kisah ini datang dari kisah sebelumnya juga..
dona yang lahir dengan nama panjang diatas seperti judul
berawal dari kisah nya di bangku SMP
saat itu, ia sedang dalam sekolah baru, dimana ia mulai mengenal pertemanan dengan buruk
dona memiliki sikap cuek, ia juga keras, ditambah cara bicara yang pedas, mampu membuat siapa saja yang beradu mulut dengannya akan kalah
"dona" teriak temannya
"siang ini, ada janjian makan"
"sama anak anak Smk9 juga?"
"iya lah"
"dih males"
"ahh si avan kaga kira dateng"
"kenapa lo yakin?"
"iya lah yakin, dia udah ada cewek, mana cewek nya lembut, baik pula"
"masa iya mau sama avan?"
"iya beneran, lu kaga dateng, kemaren dikenalin dirumah tongkrongan" kata salah satu temannya
"em"
"udah ikut aja"
berpikir ulang, kata temannya, jika avan memiliki pacar baru kemungkinan tidak datang atau kemungkinan lain avan justru datang bersama pacar barunya itu
dan kedua kemungkinan itulah menjadi pertimbangan dona datang
bicara soal avan
avan memiliki kedekatan dengan dona tidak baik baik saja
yap, berawal dari avan yang mengajaknya berkencan, avan yang tertarik pada dona, merasa dona pantas untuknya, ia mengatakan tipe semua yang ia mau masuk pada dona
tapi dona tidak tertarik, dona hanya menghabiskan uang milik avan
setiap jalan, dona tidak menolak jika ada satu saja barang akan dibelikan untuknya dengan harga mahal
hingga suatu hari, akhirnya avan sadar ia hanya disedot oleh dona
memutuskan mencari gadis lain dan bertemu dengan pacarnya, yaitu vanila april sastra
disinilah awal dipertemukan dona dengan vanila yang akhirnya jadi teman
"mana, kata lu dia ada cewek, kemungkinan, gak dateng atau dateng bareng ceweknya" bisik dona pada temannya
"biasa nya ada kok"
"males gue dah"
karna sudah hilang mood, dona pergi dari tempat itu, beberapa hari kemudian
kembali dipertemukan avan dengan dona, dimana ketika bertemu, dona dengan pria lain dan avan juga dengan gadis lain yaitu pacarnya tadi
mereka bertemu yang saling bertatapan
"teman kamu ya?" tanya vanila
dona melihat ke arah vanila, boleh juga, cantik, sopan, tapi sayang terlalu culun bagi dona karna memang dona adalah gadis modis sedangkan vanila hanya seadanya dengan baju kaos panjang, celana street jeans, dan tidak mencolok lainnya
"bukan, bukan orang kukenal" jawab avan
avan menarik vanila dan pergi dari sana..
beberapa hari berlalu, dimana ternyata, vanila menjelekkan avan yang menuduh mempermainkan gadis itu
dona memaki banyak hal kepada avan, dimana ia dan teman temannya mau menerima karna kasihan, jika tidak, avan adalah gembel yang sangat tidak terpandang
diakui sejak berteman dengan teman teman dona lah, ia mulai berubah
terus menjelekkan nya hingga avan pun memutuskan keluar dari pertemanan itu
tapi sebagai pembalasan terakhirnya disana, avan menarik tangan dona
"beberapa kali aku meminta agar semua barang untuk dikembalikan, kamu habis kan uang ku, tapi menolakku" bentaknya
"lain kali sih ngaca, situ okeh gak? lihat pacar gue kemaren, gimana? okeh lahir dan batin jelasnya"
akhirnya, avan pergi, dengan rasa marah dan kecewa beratnya
saat avan akan balas dendam, ia tentu tidak memberi tau vanila karna ia akan dilarang
mereka pergi diam diam kesekolah dona dan mengeroyok dona beserta teman temannya yang baru keluar dari sekolah saat jam pulang
dona membalas tapi ia tetap kalah, karna baku hantam perempuan dan laki memang berbeda kadar kekuatannya
avan dan teman temannya berlari, karna sirine yang keluar dari sekolah milik dona
hingga sampai dirumah tongkrongan avan bersama teman temannya dari satu sekolahnya
tak lama, vanila datang..
"avan?" sapa vanila kaget
sebagai pacar, tentu ia kuatir ketika melihat avan, pacarnya, terluka, terdapat lebam lebam bahkan beberapa bengkak di lengan tangannya
"kamu berantem lagi?" tanya vanila
avan melirik arah temannya
"kenapa sih, susah dibilangin kamu?" tanya vanila kesal
hari berlalu, pembalasan dari dona dan teman temannya yang menjarah dan mengobrak abrik tempat menongkrong avan dan teman SMK nya
terjadi baku hantam lagi, tapi ketika vanila kembali, betapa kagetnya ia baru juga ditinggal membeli makanan, sudah ramai dan semua saling baku hantam
"berhenti" teriak vanila
vanila adalah ketos di sekolah smk9
tentu, suara lantangnya membuat murid yang terlibat dari sekolahnya seketika terdiam
lalu vanila mendekati arah avan dan menatap nya tajam penuh kecewa
tapi saat melihat ke arah dona yang tadi ia lihatnya dipukuli oleh pacarnya
"kenapa lawan kamu dia?" tanya vanila
"dia"
"kenapa lawan mu dia?" tanya vanila sekali lagi
"dia ketuanya, ya dia yang berurusan denganku"
"jangan ada yang bergerak, dengar, jangan bergerak untuk kembali membuat keributan atau aku menelfon polisi" bentak vanila
beberapa orang dari sekolah dona pun keluar begitupun dona tapi saat melihat vanila dan avan keluar, dona mengikuti
vanila menarik avan keluar lalu mengajaknya mengobrol berduaan tapi sengaja dona mengikuti mereka
"apapun alasannya, aku tidak mau tau avan, dia perempuan, bukan musuh yang pantas bersama kamu disana" kata vanila
"dia yang mengatur semua ini, dia otak nya vanila"
"apapun. hindari, kalau memang tidak bisa menolak untuk tidak baku hantam, jangan sama cewek, berapa kali aku bilang, dia cewek, aku cewek, apa kamu mau lihat aku diposisi gadis tadi?" tanya vanila
menarik tangan vanila dan meminta maaf
menjelaskan jika semua hanya salah paham, karna memang berawal dari dona yang memoroti uangnya
menceritakan semua kepada pacarnya, avan berharap ada belas kasihan dari pacarnya dan menerima penjelasannya tapi alasan itu tidak masuk dengan dona
dona mendekati mereka dan membentak avan
"jangan sembarangan bicara yaa, aku memoroti mu ada sebabnya, karna kamu berapa kali merendahkan aku mengajakku jalan dan bercinta?" tanya dona
seketika vanila menoleh arah avan dengan mata melotot
"aku bilangin sama kamu, dia bukan orang baik untukmu, dapatin kamu, dia akan jadi besar kepala disekolah karena bisa berpacaran dengan sang ketos"
karna kesal dengan ucapan dona, seketika avan menarik rambut dona lalu menamparnya dengan keras
"avaaaaan" teriak vanila seketika marah
"gak ngerti aku sama jalan pikiran kamu, dia itu bukan orang baik baik, dan kamu membela nya?"
"bukan membela, tapi salah benar dia, terlepas apapun alasannya, dia sama denganku, dia wanita" jawab vanila
dona membuka ponselnya, memberikan pada vanila membiarkan vanila membacanya
dimana semua sengaja tidak dona hapus tentang bagaimana kelakuan pacar vanila itu ketika berada di tempat tongkrongan
juga terdapat video dimana didalam video itu, avan memberikan banyak uang kepada siapapun yang bisa ia peluk
banyak bukti membuat vanila pun tidak habis pikir
"gila ya, aku sudah menerima kamu, menerima sikap kamu, semuanya, tapi ini.." kata vanila
vanila marah, ia pun sudah tidak peduli apa yang akan dilakukan oleh avan sejak hari itu
avan mengejar tapi vanila mengatakan jika avan sudah membunuh perasaannya untuk avan
melihat vanila pergi, avan mendekati arah dona, dan membentaknya
"lo sengaja kan dateng ngancurin gue" tanya avan
"iya" jawab dona santai
saat mencoba menampar dona, beberapa teman dona datang..
"gimana?" tanya dona
"gue sih kasihan sama tuh cewek, dia memiliki hati cantik, lo deketin dia, gak pantes elo nya" bentak dona
melihat semua teman dona berkumpul, ia pergi
dona tertawa keras bersama teman temannya bahkan beberapa teman lelaki dona melemparkan sandal karna emosi
berhari hari berlalu..
dimana vanila sedang duduk di kursi taman tak jauh dari pusat perbelanjaan, ia baru saja membeli buku untuk beberapa tugasnya dan membaca nya ditaman dengan memakai handset ditelinganya
sementara tak lama dari itu, dona datang ke taman yang sama dan melihat keberadaan vanila
ia mendekati, lalu duduk disamping vanila
melihat kedatangan orang asing, vanila melepaskan handset nya dan menyapa dona
"hai?" sapa dona
"hai, kamu?" sapa vanila
"kamu ngapain?"
"emm ini, aku baru dari beli keperluannya buat besok sekolah, aku mampir, karna aku sering kesini" jawab vanila
"oh.. emm soal kemaren, kamu sama avan, aku minta maaf" kata dona
"iya" jawabnya menunduk
"terus gimana sama hubungan kalian?" tanyanya
"gak ada sudah"
"beneran putus?"
"iya, ah tapi santai, aku tidak memikiri"
"emm aku bener bener tidak enak, soalnya aku lebih tau siapa avan, dia dulu masih satu sekolah sama dia, memang dia baik, tapi sedikit munafik sejak pindah"
"sudahlah kak"
"iya, maaf banget, oh ya, kalau aku kenal dan berteman sama kamu mau?"
"emm" ucap vanila melirik dona
ia menatap kearah dona dari atas kepalanya hingga ke bawah kaki
"kenapa? ada yang salah?" tanya dona
"kenapa tiba tiba mengajakku berteman?"
"ahh jangan bersalah sangka, aku hanya berniat baik, karna aku tau kamu anak yang baik, aku hancurkan hubungan kalian juga karna kamu anak yang baik makanya aku tidak rela kamu dengan avan" jawab dona
"emm, tapi makasih kak, sudah memberikan aku faktanya, kamu gak salah kok" kata vanila
"jadi kita berteman kan?"
"boleh, boleh"
nah sejak inilah, mereka dekat, lalu berteman, hingga dimana vanila mulai kenal juga dengan teman teman dona yang juga teman lama avan
mereka menyambut vanila dengan baik karna mereka sangat tau betul bagaimana vanila
"kalian kenal aku?" tanya vanila
"iya lah, kenal" jawab salah satunya
"kenalnya sih gak begitu sih van, tapi kan kita kenal avan, jadi membuat kita kenal kamu dikit dikit juga" jawab teman disana yang lainnya
"memang avan disini selalu membuat gaduh?"
"gaduh enggak, cuma ya yang tadi aku jelaskan aja sih van" sambar dona
"udah van, lo mau berteman ama kita itu udah bangga tau kita, kita tau lo siapa disekolah. anak hits karna cerdas, dan kamu juga baik anaknya"
"emm iya aku juga dapat teman sebanyak ini juga udah banget senengnya"
hari berlalu, dimana akhirnya vanila menjadi gadis satu satunya saat berkumpul dengan teman teman dona yang memakai pakaian seragam paling berbeda
baik ditongkrongan atau di rumah dona ketika berkumpul, vanila menjadi gadis yang sama dengan teman teman dona, tapi diakui, dona sangat menjaga vanila, meskipun ia buruk prilaku tapi ia tak mau membuat temannya juga terjerumus
"van, udah lah jangan nyoba nyoba, gue gak suka lo nyoba" kata dona
"tapi aku mau tau aja sih rasanya.."
"gak ada, kita memang rusak tapi gue gak mau ngerusak lu lagi"
disini, alasan mengapa bagi vanila, dona teman yang baik meskipun sikap nya buruk dan kelakuannya buruk
tapi vanila yakin, ada sisi baik setiap orang, dan kini vanila bersahabat sangat dekat dengan dona, apa apa dona, kemana mana sama dona..
beberapa hari kemudian, ketika dona, vanila dan dua teman laki laki ditongkrongan mereka jalan berempat, dona dan salah satu teman laki laki disana pergi mencari minum di supermarket, teman laki laki satunya pergi untuk bertelfonan
"avan?"
"vanila, aku gak ngerti ya, kamu gimana cara pikir, aku keluar dari sekolah dan tau tau kamu berteman sama dona dan teman temannya?" bentak avan
tak lama avan datang
melihat keberadaan vanila sendirian dengan buku dan handset dipakainya
langsung ia tarik vanila
tapi ternyata dona dan dua teman lelakinya melihat vanila dengan avan, dua teman lelaki nya berniat mendatangi dan menghajar avan
"tahan, kita lihat apa yang mereka bahas" kata dona
mereka pun menahan dan memerhatikan kembali
"iya aku memang berteman sama kak dona dan teman temannya yang buruk itu" kata vanila
"kenapa kamu lanjutkan saat tau dona dan mereka buruk?"
"tapi mereka tidak membuatku jatuh ke lubang yang sama, meskipun mereka buruk, tapi satu saja tidak ada orang pengaruhi aku untuk merokok, mabuk dan maksiat lainnya"
"bulshit, kelamaan kamu juga ketarik"
"iya dari pada kamu, miskin, tapi sok kaya, hamburin uang buat bayarin cewek cewek padahal orang tua kamu susah"
seketika mendengar itu, dona menahan avan yang akan memukul vanila
"kan, baru juga gue bilang, lu jadi mirip sama dona" kata avan
tapi ketika dua temannya yang lain datang, avan pergi
"dengar vanila, aku gak terima kamu putusin"
hari berubah vanila yang sering berteman dengan dona ia sering datang, dan ketika teman teman sudah pada pulang, dona menagih janji vanila yang lebih lama dari teman temannya
"kamu jadi kan diem?"
"jadi kak"
"bener loh, disini, bentar kamu duduk"
"okeh"
dan disini juga mulai bertemu dan pertama bertemu antara vanila dan kakak laki laki dona yaitu deri
beberapa hari berlalu sering datang, ia mencoba menyapa deri, tapi beberapa kali juga deri selalu tidak memperdulikannya bahkan ia terus menjauh
tapi beruntung sikap itu tidak diketahui dona, jika dona sampai tau temannya diperlakukan secuek itu..
tapi akhirnya dona tau jika ada yang berubah dan berbeda dengan kakaknya itu sejak seringnya dona mengajak vanila kerumahnya
selang beberapa hari ayah dona meninggal, dona belum juga merasa kehilangan, ia masih dengan sikap buruknya hingga saat ibunya yang juga ikut meninggal
seketika itu, matanya gelap, ia seketika hancur dan jatuh, ia menjadi orang yang paling bersalah dalam dunia karna menyia nyiakan orang tua nya
-SELESAI-