Di kisahkan seorang pemimpin pasukan Perang yang bernama Kenyara Anthyea. Seorang Jendral perang yang memimpin 100.000 orang dibawahnya akibat perang.
Dari tua hingga muda, wanita dan pria, dipimpin untuk mencari tempat untu, bertahan hidup. Selama 12 tahun pencarian akhirnya di temukanlah sebuah pulau tak bernama dan tak berpenghuni.
"Semuanya... berhenti!! Mulai hari ini kita semua akan tinggal di pulau ini..." titah sang Jendral pada mereka semua.
Sang Jendral pun memerintahkan para prajuritnya untuk melihat keadaan disekitar pulau. Selama 7 hari lamanya para pasukan itu mengelilingi pulau.
Sementara Sang Jendral membantu Para Rakyat untuk membangun rumah mereka. Pada pagi-pagi sekali sang jendral melihat, bahwa pasukannya itu datang dengan dengan membawa kabar baik.
"Lapor Pak!! Kami tidak menemukan bahwa tempat ini hanya di huni oleh para binatang saja..." ujar salah satu pasukannya.
Mendengar Hal itu sang jendral tersenyum kecil, dirinya memanggil para rakyat itu. Dan mengatakan bahwa mereka bebas tinggal di pulau ini.
"Para Rakyat! Pasukanku telah menemukan bahwa pulau ini tidak berpenghuni, maka oleh karena itu kalian bisa tinggal disini dengan bebas..." terang sang jendral.
Mendengar pernyataan Sang Jendral Rakyat pun menjadi sangat senang. mereka semua bersorak- sorai, atas apa yang didapatkannya.
Mereka semua pun tinggal di pulau dengan tenang selama 10 tahun lamanya, mereka tumbuh dan berkembang. Namun, ketenangan dan kebahagiaan itu musnah. saat pulau mereka terkena imbas dari letusan Gunung berapi di sebrang pulau.
Akhirnya Sang Jendral pun memutuskan untuk pergi mencari bantuan, agar para rakyat bisa hidup dengan baik.
Selama tiga tahun berkelana namun, Sang Jendral tidak menemukan tempat yang tidak menepati nasib yang serupa seperti pulaunya. Mereka semua sangat amat terlihat lebih hancur dan porak-poranda dibangingkan dengan pulaunya. Tapi Sang Jendral tidak menyerah dia terus mencari tempat yang bisa dimintainya bantuan, dan sampailah dia di Yunani.
Sang Jendral mengililingi Yunani dengan penuh decak kagum dalam hatinya. Dia tidak pernah melihat mutiara sebesar itu dalam hidupnya. Dan daging yang terlihat lezat. Bahkan, semua wanita di sini memiliki baju yang indah meski tak terbuat dari sutra.
Sang Jendral terus berkeling Yunani dengan santai, tanpa sadar dirinya diperhatikan oleh seorang prajurit di Yunani. Melihat tubuh tinggi dan gagah Sang Jendral, prajurit pun segera memanggilnya.
"Hei kau kemari..." kata prajurit itu.
"Aku?" tanya Sang Jendral.
"Ya! Kau..."
Sang Jendral pun mengahampiri prajurit itu dengan anggapan bahwa dia akan dibawa menghadap Sang Raja.
"Kau ingin mendapatkan uang!?" tanya prajurit itu.
"Ya, tentu..." jawab Sang Jendral.
"Bergabunglah dengan pasukan perang kami... kalau kau masih hidup saat kita memenangkan oerang maka kau akan mendapat uang 3000 kantung keping emas..." kata parajurit itu.
Sang Jendral tertegun, tapi dia tahu bahwa hal ini merupakan satu-satunya hal yang bisa dilakukannya saat ini yaitu berperang untuk uang.
"Ya tuanku, ajaklah aku..." jawab Sang Jendral.
"Siapa Namamu..." tanya prajurit itu
"Kenyara Anthyea... dipanggil Yara..." jawab Sang Jendral.
"Baik Yara mulai hari ini kah pasukanku!" ucap prajurit itu sambil menjabat tangan Kenyara.
Keesokan harinya pelatihan prajurit pun dimulai, meski memiliki tubuh yang proposonal untuk seorang prajurit perang. Namun, tetap saja sang prajurit ingin memastikan bahwa Kenyara memiliki fisik yang baik dan juga kuat.
Dan dengan latar belakangnya sebagai Jendral perang tentu saja Kenyara mampu melewati semua tes yang ada bahkan Kenyara mendapatkan nilai sempurna dalam tes otak.
Prajurit itu pun menjadi sangat kagum dengan Kenyara, dan bertanya apa rahasianya. Namun dirinya hanya tersenyum dan menjawab bahwa dia hanyalah seorang pekerja keras.
Perang pun dimulai seluruh pasukan telah siap, seluruh pasukan perang telah bersiap ,enyerang negara musuh, dan mereka pun mulai berperang.
Kenyara bergerak dengan sangat gesit, tubuhnya begitu lincah diseimbangkan dengan gerakan pedangnya yang bagus dan ketangkasannya yang kuat. Dia mengalahkan semua musuhnya dengan pedangnya itu hingga semua musuh yang dihadapannya terkapar tapi, tidak ada yang dibunuhnya.
Berkat Kenyara Yunani berhasil mendapatkan kemenangan hari ini. Dan berkat prestasinya Kenyara pun di Angkat menjadi kapten.
Selama peran Kenyara terus memberikan strategi jitu kepada pasukan dibawahnya agar mereka dapat mempersempit kemungkinan mereka akan gugur di medan perang.
Mulai dari membuat senjata sendiri sampai gaya serangan jarak jauh, semua taktik itu di praktekan olehnya dengan sangat sempurna.
Dan semua pasukan Kenyara pun berhasil selamat dari medan perang. Dan berkat hal itu dirinya diangkat menjadi Kepala pasukan.
Saat dirinya diangkat menjadi kepala pasukan, Kenyara bertemu dengan seorang perawat cantik Bernama Odien Athena. Kenyara pun terposona melihat kecantikan wanita itu.
Dengan prestasi sebagai Kepala pasukan, Kenyara pun berhasil memikat hati Odien dan mereka pun menikah.
Namun, dikarenkan perang belum berakhir mereka pun memutuskan untuk tidak memiliki anak.
Setelah 13 tahun dalam peperangan akhirnya perang pun berakhir dengan kemenangan bagi Yunani, dan Kenyara diangkat sebagai Jendral.
Akhirnya Kenyara menerima uang seperti yang di janjikan oleh sang prajurit itu lebih dari yang seharusnya karena gelar yang diraihnya.
Dengan semua rasa bangga itu Kenyara pun kembali Ke pulau itu dan memberikan uang pada seluruh rakyat pulai itu dan menunjukan cara mengolahnya agar uang itu bisa terus berkembang. Lalu ia kembali ke Yunani untuk hidup bersama istrinya.
Setelah itu Kenyara pun memiliki seorang anak laki-laki yang diberi nama Orlino Davich Anthyea. Dan mereka pun hidup bahagia.
Orlino tumbuh menjadi sosok yang persis dengan Kenyara dia pandai dan juga gesit. Otaknya berpikir dengan sangat cepat. Dan dia sangat pandai menggunakan senjata.
Kedua orang tuanya pun sangat bangga dengan Orlino dan berniat untuk menyekolahkan Orlino di Roma, tempat para prajurit Hebat lahir.
Sayang Kenyara sudah saat tua Sehingga hal itu pun di batalkannya Orlino menolak untuk pergi ke roma dan ingin berbakti kepada Ayahnya.
"Aku mendapatkan kepintaran ku dari Ayah dan akan hidup untuk merawatnya hingga sembuh..." ucap Orlino dengan pernuh bangga.
Dan benar seperti yang dikatanya Orlino menghabiskan waktu untuk merawat ayahnya. Dia mengelap bibir ayahnya yang terus-terusnya minta darah dengan sangat lembut.
Dan terus meminta dengan lembut sang ayah agar dirinya ingin makan, masakan yang dibuatnya.
Sebenarnya Orlino sangat tahu jika, ayahnya tidak ingin hidup lebih lama lagi sejak ibunya meninggal.
Namun, Orlino tetap menginginkan kehadiran ayahnha di samping dirinya.
"Orlino..." panggil Kenyara.
"Ya, ayah..." jawab Orlino lembut.
"Ada sebuah pulau yang harus engkau kunjungi jika aku mati, bakarlah mayatku dan tarulah debuku disana..." titahnya pada putra semata wayangnya itu.
"Tidak... Ayah kita kunjungi tempat itu bersama, jikalau Ayahanda sudah sehat..." tolak Orlino, menjawab lirih permitaan ayahnya itu.
"Usiaku memang sudah harus pergi... aku tahu kamu memanglah masih muda 15 tahun umurmu... tapi aku yakin kamu akan baik-baik saja tanpa Ayah... Ayah percaya padamu nak..." balas sang ayah.
Orlino pun hanya mengangguk pelan tanpa mengucspkan kata sedikit pun. Dirinya sangat tidak rela kehilangan ayahnya. Meskipun dia sadar sudah 75 tahun usia ayahnya itu. Namun dirinya masih ingin merasakan kehadiran pria tua itu disisinya.
Ternyata titah lembut itu adalah permintaan terakhir Sang Ayah, sehari setelah Kenyara pun meninggal. Orlino pun menuruti permintaan ayahnya dan pergi ke pulau itu.
Dia tidak tega membakar jasad Ayahnya dari dia mengawetkannya dan membawanya ke pulau yang telah ditunjukan oleh ayahnya itu. Bersama dengan para bawahannya dan para pasukannya.
Setelah dia sampai betapa terkejutnya dia meelihat pulau itu tak seperti yang diceritakannya. Alam di pulau ini sudah rusak, dan dia bisa melihat banyak orang mati tekapar di jalan, banyak yang sakit dan mereka semua hanya mengadalkan tenaga mereka rumah masih terbuat dari jerami dan mereka semua tidak mengenal mandi, badan mereka sangat bau sampai Orlino dan seluruh bawahan itu menahan nafas mereka.
Disaat Orlino sedang berkeliling, seseorang melihatnya dan memanggil-manggil dirinya bukan dengan namanya melainnya nama mendiang ayahnya.
"Tuan Kenyara! Jendral!" panggil orang itu sambil melambaikan tangannya.
Mendengar Nama ayahnya disebut Orlino pun menghampiri orang itu untuk memastikannya.
"Maaf pak! Anda kenal Ayahku..." tanya Orlino kikuk.
"Ayahmu!?..."
Orang itu menghentikan kata-katanya dan memperhatikan wajah Orlino. dia melihat wajah yang mudah dan gagah dan memiliki senyum yang lembut, sudah jelas jikalau itu bukanlah wajah Jendral yang dia kenal.
Orang itu pun terheran-heran dengan kemiripan Orlino dengan sang Jendral.
Setelah saling bertanya akhirnya Orlino pun menceritakan, jikalau ia adalah anak dari Kenyara. Dan dia menceritakan jikalau Ayahnya sudah meninggalkan dan inin di kuburkan di tempat ini.
Orang itu pun sangat terkejut, mendengar bahwa orang yang telah membantu mereka temui 15 tahun yang lalu ternyata sudah tidak ada lagi.
Akhirnya orang itu pun setuju untuk mencari tempat yang pantas untuk menguburkan Sang Jendral semua rakyat berkelilin pulau untuk mencari tempat yang cocok.
Akhirnya Sang Jendral pun di kuburkan di tempat tinggalnya saat masih menetap di pulau ini. Saat melihat tempat tinggal ayahnya dulu dia terkejut dengan keindahan tempat ini.
Dari semua sudut di tempat ini hanya daerah tempat ayahnya tinggal yang masih sangat asri dan berdih bahkan bunga-bunga ayahnya diurus dengan sangat baik.
"Apa yang terjadi saat Ayahku pergi..." tanya Orlino kepada orang itu.
"Saat Jendral memberikan kami uang dan menunjukan cara memakainya kami pun mengikutinya dengan sesuai cara Jendral... yaitu sistem Impor dan ekspor..
"Namun, kami ditipu oleh para suku Union mereka memusnahkan kami dan menghancurkan kami sehingga semua harta yang jendral berikan dirampas oleh mereka..."
"Meskipun mereka sudah dikalahkan oleh para Nattention tapi, kami tetap tidak bisa melakukan apa-apa... lagi pada pulau ini dan kami tidak berani meminta bantuan..."
"Rumah ayah dari tuan muda... tetap berdiri kokoh karena rumah Jendral terletak di lokasi yang tidak bisa dilihat oleh paran penjahat itu selama perampasan itu kamu menyembunyikan putri-putri kami didalam rumah Jendral...
"Bahkan, dalam rumah Jendral ini tadinya banyak sekali ternak dan makanan yang sudah kami habiskan... untuk kebutuhan hidup kami dan sekrang kami sudah tidak punya apa-apa..."
Setelah mendengar pulau yang di bangun ayahnya itu menjadi hancur lebur. Orlino memutuskan untuk membangun pulau ini.
Dan Orlino memerintahkan semua pasuka nya untuk membimbing rakyat dipulau ini. para pelayan perempuan diperintahkan untuk mengajarkan ilmu pengetahuan dasar seperti membaca, menulis, dan dan bahasa asing lalu mereka juga diajarkan berhitung.
Para pelayan laki-laki di perintahkan untuk mengajarkan mereka cara berdangang dan mengolah dan mengembangkan ternak yang mereka bawa dari Yunani.
Para prajurit di perintahkannya untuk mengajarkan caranya berperang kepada para penduduk laki-laki. Dan para pelayan perempun diperintahkan untuk mengajarka penduduk pulau perempuan cara memasak dan menjahit.
Sedangkan Orlino bersama sisah pasukan mulai merapikan susunan denah pulau. Dia mendata seluruh jumlah kepala keluarga di pulau itu. Dan mengatur dimanakah tempat masing-masing kepala keluarga untuk tinggal.
Orlino juga membuat obat untuk mengobati para penduduk yang sakit, dan membangun rumah sakit pertama di pulau itu.
lalu dia mengajarkan bagaimana caranya membuat rumah kepada para penduduk agar rumah mereka dapat berdiri kokoh tanpa jerami. yaitu menugunakan batu yang di ganbungkan dengan tanah liat.
Orlino membuat undang-undang dan hukum di negara itu untuk kestabilan sistem pada pulau itu. Dia menciptakan densus dan sistem kependudukan.
Orlino merapikan pulau itu, ia melakukan penanaman ulang pada pulau itu hingga pulau itu menjadi kembali asri.
Dia menbangun sekolah dan rumah sakit di setiap 5 blok pada pulau itu, dia membangun jalan. Dan mengembangkan sistem ekspor-impor dipulau itu. Dengan hasil kerajinan yang di ajarkan kepada Rakyat itu. para penduduk pulau pun berhasil mendapatkan uang dari hasil ekspo yang mereka lakukan.
15 tahun berlalu lambat namun, pasti pulau berkembang pesat dan menjadi sejaterah. Saat melihat tempat pulau Sang ayah menjadi sukses Orlino memutuskan untuk kembali ke Yunani.
Namun, semua rakyat mencegahnya mereka tidak ingin kejadian 15 tahun terulang lagi. Mereka membuat petisi yang di tanda, tangani seluruh Rakyat pulau itu agar dirinya menjadi Kaisar di pulau itu.
"Tuanku jangan pergi!!! Jadilah Kaisar kami!!" seru seluruh rakyat pulau itu.
"Engkau telah membimbing kami, jadi jadilah Kaisar kami dan para pengikutmu jadilah cendikiawan kerajaan...!!!" pinta para penduduk itu.
Melihat keributan itu Orlino pun angkat bicara.
"Semuanya pulau ini maju karena kalian yang dapat di ajak kerja sama, kalian yang pintar diajar dan pintar mengikuti, tangan yan terampil dan bakat kalianlah tempat ini maju bukan karena kami. Kami hanya membimbing..." ujar Orlino sambil menatap lembut seluruh rakyat itu.
Namun, mereka tetap berseteru untu, menahan Orlino dan pengikutnya akhirya merekan pun setuju untuk menetap dipulau ini dan menjadi Kaisar dan cendikiawan.
"Jikalau aku menjadi Kaisar apakah nama pulau yang kupimpin ini..." tanya Orlino.
"Anthyea.. yang Mulia kerena pulau ini ditemukan dan dikembangkan oleh seorang Athyea dan pengikutnya!!!" seru para Rakyat itu.
Akhirnya Orlino pun menjadi Kaisar di Negeri Anthyea, dirinya memperjelas sistem hukum dan melantik para pengikutnya sebagai Duke dan Duces. Dia membuat simbol bendera yang mengunakan kapas dan emas dengan timbangan yang seimbang sebagai arti Jika "kepintaran harus diriingi oleh kebaikan hati".
Dan Dirinya Menbangun istanah di tempat tiggal Ayahnya dulu. Dia juga membangun monumen patung Ayah ya di titik tengah pulau.
Orlino pun mengenalkan negaranya ke pengakuan seluruh dunia. Dia melatih membuat sistem militer yang kuat dan Hukum yang adil. Menediakan pajak bagi yang miskin dan mewajibkan yang kaya membayar pajak.
Memberi batas jumlah rumah dan mengunakan sistem rumah diwariskan ke neraga saat pemilik rumah tersebut tidak punya keluarga. agar bisa diberikan kepada pasangan yang baru saja menikah. sehingga jumlah bangunan di Anthyea seimbang dengan jumlah pohon mereka.
Negeri Anthyea semakin berkembang pesat dan Keluarga Athyea bahkan, mereka membantu pulau-pulau berpenduduk yang terabaikan dan menjadi pemimpin pulau atas tempat itu. Berkat kepemimpinannya yang semakin besar keluarga Atnthyea diubah sebutanya dari keluarga Kekaisaran menjadi keluarga Kerajaan pada 5 Masehi. Dan mereka tetap memerintah Negeri Anthyea dengan baik hingga sekarang.