Namanya Kaivan cinta pertamaku, pacar pertamaku, dia meninggal 1 tahun yang lalu. sejak SMP kita pacaran, sampai 1 SMA. karena sebuah kecelakan yang membuat kami berpisah, namun aku selalu merasa jika dia selalu ada di sekitar ku, mengawasiku, melindungiku dia selalu ada walau sekarang dia tidak dapat aku lihat lagi.
***
" Maa, Caca berangkat dulu ya." ucap gadis itu bernama Echa, memangil dirinya Caca.
"Iya hati-hati sayang, jangan melamun di sekolah ya, jangan mikirin dia terus. dia sudah beda alam dengan kita." ucap sang Mama gadis itu bernama Emma. Emma wanita itu merupakan indigo, ia tau jika pacar anaknya itu yang sudah beda alam dengannya selalu ada di dekat anaknya. Tapi ia tidak memberitahukan pada anaknya, takut jika anaknya itu tidak bisa melupakan cinta pertamanya.
"Iya maa, aku gak akan ngelamun, aku berangkat sekolah dulu, byee." pamit Echa saat sang mama mengantarkannya di teras rumahnya. setelah kepergian anaknya, wanita itu masih berdiri di sana, Kaivan dalam wujud hantunya berada di sana.
"Aku tau tante bisa liat aku, tapi kenapa tante tidak mengatakan kalau aku selalu ada di dekat Caca?" tanya Kaivan
"Kaivan sebaiknya kamu pergi ke alammu, kamu dan Caca sudah berbeda, kalian tidak bisa bersama lagi." jeda wanita itu, "huuff kai sebaiknya kamu jauhin Caca, itu akan baik untuk kamu sama caca, tante tau kamu masih sayang dan cinta sama anak tante, tante mohon sama kamu jangan dekati dia lagi kai!" ucap tegas wanita itu.
"Tidak! aku akan selalau ada disisi Caca tante, dia selalu menyendiri di sekolah! terkadang ia juga sering di gangu hantu di sekolah itu, aku kaivan akan selalu melindungi Caca!" Kaivan berucap tegas, ia kesal pada mama Echa, setelah itu ia pun menghilang dari sana.
***
Di sekolah Echa selalu menyendiri di kelas, setiap jam istirahat ia selalu di kelas. kaivan pria hantu itu selalu mengawasi Echa, karena Echa sering melamun hantu yang berada di sekolah itu yang mempunyai niat jahat selalu di usir Kaivan.
"Caca sampai kapan kamu akan terus seperti ini, aku jadi sedih liat kamu seperti ini terus." mengusap rambut Echa dengan sayang, gadis itu hanya melamun entah apa yang ia pikirkan, semejak kejadian kecelakan itu terjadi Echa selalu seperti ini.
Sedang asik dalam pemikirannya Echa kedatangan tamu tak di undang, pria penampilannya seperti bad boy berapa hari belakangan ini sering menemui Echa walau gadis itu tidak memperdulikannya. Echa cantik manis imut, pria mana yang tidak ingin dekat padanya, apalagi menjadi pacarnya.
"Haii, my love, sendiri aja. ke kantin yok." ajak pria bad boy itu langsung duduk di bangku depan Echa.
"Dia gak sendiri! ada gue disini!" ucap kesal Kaivan ingin sekali menonjok pria itu tapi apalah dayanya dia yang dalam bentuk hantu hanya mampu mengumpat kesal.
"Gak, mending lo pergi." nada bicara Echa selalu seperti orang tidak semangat hidup, setiap hari hanya melamun sambil menopang dagunya dengan tangannya.
"Ayoklah, sekali ini aja, yok kita kekantin, ngapain disini ntar kerasukan setan loh." goda pria itu ia bernama Faira. Faira meraih tangan Echa namun Echa cepat-capat menarik tanganya.
Kaivan? pria itu kesal setengah mati, tentu ia tak terima jika gadisnya di gangu.
"Jangan pegang-pegang! gue gak mau keluar, mending lo pergi!" kesal Echa
"wiss santai dong, gue cuman ajak lo kekantin, jangan marahlah. baek-baek lo suka ngelamun mulu tiap gue kesini. lo masih belum bisa lupain kaivan itu ya?"
"Kalau belum kenapa? udah mending lo pergi!" bentak Echa
Tentu Kaivan senang bukan main." makasih Baby." ucapnya terharu.
"Oke-oke gue pergi." ucap Faira menahan kesalnya, pria itu pun pergi begitu saja.
Kaivan senyam-senyum sendiri, ia senang jika hati gadisnya masih ada nama Kaivan.
Echa menghela napas lega."Van mending lo pergi dari sini, gue tau lo selalu ada di sini gue, tapi kenapa gue gak bisa melihat lo. van gue kangen lo, kangen senyum manis lo, kangen lo ajak cabut, kangen lo yang selalu jahilin gue, van gue kangen lo. hiks ... hiks .... andai hari itu tidak pernah terjadi, andai aja, hah tapi itu gak mungkin. van gue gak bisa lupain lo." guman Echa mengungkapkan isi hatinya yang selam ini ia pendam.
"Ca ... andai lo bisa lihat gue, gue senang banget. tapi waktu gue gak bisa lama-lama di dekat lo, lo harus bisa lupain gue, mungkin mama lo emang benar dengan gue pergi dari dunia ini lo akan kembali ceria, semoga lo bisa dapat cowok yang lebih baik lagi. atau kalau lo gak bisa, tunggu gue terlahir kembali. hahaha gue tau itu hal yang mustahil."
Tiba-tiba tubuh Echa memasuki cahaya berwarna putih, masuk ke dalam tubuhnya. Kedua insan itu kaget terlebih lagi Echa.
"loh-loh ini tubuh gue kenapa." bingung sendiri ia berbutar-putar seakan menghidar dari cahaya itu, tak lama setelah itu cahaya itu menghilang, tepat selesai ia berputar ia menghadap ke belakang dimana Kaivan berdiri.
"Kai! i-itu lo?" ucapnya tak percaya ia bisa melihat pacarnya itu. Kaivan pun begitu kaget dan senang.
"Iya ini gue, lo-lo bisa liat gue?" tanya masih tak percaya.
"Iya gue bisa liat lo." senyumnya mengembang hatinya sangat hangat.
Pakaian yang serba putih menyelimuti tubuh Kaivan , tampa berpikir panjang Echa berhamburan kepelukkan kaivan saat pria itu merentangkan tangannya.
"Kai ... gue kangen lo, gue gak bisa lupain lo meski sudah 1 tahun lamanya lo ningalin gue, hiks kai, jangan tinggalin gue lagi. hiks kai jangan tingalin gue..." ucapnya Echa menangis terisak-isak.
"Gue juga kangen lo ca, sory gue gak bisa lagi ada di sisi lo, udah saatnya gue pergi, cup cup cup jangan nangis." ucap kaivan sambil mengecup puncak kepala Echa.
"Terus kedepanya gue gimana, kai gue gak bisa hidup tampa lo, apa gue nyusul lo aja biar kita bisa bersama selamanya." masih setia dalam pelukan Kaivan gadis itu berucap hal yang gila.
"Ngak lo gak boleh akhiri hidup lo, lo harus lupain gue, walaupun itu sulit tapi ini demi kebaikan lo juga, lo bahagia gue juga bahagia." ucap kaivan protes.
"Sulit van, itu sulit bagi gue, gue terlanjur cinta sama lo, gue terlanjur sayang sama lo, ngak akan ada satu orang pun yang bisa mengantikan lo di hati gue van. gue mohon jangan tingalin gue."
"Ca... gue udah waktunya pergi, mungkin kalau gue terlahir kembali atau jiwa gue pindah ke tubuh seseorang baru kita akan bisa bersatu, tapi itu hal mustahil ca."
"Lo minta aja sama tuhan sana biar lo hidup lagi, dan minta ingatan lo jangan lupa tentang gue."tantang gadis itu.
"Gue coba deh hahaha, tapi lo harus bantu do'ain gue juga biar tuhan ngabulin."
Tubuh kaivan pelahan mengilang, sekarang hanya udara kosong yang di peluk gadis itu. suara Kaivan mengema di dalam kelas itu. " Gue pergi ya ca, ingat lo harus kembali ceria lagi, jangan terlalu berharap jika gue gak bisa hidup lagi, karena gue tau berharap itu sakit."
"Iya gue akan ceria lagi, kalau lo benar-benar hidup lagi. I LOVE YOU VAN! "
"I love you Ca!" dan suara Kaivan tak terdengar lagi di kelas itu.
"Ca, woii lo ngapain di belakang sana sendiri!" pangil teman perempuannya beranama Bella mengagetkan Echa. ia baru masuk ke kelas itu.
"Ngak ngapa-ngapain." ucapnya berbohong sambil mengusap air mata di pelupuk matanya.
"Idih boong lo, nangis lagi, ehh lo ngapain nangis kek abis ketemu hantu Kaivan aja." ledek Bella perlahan mendekat ke tempat Echa.
"Iya gue habis ketemu hantu Kai." yang pasti ia hanya mampu berguman, takutnya dia dikira aneh jika bertemu hantu pacarnya itu.
"Apa lo bilang, gue gak dengar yang keraslah." Bella jadi kepo.
"Ahhh gak apa-apa lupain aja" ucap Echa kegalapan.
"Ihhh lo mah gitu." gerutu kesal Bella.
*******
TAMAT
Jangan lupa komen ya😁☺ dan like juga😊😊
maap kalau cerita agak membingungkan hehehe, cerpen pertama aku ini😄 harap maklum aja 🙃🙃