Setelah dua tahun lamanya aku mendekatinya, ingin mendapatkan cintanya. namun selalu ia menolakku, ketika ia datang padaku dan berkata dia mencintaiku, aku senang sekali. Tapi seketika aku jadi sedih ketika mengingat jika umurku tidak lama lagi, hanya tujuh hari. aku kecewa dan kesal kepadanya kenapa? kenapa?! ia bergitu terlambat menyadari perasaannya!. di saat umurku hanya beberapa hari lagi! kenapa takdir begitu mempermainkanku!
*****
Namaku Loly Saputri, aku mengidap penyakit kangker otak. selama 4 tahun ini, di saat usiaku 20 tahun aku akan meningalkan dunia ini selamanya waktuku yang tersisa hanya tujuh hari, aku begitu sedih saat usiaku yang masih muda meningal dunia. apa lagi aku selama ini hanya kesepian, tidak mendapatkan kasih sayang orang tua, mereka membenciku. tidak ada cinta, masa remajaku begitu kesepian. aku mempunyai cowok pujaan hatiku, tapi ia tidak menyukaiku, ia Daffa Dirgantara seorang ketua osis saat di SMA ku dulu, entah karena aku ini orannya yang ngeselin atau membosankan atau jelek. yang jeles ia seakan tak suka jika aku mendekatinya. aku tak mrnghiraukan jika ia kesal pada diriku, setiap aku melihatnya aku akan menghapirinya, walau tatapan dingin dan tajam selalu terlihat di matanya. entah kemasukan apa diriku sampai-sampai berani mendekati Daffa si cowok dingin dan wajah datar tampa ekspresi tapi tampannya dan pesonannya begitu membuatku terpesona. Selalu diriku ini mendekatinya berharap ia tertarik atau suka pada ku, harapanku terlalu jauh. pada kenyataannya ia membeci diriku yang selalu nempel padanya. hingga suatu hari ia berkata padaku.
"Loly, bisakah kau tidak mengikutiku terus! bisakah kau jangan sok akrab denganku?! bisakah kau pergi dari hadapanku, jika perlu jangan pernah muncul lagi di hadapanku!" ucapnya Emosinya meluap-luap. ia membentakku, aku sangat-sangat kaget dengan semua ucapannya. segitu bencinya dirinya padaku? .
"T-tapi ... ke... kenapa kak?" tanyaku tergagap takut akan sikap Daffa yang sangat marah padaku saat itu.
"Loly, asal kau tau aku benar-benar tidak menyukai keberaanmu, intinya aku benar-benar membencimu! sebaiknya kau menjauh dariku!" ucapanya sangat menyakiti hatiku, air mataku tak dapatku bendung lagi saat itu, dengan air mata yang terus mengalir aku membalas ucapanya.
"B... baik, jika itu kemauan kakak, jika itu membuat kakak bahagia aku akan pergi, dan tidak akan pernah menemuimu lagi. s-seng bisa mengenal dirimu kak, walau kau tak senang aku ada di dekatmu." air mataku terus bercucuran. ia hanya memandangku tampa ekspresi di jawahnya, tampa rasa iba melihat diriku yang menangis. andai ia tau jika saat itu aku sedang dalam penyakit kangker, mungkin seengaknya ia pura-pura menyukaiku pura-pura senang aku ada di sininya. walau itu hanya kepura-puraan aku tetap bahagia.
"Bagus, itu yang aku inginkan." lagi-lagi ia membalas dengan dingin.
Dan benar setelah kejadian itu terjadi aku pindah sekolah, dan tidak pernah menemuinya lagi. kabarnya setelah kepergian ku pria itu seakan merasa ada yang hilang dari hidupnya, aku dapat kabar itu dari teman perempuanku sekelas dulu. yang hilang itu aku si cewek pengangu dia, si cewek yang ia benci, si cewek yang ia suruh pergi dari hidupnya.
Dua tahun telah berlalu aku telah kuliah begitupun dia. takdir mempertemukan kami kembali di kampus yang sama, awal pertemuanku dan dirinya saat tidak sengaja berselisihan, awalnya aku pura-pura tak kenal. jika aku menyapanya yang ada ia akan marah padaku, atau ia lupa padaku. kejadian itu berlalu begitu saja, suatu hari kami berselisih lagi, kali ini dia menahanku. ia menarik pergelangan tanganku. aku heran aku pun bertanya.
"maaf ada apa ya kak?" tanya ku sopan, sebagai junior aku harus hormat pada senior.
"Kamu lolykan?" tanyanya menatap serius diriku.
"I-iya emang kenapa kak?" aku mulai gugup takut jika pria itu mengulang kata-katanya seperti waktu itu
"Ka-kamu benaran Loly Saputri, yang waktu SMA itu?" ia kaget, tapi senyum cerah tercetak di bibirnya, ini pertama kalinya kak Daffa terseyum seperti itu padaku, hatiku hangat.
"Iya kak, maaf bisa lepasih tangan kakak, soalnya tanganku sakit karena kakak terlalu erat mencengramnya." ucapku sedikit takut, takut jika pia itu marah padaku.
"Ahh sory, maaf." ucapnya penuh penyesalan sambil melepas tanganku.
"Iya gak papa kak, kalau gitu aku pergi dulu kak." ucapku hendak pamit. tiba-tiba ia berucap, spotan akan ucapannya itu membuatku terhenti.
"Loly bolehkah aku mencintai mu!" ucapnya lantang.
Deng!
Detak jantungku tak karuan kaget akan ucapannya.
"Maksud kakak apa?" aku memastikan kembali jika aku tidak salah dengar.
"Maksud aku, aku telah jatuh cinta padamu Ly, aku akui aku salah waktu itu bersikap kasar padamu, tapi aku sadar semejak kamu pindah sekolah aku merasa ada yang hilang di hidupku, tampa ku sadari aku jatuh cinta padamu, aku salah aku benar-benar menyesal, aku bodoh kerena menyuruhmu pergi waktu itu. aku mohon bisakah aku mengisi hatimu lagi, aku janji tak akan melukainya lagi ly." ucapnya sunguh-sunguh begitu serius, hatiku begitu senang dan bahagia. seketika aku inggat jika hidupku ini begitu singat, saat itu juga aku jujur padanya jika aku hidup tidak lama lagi.
"Kak, kamu terlambat, kamu terlambat kak." ucapku lirih air mataku jatuh begitu saja.
"Kamu sudah punya pacar?" tanyanya.
"Bukan, usiaku singkat kak, 7 hari lagi aku meningal, aku mengidap kangker otak kak selama 4 tahun ini, kata dokter usiaku 7 hari lagi kak, kenapa kakak terlambat mendatangiku?! kenapa kakak terlambat meyadarinya perasaan kakak!" setelah itu aku melepas rambut palsu yang ku pakai. ia tampak syok.
"kakak, lihat?! aku sakit selama 4 tahun ini, hidupku tidak lama lagi kak." aku lemah saat itu air mataku benar-benar sangat deras mengalir.
"Maafin aku ly, aku sangat bodoh ly, andai waktu itu aku sadar lebih cepat, mungkin akan ada sedikit kebahagian buat kita, maafin kakak yang begitu bodoh ini Ly." membawa tubuhku kedalam pelukkannya.
"kakak gak salah, ini sudah takdir kita kak."
Setelah 7 hari berlalu, benar saja Loly wafat saat itu, di pemakan Loly Daffa menangis sejadi-jadinya sedih dan benar-benar terpuruk atas kehilangan orang yang saat berarti baginya. waktu begitu cepat berlalu hingga tak terasa sudah 27 tahun umur Daffa, masih lajang tidak berhubungan dengan perempun sejak wafatnya Loly, dalam seminggu empat kali Daffa pergi berziarah ke makam Loly, selalu membawa bunga mawar untuknya.
*****
TAMAT .....
Gimana-gimana suka gak? atau gimana?
komen ya dan like juga
😊😊😊😊😊