Hari ini, sungguh hari yang sangat melelahkan untukku. Berada disemester - semester akhir perjuangan saat di kampus membuatku harus lebih semangat menjalani ini. Saat ini aku tengah menjalani Prakter Lapangan Kependidikan di salah Sekolah Menengah Pertama disekolah dekat rumahku.
Mencari banyak pengalaman untuk bisa melangkah ke depan, menjadi seorang guru adalah cita cita kedua orang tuaku. Aku selalu berusaha untuk bisa menggapainya, aku selalu berusaha mendapatkan beasiswa untuk bisa melanjutkan mimpi kedua orang tua. Alhamdulillah dari awal kuliah sampai saat ini aku memperoleh beasiwa sehingga orang tuaku tidak banyak mengeluarkan biaya.
Satu hal yang aku suka ketika menjadi seorang guru, yaitu bertemu dengan murid murid.
Pagi hari aku berangkat ke sekeloh, sesampai di sekolah sudah banyak guru - guru tetap disekolah tersebut.
Saat semua guru mulai berdatangan, aku selalu tersenyum menyapa nya, mana tau ada yang mau mengenalkan anaknya kepadaku. hehehehehe
Saat aku duduk disalah satu kursi di ruang guru, tiba tiba ada guru yang baru datang memberi info kepada kami para guru.
"Aduh, bapak ibuk ada anak kita yang tertangkap satpol PP di Trinbun kemarin" kata buk Eri yang baru datang. Beliau adalah guru honor yang bekerja di sekolah tersebut.
"Siapa yang bilang, buk" tanya buk Zuu
"Kemarin suami saya melaksanakan razia, mereka tertangkap basah sedang berbuat m*s*m, mereka tertangkap oleh kamera CCTV, yang ceweknya dari sekolah kita sedangkan yang cowoknya bukan" jawab buk Eni.
"siswi cewek itu anak kelas berapa buk?" tanya buk Zuu. Sedangkan guru guru yang lain hanya duduk sambil mendengarkan mereka bercerita.
"kalau yang cewek namanya *****, dia anak kelas 9" jawab buk Eni.
Tiba tiba Buk Eti mengomentasi,"udah tepat lah tu, dia udah mempraktekkan apa yang dipelajari, belajar IPA tentang reproduksi, perkembangbiaakan, belajar agama tentang nikah dan mandi wajib" jawab Buk Eti dengan nada sedih.
"Iya tu buk, tapi seharusnya jangan sekarang dulu." jawab buk eni
Aku hanya fokus mendengarkan para guru bercerita tentang siswi tersebut.
Tak lama setelah itu bel pun berbunyi, aku pun mengikuri guru pamong untuk masuk ke kelas kelas. Untung saja aku bisa PKL disini, dulu aku terbayang saat guru PKL sedang mengajar di kelas ku, kebanyakan dari teman teman ku tidak hormat sama guru PKL ini, sehingga aku kasihan padanya, ada yg selalu berbicara ketika guru itu menerangkan. Dan sekarang aku mencoba terjun ke dunia pendidikan langsung, beruntungnya aku memiliki guru pamong yang selalu membantu aku.
Aku selalu saja mengikuti setiap kegiatan apa yang disuruh guru pamong, sampai jam berakhir.
Sampailah saat pulang sekolah, aku biasanya pulang sekolah sama kakak kelas ku dulu, sekarang beliau sudah menjadi guru honor juga di SMP ini, aku selalu bercerita sepanjang jalan.
Hal yang sedang ku perbincangkan yang pasti tidak jauh dari nikah, entah kenapa setelah usia memasuki kepala dua ini pembahasan dari setiap cerita selalu saja tentang Nikah. Sesuatu yang sangat sensitive untuk ku, karena aku masih belum memikirkan untuk ke sana.
Kakak itu terus bercerita, kenapa di lingkungan kita ini kalau suami itu tidak ada yang perhatian, kebanyakan dari mereka nampak cuek akan segala hal. Apabila sudah memiliki anak mereka tidak peduli akan anaknya, istrilah yang mengurus semuanya. Kenapa kehidupan nyata tidak sesuai dengan yang di film film, novel novel.
Terkadang aku juga berfikir demikian. Entah aku bisa mendapatkan laki laki yang bisa membimbingku ke agama yang lebih baik, orangnya perhatian, bertanggung jawab, lemah lembut, plus ganteng. Hahahhaha
Kalau memikirkan itu serasa kita bisa masuk ke dunia novel yang menceritakan tokoh laki laki yang sempurna dengan kebucinannya.
Untuk kelanjutan cerita besok jangan lupa favoritkan novelku ya.