Nama ku Desi,seorang karyawan di sebuah PT ELEKTRONIK.
Petang itu Aku menuruni anak tangga dengan cepat dan sangat terburu-buru,
"huhh...sial.."
Gerutu ku dengan terus berlari,mengejar angkot yang baru saja menghidupkan mesin nya untuk segera berangkat.
"fiuuhhh...nyaris saja aku ketinggalan angkot"
Gumam ku yang kini duduk bersandar pada kursi angkot,nafas ku tersengal,keringat membanjiri dahi dan sebagian seragam kerja ku.
Bagaimana tidak,aku berlari dari lantai 3 asrama menuruni anak tangga yang berputar,kemudian melewati tanjakan untuk mencapai pangkalan angkot pengangkut karyawan PT.
Semua gara- gara aku tidur kebablasan,harus nya aku bangun pukul 4 sore seperti biasa nya kalau aku masuk shift malam, hari ini aku malah bangun ketika menjelang magrib...sial nya teman- teman ku seolah tak peduli,,tak ada satu pun yang membangun kan aku.
Mungkin mereka fikir,aku izin tidak masuk kerja hari ini,dikarenakan pagi tadi aku mengeluh demam pada mereka.
Karena meneguk pil demam itulah membuat ku tidur seperti orang mati.
kalau bukan karena kucing berkelahi di depan kamar ku,,mana mungkin aku terbangun.
15 menit berjalan,,akhir nya angkot berhenti tepat di depan PT tempat ku bekerja,
Sebuah perusahaan milik jepang yang memproduksi hard disk,dan aku bekerja sebagai operator produksi.
Suasana PT sudah mulai sepi,,hanya segelintir saja yang juga terlihat terburu- buru seperti aku,
Aku berlari kencang,ketika melirik jam, 5 menit lagi masuk,,aku tidak boleh terlambat Absen.
Saat tengah memutari gedung untuk menuju loker yang terletak di paling belakang gedung,,ada perasaan yang lain,bulu kuduk ku berdiri..terasa ada angin yang meniup belakang leher ku,,namun aku segera menepis segala bentuk ketakutan ku.
Karena bagi ku,,tak ada yang lebih menakut kan dari pada rentetan ceramah kak Lona leader ku,jika aku terlambat masuk line.
Ahh...akhir nya tepat waktu,,aku bisa bernafas lega..semua berjalan lancar,,tanpa harus menerima hardik kasar dari sang leader killer.
Baru 2 jam bekerja,,aku memegang perut ku,,pedih dan terdengar suara berisik dari cacing penghuni perut ku,,
ya tuhan....aku baru ingat,,pergi kerja tadi aku tak sempat makan,,padahal siang nya aku tertidur pulas hingga melewat kan jam makan,,wajar saja jika baru jam 21.00 perut ku sudah menagih untuk di isi.
"Sabar ya sayang...3 jam lagi waktu break."
ujarku sembari mengelus perut ku.
Saat yang ku tunggu- tunggu akhir nya tiba juga,,tepat pukul 00.00, itu artinya waktu break untuk season pertama,biasanya aku memilih break ke 2,namun malam ini perut ku tidak bisa diajak kompromi.
"Han,,aku break duluan ya.."
Uar ku pada Hany,teman sebelah mesin ku.
" Oke..lanjut..."
Balas nya.
Aku berlari..keluar line,,namun setelah sampai di depan koridor menuju kantin,,aku kebelet buang air kecil,,tanpa fikir panjang aku mengubah haluan ku,,berbelok ke arah toilet,,
"Des...desii....mau kemana??"
kudengar,yuni memanggil ku kencang.
"Kebelettttt"
Teriak ku tak kalah kencang.
"Des..,itu bukan arah toilet.....Des...balikkk...jangan ke situuuuu"
Teriakan yuni masih sangat jelas terdengar di telinga ku,,namun saat aku menoleh..aku tak melihat apa- apa..gelap dan sangat pekat.
Aku berhenti berlari,berjalan pelan menatap ke depan..memang terasa sangat aneh,,lorong koridor ini terasa sangat panjang..dan sepi.seingat ku..dari arah pintu line ke toilet hanya berjarak sekitar 10 meter,,tapi kenapa aku tak kunjung menemukan pintu toilet.
Aku mulai merasa ada yang janggal,seperti tengah berada di dunia yang lain,entah lah..udara mulai kurasa pengap..tubuh ku mulai merespon udara dingin yang tak biasa,lidah ku keluh...kaki ku mulai pegal,,aku berjalan sangat jauh namun koridor ini seperti tak berujung..
Aku berhenti sesaat,,ingin rasa nya berlari balik,,namun saat menoleh ke belakang,,jantung ku berdebar kencang,,keringat bercucuran,,kaki ku gemetar..sejak kapan PT ini ada lubang jurang yang sangat terjal,,padahal aku baru saja melewatinya.
Aku melangkah maju dengan pandangan tetap ke arah belakang.
Aku tersentak melihat apa yang baru saja ku ku saksikan dengan mata kepala ku sendiri bahwa setiap kali aku melangkah,,maka jejak kaki ku akan runtuh bagaikan longsor yang dahsyat.
Aku maju dengan cepat,,sangat cepat..namun longsor itu seolah sedang mengejar ku..
sekarang tak ada yang dapat ku lakukan kecuali terus berlari maju menyusuri lorong koridor yang entah sampai dimana ujung nya.
Aku berhenti,,aku tak kuat lagi berlari..aku kehabisan tenaga.
Tangis ku pecah,,namun tak ada suara,mencoba berteriak minta tolong,,namun sekeras apa pun usaha ku berteriak,,tetap tak ada suara yang aku keluar kan,,dengan terseok- seok aku mencoba menepi ke pinggir koridor mencoba mengetuk nya berharap ada yang mendengar.
Betapa kaget nya aku ketika tangan ku dapat menembus dinding koridor,,
Aku mendekat kan kepala ku..
Blesss....
Kini seluruh raga ku menembus dinding itu..
Hal aneh pun kembali terlihat.
Aku menyaksikan sekelompok orang disana..semua mengenakan kimono..sepertinya mereka satu keluarga yang terdiri dari ayah ibu 4 orang anak dan 2 orang tua renta sepertinya itu kakek dan nenek nya.
mereka tengah sibuk dengan kegiatan masing- masing,tanpa menghiraukan keberadaan ku diantara mereka.
Jika dilihat dari wajah dan penampilan,sangat jelas mereka keluarga jepang.
Baru beberapa menit aku memperhatikan mereka,,suara dentuman keras memekakkan kan telinga,,aku menutup telinga ku dengan kedua telapak tangan,,serta memejam kan mata,,
Teriakan mereka membahana,,jerit tangis mereka memaksa ku membuka mata,,aku menyaksikan darah mengucur dari kepala mereka,,bersama dengan retak nya lantai tempat mereka berpijak,,dalam hitungan menit mereka bagai tertelan bumi.
Seketika aku menelan ludah,,rasa tak percaya dari apa yang baru saja terjadi..
Aku berjongkok memegang lutut ku,,membenamkan kepala ku,
Aku tak tau,,apa yang harus aku laku kan untuk bisa keluar dari sini,aku tersesat di lorong aneh ini.
Aku mencoba berdiri..menatap ke depan,
"Apa aku harus melangkah lagi??atau aku harus berbalik dan terjun ke dasar jurang?"
Aku berfikir agak lama,,lalu memutus kan untuk berani berbalik arah..
Aku meyakini bahwa jurang itu adalah fantasi,,hanya tipuan mata yang akan membuat ku terus semakin jauh dari dunia nyata.
semakin aku berlari maju,,maka akan semakin jauh aku tersesat ke alam yang menakutkan ini.
Dengan menarik nafas panjang,,aku memejam kan mata lalu melangkah.
"Aaaaaaaaaaaaaaa.......!!!"
Sensasi jatuh benar- benar kurasakan,,aku berputar-putar di lubang yang sangat gelap...pengap dan membuat ku sesak.
Brukkk!!!
Aku terjatuh,,,,
"Des....des...desi...sadar des !!"
Aku mencoba membuka perlahan mata ku,,saat kurasakan banyak tangan menggoyang kan bahu ku,,penciuman ku pun terasa pedas,,aroma minyak angin semerbak tercium.
Samar- samar kulihat ramai orang- orang mengelilingi ku,,salah satu wajah yang ku kenali adalah Kak Lona leader ku,,
"Aku kembali???"
Tanya ku,,sembari mengerjapkan mata ku yang masih terasa berkunang- kunang,
"Kembali dari mana??,kamu kenapa Des??"
sahut Kak Lona.
"Benar,,,aku sudah kembali...hu..huhu,😭😭"
Sambil menangis,,aku memutar pandangan ke sekeliling untuk meyakin kan dan memastikan aku benar-benar telah kembali ke Dunia nyata.
Dengan cepat,,aku beranjak duduk dan memeluk Kak Lona yang berada di hadapan ku.
Semua yang ada di sekitar ku terlihat bingung.,,
menurut mereka,,aku hampir 1jam berdiri mematung,tak merespon apa- apa benar-benar seperti patung,,hingga beberapa detik yang lalu,,aku terjatuh ke lantai dan pingsan.
Aku menceritakan apa yang baru saja aku alami,
Menurut cerita senior,,dahulu tempat ini pernah terjadi musibah tanah retak dan satu keluarga terkubur di dalam nya.
Kabar nya jasad mereka tidak di temukan meski telah di gali,seolah menghilang di telan bumi.
Sampai saat ini,,cerita itu masih santer terdengar dan menjadi hal yang mistis,,
Hal itulah yang membuat tidak ada yang berani berjalan sendiri ke toilet jika lewat tengah malam,jika itu di lakukan,,maka orang tersebut akan di sesat kan dan tidak akan kembali,,
Mereka bilang aku beruntung masih bisa kembali..hal itu karena aku berani berbalik melawan ilusi yang terjadi pada mata ku,,dengan melompat ke jurang ilusi yang di buat untuk menakuti hingga orang akan terus berjalan maju dan semakin jauh.
Dengan nafas yang masih tak beraturan,,aku meneguk air yang di sodor kan pada ku,,
dengan tak henti berucap syukur,,
🌸🌸🌸🌸