``Hati saya memang seperti malaikat tapi kamu harus tahu bahwa saya juga dapat membunuh kamu tanpa guratan wajah bersalah karena tidak dapat memiliki kamu seutuhnya.``
dari sang malaikat hati mu-- Asher ganteng.
•••
Angin berhembus kencang, Helaian rambut sebahunya terus bertebangan diiringi malam yang penuh lalu lalang orang-orang. Gea tersenyum manis, hari ini akhirnya bisa beristirahat di apartemennya selama seminggu setelah dilanda pekerjaan kantor yang tiada habisnya.
Saat di depan apartemennya. Sebuket bunga lavender menempel di knop pintu miliknya. Hal ini lagi. Ia bahkan sudah bosan melihat bunga ini selalu ada setiap ia pulang dari kerja. Entah orang itu gabut atau apa, Gea benar-benar muak. Dengan kesal Gea membuang bunga itu ke tong sampah, meski sayang karena bunga itu adalah bunga kesukaannya tapi ia merasa terbebani setiap hari.
"Gabut banget tuh orang! Kenapa gak kasih langsung sih, jadi was was kan." celetuk Gea seraya menyenderkan tubuh lelahnya di sofa empuk miliknya yang amat ia sayangi-- namanya alex. Bukan hal aneh saat Gea menamai benda-benda favoritnya karena ia sangat menyukainya apalagi kalau sedang stress dengan pekerjaan ia bahkan akan bermonolog sendiri dengan benda-benda yang ia namai itu hehehe... gilaa:)))
"Hah... Benar-benar flat." keluh Gea dengan kehidupannya yang terlihat lurus-lurus saja tanpa hiburan.
BRAKK!
Gea terlonjak kaget. Ini tengah malam dan terdengar suara ledakan yang terdengar cukup keras. Gea yang notaben penakut meringgis mengigit kuku jarinya. Dengan keberanian yang telah terkumpul, Gea melihat sekeliling lorong apartemennya. Nihil, tidak ada apapun.
Alis Gea pun naik 2 senti. Antara bingung dan penasaran, Ia memberanikan diri melirik apart disebelahnya yang pintunya terbuka cukup lebar. Apakah suara ledakan itu dari sang tetangga? Mungkin saja. Tapi mana berani ia menyelonong masuk begitu saja ke apart itu dan yang paling penting mungkin saja sang pemiliknya menggangap ia pencuri.
bodo amatlah, Gea tidak ingin membuat dirinya rugi sendiri. Ia pun masuk kembali ke apartemennya dan berniat untuk tidur sampai sepuasnya.
Gea memejamkan matanya sesaat hingga sebuah tangan besar nan kasar mengelus pipinya. Detik itupun Gea menahan napas, Ia lupa bahwa hidupnya penuh dengan stalker gila. Bagaimana bisa ia lupa! hah ini gila, benar-benar gila. Pria ini benar-benar ya! Tapi ia juga takut... bagaimana ini ah anjim.
Tangan besarnya itu pun mulai menjalar ke jidatnya dan berhenti di puncak rambutnya. Sesuatu yang kenyal menempel di jidatnya dengan lembut. Intuisi nya mengatakan bahwa ia harus bangun tapi ini bisa jadi hal berbahaya karena takut stalker ini menyakiti dirinya.
"Harus gimana ini duh anjim!" umpat Gea dalam hati.
Pria itu tersenyum tipis saat menyadari bahwa sang pujaan hatinya ternyata berpura-pura masih tertidur, Entah itu hal baik atau buruk. Dia ingin memiliki Gea seutuhnya dan membawanya ke dunia tempat tinggalnya.
Mulutnya pun bersuara, "You mine, Gea starlaphira".
Suara bass milik pria itu membuat Gea membuka matanya. Ia pun menonjok tulang pipi pria itu secara refleks dan berlari keluar apart. Bukannya baper dengan ucapan pria ini, ia malah ngeri dan terkejut karena pria itu hapal nama lengkapnya yang bahkan orang terdekatnya tidak tahu nama itu. Ini benar-benar gila, bagaimana pun ia sudah menyepelekan stalker ini dan dengan lancangnya menyelonong ke dalam tempat tinggalnya tanpa gurat bersalah sekalipun.
"Intinya kabur dulu! aishh bolot, kenapa gak langsung telpon polisi sih! ish Gea bolot banget sih kamu!" gemas Gea bergelut dengan batinnya.
Gea pun terus lari sekuat tenaga dan tangannya hampir menjulur knop pintu, tapi tiba-tiba sebuah tangan menariknya kepelukan yang sangat erat.
Gea melotot kaget, Ia berontak dan terus memberontak di pelukan pria stalker ini. Tenaga pria ia terlampau besar hingga Gea pasrah dan meraung-raung penuh tangisan. Ia benci dimana Ia hanya pasrah dan lemah.
Pria itu tersenyum sedih, Dia meletakkan dagunya pada curuk leher Gea yang putih bersih. Memang egois dan serakah, tapi Dia benar-benar tidak bisa jauh-jauh dari Gea dan selalu ada niatan untuk menjadikan Gea miliknya seutuhnya.
"Saya tidak akan menyakiti Gea, percayalah pada saya." ujarnya dengan suara parau.
Gea sesegukan. Ia tidak akan mudah untuk percaya pada orang asing seperti itu tapi pria ini juga sudah keterlaluan.
Tidak ada respon dari Gea, Asher-- pria stalker itu membalikkan tubuh Gea dan menempelkan bibirnya ke bibir Gea. Menyalurkan suatu cahaya berwarna biru dari dalam mulutnya dan langsung masuk ke tubuh Gea dengan sensasi dingin.
Gea terkejut saat pria ini mencium bibirnya tiba-tiba. Rasanya aneh, tubuhnya menjadi lebih ringan.
"Apa yang kamu lakukan?!" bentak Gea melepaskan diri. Asher tersenyum manis, Ia secara sepihak mengangkat tubuh Gea dengan ala bridal style, setelahnya Asher berlari ke lukisan kuno yang menempel disisi dinding dekat si alex-- sofa.
HUSSSS...
Portal terbuka dan mereka berdua masuk dengan mimik Gea yang tercengang. Lukisan itu menjadi pelantara untuk memasuki dunia tempat tinggal Asher.
~~
Hembusan hangat menjalar ke pipinya saat ini. Sangat nyaman disertai guling yang keras. eh keras?!
Mata Gea langsung terbuka lebar. Ia berteriak saat mengetahui bahwa ia tidur seranjang dengan si stalker bangsat. Ingin sekali mencakar wajah pria ini yang malah memberikan respon tertawa renyah.
"Heh brengsek! Ini dimana?!"
"Gea, tenangkan dirimu. Kamu ada dirumahku saat ini."
Gea termenung, Ia melompat dari kasur dan berniat untuk kabur lagi tapi pintu kamar ini benar-benar tidak bisa dibuka.
"Hey, kamu tidak bisa kabur dari sini meskipun dengan cara apapun Gea. Ini kekaisaran Canair bukan bumi lagi." Ucapnya tersenyum.
"Bajingan ini!" teriak Gea berlari ke arah Asher dan menarik rambut panjang miliknya dengan buas. Omong kosong apa yang pria ini katakan sih? Kekaisaran Canair? Anjim, bukan bumi?
"Hah... Saya berkata jujur, Ini bukan bumi dan di tubuhmu ada kekuatan dewa air milikku." ujar Asher meringis kesakitan dengan kebuasan Gea merontokkan rambut pirang panjangnya.
"Pala bapakmu dewa air!" kesal Gea menonjok tulang pipi Asher hingga pingsan.
"Heh, jangan pingsan! bawa Aku balik ke bumi dulu, brengsek!" teriak Gea mengguncang tubuh pria itu tanpa atasan sama sekali. pamer roti sobek kali ya? gak kegoda tuh anjim.
"Ishhh, bangun!".
Tamat--- maybe.
Udah lama gak nulis, mungkin kurangnya kosa kata sih terus tadinya mau bikin cerpen yang terlibat dengan paradox dan dunia sains dll, begitulah ya tapi males riset awokwok dahla gaje nih cerita intinya hanya bermodal intuisi. Oh mungkin bakal buat cerita #ruangasing satu lagi sih karena gak puas aja gitu gak ada darahnya di cerita ini hehehe. terimakasih sudah baca:))