Aku akan melindungi mereka semua! Layaknya seorang tokoh utama.
=×=×=
Dialah Yujin Tachibana, seorang laki-laki biasa yang tidak memiliki kelebihan apapun. Ia juga kurang suka bersosialisasi dengan dunia luar. Benar ... laki-laki remaja yang baru menginjak usia 15 tahun ini adalah seorang introvert. Dia memiliki hobi menonton anime dan membaca novel bergenre fantasi.
Suatu malam, Yujin sedang duduk di ranjangnya sambil menonton sebuah anime fantasi. Anime ini menceritakan tentang kisah iblis yang katanya bisa melahap semua manusia.
Ceritanya sangat mendebarkan, dia terus menonton anime populer tersebut. Yujin terus melihat setiap adegan yang ditampilkan. Dia terlihat sangat menyukai ceritanya.
Saat sedang asyik menonton, tiba-tiba saja pandangan matanya mulai kabur. Tubuhnya mulai kehilangan keseimbangan. Bahkan, Yujin nyaris saja terjungkal ke belakang. Ia pun melirik jam kikuk yang menempel di dinding kamarnya.
Yujin terkejut saat melihat jam sudah menunjuk pukul 9 malam.
'Hhh ... pantas saja aku mengantuk. Ternyata, malam sudah sangat larut. Hmm ... kalau begitu aku akan lanjut menonton besok pagi saja,' batin Yujin.
Akhirnya, dia memutuskan untuk tidur dan melanjutkan menonton anime fantasinya besok pagi.
💓💓💓
Sinar mentari menembus jendela dan menyilaukan mata Yujin yang tengah tertidur lelap. Secara perlahan, dia mulai membuka matanya. Yujin kemudian merubah posisinya yang tadinya terbaring—menjadi duduk.
“Haahhh ... A-aku ada dimana?!" Yujin terkejut saat mendapati dirinya sedang berada di sebuah kamar kecil dengan lukisan-lukisan aneh di setiap sisi.
Pandangan Yujin menyisir ke segala arah. Dia masih tidak tau ... dimana dia sekarang. Saat sedang berusaha mengenali tempat ini, tiba-tiba saja atensinya teralihkan kepada sebuah cermin. Yujin semakin terkejut saat melihat dirinya di pantulan cermin.
“A-Aku menjadi ... KARAKTER ANIME ...?!" Yujin berteriak keras karena terkejut. Ternyata, kini dia sedang berada di tubuh sang karakter utama di anime yang kemarin ditonton olehnya.
Tok ... Tok ... Tok ...
Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar Yujin. Sontak hal itu membuat Yujin kaget sekaligus waspada. Pasalnya, dia sedang berada di cerita anime fantasi. Apapun bisa terjadi di sini.
Gagang pintu mulai bergerak. Pintu mulai terbuka— perlahan. Tubuh Yujin mulai bergidik ketakutan. Kemudian, seorang gadis cantik memakai kimono berwarna merah muda—masuk ke dalam kamar Yujin.
“Ohayou! ... eh maaf ya, aku membawamu ke rumahku tanpa minta izin. Gomenasai!" Gadis itu mencondongkan badannya untuk meminta maaf.
Ternyata, dia hanyalah seorang gadis biasa. Rasa takut Yujin pun seketika hilang.
“Ah iya tidak apa-apa ... tapi kalau boleh tahu. Apa yang terjadi denganku semalam? Kenapa kamu sampai membawaku kesini?" Yujin melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin bisa membantunya untuk mengingat dimana dia sekarang.
Tubuh gadis itu kembali tegak. Kemudian, tiba-tiba saja raut wajahnya berubah menjadi murung.
“Kemarin, tiba-tiba saja para iblis-iblis pemakan manusia datang dan menyerang desa kami. Iblis-iblis itu membantai hampir seluruh warga desa. Tetapi ... saat iblis itu sudah hampir melahapku, tiba-tiba saja seorang laki-laki berpedang, datang dan melawan mereka. Laki-laki itu mengeluarkan elemen air dan berhasil melenyapkan iblis-iblis itu. Ya ... laki-laki itu adalah kamu!" terang gadis itu secara rinci.
'Tunggu dulu ... ini adalah adegan yang aku tonton kemarin. Ah iya benar ... kemarin Haru Nakamura sang tokoh utama melawan para iblis yang menyerang desa kecil. Tapi karena aku mengantuk, jadi aku tidak tahu kelanjutannya. Jadi, mungkinkah ... ini lanjutan dari episode kemarin?' pikir Yujin berusaha mencermati kejadian ini. Yujin melamun sambil berpikir keras.
“Hei!" tegur gadis itu yang berhasil membuyarkan lamunan Yujin.
“Ah i-iya ... ternyata begitu cerita semalam hehe. Umm ... aku minta maaf karena tidak berhasil melindungi keluargamu. Seandainya aku datang sedikit lebih cepat. Maka mungkin keluargamu masih bisa selamat. Aku minta maaf," ucap Yujin yang merasa bersalah.
Gadis itu tersenyum miring. “Tidak perlu meminta maaf. Kamu sudah menyelamatkan hidupku. Aku sangat berterima kasih," ucapnya.
Meski gadis itu mengatakan bahwa dia baik-baik saja, tapi entah kenapa Yujin masih merasakan hawa kesedihan yang sangat mendalam dari gadis ini. Yujin merasa sangat bersalah.
“Hei, kita belum berkenalan, ya?" kata gadis itu yang ingin mengajak Yujin untuk berkenalan. “Perkenalkan, aku adalah Sakura Haruno. Salam kenal, ya!" Gadis yang ternyata bernama Sakura itu menjulurkan tangannya.
“Eh i-iya ... aku adalah Yu—" Saat hendak memperkenalkan diri, tiba-tiba saja Yujin berhenti.
'Tunggu sebentar, sekarang aku sedang berada di dunia anime. Jadi, aku juga harus menggunakan nama karakter di anime ini," pikir Yujin.
“Jadi ... namamu adalah Yu?"
“Eh bukan ... a-aku adalah Haru Nakamura." Yujin menjabat tangan Sakura dan memperkenalkan diri—dengan menggunakan nama karakter anime.
“Baiklah, Haru-kun. Umm ... tampaknya kamu sedang lapar. Ayo kita makan!" ajak Sakura seraya menarik tangan Yujin.
“Eee ... tu-tunggu!" Pada akhirnya Yujin pun pasrah dan membiarkan dirinya dibawa oleh Sakura.
Yujin sedang duduk di meja makan. Sementara Sakura sedang sibuk memasak makanan di dapur. Yujin kembali melihat-lihat kondisi rumah yang lumayan hancur ini. Saat sedang melihat ke arah kanan, Yujin kaget bukan kepalang. Dia melihat bercak-bercak darah dan potongan daging berceceran.
'Hhh ... para iblis itu memang mencari gara-gara!' umpat Yujin dalam hati.
Tak lama kemudian, Sakura datang menghampiri Yujin.
“Haru-kun ... ternyata bahan makanan di rumahku sudah habis semua. Jadi, aku tidak bisa memasakan makanan kita. Gomenn!" Sakura meminta maaf karena tidak bisa membuatkan Yujin sarapan.
Yujin tersenyum ramah, seraya berkata, “Iya ... tidak apa-apa. Lagipula aku tidak lapar." Yujin menolak.
“Tidak, Haru-kun sedang lapar. Kalau begitu ... ayo kita membeli bahan makanan di kota!" ajak Sakura.
“Ah tidak usah," tolak Yujin halus.
“Ayolah, Haru-kun." Sakura memohon kepada Yujin dengan memasang pose imut.
Yujin menghela napas berat. “Hmm ... baiklah," ucap Yujin.
Yujin menuruti ajakan Sakura meski sebenarnya dia sangat malas. Mereka berdua pergi ke kota hanya untuk membeli bahan makanan. Karena, desa ini tidak ada satu orang pun yang menjual makanan. Bagaimana mau menjual? Makan sehari-hari pun mereka kesulitan.
Matahari mulai terbenam. Yujin dan Sakura baru pulang dari kota.
'Aku berangkat pagi dan pulang malam. Haahh ... kakiku terasa seperti mau putus," keluh Yujin dalam hati.
Mereka berdua masuk ke dalam rumah. Sakura bergegas memasakkan makanan untuk mereka berdua. Tak berselang lama, Sakura datang seraya membawa dua mangkuk ramen.
“Maaf telah membuatmu menunggu, Haru-kun."
“Tidak apa-apa."
Sakura duduk di kursi makan.
“Itadakimasu!" seru mereka secara bersamaan.
Mereka kemudian mulai menyantap ramen buatan Sakura tersebut.
“Woaaa ... slurrpp ... Sakura, ramen buatanmu sangat enak!" puji Yujin sambil menyeruput mie ramennya.
“Arigatou."
Mereka berdua kembali menikmati ramen enak tersebut.
“Gochisousama!" ujar Yujin dan Sakura bersamaan—menandakan bahwa mereka berdua telah selesai makan.
Sakura beranjak dari kursi makan dan hendak mencuci mangkuk kotor. Akan tetapi, tiba-tiba—mereka mendengar suara teriakan seseorang.
“Ada iblis pemakan manusia ... semuanya lari ...!" seru seseorang dari luar—memperingatkan bahwa ada iblis.
“Iblis?!" Yujin dan Sakura pun terkejut saat mendengar kata iblis.
Mereka berdua bergegas keluar rumah dan melihat keadaan luar. Benar saja, para iblis pemakan manusia sudah tampak menyerang dan masuk ke dalam rumah. Bentuk mereka bermacam-macam, ada yang seperti laba-laba, ada juga yang mirip kalajengking, dan juga burung elang.
Seluruh penduduk desa menjerit ketakutan. Yujin dan Sakura terdiam saat melihat seorang pria paruh baya sedang dilahap hidup-hidup oleh iblis itu. Darahnya muncrat kemana-mana. Dan organ dalamnya terpotong-potong. Iblis itu menjilati darah yang menempel di dekat bibirnya.
Yujin menyeringai karena kesal. Sementara Sakura tampak ketakutan. Tubuhnya terlihat gemetaran. Langkah demi langkah Sakura mundur dan berusaha menjauh dari iblis itu. Tiba-tiba ingatan-ingatan mengerikan saat Sakura melihat keluarganya dibantai oleh para iblis—melintas di pikiran Sakura.
Iblis yang berjumlah sekitar belasan itu—menatap Yujin dan Sakura. Tatapan mereka terlihat sangat mengerikan. Perlahan, mereka mulai mengikis jarak dengan Yujin dan Sakura.
Yujin bersiap dengan katananya. Para iblis itu kemudian melesat maju dan menyerang Yujin. Jelas hal itu membuat Yujin terkejut. Pasalnya, dia sama sekali tidak tahu cara bertarung. Yujin bingung harus berbuat apa.
Para iblis melancarkan serangannya silih berganti kepada Yujin. Beruntung, Yujin berhasil menghindar dari terkaman para iblis. Yujin lalu mengeluarkan pedangnya.
Yujin berlari ke arah para iblis. Dia kemudian mengayunkan pedangnya ke arah perut iblis tersebut. Yujin bermaksud untuk menebas perut iblis.
Tapi sayangnya, Yujin gagal. Pedangnya tidak sanggup menebas perut keras sang iblis.
'Tidak mungkin. Pedangnya tidak bisa menembusnya.' batin Yujin.
Mata Yujin membola saat mengetahui bahwa pedangnya tidak bisa mengalahkan sang iblis. Kemudian, sebuah pukulan menghujam keras ke arah perut Yujin.
“Ukhh ...." Yujin merintih kesakitan. Karena pukulan itu, tubuh Yujin pun terpental ke belakang.
“Haru-kun!" Sakura berteriak saat melihat Yujin terpelanting ke belakang.
“Ah sial ... aku tidak tahu cara mengeluarkan jurus," ucap Yujin lirih.
Yujin sedang tergeletak tak berdaya di tanah. Sementara itu para iblis berjalan mendekati Yujin. Mereka terlihat sangat lapar. Kemudian satu iblis melompat dan hendak melahap Yujin.
“Pusaran Angin ...!"
Akan tetapi tiba-tiba sebuah pusaran angin menghempaskan tubuh iblis tersebut. Alhasil, iblis itu pun lenyap seketika. Ternyata, orang yang mengeluarkan jurus itu adalah Sakura.
Karena temannya dibunuh, para iblis pun menjadi murka. Mereka maju dan menyerang Sakura. Gadis berusia 14 tahun ini melompat dan menghindar. Meski berhasil mengelak, ternyata Sakura tetap terkena serangan iblis. Sebuah cakaran berhasil mengoyak bagian kiri perut Sakura.
Iblis itu lalu melempar tubuh Sakura hingga membentur sebuah pohon.
“Sa-Sakura!" teriak Yujin yang berusaha untuk bangkit dan menyelamatkan Sakura. Tapi, ternyata tubuhnya tidak bisa digerakkan.
"Sial ... aku mohon bekerja samalah. Aku harus menolong Sakura!" Yujin memarahi tubuhnya sendiri.
'Hhh ... aku tidak akan bisa mengalahkan mereka. Aku tidak akan bisa melindungi Sakura. Aku pasti akan kalah,' pikir Yujin yang sudah mulai kehilangan asa.
Pandangan Yujin mulai kabur. Saat matanya hendak memejam. Tiba-tiba Yujin mendengar suara cempreng seorang anak kecil. Yujin melihat sebuah bayang-bayang seorang anak laki-laki dan ayahnya—tengah bermain bersama.
“Ayah ... aku juga ingin digendong," ucap anak laki-laki itu.
“Ah ... baiklah, Hikaru." Pria itu pun menggendong anak laki-laki yang tadi merengek.
Kemudian perlahan gambaran mereka mulai hilang. Atensi Yujin tertarik kepada seorang anak perempuan yang tengah memasak bersama ibunya.
“Okaa-san, Yuki juga ingin membantu memasak," kata gadis mungil itu.
Setelah mendengar permintaan sang anak, ibu itu pun berjongkok, menyamakan tinggi dengan sang anak. “Kamu masih kecil, Nak. Nanti kalau sudah besar kamu baru boleh memasak seperti ibu," ujarnya sambil mengelus rambut hitam gadis itu.
Gambaran itu memudar dan akhirnya menghilang. Tak lama setelah itu, muncullah gambaran orang-orang tadi sedang dimakan oleh para iblis. Jeritan kesakitan mereka menggema.
“Siapapun ... tolong kami!" teriak mereka meminta tolong.
Mata Yujin terbuka lagi. Kini dia mulai berdiri dan memegang pedangnya. Yujin lalu mengeluarkan pedang itu dari sarungnya.
“Aku akan melindungi semua orang ... seperti layaknya seorang tokoh utama!" seru Yujin.
Tiba-tiba, api mulai menyelimuti pedangnya. Dengan cepat Yujin melesat dan menebas satu per satu iblis itu.
'Berhasil ... pedangku berhasil menebas para iblis.' kata Yujin dalam batin.
Namun, tentu saja para iblis tidak akan membiarkan lawannya menang begitu saja. Iblis-iblis itu mengeluarkan seberkas cahaya dari mulutnya. Cahaya itu lalu meluncur mengenai Yujin. Terjadi sebuah ledakan yang sangat besar dan menyilaukan.
Akan tetapi, hal itu tidak bisa membuat Yujin berhenti. Meski badannya sudah babak belur dan pandangannya mulai kabur, Yujin masih tetap berlari.
“Haru, Sakura Mamoru nda. Hiyaaakkk ...!" (Aku akan melindungi Sakura. Hiyaaakkk ...!) teriak Yujin.
Setelah mendengar teriakan Yujin, Sakura pun membuka matanya. Dia lalu meluruskan tangannya.
“Pusaran Angin Tornado!" Sakura mengeluarkan jurus pamungkasnya.
Tak lama kemudian, muncul sebuah angin Tornado yang berhasil menghempaskan tubuh iblis-iblis itu. Dan itulah saatnya Yujin mengeluarkan jurus pamungkasnya juga.
“Kekuatan Pedang Api!" Yujin menebas seluruh iblis dengan kekuatan apinya.
“Aaarrggghhh ...!" Tubuh para iblis pun meledak karenanya. Sebuah cahaya putih muncul dan mulai membesar.
“Haahh ...!" Yujin terbangun.
Dia mengerutkan dahinya karena bingung. Sekarang, dia sedang berada di kamarnya.
'Bagaimana bisa aku ada di kamarku? Bukankah tadi aku sedang melawan iblis bersama Sakura?' Yujin bertanya-tanya kepada dirinya sendiri.
“Hei, Yujin! Cepat bangun dan mandi sana! Walaupun ini hari Minggu, tetap saja kamu tidak boleh malas-malasan!" teriak seorang wanita dari dapur.
“Iya, Bu!" sahut Yujin.
Yujin turun dari ranjangnya dan berjalan ke kamar mandi.
"Ternyata semua itu hanya mimpi, ya. Hahh ... padahal aku sangat menyukai dunia itu. Menjadi pahlawan memang menyenangkan. Hahh ... bagaimana kabar Sakura disana, ya?"
—Tamat—
Note :
• Disarankan membaca sambil mendengar lagu Kamado Tanjirou No Uta.
• Terinspirasi dari : Kimetsu No Yaiba