Cahaya mentari siang yang cukup terik menembus jendela tanpa kaca, tanpa bingkai, hanya sebuah lubang kotak kecil. Cahaya tersebut merupakan satu-satunya penerang di ruangan batu dingin yang berada dibaliknya. Dan Itu bukanlah sebuah Kastil, akan tetapi sebuah tebing batu yang di pahat membentuk ruangan dari sisi dalamnya.
Sudut lain di ruangan tersebut sedikit lebih gelap. Cahaya itu menembus dan menerangi sebuah buku kosong bersampul kulit cokelat di atas meja, dimana ada buku tebal berada disitu juga ada alat tulis lainnya.
Pemuda berambut hitam dengan penampilan tubuh yang dipahat sempurna mencoba mengisi buku kosong tersebut dengan kalimat-kalimatnya.
**
Kira-kira apakah yang harus ku catat dalam buku ini selain perjalanan hidup ku beberapa bulan ini? Hmm... baiklah bagaimana jika kita mulai dari sebuah perkenalan terlebih dahulu.
Hai ku perkenalkan Nama ku adalah Antony Savory. Aku merupakan siswa berprestasi dari MIT. Dalam masa kuliah ku sekarang, aku bahkan mengambil 2 jurusan sekaligus di Universitas tersebut yaitu Institut Teknik Mesin dan Institut Sains dan Medis.
Kalian pasti mengira aku adalah pemuda yang sangat pintar sejak lahir dan juga paling berbakat, benarkan? Ah jangan lupakan juga tentang gadis, Yah seorang gadis.
Berbakat, Pintar, Tampan dan tentunya dari Keluarga Kaya. Semua yang kalian pikirkan tersebut mengenai ku memang pernah terjadi kepada ku dahulu sejak memasuki sekolah mulai dari 1st Grade sampai ke 12th Grade.
Ah kalian mungkin sedikit pusing tentang kata-kata ku mengenai 1st Grade sampai ke 11th Grade, maaf sejak sebelum dilahirkan kedua orang tua ku pindah ke Amerika Serikat dari Indonesia.
Tepatnya 20 tahun silam pada tahan 2000. Karena itulah mungkin kalian lebih paham jika kukatakan dalam hitungan Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama sampai Kelas 2 Sekolah Menengah Atas.
Ya, mungkin begitulah sedikit tentang ku dari kepindahan kedua orang tua ku ke Amerika Serikat di tahun 2000. Setahun kemudian lahirlah aku. Apakah cukup perkenalannya?
Aha! kalian menginginkan lebih.
Baiklah akan ku tambahkan sehingga kalian tidak bertanya lagi saat aku mulai bercerita tentang pertualangan ku selama beberapa bulan ini.
Oke-oke aku tahu, aku terlalu banyak berbicara tetapi begitulah cara ku memulai semua esai yang ingin ku tulis sekarang.
Baik mari kita tambahkan beberapa keterangan lain yang harus kalian ketahui tentang kehidupan ku, sejak ini adalah “Diary of My Adventure” tetapi aku bingung harus mulai dari mana lagi untuk menyampaikannya kepada kalian.
Hmm... apakah sebaiknya dari nama ku? Kalian sudah mengetahui nama ku dan asal kedua orang tua ku, mungkin aku akan tambahkan beberapa informasi lagi mengenai ku.
Walaupun tidak seperti nama orang-orang Indonesia pada umumnya, Ayahku memiliki alasan lain menamai ku seperti itu. Tetapi agar lebih ke arah nama-nama orang Indonesia, kalian bisa memanggil ku dengan nama panggilan lain yang sering di panggil kedua orang tua ku yaitu Anton.
Kalian juga boleh memanggil ku Tony.
Sebenarnya aku belajar sangat keras sejak kecil, di didik dengan disiplin keras dan dedikasi juga integritas kedua orang tua ku. Semua dimulai karena pada saat aku baru berusia 1,8 tahun, aku sudah dapat membaca kata-kata simpel seperti membaca kata “Pama, Mapa, Papa, Mama” juga kata-kata lain. Sejak saat itu sampai usia ku 12 tahun aku dapat membaca dan menulis 10 bahasa berbeda.
Ada sebuah teori yang menyebutkan jika ingin mengajarkan anak-anak bahasa maka ajarkan ia sejak usia kecil. Dan itu tidak salah sama sekali. Mungkin itu adalah sebagian dari passion kedua orang tuaku juga yang tidak kesampaian, sehingga tugas tersebut di turunkan kepada ku.
Mempelajari bahasa sama sekali tidak sulit jika dengan pengulangan berkali-kali, pengucapan dan mendengarkan.
Yah memang benar, sepupu ku saja harus belajar 2 bahasa, yaitu Indonesia dan Bahasa Inggris, karena kami di tinggal di negeri Paman Sam tentunya Bahasa Inggris adalah yang utama kemudian di rumah Bahasa Indonesia seperti sebuah percakapan sehari-hari. Begitulah cara kerja awalnya aku mulai mempelajari bahasa.
Sekarang kalian bayangkan jika Ayahku adalah seorang keturunan Tionghoa dan Ibu ku adalah seorang Pribumi berasal dari Kalimantan Barat, lebih tepatnya Suku Dayak.
Indonesia, Inggris, Mandarin, Hokian, dan Dayak tentunya. Yah walaupun begitu 2 bahasa terakhir hanyalah disebut Sub Bahasa dan tidak bisa di hitung, akan tetapi sejak 1st Grade sampai ke 12th Grade aku telah mempelajari 7 bahasa lainnya seperti Jepang, Rusia, Jerman, Portugis, Spanyol, India, dan Korea.
Bukan kah sudah ku katakan kepada kalian bahwa aku bisa 10 Bahasa? baiklah mari kita lanjutkan.
Kehidupan ku sejak kecil sangat nyaman dan tidak berkekurangan sedikitpun, karena Ayahku adalah seorang insinyur. Selain pelajaran Bahasa, aku juga di berikan Les Matematika, Fisika, juga pelajaran lain, dan tentu saja itu semua adalah pelajaran umum saja.
Sebagai tambahan aku juga di tekan untuk dapat mempelajari hal lainnya, seperti Memasak, Kerajinan tangan seperti membuat Pot Keramik, DIY atau membuat barang-barang berguna dari sampah-sampah sekitar kita. Mempelajari Mimik wajah dan gerak tubuh seseorang agar dapat membaca isi pikiran orang yang sedang ku amati.
Yah banyak hal yang ditekankan untuk ku dan adik ku sejak kecil untuk di pelajari di rumah. Benar, aku dan adik ku mempelajarinya di rumah kalian biasa memanggilnya Homeschooling.
Kalian boleh juga menyebutnya membosankan dan tidak menyenangkan sama sekali.
Di saat anak-anak lain di usianya menikmati dan bersenang-senang di usia kecil mereka, aku dan adik ku yang berusia 2 tahun lebih muda dari ku belajar selama 12 jam sehari.
Di saat anak-anak lainnya menyukai bermain dengan smartphone mereka aku membaca buku.
Di saat anak remaja lainnya bermain game dan menonton Netflix atau semacamnya, aku dibawa ke tempat-tempat orang banyak berkumpul dan mencari informasi peluang bisnis juga bekerja di berbagai tempat.
Membosankan benar? begitulah pemikiran orang-orang kaya pada umumnya, Mencari Peluang, Melihat Peluang dan Melakukannya.
Bukankah aku sudah berbicara tentang sepupu ku? di Usia 25 tahun dia yang lebih tua 6 tahun dari ku sudah hidup dengan kekayaan melimpah dan menikmati semua kerja kerasnya juga tabungannya sekarang.
Sementara aku di usia 20 tahun sekarang masih belajar, belajar dan belajar.
Namun, satu hal yang membuatku bisa sedikit bersantai tidak seperti dahulu. Kalian pasti berpikir apa itu?
Pada kelas 2 SMA, perusahaan ayahku bangkrut. Tabungan, Investasi dan semuanya hilang begitu saja. Kejatuhan keluarga kami sebenarnya tidak se-dramatis ini jika saja Ayahku tidak memutuskan semuanya berdasarkan Emosi seperti dirinya yang dahulu.
Ketika usia seseorang mencapai umur tertentu kepribadian dan pembawaannya juga dapat terpengaruh Dunia. Ide, Pola Pikir, dan Cara pandang juga dapat berubah berdasarkan banyak pengaruh.
Aku tidak ingin membahas semua itu dalam tulisan pertama ku, tetapi intinya. Keluarga Kami bangkrut, walaupun begitu kami tetap bisa bertahan sebab banyak investasi lain yang masih ada, juga sedikit tabungan. Namun, semua berubah.
Aku tidak lagi belajar di rumah, pada saat itulah aku merasa kehidupan baru. Ketika 14 Tahun aku sebenarnya mendapatkan tawaran untuk melompat kursi pendidikan ku, akan tetapi kedua orang tua ku menolak hal tersebut. Kendati kepintaran ku memang dibentuk dari kecil tidak secara natural pintar seperti adik ku yang jenius sejati. Tetapi aku memang mendapatkan tawaran tersebut.
Karena tawaran yang di tolak tersebut akhirnya aku harus melanjutkan pelajaran ku, di sinilah aku “Beruntung” ketika usaha ayahku bangkrut. Aku mulai bersekolah di sekolah biasa, tepatnya di Kota Austin Negara bagian Texas. Ah, benar Keluarga kami pindah ke Kota Kecil ini dari Massachusetts yang juga di kenal sebagai Kota Industri penghasil kain Wol.
Beliau mendapatkan pekerjaan di salah satu perusahaan pertambangan di Texas yang memiliki markas di Austin. Alasan lain sebenarnya adalah karena Pajak Penghasilan, Negara bagian Texas tidak memungut Pajak tersebut kepada Citizen yang bermukim disana.
Karena hal itulah keluarga kami pindah ke Austin, yah di sini jugalah aku bertemu dengannya untuk Pertama kali.
Seorang gadis kulit putih dengan rambut acak-acakan, kerinting bagai benang kusut. Ah, Maaf, maaf aku tidak sedang bertindak rasis sekarang akan tetapi begitulah cara pandang ku awalnya.
Yah, awalnya seperti itu, hingga aku benar-benar mencintai gadis ini. Oh, aku bahkan tidak tahu mengapa selera ku bisa berubah seperti ini. Hey Dude, jangan menilai orang dengan penampilannya.
Yups... itulah yang di ajarkan untuk ku. Akan tetapi rasa suka itu tumbuh dari berbagai perspektif kan? Walaupun menerima kata-kata tersebut namun, hati ku juga mata ku tidak sepenuhnya menelan hal itu. Tentu saja aku tidak menghina orang-orang yang berpenampilan seperti itu.
Ada satu hal yang kurasakan darinya yang tidak bisa ku jelaskan. Setiap orang memiliki cahayanya sendiri, bagaimana mereka dapat bersinar dengan penampilan mereka sendiri. Sama seperti ku dengan kulit cokelat dan tubuh atletis dari Ras Asia Tenggara.
Daisy Carline...Yah kami tinggal bersama sekarang setidaknya untuk beberapa bulan ini. tetapi itu untuk cerita di lembar lainnya, jangan khawatir aku akan menceritakannya kepada kalian.
Bukankah sudah ku katakan kepada kalian bahwa ketika orang-orang lain sibuk bermain game, aku keluar untuk menilai dan memprediksi sesuatu. Mencari peluang masa depan dan mencari celah bisnis?
Kali ini tidak ku lakukan untuk bisnis, sebab inilah saatnya aku bisa mencari seorang gadis, Yah...kesempatan ini yang ingin ku cari untuk mengisi masa muda ku.
BTW aku ingatkan cerita ini bukan tentang cerita cinta belaka tetapi sebuah cerita perjalanan ajaib kami ke tempat yang tidak akan bisa ku jelaskan sebagai seorang Scientist. Baiklah sampai dimana aku tadi?
Ah, benar! Opportunity...Mungkin inilah yang kucari sekarang. Sebuah kesempatan, akan tetapi aku tidak mencarinya seperti kalian semua. Sebab ini adalah prospek masa depan tentu saja aku melihatnya dengan cara berbeda.
Berbeda? tentu saja sebab aku mencari seorang gadis yang bisa ku ajak berpacaran yang pada akhirnya tidak akan membuatku merasa malu, bahkan mungkin meningkatkan nilai jual lain dari ku nantinya.
Sejak aku mengatakan hal ini bukan kah kalian berpikir bahwa aku tidak mencari seorang yang kucintai tetapi seorang yang dapat ku gunakan untuk mempromosikan nilai ku, benarkan?
Sepenuhnya tidak salah, tetapi kalian tidak bisa menghakimi seseorang dengan pemikiran mereka yang berbeda dengan kalian, sejak kita adalah manusia yang tidak sempurna. Menemukan cara pandang orang juga perlu kita lihat.
Memahami sesuatu dari sudut pandang orang juga tidak lah mudah, kita harus mengetahui bagaimana lingkungan orang itu tumbuh, bagaimana dia di ajari tentang sesuatu, bagaimana ia membedakan tentang yang benar dan salah. Banyak hal dalam hidup seseorang yang dapat membuat penilaian kita absurd pada akhirnya.
Dengan kehadiran Daisy semuanya berbeda, orang-orang juga akan menilai dia adalah gadis biasa saja, tidak mereka akan berkata dia tidak menarik, tidak seksi ataupun cantik. Sejak Gadis ini memiliki rambut keriting acak-acakan atau sering disebut Sheep Curvy Hair.
Sebuah Kacamata bulat dan kawat gigi menghiasi penampilannya sehari-harinya, gadis ini hanya menang beberapa point dari gadis asia pada umumnya, tubuhnya berkulit putih dan rambut blonde miliknya tidak membuat dia harus mengecat rambut itu lagi dengan pewarna rambut. Atau menggunakan krim pemutih di seluruh bagian tubuhnya.
Yah begitulah Manusia, orang-orang kulit putih ingin tubuh mereka terlihat cokelat, sedangkan orang-orang Asia Tenggara yang sedikit berkulit gelap akan mencoba berbagai cara juga untuk menjadi terlihat putih.
Jadi pada dasarnya aku mencari seorang gadis yang memiliki prospek pertumbuhan tubuh, hidung, pipi bahkan seluruh wajahnya akan tumbuh dan berkembang sempurna untuk 5 tahun ke depan.
Sudah ku katakan selera manusia itu berubah-ubah. Kalian hanya bisa yakin kepada sifatnya dan bagaimana kelakuan aslinya saat tidak ada orang lain. Jika ingin menambahkan menjadi lebih sempurna, kalian dapat mencari seseorang yang seperti ku.
Wajah dengan hidung tidak terlalu mancung, Tubuh kurus dengan proporsi bisa mencapai bentuk indah tidak kurus sepenuhnya yang tidak bisa tumbuh terutama di bagian dada.
Senyum sempurna, juga jika dia cemberut dapat membuat hati kalian kecut seperti jeruk muda. Intinya kalian dapat menilai teman-teman kalian yang tidak terlihat di radar ketika kalian bersekolah. Akan ada orang-orang yang nantinya akan mekar seperti bunga indah pada saatnya dan merangkul dunia ini dengan keindahan mereka.
Yah seperti itulah Daisy Carline....
Culun, tidak menarik dan tidak terdeteksi radar para pemuda lain di sekolah ini tetapi aku dapat melihat masa depan gadis ini, jika saja dia bekerja sebagai model suatu hari nanti. Hidungnya akan tumbuh lebih mancung dengan bentuk sempurna yang tidak berlebihan.
Gigi berkawat itu bisa dilepas dan menjadi sangat rapi nantinya, Kacamata bulatnya? ah bahkan jika Ia tidak melepas itu nanti maka tidak akan menjadi masalah, untuk tubuh kurusnya itu tentu saja akan mekar dengan keharuman yang 2x sampai 3x lipat dari bunga-bunga lain.
Belum lagi sifatnya, ini yang akan menjadikan gadis ini memiliki nilai tinggi di mata ku, bayangkan seorang yang tumbuh dan mendapatkan pelajaran hidup yang sangat baik, ditunjukkan oleh sifat baiknya dan juga ramah walau mendapat penolakan dari Dunia di sekitarnya.
Kalian mungkin berpikir bahwa gadis seperti itu banyak, tidak, dia sepenuhnya bunga yang langka. Sopan, bersikap baik, dan Penyabar.
Bukankah juga ku katakan dia bisa bersikap lain? tentu saja sifat sebaliknya dari Daisy juga dapat membuat ku berbeda, tetapi bukan kemarahan yang kurasakan, bagaimana menjelaskannya sejak aku tidak memiliki kata-kata yang sesuai, kalian mungkin berpegangan saja dengan kata Kecut yang dapat membuat seluruh hati dan pikiran mu berubah seketika jika memandangnya yang sedang mengeluarkan sifat sebaliknya itu.
Tampaknya hari ini aku sudah menulis terlalu jauh dan lama untuk kalian sebaiknya ku lanjutkan saja lain waktu.
Semenjak datang ke dunia ini aku menjadi sangat sibuk dengan kegiatan ku seperti memburu monster dan mengejar teknologi baru yang belum pernah ku pelajari sebelumnya. Jadi aku hentikan saja catatan hari ini.
Aku janji, besok akan melanjutkan lagi cerita ini.
Terima Kasih untuk Catatan Pertama hari ini, Antony Savory.
***