[2011]
Hari ini Justin genap berusia 10 tahun. Ia merayakan ulang tahunnya di rumahnya. Dihadiri oleh tiga sahabatnya, Benjamin, Betty dan Daniel.
Setelah Justin meniup lilin di kue ulang tahunnya, ibunya yang kebetulan juga sedang mengandung saat itu, mengalami kontraksi. Ayahnya harus segera mengantar ibunya ke rumah sakit segera.
Untuk menghilangkan rasa bosan karena pesta yang tak selesai. Merekapun akhirnya bermain petak umpet.
Daniel yang bersembunyi di gudang rumah Justin menemukan sebuah kotak dengan berbagai tombol yang terhubung ke sebuah generator dan sebuah pintu.
Justin, Betty dan Benjamin yang sedang mencari Danielpun menemukannya di gudang. Daniel yang sedang merasa takjub, mengajak teman-temannya untuk ikut mengamati barang temuannya.
"Alat apa ini, Justin?" Daniel menatap Justin penasaran.
Justin mengangkat kedua bahunya. "Aku tidak tau, tapi sepertinya itu salah satu alat buatan ayah. Ia sangat suka melakukan eksperimen"
"Bolehkah aku mencobanya?" Tanya Daniel.
"Ya, sepertinya menarik. Ayo kita coba," sahut Benjamin
"Ayahku mungkin akan marah jika tau bahwa aku menyentuh barang miliknya, tapi kurasa kita bisa mencobanya sebentar," Justin sedikit ragu.
"Aku tidak ingin terlibat," Betty hendak berbalik pergi.
"Ayolah, Beth. Kau tak asik sama sekali," Daniel berusaha membujuk Betty.
Betty melihat ketiga temannya ragu. Mereka menatap penuh harap ke arah Betty, karena petualangan seru tidak akan asik, jika tidak dilakukan bersama.
Betty menghela nafas. "Baiklah."
Daniel menekan salah satu tombol di kotak tersebut. LCD berwarna hijau berukuran 16x2, menyala. Tertampil tulisan, 'Mulai?' di layarnya.
Benjamin menekan tombol berwarna merah yang bertanda 'oke'. Layar berkedip, muncul tulisan di baris pertama LCD 'Masukkan tahun'.
"Kenapa kita perlu memasukkan tahun?" Tanya Benjamin heran.
Justin mengangkat bahu. "Kita tidak akan tau sebelum kita mencobanya."
Justin lalu menekan asal tombol angka di kotak tersebut, yang akhirnya tersusun angka '1981'. Betty hanya menatap ketiga temannya mengotak atik alat di hadapan mereka.
LCD berkedip sepersekian detik, lalu muncul tulisan, 'Konfirmasi?'
Benjamin menekan 'oke' dan generator menyala dan pintu yang terhubung dengan generator terbuka. Mereka anak-anak yang sedang diliputi rasa penasaranpun segera masuk ke dalam.
...
[1981]
Mereka tiba di tempat asing di lingkungan kumuh. Sampah-sampah di buang asal, berhamburan di sepanjang jalan yang lebarnya hanya sekitar 2 meter. Tercium bau air seni yang sangat menyengat. Orang-orang menatap mereka aneh. Akan tetapi, hal itu wajar karena pakaian mereka berbeda dari orang-orang di sini. Mereka seperti kembali ke masa lalu.
"Dimana kita?" Tanya Benjamin ketakutan karena berada di tempat asing, dimana semua orang menatapnya sinis.
"Ayo kita pulang saja," kata Betty yang hampir menangis, ia memegangi lengan Daniel erat.
Justin yang masih mengedarkan pandangannya ke sekitar, tiba-tiba menangkap sebuah koran yang tergeletak di hadapannya. Koran itu terbit tahun 1981.
"Kita benar-benar berada di masa lalu, sepertinya ini bukan hal baik. Ayo kita kembali," kata Justin.
Semua temannya mengangguk setuju. Akan tetapi, bukan sebuah petualangan jika tidak ada rintangan. Mereka bertemu seorang preman.
"Untuk apa anak-anak orang kaya berada di lingkungan ini?" Tanya salah satu preman dengan luka di wajahnya. Badannya sangat besar, mungkin lima kali lipat besarnya dari anak-anak malang ini.
Mereka berempatpun berlari kencang, menuju pintu tempat mereka datang tadi. Justin akhirnya sampai ke ambang pintu terlebih dahulu, disusul Benjamin dan Daniel. Betty yang memiliki langkah kaki kecil, terpeleset dan jatuh. Daniel yang sudah sampai ke ambang pintu kembali untuk menyelamatkan Betty yang sudah tertangkap oleh preman itu.
Daniel melemparkan batu besar ke arah preman tersebut yang menyebabkan sang preman melepaskan Betty. Bettypun berlari menyusul teman-temannya. Sialnya Daniel yang berlari dibelakang Betty berhasil ditangkap oleh sang preman.
Betty menghentikan langkahnya hendak berbalik menolong Daniel, tapi masih terlalu takut untuk kembali. Begitu juga Justin dan Benjamin, mereka hendak kembali menolong Daniel, tapi Daniel berteriak, "JANGAN KE SINI, AKU AKAN MENGHAMPIRI KALIAN," Daniel lalu menggigit lengan preman tersebut keras-keras, sangat keras dan putus asa hingga membuat preman tersebut melepaskan pegangannya di tubuh Daniel.
Daniel berlari kencang menghampiri teman-temannya yang sudah menunggunya di ambang pintu. Saat ia hampir mencapai pintu tersebut, sebuah ledakkan terdengar. Daniel terlempar jauh dari pintu yang sekarang sudah tertutup.
Daniel berlari tertatih menghampiri pintu tersebut, tetapi bukan gudang rumah Justin di baliknya. Diibalik pintu tersebut malah bertemu dengan toilet umum yang kumuh.
"Jadi, mau lari kemana lagi kamu?" Daniel menolehkan kepalanya ke arah preman yang tadi mengejarnya dan menatapnya ngeri.
....
[2011]
Disisi lain, ledakkan dari generator membuat Justin, Benjamin, dan Betty tak sadarkan diri. Ayah justin, Abraham yang baru pulang dari rumah sakit, segera menelpon ambulan dan melarikan ketiga anak kecil tersebut ke rumah sakit.
Sejak saat itu, Daniel menghilang. Benjamin, Betty dan Justin menceritakan semua kejadian yang mereka alami kepada polisi yang menangani kasus hilangnya Daniel. Akan tetapi, tak ada satupun orang dewasa yang percaya cerita mereka.
Ketiga sahabat itu berulang kali kembali ke gudang rumah Justin, tapi nihil. Mereka hanya menemukan sapu dan alat pel di balik pintu rahasia tersebut.
....
[2021]
Justin yang merasa bersalah atas hilangnya Daniel, mempelajari mesin yang meledak saat ia masih kecil tersebut. Hingga sekarang akhirnya ia berhasil memperbaikinya.
Ia menekan tahun 1991 dan berharap bahwa Daniel masih hidup pada tahun itu. Karena membawa kembali Daniel yang masih berusia 10 tahun akan menciptakan kebingungan dan semua orang akan kembali tak mempercayainya. Tak akan ada yang percaya bahwa Daniel yang berusia 10 tahun yang dibawanya, merupakan Daniel dari 10 tahun yang lalu. Jadi, ia memutuskan untuk pergi ke tahun 1991, membawa Daniel yang berusia 20 tahun ke masa sekarang. Untuk memperbaiki keadaan.
....
[1991]
Justin yang kembali ke tahun 1991 sudah lima hari berkeliling kota. Akan tetapi, tak juga menemukan Daniel. Ia hampir putus asa dan hendak kembali ke tahun 1981 dan membawa Daniel kecil bersamanya.
Tapi, sepertinya ini adalah hari yang baik karena akhirnya ia menemukan Daniel. Ia masih ingat jelas wajah sahabatnya itu. Daniel hendak menyeberang jalan. Justinpun hendak berteriak memanggil nama Daniel sebelum Daniel hilang ditelan kerumunan orang, karena entah mengapa sekarang sangat ramai pejalan kaki. Belum sempat Justin berteriak, ia mendengar teriakan seorang wanita yang mengalihkan perhatiannya, "Abraham!"
Justin melihat Daniel menoleh dan tersenyum ke arah wanita yang memanggilnya, dengan nama Abraham tersebut. Padahal Justin yakin sekali, bahwa ia adalah Daniel.
Justin hendak menghampiri laki-laki tersebut untuk memastikan kebenaran, tapi tiba-tiba seseorang menutup mulutnya dan menariknya ke sebuah gang yang sepi.
Mata Justin mebelalak kaget menatap ayahnya berdiri di hadapannya.
"Kau tidak bisa membawa temanmu ke masa depan," ayah Justin memperingatkan anaknya.
"Aku yang membuatnya terjebak di masalalu, yah! Karena aku meninggalkannya! Ayah tidak berhak mengaturku!" Debat Justin.
"Kamu akan merubah masa depan, jika kamu membawa temanmu kembali."
"Aku tidak peduli!" Justin berseru jengkel, ia lalu hendak kembali menghampiri lelaki yang ia duga adalah Daniel. Akan tetapi, laki-laki itu sudah menghilang.
"Jika ini membuatmu lebih baik, aku adalah Daniel. Jadi, ayo kita kembali ke masa depan. Ayah akan menceritakan segalanya padamu." Justin menoleh ke belakang menatap ayahnya yang sedang menampakkan wajah serius. Ia balas menatap tak percaya ke arah ayahnya.
....
[2021]
Ayah Justin menperlihatkan foto-fotonya saat ia tinggal di panti asuhan. Dan benar saja, yang ia lihat adalah gambar Daniel sahabatnya.
....
[Kilas balik perjalanan Daniel kecil setelah ditinggal teman-temannya]
Daniel kecil yang pada saat itu di tangkap oleh preman, ditolong oleh salah satu warga sekitar. Orang tersebut akhirnya membawa Daniel ke kantor polisi. Polisi tidak percaya dengan cerita Daniel yang mengaku berasal dari masa depan. Daniel menyebutkan nama kedua orang tuanya kepada polisi. Akan tetapi dua nama yang Daniel sebutkan hanya cocok dengan nama seorang anak perempuan berusia 7 tahun dan seorang anak laki-laki berusia 8 tahun. Tak ada orang dewasa di kota itu yang memiliki nama yang sama persis dengan yang disebutkan Daniel. Akhirnya polisi membawa Daniel ke sebuah panti asuhan, karena mereka tidak berhasil menemukan identitas Daniel dan orang tuanya.
Satu tahun kemudian, seorang keluarga kaya mengangkat Daniel menjadi anak mereka dan mengubah namanya menjadi Abraham. Sejak saat itu, melalui uang saku yang lumayan banyak dari orang tuanya, Daniel membeli banyak buku tentang mesin, dan melakukan banyak percobaan untuk menciptakan mesin waktu. Akan tetapi, usahanya tak pernah berhasil.
Sebelum ia menikah dengan Marry, Daniel sempat memperbaiki mesin waktu yang ia buat untuk terakhir kalinya. Akan tetapi, percobaan itu tidak ia selesaikan, karena ia memutuskan untuk menerima kenyataan. Iapun akhirnya menikah dengan Marry dan melahirkan seorang anak laki-laki yang ia beri nama Justin. Sama seperti nama sahabatnya dahulu.
Ia tidak tau bahwa mesin waktu yang terbengkalai di gudang rumahnya, ternyata berhasil berkerja. Sampai ia mendapati anaknya dan kedua temannya jatuh pingsan akibat ledakkan generator. Diikuti pernyataan mereka setelah terbangun, mengenai perjalanan waktu yang mereka lakukan, serta teman mereka yang tertinggal di masa lalu, yang bernama Daniel.
....
Abraham menatap lekat anaknya. "Jangan mengubah masalalu, nak. Karena ayah tak ingin kehilanganmu"
Justin berpikir sejenak, "Jika ia membawa Daniel ke masa depan, maka Daniel tidak akan menikah dengan Marry dan Justin tidak akan pernah lahir."
Apa yang harus ia lakukan?
End/selesai
Note: Maafkan jika tahunnya membuat kalian pusing😅. Semoga kalian semua suka.