"Ibu,Aku sudah lelah dengan semua ini.Tolong lepaskan aku.."
"Tidak usah banya omong.Cepat ubah semua ini menjadi emas,Ellena!"
*TES TES TES*
Ellena mengubah barang-barang yg diberikan ibunya menjadi emas dengan mata yg berkaca-kaca.Setalah barang-barang itu telah selesai diubah menjadi emas oleh Ellena,Ibu Ellena langsung berlari kegirangan dari dalam ruangan tempat Ellena dikurung sendirian.
"Kenapa yg kalian sayangi hanya Asara saja!Tak bisakah kalian menyayangiku juga?"
Ellena menangis di dalam ruangan gelap itu sendirian sampai ia tertidur karena saking banyaknya dia menangis.
BEBERAPA SAAT KEMUDIAN...
*GUBRAKK*
Pintu ruangan Ellena tiba-tiba di hancurkan oleh seseorang sampai membuat Ellena terkejut dan kemudian bangun dari tidurnya.Saat Ellena membuka matanya,Tampak beberapa pria yg mengenakan seragam khas prajurit kekaisaran.
Salah satu dari mereka kemudian menodongkan pedang ke arah leher Ellena.Spontan badan Ellena tak bergerak sedikit pun karena pedang yg hampir mengiris lehernya itu.
"Siapa kau..?"
Tanya pria itu sambil terus menodongkan pedang ke arah leher Ellena.
"S-saya.."
Belum sempat melanjutkan kata-katanya,Ellena kehilangan kesadarannya dan akhirnya pingsan tepat di hadapan para prajurit kekaisaran.Untungnya pedang yg tadinya ditodongkan ke leher Ellena tak mengenai dirinya sedikit pun.
Para prajurit kekaisaran yg melihat itu langsung membawa Ellena pergi darisana.Sepertinya Ellena adalah orang yg selama ini mereka cari-cari ke seluruh penjuru benua.
DI TEMPAT ELLENA...
"D-dimana aku..?"
Ellena yg baru sadar dari pingsannya langsung celingak-celinguk ke seluruh penjuru tempat yg merupakan kamar yg cukup mewah.
*CKLEK*
Seseorang dari luar membuka pintu kemudian menutupnya kembali.
"K-kau..!"
Ellena menatap orang itu dengan penuh ketakutan karena orang itulah yg hampir membahayakan nyawanya dengan pedang di tangannya.
"Tenanglah saya tidak akan melakukan itu lagi.."
"A-anda pasti akan mengulanginya lagi"
Ellena terus bersikap waspada terhadap pria di depannya itu.
"Tuan putri,Apakah anda sama sekali tak mengingat apapun tentang kami?"
Sorot mata pria itu seketika berubah menjadi sedih.
"Saya kan tinggal di ruangan gelap itu,B-bagaimana saya mengetahui tentang kalian..?"
"D-dan lagi kenapa anda menyebut saya sebagai Tuan putri?"
Ellena tampak kebingungan karena pria itu terdengar seperti sedang berbicara hal omong kosong.
"Saya adalah Kepala dari Prajurit Kekaisaran,Arran Baines.Dan anda adalah Putri dari Kekaisaran yg selama ini dicari"
Ellena tak bisa berkata apa-apa lagi dan hanya bisa diam berpikir apakah semua itu benar.
"Apa tidak ada kemungkinan kalau kalian salah orang?Saya hanya orang biasa,Tuan Baines"
"Putri dari Baginda Kaisar dan Yg Mulia Ratu memiliki sentuhan emas yg bisa mengubah apapun menjadi emas.Anda memilikinya kan?"
"I-iya,Tapi tetap saja kan pasti ada orang yg bisa menggunakannya selain saya"
Arran menghela nafas pelan kemudian berkata..
"Di kekaisaran ini,Hanya anggota keluarga dari Raja dan Ratu yg bisa memiliki sentuhan emas"
Ucapnya sambil menggenggam kedua tangan Ellena yg dingin.
"Dan juga warna rambut dan mata anda juga mengatakan demikian"
"Saya akan memanggil pelayan anda dulu,Lalu menyuruhnya untuk mendandani anda.Setelah selesai,Silahkan datang menemui Baginda Raja dan Yg Mulia Ratu.Pelayan anda-lah yg akan menuntun anda kesana"
Ellena mengangguk pelan menanggapi perkataan Arran.
1 JAM KEMUDIAN DI RUANG SINGGASANA...
"Ellena,Akhirnya kau datang!"
Seorang wanita berusia kira-kira 30 tahun langsung datang dan memeluk erat-erat Ellena yg baru saja masuk ke dalam ruang singgasana.
"Kau pasti kebingungan kan,Ellena?"
"I-iya,Yg Mulia Ratu"
Dia tertawa kecil karena tanggapan Ellena yg sedikit kaku.
"Pertama,Bisakah kau menunjukkan sentuhan emasmu?"
Sorot mata Ellena tiba-tiba menjadi ketakutan.Ia takut kalau orang-orang di istana juga sama seperti yg ada di rumah lamanya.
"Arran mengatakan kalau Ellena di kurung di ruangan gelap sendirian.Itu pasti membuatnya depresi kan?*Sigh*"
"Tenanglah Ellena,Aku tidak akan melakukan tindakan sama seperti yg dilakukan orang-orang di rumah lamamu"
Katanya sambil mengusap pelan kepala Ellena.
"Kalau begitu,Bisakah Yg Mulia mengambilkan 1 barang?Saya akan mencoba semaksimal mungkin,Yg Mulia Ratu"
Yg Mulia Ratu itu kemudian menyuruh salah satu pelayannya untuk membawa sebuah barang agar Ellena bisa menunjukkan kemampuannya.
BEBERAPA MENIT KEMUDIAN...
"Dia..Berhasil mengubahnya?!"
Sang Ratu tanpa sadar menitikkan air matanya karena meyakini kalau Ellena adalah Putrinya yg selama ini hilang.
"Selamat datang kembali,Ellena"
Kata Raja yg sedari tadi duduk di singgasananya kepada Ellena.
"Pelukannya benar-benar..Tulus"
Gumam Ellena di dalam hati saat sedang di peluk oleh ibunya.
"Nah,Sekarang kembalilah ke kamarmu.Beristirahatlah,Ellena"
Ibu Ellena menampakkan senyuman yg teramat hangat kepada Ellena.Dia kemudian mengangguk lalu berjalan pergi bersama pelayannya.
DI KAMAR ELLENA...
"Bolehkah aku bertanya siapa namamu?"
Tanya Ellena kepada pelayan yg melayaninya tadi.
"Nama saya adalah Val"
"Uhmm..Val,Apakah kau percaya kalau aku adalah Putri Kekaisaran ini?Aku tidak yakin akan hal itu.."
Val kemudian langsung berjalan mendekat ke arah Ellena lalu mengatakan...
"Yg Mulia,Saya percaya kalau anda adalah Putri Kekaisaran ini.Warna rambut anda saja seperti Baginda Raja dan warna mata anda seperti Yg Mulia Ratu.Dan juga sentuhan emas anda itu sangatlah langka,Hanya 1:1000 orang di dunia ini yg memiliki sentuhan emas.Kebanyakan orang yg memiliki sentuhan emas hanya keluarga kekaisaran saja.Jadi,Anda tidak perlu khawatir akan identitas anda"
"Terima kasih..Val"
"Oh iya,Baginda Raja bilang kalau malam ini akan diadakan pesta penyambutan untuk anda.Oleh karena itu,Anda harus segera bersiap-siap mulai dari sekarang"
Val kemudian menarik Ellena dari tempat tidurnya lalu memanggil pelayan-pelayan lain untuk membantu Ellena bersiap-siap.
DI LUAR KAMAR ELLENA...
"Memangnya siapa dia?!Berani-beraninya dia mengambil posisiku!"
Kata seseorang dengan marahnya dari balik pintu kamar Ellena sambil mengintip ke dalam.Orang itu kemudian berjalan pergi.
MALAMNYA...
"Kira-kira seperti apa Putri Kekaisaran itu ya?"
Bisik orang-orang yg sudah berada di aula pesta menunggu kedatangan Ellena.
DI SISI LAIN...
"Apakah aku akan melakukannya dengan benar,Val?"
Tanya Ellena kepadanya.
"Tentu saja anda akan melakukannya dengan benar.Bahkan akan menjadi sangat luar biasa"
Val lalu menuntun Ellena untuk masuk ke dalam aula pesta.
Saat pintu aula di bukakan untuk Ellena,Semua mata tertuju kepadanya.Baik itu tatapan terkesima ataupun tatapan iri.Orang-orang tak ada henti-hentinya menatap tajam Ellena yg berjalan memasuki aula.
Ellena lalu berjalan ke salah satu sisi aula untuk menenangkan diri karena banyaknya mata yg menatapnya.
Beberapa saat kemudian,Baginda Raja dan Yg Mulia Ratu memasuki aula itu kemudian mengumumkan suatu pengumuman yg mencengangkan..
"Seperti yg sudah semuanya lihat di surat undangan itu,Putri Kekaisaran ini akhirnya kembali.Karena dia sudah kembali,Maka posisi pewaris tahta akan langsung diberikan kepadanya"
Para tamu undangan yg hadir menjadi sangat ribut akibat pengumuman Baginda Raja yg sedikit..Tidak masuk akal.
"Ellena,Bisakah kau kemari?"
Mendengar panggilan dari sang raja,Ellena mengangguk kemudian berjalan ke arahnya.
"Ini adalah putriku Ellena Virginia,Putri pertama kekaisaran ini sekaligus pemegang tahtaku yg selanjutnya"
Suasana di dalam aula semakin riuh karena Ellena telah menunjukkan wajahnya di depan semuanya.
"Kenapa ayah harus mengumumkan kepemilikan tahta di depan seluruh tamu undangan?!"
Kata seorang wanita di dalam hati dengan marahnya.
"Baginda Raja,Bukankah ini terlalu mendadak?Lagipula bagaimana or- Putri Ellena bisa mempelajari semuanya dalam waktu singkat?Putri Viona jauh lebih baik dari Putri Ellena"
Baginda Raja menatap tajam orang yg mengeluh itu sampai keringat orang itu bercucuran akibat tatapan tajamnya.
"Apakah ada yg ingin membantah keputusanku lagi?"
Tak ada yg berani angkat bicara seperti orang yg sebelumnya.Dengan begitulah,Tahta Kekaisaran Virginia diberikan secara resmi kepada pewarisnya yg sah.Keputusan sang raja menuai pro dan kontra dari berbagai pihak.
Sejak hari itu,Ellena diminta oleh pihak kekaisaran untuk mempelajari berbagai hal.Mulai dari politik,ekonomi,Dll.
Ellena tak pernah mengeluh sekalipun dengan pelajaran yg diberikan kepadanya.Menurutnya,Pelajaran-pelajaran yg diberikan kepadanya itu adalah suatu berkah.Alasannya adalah karena saat dia masih dikurung di tempat gelap itu,Ia tak diizinkan belajar sedikit pun.
Hari-hari Ellena di dalam istana dijalaninya dengan santai tanpa adanya tekanan sedikit pun dari berbagai pihak.Saudari Ellena,Viona Virginia hanya bisa menahan rasa sakit karena tahta yg seharusnya miliknya di ambil oleh kakaknya yg telah kembali.
Beberapa tahun kemudian,Di umur Ellena yg sudah menginjak 25 tahun.Ayahnya menderita sakit yg tak bisa disembuhkan dengan apapun dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.
Setelah kematian ayahnya,Ellena secara resmi diangkat sebagai penerus tahta dari raja sebelumnya.
~The End~