" Kau adalah milikku. Dulu, sekarang dan selamanya."
Ku tatap pesan yang ada di ponselku dengan seksama. Pengirim yang sama, setiap hari dengan pesan yang sama. Pengirim yang tak pernah aku tau itu siapa. Setiap aku coba menghubungi nya nomor itu tak pernah bisa dihubungi. Pun jika aku membalas pesannya. Tak pernah dia menjawab dia siapa.
Awalnya aku berfikir itu hanyalah orang iseng, tapi mengingat pesan itu selalu datang tiap hari meski di waktu yang berbeda aku akhirnya penasaran juga.
" Mungkin dia penggemar rahasia mu, udah gak usah di fikirkan" Ucap Sonya sahabat ku menenangkan setiap kali ku ceritakan kegelisahan ku saat menerima pesan misterius itu.
Sekarang aku benar-benar tak peduli lagi dengan pengirim pesan itu. Rasanya sudah terlalu biasa setelah ratusan hari mendapatkan pesan yang itu itu saja.
Tapi hari ini dia mengirim pesan yang berbeda.
" Di kehidupan yang dulu aku melakukan kesalahan dengan meninggalkan mu. Di kehidupan sekarang tak akan ku ulangi."
Aku hanya tersenyum melihat isi pesan itu, semakin meyakinkan ku kalau dia hanya lah orang iseng yang kurang kerjaan. Bagaimana mungkin ada kehidupan terdahulu? Aku tak pernah percaya dengan reinkarnasi. Tak ada dalam ajaran agamaku.
" Kamu adalah pikiran terakhir dalam pikiranku sebelum aku mati, dan pikiran pertama ketika aku lahir kembali."
Aku rasa ada yang salah di fikiran orang ini. Mungkin dia adalah seseorang yang mengalami gangguan kejiwaan. Tapi kenapa dia memilih menggangguku?
" Aku akan mencintaimu sampai bintang-bintang padam, dan ombak tidak lagi bergerak."
Sekarang aku merasa mulai terganggu lagi dengan kata katanya. Setiap hari selalu mengirim pesan yang berbeda. Pesan yang aneh menurut ku. Mungkin kah dia salah kirim? Atau mungkin dia salah orang.
" Aku ingin berjumpa dengan mu." Akhirnya aku balas pesannya.
" Akan ada waktu nya Bianka, bersabar lah." Kali ini dia membalas pesan ku. Dan dia memanggil ku Bianka, berarti aku benar kalau orang ini salah kirim.
" Aku Tarisa, mungkin kamu salah orang." Balasku menjelaskan bahwa aku bukan Bianka seperti yang dia kira. Tak ada balasan, mungkin dia sudah memahaminya.
"Aku percaya pada takdir dan aku percaya pada cinta, itulah sebabnya aku kembali untuk menjemput mu"
Tidak kah dia tahu aku mulai tak nyaman dengan pesan salah sambung ini?
" Cinta kita begitu kuat dan besar, sehingga mampu menghancurkan bumi dan isinya. Kali ini tak kan ku biarkan kau pergi lagi. Aku akan membawa dan menyimpan mu dalam duniaku."
" Gak usah di baca kalau itu menjadi beban pikiran mu." Nasehat Sonya saat aku kembali mengadu padanya.
" Bagaimana caranya?" Tanyaku.
" Ganti nomor ponsel mu." Ada benarnya juga pendapat Sonya. Akan aku coba.
Tiga hari ini aku merasa nyaman setelah tak ada lagi pesan yang terkadang mengerikan itu. Sonya benar, andai dari dulu aku melakukan nya.
Ternyata keadaan itu tak bertahan lama. Pesan pesan itu kembali bermunculan. Mungkin kah si peneror itu orang terdekat ku? Tapi selain Sonya dan keluarga dekat ku tak ada yang tau nomor ku saat ini.
" Tak kan lama lagi Bianka, kita akan kembali bersama dalam pelukan dunia yang berbeda." Kali ini aku merinding mendapatkan pesan dari nya. Apa maksud dari dunia yang berbeda? Apakah dia seorang psikopat?
" Kamu kurang piknik Cha, ikut aku bersepeda yuk! Aku lagi di jalan teduh dekat kampus. Aku tunggu ya, di dari pada kamu ikutan gila memikirkan makhluk yang entah berantah keberadaan nya itu." Sonya benar, aku putuskan untuk tak peduli lagi dengan orang misterius itu. Bergegas aku ganti kostum dan segera mengayuh sepeda ke tempat yang di tunjukkan Sonya.
Selain menambah kebugaran, bersepeda juga mampu membuat rasa hatiku lebih baik. Ah, kenapa aku baru tau sekarang? Batinku.
Hampir satu jam kami bersepeda mengitari kampus yang di penuhi pohon peneduh ini.
" Haus gak Cha? Aku beli minuman dingin dulu ya?" Ucap Sonya yang ku jawab dengan anggukan. Aku menunggu sambil duduk di trotoar di sebelah sepeda yang kami parkir kan.
Tiba-tiba aku mendapatkan sebuah pesan
" Telah tiba waktunya Bianka, kita akan bergenggaman tangan menjelajahi gugusan bintang dan kembali ke alam Syurga dengan kedamaian cinta"
" Awas cha..." Teriak Sonya sambil mendorong tubuhku dengan badannya. Kami terlempar ke sisi jalan sepersekian detik sebelum dentuman keras itu membahana.
Aku membutuhkan waktu sesaat sebelum menyadari apa yang telah terjadi. Kerumunan orang-orang yang segera datang saat melihat mobil berkecepatan tinggi menghantam tembok pembatas jalan yang membuat mobil dan tembok itu sama hancurnya.
Sedikit saja Sonya terlambat mendorong ku, ku pastikan saat ini aku tinggal nama.
Kami ikut menyaksikan diantara kerumunan orang orang tang terus berdatangan. Ku lihat lelehan darah terus mengalir dari mobil yang hancur tak berbentuk itu. Beberapa orang berusaha membuka pintu agar bisa menyelamatkan pengemudi yang terjepit di dalam mobil naas itu.
Saat pintu mobil berhasil di buka, sebuah benda terjatuh dengan keadaan masih menyala. Ponsel pengemudi malang itu membuat ku syok untuk yang kedua kalinya. Di sana tampak pesan yang sama dengan pesan yang baru saja aku terima.
Belum hilang keterkejutan ku ternyata masih ada kejutan lainnya. Saat seseorang membalikkan tubuh si pengemudi yang tampaknya sudah tak bernyawa itu, Aku masih mendengar pekikan histeris Sonya ketika sebelum semua terasa gelap.
Ternyata pengirim pesan misterius itu adalah Arjuna, kekasih nya Sonya. Selanjutnya di sekeliling ku hanya ada gelap dan semakin gelap, hitam pekat membuat ku tak tau apa-apa lagi.