian koki deh"
"nah, gak ada yang namanya landry baju, bayar orang beresin rumah, makanan beli online, makan diluar, semua mahal, kalian butuh kan berhemat" kata vanila
hari hari berlalu, memang tidak ada yang mudah dengan perubahan, apalagi perubahan buruk menjadi baik..
tapi keduanya berusaha..
mereka tidak lagi mau melanjutkan kehidupan yang terus terjerumus kepada dosa
dimana sikap baik sudah mulai mereka tunjukkan, itu artinya mereka tidak lagi fokus dengan kegiatan diluar rumah selain deri bekerja dan dona kuliah
sementara vanila memutuskan bekerja selepas sekolah seperti deri
deri memperjuangkan adiknya kuliah, karna ia tak mau adiknya bekerja kasar sepertinya
tapi perubahan dona dan deri tentunya berdampak pada kehidupan mereka sebelumnya
dimana keduanya sudah saling terbuka dan saling membantu masalah dalam kehidupan lama yang kelam
kehidupan mereka menjadi baik, berangsur angsur membaik dan berakhir dengan saling cinta dan peduli
beberapa hari berlalu..
saat tidur sangat lelah karna pulang bekerja..
vanila yang sudah bertumpuk pekerjaan rumah nya langsung merebahkan badannya seperti biasanya ia pulang kerja
tiduran, meluruskan tulang belakang yang lelah bekerja seharian tapi sore itu tidak biasa..
dimana vanila kebablasan tidur, dan ia tiba tiba bermimpi
berada disebuah tempat luas, tanpa apapun tanpa siapapun karna bingung mencari dimana orang orang di bumi ini, ia berlarian kemana mana mencari orang satu saja yang membuatnya terjatuh tapi tapi ia melihat dua pasang kaki orang berdiri didepannya terjatuh dan saat melihat itu adalah wira dan ambar
"terimakasih.. tugasmu selesai, aku menunggumu disurga.." ucap mereka
seketika itu, ia terbangun karna kaget...
-SELESAI-