Berubah
Namanya Rasya Ramadhan, dia kenal ramah oleh masyarakat, apalagi ketampanannya yang bisa membuat seorang wanita menjerit melihat tampangnya, dengan hidung mancung, alis tebal,
dan tinggi . Umurnya 18 tahun. Sekolah di SMA
BAKTI JAYA. Rasya berasal dari keluarga yang berada. Akan tetapi, Rasya tidak pernah sombong, selalu rendah hati, menolong yang membutuhkan, yaaa sudah jelas banyak yang menyukainya. Tapi apa? Tak pernah dia hiraukan. Dan dia menganggap semuanya adalah sama. Iya, sama. Sama seperti teman semuanya tidak ada yang lebih dari teman.
Namanya Lintang Medina, dia adalah gadis yang cuek, dan bodoamatt terhadap hal yang tidak penting. Karena itu, tidak ada yang mau berteman dengannya. Dia mempunyai rambut panjang, hidung mancung, dan apa lagiii:v. Oh iyaa Lintang cantik sii, dia berasal dari keluarga yang sederhana. Lintang tidak pernah mengeluh. Dia selalu melakukan apa yang dia bisa. Dan tidak mau merepotkan siapapun. Dia sekolah di sekolahan yang sama dengan Rasya. Dan sekelas dengan si Rasya dongg. Tempat duduk Lintang ada di belakang Rasya. Rasya pun berkenalan dengan orang yang ada di belakangnya. Siapa lagii kalau bukan Lintang Medina. "Siapa namamu?"tanya Rasya
"Lintang Medina." balas Lintang
"Oh..mm Lintang." ucap Rasya
"Apa?" tanya Lintang
"Bolehkah aku menjadi temanmu?" tanya Rasya
"Terserah." jawab Lintang
"Terserah?artinya?apakah itu artinya iya??" tanya Rasya
"Ya ya ya terserah padamu." jawab Lintang
Mengapa dia mau berteman denganku?padahal yang lain saja tidak mau berteman denganku. pikir Lintang
"Mengapa dia seperti itu?? Apa mungkin??diaa?ehh tidak-tidak jangan berfikir negatif dulu. Bisa jadikan dia seperti itu ada alasannya." pikir Rasya
Saat jam istirahat mereka pergi ke kantin sekolah berdua. Semua gadis yang mengidolakan Rasya pasti mengira jika yang bersama Rasya adalah pacarnya, atas gebetannya Rasya. Tentu saja itu membuat cewek-cewek disana menjadi kesal,dan amarahnya memuncak.
"Siapa sih dia? Kenapa juga dia bisa sama Rasya?" tanya si A
"Ntahlah, mungkin saja itu gebetannya. Atau bisa jadi itu pacarnya." jawab si B
"Tidak mungkin, Rasya harus menjadi milikku seorang." balas si A
Dan masih ada lagi yang lainnya, yang membicarakan tentang Lintang. Lintang mendengar mereka berbicara seperti itu, dan dia menatap Rasya.
"Mengapa kau menatapku seperti itu?" tanya Rasya kepada Lintang
"Tidak ada." jawab Lintang dengan cepat
"Apa karena yang mereka bicarakan tadi?" tanya Rasya lagi
"Iya, aku.. Akuuu." jawab Lintang dengan gemetaran
"Sudahlah tidak perlu kau pikirkan lagi." balas Rasya dengan mengelus kepala Lintang
"Ehh..apa yang kauu.." kata Lintang
"Maaf." jawab Rasya
"Iya." balas Lintang
Lintang bilang seperti itu, karena yaa dilihat orang banyak yang ada di kantin lah. Apalagi fans nya Rasya, yang mengidolakan Rasya, yang berharap bisa memiliki Rasya. Semuanya melihat ke arah Rasya dan Lintang. Kan Lintang jadi takut pluss malu dongg. Apalagi tatapannya ke arah Lintang seolah - olah bisa membunuh seseorang yang ditatapnya. Kan ngerii dongg. Maka dari itu Lintang takut.
"Sudahlah tenang saja." kata Rasya kepada Lintang
"Iya." balas Lintang
Kan Lintang jadi nyamannn. Ehhh----
Mereka pun duduk di tempat duduk yang sudah disediakan olah Ibu kantin. Mereka memesan makanan.
"Kau mau pesan apa? Biar ku pesankan sekalian." tanya Lintang
"Bakso dan es teh." jawab Rasya
Lintang pun kembali dengan membawa 2 bakso dan 2 es teh. Dan menaruhnya di atas mejanya.
Lintang memberi sambal yang banyak ke dalam baksonya, karena Lintang memang menyukai pedas. Menurutnya, kalau makan tidak pedas rasanya gimanaaaa gituu. Yaaa gimanaaaa rasanyaaa?? Yaa memang enak sekali kalau makan yang pedas - pedas.
"Sudah jangan ambil sambalnya lagi!" tegas Rasya
"Tidak, ini sangat enak." jawab Lintang dengan makanan yang masih ada di dalam mulutnya
"Kalau makan jangan ngomong dulu, nanti keselek." kata Rasya
Dan benar saja Lintang keselek.
"Uhukk uhukk."
"Nih minum." kata Rasya sambil memberi minum kepada Lintang
"Terima kasih." balas Lintang sambil membersihkan sisa makanan yang ada di mulutnya
"Iya,sama-sama. Lain kali kalau makan jangan sambil ngomong. Udah dibilangin juga." kata Rasya
"Iya-iya."balas Lintang
Bell berbunyi, semuanya kembali ke kelasnya
masing-masing. Kemudian Bell pulang sekolah berbunyi. Sesampainya di rumahnya, setelah membersihkan diri, dan makan. Dia langsung mengambil Hpnya dan membuka aplikasi WhatsApp. Lalu menyimpan nomor Rasya. Karena tadi sebelum pulang, Rasya meminta nomor Lintang. Tapi, Lintang belum memberikan nomornya kepadanya. Maka dari itu, Rasya berinisiatif untuk memberikan nomornya. Dengan segera, Lintang menyimpan nomornya Rasya,dengan nama Rasya. Setelah itu, Lintang memberanikan diri untuk WA dia. Pertama-tama dia bingung, gimana ini. Sekarang apa besok saja ya? Akhirnya dia memutuskan untuk WA pada malam hari pada pukul 23.30 WIB.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh." tulis Lintang
Setelah Lintang menunggu, dia pun membalasnya.
"Wa'alaikummussallam warahmatullahi wabarakatuh." balas Rasya
Setelah itu, Lintang hanya membacanya saja. Lintang pun tidak memberitahu kalau itu dirinya. Tidak lama kemudian, dia mengirim lagi.
"Lintang." katanya
"Kok tau kalo aku Lintang?" tanya Lintang
"Kan tadi aku yang ngasih nomorku ke kamu." balas Rasya
"Oh." jawab Lintang
"Emang ini bener kamu??" tanyanya
"Kan udah ada namanya." jawab Lintang
"Yakin, ini Lintang??"
"Terus kalo ini aku gimana, kalo bukan aku gimana??" bukannya menjawab Lintang malah menanyai Rasya lagi
"Iya - iya, percaya deh sama Lintang." balasnya
Mereka pun melanjutkan chatnya. Keesokan paginya, Rasya WA Lintang, Lintang pun membalasnya. Tidak pernah Lintang sangka, dan tidak pernah Lintang duga. Rasya menelepon on dirinya. Lintang hanya diam. "Bagaimana ini, apakah aku harus mengangkat telfon darinya?? Tapi mengapa dia menelepon diriku??" tanya Lintang dalam hati
Lintang tidak mengangkat telepon dari Rasya. Lalu, Rasya chat Lintang.
"Angkat 😒." Tulisnya
"Haduhhhh aku harus bagaimana. Lah dia telfon lagiii. Bagaimana inii. Yasudahlah ku angkat saja." pikir Lintang
Rasya mulai berbicara kepadaku dari telepon.
"Hallo,Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh." ucapnya
"Wa'alaikummussallam warahmatullahi wabarakatuh." jawab Lintang entah itu terdengar oleh Rasya atau tidak. Tapi ku rasa tidak. Lintang mematikan teleponnya. Lalu dia menelepon dia lagi. Lintang mengangkatnya lagi. Karena Lintang tidak mendengar apapun dari sana, dia langsung mengemute teleponnya. Lalu dia chat lagii.
"Bukaa, jangan di mute😒." katanya
"Kau tak ngomong pun😒." balas Lintang
"Aku udah ngomong tadi, emangnya nggak denger??" tanya Rasya
"Ga." balas Lintang
"Tidak ada jawaban yasudahlah." begitu pikir Lintang
Tapi, Lintang salah. Dia ternyata menelepon lagi. Lintang mengangkatnya lagi. Dan berakhirlah acara telepon tersebut. Keesokan harinya, dia chat lagi dongg:/ kalo gini terus kan jadii nyamann nantinya~° dia telepon lagi? Iya. Lalu dia chatting dengan Lintang,
"Lintang marah?" tanyanya
Lintang tidak membalasnya. Dia nelpon lagi, disaat Lintang sedang angkat jemuran. Karena ponsel Lintang berada di samping Ibunya, ibunya Lintang pun mengambil dan melihat ponsel anaknya. Ibu pun memberitahukan kepada Lintang jika ponsel nya berbunyi dan bertanya kepadanya.
"Lintang, ini HP kamu bunyi. Siapa Rasya??" tanya ibunya
"Sudah biarkan saja. Ga tau." jawab Lintang
Ibunya Lintang pun mengembalikan lagi ponsel anaknya ke tempat semula. Setelah selesai angkat jemuran, Lintang kembali di tempat ponselnya berada. Dia membuka chatnya Rasya. Disana tertulis....
"Lintang marah??" tanyanya
"Ga." balas Lintang
"Yaudah jangan cuek lagi." katanya
"Bomat" pikir Lintang
Siang harinya, seperti biasa. Lintang mengangkatnya. Dia berbicara apa? Kurang jelas menurut Lintang. Yang Lintang dengar Rasya hanya tertawa, entah apa yang sedang dia tertawakan. Menurut Lintang , tidak ada yang lucu. Mengapa, dia tertawa. Lintang memberanikan diri untuk bertanya kepadanya.
"Waktu telfonan malah ketawa🙄😒." isi pesan Lintang kepada Rasya
"🤣🤣🤣" balas Rasya
"Emangnya apaan sii yang lucu??? Perasaan gaada yang lucu deh. Terus kenapa ketawa??" tanya Lintang
Yee si Rasya gitu ditanyain serius malah ketawa😒kan jadi penasaran dongg Lintangnya.
Bukannya menjawab dengan jelas dia malah
jawab kayak gini ke Lintang.
"Yang lucu langka." jawab Rasya
"Apanya yang lucu??" tanya Lintang kepadanya
"Entahlah ga tau. Lintang apa Rasya yang lucu." jawabnya
Yeee si Rasya yang jelas napa sii kan Lintang kagak paham.~.
"Udah jangan dibahas lagi." kata Rasya
"Anak tetangga yang lucu😒." bukannya menurut Lintang malah bilang kayak gitu
"Udah dibilangin jangan dibahas lagi. Masih aja dibahas.😒" balas Rasya
~Kann jadinya dalam hati Lintang mikir dongg emang yang lucu langka??~
Lintang mulai menceritakan tentang ponselnya yang waktu itu hampir diangkat ibunya ketika ditelepon Rasya. Rasya bertanya kepada Lintang. "Terus ibumu bilang apa?" tanya Rasya
"Gini. Ponselmu bunyi nih, siapa Rasya?? Udah." balas Lintang
"Untung tidak diangkat ya." lega Rasya
"Yeee Alhamdulillah." jawab Lintang
"Iya." balas Rasya
"Kalo diangkat alhamdulillah." kata Lintang
Sudah tidak ada kabar lagi. Yasudahlah. Ngapain juga. Setelah sekian lama, Rasya chat Lintang.
"Ponsel Rasya tidak ada paket. Jarang pegang ponsel." kata Rasya
Dalam hatinya Lintang mah udah kayak gituu ga usah dijelasin. Dari keluarga berada. Ga ada paket? Begitu pikirnya. Dia chat Lintang lagi.
"Maaf ya jarang chat." kata Rasya
"Iya gpp udah khatam." balas Lintang
Seiring berjalannya waktu, Lintang dan Rasya menjadi sahabat. Dan seiring berjalannya waktu juga, Lintang merasakan ada rasa dengan Rasya.
"Apa mungkin? Aku dengan dia? Tapii.. Sudahlah jangan ku pikirkan lagi." batin Lintang
Bulan berganti bulan. Hingga tahun berganti tahun. Dia sudah tidak lagi sama. Rasya yang Lintang kenal sekarang bukanlah Rasya yang dulu. Berubah setelah ada yang baruuu. Lhah. Memang benar,
MANUSIA BISA BERUBAH KAPAN
SAJA DAN DIMANA SAJA.
°123°
Udah kayak bungklon🙄.
"Semoga aku bisa secepatnya melupakan dirimu."
°L.M.°
by : ɴͩ͢ᴀͤᴀͩͤᴀͤ͢.