[Portal Rahasia Menuju Paralel 2]
Adara, seorang arkeolog muda yang terdaftar sebagai tim peneliti untuk situs bersejarah di sebuah pulau terpencil yang tak berpenghuni. Mereka melakukan riset terhadap bukit yang ternyata itu sebuah bangunan berbentuk piramida yang ada sejak Zaman Megalitikum.
30 menit berlalu, tim arkeolog melakukan meeting sebelum meneruskan riset.
“ Jadi, kita akan dibagi kelompok untuk meneliti tiap sudut bangunan. Karena itu, kita bagi lima kelompok, satu tim ada dua orang.” Ucap Pak Ghafar selaku ketua tim.
Pak Gahfar membacakan satu persatu tim yang
telah disusunnya. Setelah meeting selesai, para tim menuju piramida yang letaknya tidak jauh dari basecamp.
“ Zhem, Kau bawa denah bangunanya kan?” tanya Adara
“ Bawa, mau lihat?” Tanya Zhemio yang dibalas anggukan oleh Adara. Zhem memberikan denah itu pada Adara.
Adara dan Zhemio melakukan penelitian yang letaknya paling selatan bangunan. Mereka terus berjalan menyusuri bangunan sambil melihat-lihat dinding sekitar yang beberapa ada corak lukisan tua.
Adara memincingkan matanya saat melihat sebuah lukisan yang seperti peta kuno.
“Zhemio kemari!” ucap Adara, lantas Zhemio
mendekati Adara.
“ Ada apa?” tanya Zhemio
“ Lihat, bukankah ini seperti peta kuno?” terangnya, “sepertinya jika kita berjalan lurus akan menemukan sebuah Lorong yang akan bawa kita ke bagian lebih dalam”
“Tapi di denah kita kalau lurus itu sudah mentok, gak ada jalan lagi” jelas Zhemio. Lantas Adara memeriksa denah yang dipegangnya.
Mendadak sebuah ide muncul di otaknya.
“ Mungkinkah ada pintu atau jalan rahasia?” yang dijawab gelengan oleh Zhemio. “ Ayo kita pastikan” ajak Adara.
Dan benar, saat mereka berjalan lurus yang ada hanyalah dinding dan tidak ada jalan. Adara mengamati dinding-dinding disekitarnya. Diketuknya dinding-dinding itu dan ada bagian dinding yang bunyinya berbeda. Mata Adara tanpa sengaja menatap sebuah patung kecil yang letaknya di sudut ruangan.
“Zhem, lihat ini! Bukankah mencurigakan ada patung kecil di sudt ruang? Apakah ini seperti tuas pintu yang ada di film-film?” tanya Adara.
Zhemio tertawa mendengar penuturan Adara yang dianggapnya kelewat berkhayal. “ Jangan bercanda Adara, kita sedang tugas!” tegas Zhemio.
“Aku tidak bercanda” elak Adara, ia mengamati patung itu dan ada yang aneh!
Kepala patung yang berbentuk burung menoleh kesamping. Dengan tangan jail dan sifat penasarannya ia memutar kepala patung agar lurus kedepan. Selang beberapa menit terjadi sebuah getaran kecil yang membuat mereka panik.
“ Adara! Kita harus keluar, sepertinya ada gempa bumi” ucap Zhemio dengan panik.
Mereka melangkah tergesa untuk keluar dari piramid itu.
KKREEEK….. sebuah bunyi menghentikan langkah Adara, ia menoleh ke belakang dan Wow! Dinding itu terbuka!
“Zhemio berhenti! Sepertinya kita telah membuka pintu rahasia itu” Zhemio menghentikan langkahnya lalu berjalan mendekati Adara yang ada di depan pintu kuno itu.
“Kita harus memastikan ke dalam” ucap Adara.
“ Jangan! Kita harus melaporkan penemuan ini pada tim kita yang lain, bahaya Adara” balas Zhemio.
Adara melangkahkan kakinya memasuki pintu itu. Dasar Adara tipikal wanita keras kepala dan sering penasaran.
BRAAAK……
“AAAAAA…..”
“AAdara!” Teriak Zhemio , ia syok saat melihat Adara jatuh . Zhemio memeriksa lubang itu dengan senter nya, tAdara
epertinya lubang itu terllau dalam sampai-sampai Zhemio tidak bisa melihat dasarnya. Zhemio memutuskan untuk memberitahu tim tentang ini.
*******
Adara mengerjapkan kedua matanya. Ia bangkit, sambil melirik keadaan sekitar. Adara mencoba menyalakan senternya, tapi sialnya mati! Alhasil ia menyalalkan senter dari ponsel yang untung keadaan baik-baik saja.
Adara berjalanan menulusuri Lorong sesuai peta kuno yang untungnya sempat ia foto. sudah satu jam berjalan, dan secercah harapan menyelimutinya saat melihat sebuah cahaya. Ia berlari menuju kesana, berharap itu adalah jalan keluar.
Saat memasuki itu, rasa tubuhnya seperti tersedot ke sebuah ruangan dan kesadarannya kembali menghilang.
“TIE, ZOMNVUM” (Hei Bangun). sebuah tepukan dan suara membuatku tersadar dari pingsan. Mataku kaget saat melihat seseorang berpenampilan cukup aneh.
“ Kau siapa?” Tanyaku bingung,
“Aqu Gexaq Nimvijge” (Aku tidak mengerti kamu). Ucap pemuda yang sepertinya berusia sama denganku.
Aku hanya melongo mendengar ucapan pemuda itu dengan Bahasa yang tidak aku pahami.
Tiba-tiba ia menarikku dan menuntunku ke sebuah bangunan bawah tanah yang dalamnya terlihat sangat maju dengan peralatan canggih. Aku melihat pemuda itu bercakap cukup serius dengan kakek tua, tak lama ia kembali sambil membawa sebuah lembaran.
Lembaran itu tergambar planet dan beberapa tulisan yang sepertinya sampel Bahasa. Ia memperagakan tangannya sambil menunjuk-nunjuk. Sepertinya aku paham maksudnya. Lantas aku menunjuk planet bumi dan Bahasa sepertinya Indonesia. Dia mengagguk seperti paham lalu kembali ke kakek tua itu. Ia membawaku ke sebuah kamar.
“ Wow, peradaban teknologi yang sangat maju!” Kagum Adara, pintu dapat membuka otomatis, tempat tidur yang awalnya terlipat menjadi terbuka otomatis. Kaca dapat dibuat transparan atau tidak.
Tap..tap..tap… Pemuda itu berjalan mendekatiku sambil membawa alat seperti earphone mini, dan dia sepertinya menyuruhku memakainya.
“Apakah terjemahnya sudah berfungsi?” tanya pemuda itu
“Wow, alat yang super keren” ucapku.
“ Perkenalkan aku Elios dan Kau?” tanyanya
“ Aku, Adara” jawabku.
“ Aku tak menyangka jika menemukan manusia dari dunia Paralel ke satu”
"Bisa kau jelaskan padaku?" tanyaku
"Baik, kau tau kan semesta itu luas. Di bumi ini saja ada beberapa dunia paralel, seperti paralel 1,2,3,4. Dan kau sekarang ada di dunia Paralel ke kedua! Entah apa yang menyebakan kau dapat kesini. Yang jelas sepertinya ada kaitanya dengan hilang nya pasak bumi yang menyebabkan tidak seimbang gravitasi dan portal paralel jadi mudah dijangkau."
"Bagaimana bisa hilang? dan pasak bumi seperti apa?"
"Batuan besar berbentuk runcing yang letaknya 100 km dari kerak bumi."
"Ehm, dan bagaimana kau menemukan ku? "
"Aku seorang inteligen paralel 2 dan tadi sedang menyelidiki tempat Persembunyian si pencuri pasak, dan aku menemukan mu. Dan bagaimana kau bisa datang kesini?"
"Aku seorang arkeolog, tadi sedang melakukan riset piramida tua. Aku menemukan pintu tua dan membuatku jatuh sampai ke dasar piramid, terus mengikuti lorong sampai menemukan pintu bercahaya yang ternyata malah menyedot ku ke sini"
"Kalau begitu gawat! kita harus menemukan si pencuri itu sebelum masuk portal dan mencuri pasak paralel 1, duniamu" beberapa hari kau akan kulatih bertarung untuk membantu melawan si pencuri licik itu.
****************
sepertinya sudah empat hari aku ada disini, dan aku dilatih habis-habisan dalam bertarung. baik menggunakan senjata canggih maupun tangan kosong.
Kalian tahu, bahwa militer di peradaban paralel 2 ini memiliki baju yang super canggih. seperti mengurangi efek sakit akibat pukulan lawan, tahan air dan api.
memasuki hari ke lima, semua pasukan berkumpul di hamparan padang rumput yang luas. Elios menjadi pemimpin mereka dan aku sebagai asisten dirinya.
Kami memasuki sebuah mobil terbang yang bentuknya seperti kapsul, keren bukan.
Kami memasuki sebuah bangunan piramid yang bentuknya persis seperti yang aku teliti. Sebelum masuk ke ruang, seorang pria berdiri di depan pintu. Semua pasukan berhenti, Elios terlihat santai saja padahal aku kira itu musuh.
"Bagaimana kabarmu Mr. Bara"
"Baik Elios, dan wanita ini yang kemarin kamu ceritakan?" tanya Mr. Bara
"Benar sekali, Adira perkenalkan dia Bara inteligen paralel 1, duniamu" Aku dibuat melongo
"Kau sama denganku? b-bagaimana mungkin!?" tanyaku bingung
"Dunia paralel memiliki inteligen rahasia nona, dan yang tahu hanya segelintir orang yang dipercayai"
"Wow, senang bertemu denganmu! kau asanya dari mana?"
"Indonesia"
"Nice! kapan-kapan kita makan rendang sama-sama ya!" ucapku yang dibalas kekehan.
Percakapan selesai, kami memasuki ruangan itu. Melewati lorong yang semakin lama semakin menjorok ke dalam. Kapsul dimodel transparan untuk penyamaran.
Sebuah ruangan luas terdapat peninggalan beberapa bekas bungkus makanan dan jejak makhluk hidup yang menempati.
"Sepertinya kita mulai memasuki markas! pasukan kita mode waspada" perintah Elios.
DOR...
sebuah tembakan melesat cepat membuat dua kapsul 001 dan 002 terjatuh.
"Capt! sepertinya musuh dapat melihat radar kapsul kita!" ucap seseorang lewat mikrophon.
"Musuh sudah terdeteksi ada lima kapsul di depan kita dan ada 15 orang yang ada di dasar"
"Elios lihat! disana pasaknya!" ucapku.
"Baik. Aku, Adira, dan Mr. Bara akan turun membawa pasaknya kembali! kapsul 003 dan 004 bentengi kita! dan yang lain jga pertahanan di atas" perintah Elios yang disetujui oleh pasukan.
Kapsul melesat cepat ke bawah sambil menembaki musuh, Berapa kali kita menukik ke kanan atau kekiri dengan tajam agar terhindar dari serangan lawan.
Aku bisa meraskan degupan jantungku yang sangat cepat, menjadi bagian dari perang tidak pernah kupikirkan selama 23 tahun aku hidup! Dunia paralel ini pun seringkali masih membuatku tidak percaya! Dan sekarang petarungan merebutkan pasak bumi seperti khayalan fantasi bagiku tapi ini NYATA!
DOOR... DOOR...
CTARRR
SRETTT
BRRAAKK
BUUGHH
Suara Tembakan, bom, leser menggelar memunuhi ruangan ini. Beberapa kali aku merapalkan doa untuk diberi hidup panjang.
"Elios AWAS!" Teriakku saat melihat musuh akan menembak elios. dengan cepat elios menghindar dan aku cepat menembak musuh itu.
"BARA! KAU JAGA SISI KIRI DAN ADIRA TETAP DISAMPINGKU! Kasul 003 & 004 tolong buka jalan bagi kami tuntaskan musuh-musuh di depan"
kapsul terbang ke depan sambil menyorot sinar leser menembus tubuh musuh, beberapa bagian ada yang terpotong. sungguh mengerikan!
"Elios , pasak di 20 Meter ke depan" ucap Bara. Kami ber tiga saling mem backup satu sama lain.
Ada satu pesawat tempur yang sepertinya menjadi benteng utama.
"Pasukan, kalau urusan diatas sudah selesai cepat menuju dasar!'" perintah Elios. Kapsul kami bertiga datang dan kami segera masuk!
Elios menyetel kapsul dengan spesifikasi mode tempur level tertinggi. Dan semua kapsul sedemikian rupa.
Setelah pertemuan sengit yang memakan waktu tiga jam akhirnya selesai juga. Barbara sang pemimpin sudah ditangkap dan pasak bumi sudah diamankan.
******
Sehari setelah pertemuan kami pergi ke sebuah tengah piramid dan menuju ke 100 km dari kerak bumi. Pasak kembali dipasang. Kata Elios, jika satu saja pasak tidak ada maka akan membuat bencana gempa bumi sering terjadi di dunia paralel. Memang benar sih, akhir-akhir ini Indonesia saja sering terjadi gempa bumi jangan jangan ini penyebabnya.
"Terimakasih atas bantuanmu Adara" ucap Elios sambil tersenyum.
"Sama-sama Elios, apakah kita dapat bertemu lagi?" tanya Adira penuh harap.
"Tentu saja! Kau bawa ini" Ucap Elios sambil memberikan sebuah kalung dengan tiga permata berbentuk piramid.
"Apa ini?" tanya Adara heran sambio memandangi kalung itu.
"Anggap saja itu sebuah kunci portal dan koordinat posisi kamu, jadi kapan-kapan aku juga bisa bertemu denganmu" ucap Elios sambil tersenyum manis. Aduh senyuman itu loh buat hati dag dig dug.
"Wahh senang mendengarnya" balasku.
"Adara kita harus cepat kembali" tegur Mr. Bara
"Baiklah, ayo mr" jawab Adara, sebelum meninggalkan tempat itu Adara menyempatkan ubtuk memeluk Elios sebagai salam perpisahan.
Adara dan Mr. Bara memasuki portal itu, bebrapa menit akhirnya mereka kembali di piramid paralel 1.
"Adara! kau dengar suara kami?" teriak seseorang.
"Sepertinya temanmu akan kesini, aku akan segera pergi. Dan ini nomorku, kabari aku ya" ucap Mr. Bara, setelah itu Mr. Bara maduk ke dalam kapsulnya dan mengaktifkan mode transparan.
Aku berlari menuju sumber suara temanku.
"ARRUM, ZHEMIO,AGAM!" Teriakku. dan mereka langsung berlari ke arahku dengan raut khawatir.
"ASTAGA ADARA, KAU BAIK BAIK SAJA KAN? ADA YANG LUKA?" Tanya Arrum dengan heboh.
"Tentu! aku sangat Luar biasa baik" Ucapku sambil tersenyum lebar yang membuat mereka melongo tak percaya.
Sudah berminggu-minggu sejak kejadian itu, Hubunganku dengan Mr. Bara juga semakin akrab, bahkan ia memperkenalkan ku dengan rekan lainya. Kalau dengan Elios aku juga sering berkomunikasi, beberapa kali ia juga berkunjung ke patalel 1.
~TAMAT~
Jangan lupa Vote Chingu :)
RAMAIKAN KAWAAAN :)