ᴀᴘᴀ ʏᴀɴɢ ᴋᴀᴍᴜ ʟᴀᴋᴜᴋᴀɴ ʜᴀʀɪ ɪɴɪ ᴀᴋᴀɴ ʙᴇʀᴅᴀᴍᴘᴀᴋ ᴋᴇᴘᴀᴅᴀ ᴍᴀsᴀ ᴅᴇᴘᴀɴᴍᴜ ɴᴀɴᴛɪ.
FEBRUARI, 2045
"Bagaimana persiapan hari ini"tanya Nancy yang sudah memasuki ruangan laboratorium nya. Beberapa anak buah Nancy tampak sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.
"Semuanya sudah 90% selesai prof,"sahut Marcell, wakil Nancy di ruangan tersebut.
"Baguslah kalau begitu,"sahut Nancy sambil memeriksa kesiapan di sana.
Mereka sedang melakukan sebuah penelitian besar dan hari itu adalah masa percobaan dari hasil penelitian yang diketuai oleh Profesor Nancy tersebut. Nancy adalah seorang ilmuwan perempuan yang terkenal begitu cerdas namun sayangnya dia juga seseorang yang begitu ambisius.
"Tapi prof, apakah ini harus dilakukan?"cegah Vije, salah satu peneliti yang sedari kemarin mencoba mencegah Nancy melakukan penelitian kali ini.
"Cukup Vi, aku tidak mau lagi bertengkar denganmu!"ucap profesor Nancy dengan nada kesal.
"Tapi prof, formula ini belum cukup waktu, kalau sampai percobaan ini gagal, akan ada petaka besar yang terjadi...."
"Aku sudah cukup berbicara denganmu kemarin, aku tidak mau membahasnya lagi denganmu masalah ini!"potong Nancy yang semakin kesal saja dengan Vije yang berusaha menghalangi penelitiannya.
"Kamu bisa keluar dari ruangan ini jika kamu tak suka!"usir Nancy kepada salah satu timnya tersebut.
"Baik, jika itu adalah perintah profesor,"ucap Vije yang juga terpancing emosinya melihat sikap keras kepala dari Nancy tersebut. Vije melepaskan tanda pengenalnya dan memberikan kepada Nancy kemudian dia keluar dari ruangan laboratorium tersebut.
Semua yang melihat pertengkaran keduanya pun hanya bisa diam dan tidak berani berbicara. Nancy melemparkan tanda pengenal sahabat baiknya itu. Dia tampak begitu marah karena Vije tidak bersedia mendukungnya kali ini.
Tiba-tiba ada sebuah getaran dari handphone Nancy. Dan Nancy pun membuka sebuah pesan dari nomor yang tidak dia kenal tersebut.
Tertulis sebuah nomor yang aneh, Nancy pun mengerutkan dahinya merasa tidak mengenal nomor tersebut.
🅷🅴🅽🆃🅸🅺🅰🅽 🅰🆃🅰🆄 🅺🅰🆄 🅰🅺🅰🅽 🅼🅴🅽🆈🅴🆂🅰🅻
Begitulah pesan yang tertulis di layar handphone Nancy.
"Apa-apaan ini!"begitu ucap Nancy setelah membaca pesan yang menurutnya sangat aneh tersebut. Setelah bertengkar dengan Vije malah dapat pesan aneh yang membuat Nancy semakin buruk saja suasana hatinya.
"Prof, semua sudah berjalan sesuai dengan rencana,"ucap Stefi, salah satu anak buahnya. Nancy segera memasukkan handphonenya kembali dan mengabaikan sebuah pesan aneh tersebut.
"Baiklah, lakukan seperti yang telah kita rencanakan. Dalam hitungan mundur, semuanya bersiap!"perintah Nancy kepada semua anak buahnya. Sedangkan dia sendiri bersiap di sebuah ruangan khusus.
"10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1!" ucap Nancy kemudian penggabungan hasil percobaan mereka itupun dilakukan.
Zat kimia dari tabung kaca berukuran raksasa itu telah menggabungkan dua hasil percobaan kimia yang sudah diteliti oleh Nancy dan Timnya. Mereka semua menunggu hasil reaksi dari kedua zat tersebut untuk bercampur.
Dan tiba-tiba saja warna hijau dan kuning dari zat tersebut akhirnya bercampur menjadi satu dan berubah menjadi warna biru.
"Horeeeee!!!!"
"Yessss!!"
Terdengar sorak-sorai dari dalam laboratorium tersebut karena mereka, para peneliti telah berhasil menemukan formula baru dalam ilmu pengetahuan dan mereka berharap formula itu mampu menyelamatkan umat manusia nantinya.
"Selamat profesor,"begitu ucapan yang mengalir dari beberapa anak buah Nancy. Melihat keberhasilannya itu Nancy sungguh sangat bahagia dan bangga karena telah berhasil menemukan formula baru dalam penelitiannya.
Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Sebuah alarm berbunyi yang menunjukkan ada gejala aneh di dalam tabung kaca tersebut.
"Profesor! Warna formulanya telah berubah!"teriak Marcell.
Semua peneliti yang ada di ruangan itupun seketika menoleh ke arah tabung kaca. Dan benar saja warna formula yang semula biru sekarang telah berubah warna menjadi hitam pekat.
Nancy tampak kebingungan dengan apa yang terjadi. Dia merasa tidak melakukan kesalahan sedikit pun saat melakukan penggabungan. Lalu apa yang menyebabkan dia berubah warna kembali.
"Awassss!!!! Tabung kaca itu akan meledak!"begitu teriak marcell yang melihat sebuah pergerakan dari dalam tabung kaca. Formula itu seakan ingin melepaskan dirinya dari dalam tabung kaca tersebut.
Semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut berusaha lari ke luar ruangan namun ternyata ruangan tersebut terkunci.
"Sepertinya alat otomatis pintu telah rusak,"ujar Stefi yang telah mengecek kenapa pintu otomatis ruangan tidak dapat terbuka.
"Buka pintunya!"teriak Nancy dan beberapa tim mencoba memukul-mukul pintu ruangan. Tiba-tiba pintu terbuka dari luar dan rupanya itu dilakukan oleh Vije yang belum pergi dari sana. Semuanya tampak senang akan tetapi sebelum sempat mereka untuk berlari.
"Tabung kacanya telah retak!"teriak Marcell.
"Tidaaaaakkkk!"teriak semua orang di sana dengan sangat paniknya dan mencoba keluar dari ruangan laboratorium. Akan tetapi usaha mereka sia-sia saja. Semuanya telah terlambat.
PRAANKKKKKKKKKK!!!!!!!
DUUUAAAARRRRRRRR!!!!!
Nancy tidak mampu merasakan tubuhnya sesaat setelah letusan seperti bom itu terjadi di ruangannya. Nancy berusaha membuka matanya dan merasakan tubuhnya sangat sakit. Nancy tidak mampu menggerakkan tubuhnya dan dia merasakan tubuhnya tertimpa beban berat sekali. Nancy baru mengetahui bahwa tubuhnya tertimpa tubuh Vije yang terakhir kali melindunginya saat terjadi ledakan pada tabung formula.
Nancy berusaha menggeser tubuh sahabatnya tersebut. Dan betapa mengenaskan melihat tubuh sahabatnya yang mengalami luka bakar hampir di sekujur tubuhnya akibat ledakan dari tabung formula. Nancy meratapi kepergian sahabatnya itu.
"To....to....to....long....."suara Nancy terdengar begitu pilu saat meminta sebuah pertolongan. Tetapi tidak ada satupun sahutan dari sana. Nancy melihat kulit punggung tangannya mengelupas akibat terkena cairan formula yang meledak.
Nancy mencoba melihat keadaan di sekitarnya. Nancy menangis sejadi-jadinya tanpa suara melihat kondisi teman-temannya yang bergelimpangan di sana dan mengalami luka bakar yang sama dengan yang Vije alami.
Dan tiba-tiba Nancy merasakan dadanya terasa sangat sesak. Nancy memegangi dadanya yang begitu sakit saat dibuatnya untuk bernapas. Nancy melihat bekas tabung kaca yang meledak dan asap yang mengepul keluar melewati atas laboratorium yang jebol akibat ledakan dahsyat dari dalam laboratorium.
Rupanya formula itu telah berubah menjadi racun dan kini asap dari formula itu telah bercampur dengan udara yang ada di luar laboratorium. Nancy baru teringat apa yang telah dikatakan Vije, sahabatnya yang mana dia pernah mengatakan formula itu bisa berubah menjadi racun udara yang berbahaya apabila percobaannya sampai gagal.
Nancy menyesali dirinya yang begitu berambisi bahwa penelitiannya akan berhasil namun ternyata telah membuat sebuah petaka. Namun nasi telah menjadi bubur.
Ditengah sekaratnya, Nancy mendapatkan sebuah pesan kembali dari handphone yang ada di saku bajunya. Sebuah pesan dari nomor yang aneh tadi.
🅿🅴🅽🆈🅴🆂🅰🅻🅰🅽 🆂🅴🅻🅰🅻🆄 🅳🅰🆃🅰🅽🅶 🅳🅸🅰🅺🅷🅸🆁
"Uhuk! Uhuk! Uhuk!!!!"dada Nancy terasa begitu sesak dan dia terus batuk-batuk sampai mengeluarkan darah saat dia berdahak. Rupanya racun formula itu telah menyebar di udara. Nancy semakin frustasi karena dia akan menjadi penyebab banyak orang di luar sana yang meninggal akibat menghirup udara yang telah tercampur racun formula. Nancy mengetahui ajalnya sebentar lagi akan datang.
Pesan itu benar adanya. Penyesalan selalu datang di akhir. Nancy menyesali apa yang telah dia lakukan namun semua tidak dapat kembali lagi. Seandainya dia diberi kesempatan kedua untuk hidup kembali. Ingin dia memperbaiki kesalahan yang dia lakukan ini.
***
FEBRUARI, 2021
Seorang gadis muda tampak tergeletak di sebuah ranjang rumah sakit. Dia samar-samar mendengar suara orang berbicara di dekatnya.
"Bagaimana keadaannya, dokter?"
"Dia baik-baik saja, hanya saja ada luka bakar di tangannya. Kita tunggu sampai dia siuman baru akan kita tanyakan penyebab luka bakar tersebut,"ujar sang dokter.
"Terimakasih dokter."
"Kalau ada apa-apa silakan panggil perawat dengan alat panggil,"pesan perawat.
"Oh, baiklah, terimakasih."
Dokterpun berlalu dari ruangan pasien bersama perawatnya. Tiba-tiba gadis pasien itu membuka perlahan-lahan matanya dan kejadian itu disaksikan oleh Vije sehingga dia segera memanggil kembali dokter dan perawat yang baru saja berlalu tersebut untuk memeriksa kondisi sahabatnya, Nancy.
"Kamu itu bagaimana bisa mengalami luka seperti itu? Memangnya kamu tidak ingat apa yang terjadi kepadamu saat kejadian tersebut?"cecar Vije karena sedari tadi Nancy tampak seperti orang bingung saja. Vije sudah berusaha bertanya macam-macam tetapi Nancy hanya diam saja.
"Sekarang tahun berapa?"tiba-tiba saja Nancy bertanya sesuatu hal yang menurut Vije sungguh lucu.
"Astaga! Jangan bilang kamu sekarang menjadi lupa ingatan setelah mengalami kecelakaan itu. Sekarang ini tahun 2021, Nancy,"jelas Vije sambil menghela napas panjangnya.
"Apa!!!"Nancy benar-benar terkejut mendengar tahun berapa saat itu.
Ternyata dia telah kembali ke 24 tahun yang lalu dimana dia mengalami kecelakaan akibat ditabrak sepeda motor yang melintas di depan jalan menuju ke kampusnya. Lalu luka bakar ditangannya ini kenapa mirip sekali dengan luka yang dia dapatkan sewaktu berada di laboratorium. Apakah doanya saat dia sekarat itu benar-benar di dengar?
Lalu datanglah beberapa teman Nancy yang lain.
"Astaga! Nancy kamu baik-baik sajakah?"
Mereka adalah Stefi dan Marcell yang datang melihat kondisinya yang ada di rumah sakit. Nancy tidak menyangka jika dia masih bisa melihat kembali wajah-wajah sahabat baiknya tersebut.
"Eh, Nancy kenapa kamu menangis?"ujar Stefi melihat Nancy yang sudah berlinang air mata.
Bagaimana Nancy tidak bahagia jika dia sekarang masih bisa melihat kembali wajah-wajah sahabatnya yang telah dia lihat meninggal di depan matanya akibat keegoisan dirinya.
"Ah, tidak apa-apa, aku hanya senang melihat kalian,"ujar Nancy menutupinya.
Tiba-tiba handphone Nancy kembali bergetar. Rupanya ada sebuah pesan dari handphonenya dan lagi-lagi dari sebuah nomor yang tidak dikenal oleh Nancy.
🅼🅰🆂🅰 🅳🅴🅿🅰🅽🅼🆄, 🅿🅸🅻🅸🅷🅰🅽🅼🆄
Nancy mengerutkan dahinya membaca pesan tersebut. Pesan yang sama seperti yang dia dapatkan saat berada di laboratorium.
Suara dering telepon Nancy berbunyi. Panggilan dari sebuah perusahaan penelitian ilmiah. Nancy pun mengangkatnya.
"Dengan nona Nancy Lawren, kami ingin mengabarkan jika penelitian nona terpilih sebagai bahan uji eksperimen. Kami tertarik untuk mendanai lebih lanjut penelitian anda. Apakah anda bersedia bergabung dengan kami?"
Sebelum menjawab, Nancy terlebih dahulu melihat ke arah wajah sahabat-sahabat baiknya tersebut. Nancy tahu apa maksud pesan dari nomor aneh di handphonenya tersebut.
"Maaf, saya tidak bisa bergabung,"putus Nancy seketika kemudian menutup saluran teleponnya.
Aku tidak akan mengorbankan mereka yang terbaik untuk keegoisanku semata. Jika ini adalah cara untuk menyelamatkan banyak orang, kenapa tidak!
👻 TAMAT