"Duarr" suara ledakan diikuti suara tembakan laser disebuah distrik 12 kota veloz.
Seorang anak berlari dari kejaran Mecha Police yang sedang mengejarnya, dia mencuri sebuah benda berharga dari Kota Veloz.
"Duagh" motor yang dikendarai anak itu tertembek sehingga ia terjatuh. "Serahkan robot itu sekarang!" perintah Mecha Police. "Tidak akan!!" Bantah anak itu sambil memeluk Robot bulat itu.
"Baiklah itu adalah keputusanmu" lalu Mecha itu mengarahkan senjata laser keanak itu, "Duar" suara ledakan yang bukan berasal dari senjata laser itu melainkan sebuah ledakan yang menghilangkan anak beserta robot itu.
*Bumi Abad 21
Anak itu terbangun di sebuah ruangan lab, "Ceklek" suara seaeorang membuka kunci pintu, anak itu kemudian langsung bersembunyi di dalam lemari dan mengintip.
Dari pintu itu keluar dua orang yaitu seorang anak perempuan dan juga seorang Pria dewasa dengan jas putih.
"Apa yang terjadi semalam Prof? hingga kau memanggil ku pagi-pagi begini?" Tanya anak perempuan itu.
"Aku juga kurang tau, tapi semalam terjadi getaran yang berasal dari sini" Kata Pria berjas itu sambil menarik penutup yang cukup besar.
Terlihat sebuah alat yang begitu besar berbentuk bulat, karena tak tahan berada di dalam akhirnya anak itu keluar dari lemari.
Hal itu jelas membuat Anak Perempuan beserta pria itu terkejut melihat anak itu.
"Siapa kau?!" tanya Pria itu.
"Namaku Ral seorang putra mahkota dari kerajaan bernama Alska, dan Planet bernama Loktus" Jawab anak itu dengan penuh wibawa.
"Ral? Alska? Loktus? Nama yang terbilang aneh dan unik, lalu apa maksud dan tujuanmu datang kemari?" tanya Pria itu.
"Aku juga tidak tau, awalnya aku sedang dikejar karena mencuri ini" Jawab Ral sambil memperlihatkan robot yang dibawanya.
Pria itu kemudian meminjam robot tersebut untuk diteliti setelah itu dia menaruh Robot itu didalam tabung untuk di scan, saat dia melihat data robot itu dia terkejut karena robot itu terbuat dari batuan bulan tapi bisa bertahan di kondisi udara bumi dan yang lebih mengejutkan lagi Robot ini bisa menghisap semua energi bumi menjadi bahan bakar.
Mereka bertiga kemudian melanjutkan percakapan diatas.
Diatas pria itu mencari sebuah buku sedangkan anak perempuan itu menyiapkan minuman.
"Siapa kalian berdua?" tanya Ral.
"Aku Vira dan dia adalah Profesor Tan biasanya aku memanggilnya Prof, oh ya kalau boleh tau apa yang terjadi di planetmu? Sampai-sampai Putra Mahkota sepertimu berbuat kriminal?" tanya Vira.
"Ini terjadi sekitar 2 tahun yang lalu, dimana sang Raja yaitu Ayahku menghilang secara misterius yang membuat Ekonomi turun dan antar pemimpin negara berperang, lalu aku mendengar di Kota Veloz ada sebuah benda canggih sehingga aku mencurinya" Jawab Ral menjelaskan
Saat mereka sedang asik berbincang Profesor Tan datang dengan membawa buku ditangannya, buku itu berbeda dari buku yang lainnya karena tidak terbuat dari kertas.
Buku bersampul kosong tanpa judul dan nama penulis bahkan isinya hanya tulisan yang tidak pernah ada di Bumi.
"Aku membelinya di toko buku sebrang jalan, aku juga tidak tau kenapa aku membelinya" Kata Profesor Tan
Setelah mendengar hal tersebut Ral segera berlari keluar dengan membawa Robot tadi, Vira dan Profesor Tan segera menyusulnya, ternyata dia pergi ke depan toko buku itu.
Saat di sana Ral kemudian berdiam sebentar dan mengeluarkan suatu alat di kantongnya dan meniupnya.
Setelah selesai meniup benda tersebut seketika pijakan mereka terbuka dan menjatuhkan mereka kebawah, di bawah mereka di tempatkan di sebuah ruangan gelap.
"Siapa Kalian dan Mengapa Kalian Bisa Masuk Ke Sini!!!?" Tanya suara itu dengan nyaring dan sangat lantang.
"Aku Ral Putra Mahkota dari kerajaan Alska, maksudku datang ke sini karena tulisan dibuku itu" Jawab Ral.
"Ral? Bagaimana kau bisa berada disini?" Lalu datang seseorang menghampiri mereka.
Seketika Ral langsung berlari menuju orang tersebut lalu memeluknya, Vira dan Prof hanya dapat bertatapan karena bingung.
"Vira,Prof ini adalah Pamanku dia juga ikut menghilang bersama Ayahku saat kejadian itu" Kata Ral menjelaskan.
"Perkenalkan namaku Zeyn, aku adalah ilmuwan dari Kerajaan Alska" Kata Zeyn mengenalkan diri.
"Ohya Paman dimana Ayah? Bukankah kalian menghilang bersama?" Tanya Ral.
"Sebenarnya hanya aku yang menghilang sedangkan Ayahmu ditahan karena ada seorang pembelot yang ingin mengambil tahta kerajaan, aku mencoba kembali tapi sayang semua benda yang kubikin tidak bisa mengembalikanku ke Planet Loktus" Kata Zeyn menjelaskan.
"Apakah ini bisa membantu?" tanya Ral sambil menunjukkan Robot itu.
Zeyn yang melihatnya langsung mengambilnya dengan senang dia mengatakan "Dengan ini kita bisa kembali pulang".
Ketika Zeyn sedang senang karena alat itu kembali lalu Vira bilang "Bukankah sebaiknya kalian mecari senjata terlebih dahulu?".
Kata-kata itu membuat Zeyn terdiam sejenak lalu dia pergi dan kembali membawa sebuah senjata yang cukup besar.
"Ini adalah senjata utama yang bisa menghabiskan musuh dengan cepat, tapi ini memerlukan tenaga yang besar tapi sayangnya tidak ada disini" Kata Zeyn.
"Bukankah kita bisa menggunakan benda itu untuk pergi ke Masa depan untuk mengambil Baterai yang memiliki energi yang besar?" Kata Profesor Tan.
Zeyn yang mendengar hal itu kemudian teringat sesuatu, dia kemudian mengambil Robot itu dan menyuruh yang lain untuk memegang Robot itu, dia kemudian mengetik di layar 2806 M "Duar" seketika terjadi ledakan kecil di Lab itu.
*Bumi Abad 29
Terlihat banyak orang berkumpul memasuki gedung, karena pada hari itu akan ada sebuah inovasi terbaru yaitu sebuah Baterai dengan Energi terbesar yang pernah dibuat.
Zeyn kemudian membagikan tugas-tugas kepada mereka bertiga untuk mencuri Baterai itu, setelah semuanya pahan mereka mulai melakukan misi itu.
Zeyn bertugas untuk mengalihkan, Ral dan Vira yang akan mengambil baterai tersebut sedangkan Profesor Tan akan menjaga Robot itu.
"Duar Duar Duar" suara ledakan kembang api sebagai pengalihan dari Zeyn, Ral dan Vira kemudian bergegas mendekati kotak yang berisikan beterai itu.
Saat Vira ingin membuka kotak tangan Ral menahannya yang membuat Vira berdegup kencang, Ral kemudian mematikan alat pengaman lalu segera mengambil baterai dan lari.
Saat mereka lari tiba-tiba sebuah laser menembak di depan mereka, Ral kemudian menggenggam tangan Vira dan lari ke arah pintu lain.
Zeyn yang sudah keluar pergi menghampiri Profesor Tan namun Ral dan Vira belum kembali.
Sedangkan didalam, pintu-pintu gedung mulai ditutup, karena tidak memiliki waktu yang banyak Ral kemudian mengeluarkan sesuatu yang diberi Zeyn tadi.
"Cling" suara kaca gedung pecah, ternyata itu adalah Ral sambil membawa Vira bersamanya mereka menaiki sebuah Jetpack yang menembus kaca, kemudian mendarat di dekat Zeyn.
Zeyn kemudian bergegas memegang mereka karena para polisi sudah mengelilingi gedung itu, Profesor Tan kemudian mengetikkan angka 2021 lalu mereka kembali ke dalam Lab Zeyn.
Saat sudah sampai tenaga dari Robot itu telah habis dan waktu telah malam sehingga Zeyn serta Ral memilih untuk beristirahat dan pergi besok, begitu juga dengan Vira dan Profesor Tan mereka berdua kemudian kembali ke Apartemen mereka.
Keesokan paginya Zeyn serta Ral mulai bersiap, saat ingin pergi Vira datang membawa Baterai yang hampir saja terlupakan.
"Pertemuan yang cukup singkat, apakah kita akan bertemu lagi?" tanya Vira.
"Selagi aku tidak mengucapkan perpisahan, maka kita tidak akan berpisah" Jawab Ral sambil tersenyum.
Sebagai kenang kenangan Vira memberikan gelangnya kepada Ral, setelah hal itu Zeyn dan Ral segera pergi melintasi Dimensi ruang dan waktu hingga akhirnya sampai di Planet Loktus.
*5 Tahun Kemudian
Setelah kejadian itu Vira berhasil lulus dari sekolah menengah dengan nilai tertinggi dan melanjutkan study ke luar Negeri.
Tapi sebelum dia pergi dia ingin mengucapkan perpisahan dengan Profesor Tan.
Di labnya Profesor Tan sedang mengerjakan proyek besar.
"Kemarilah Vir temui karya terbaruku" kata Profesor Tan ketika melihat Vira.
"Benda apa yang baru kau selesaikan prof?" Tanya Vira.
Profesor Tan hanya tersenyum kecil dan berkata "Alat yang bisa mempertemukanmu dengan Ral, apakah kamu mau?" Tanya sang Profesor.
Tanpa berpikir panjang Vira menjawab "Ya, Tentu saja!"
(End)
#RuangAsing