Aku seorang wanita dengan tubuh gemuk yang selalu dibully dan jadi bahan bercandaan banyak orang.Tapi itu semua tak menyurutkan aku untuk menjadi orang yang bahagia.Karena apa?
Bahagia itu adalah sebuah pilihan.Kita mau bahagia atau tidak itu tergantung kita sendiri.Orang lain tidak bisa menentukan.Mereka hanya bisa menonton dan berkomentar.
Angin yang bertiup kencang menyibak rambut panjangku.Dan dari kejauhan aku melihat sesosok lelaki berdiri dengan menatapku.Dia tersenyum ketika memandangku.
Aku menundukan kepalaku karena merasa malu.Aku juga tidak mau merasa percaya diri,ya kalau dia tersenyum padaku,tapi kalau tidak? Apakah itu hanya akan membuat malu diri sendiri?
Tapi saat itu tidak ada seorang pun yang ada di tempat itu.Hanya ada aku yang sendirian sedang membaca buku kisah romantis.Atau hanya karena aku terlalu baper dengan cerita buku yang aku baca?
Entahlah.
"Hai,nama kamu siapa? Boleh kenalan nggak?" tanya lelaki itu yang mendekat ke tempat dimana aku duduk.
Aku sempat kaget dan juga menolah-noleh ke kanan dan ke kiri.Tapi tak ada seorangpun selain aku yang duduk di tempat itu.
"Cari siapa?" tanyanya.
Akupun lalu paham kalau yang dia ajak bicara adalah aku.Dengan tersenyum malu aku menjabat tangan yang sudah dia ulurkan sedari tadi.
"Aku Arabella." jawabku.
Setelah perkenalan dan saling mengobrol.Aku dan Krisna menjadi semakin dekat.Entah kenapa aku merasa senang setiap kali ada di dekatnya.Aku merasa nyaman saat dia disisiku.
Mungkin baru pertama kali ini ada seorang cowok yang tidak memandang aku secara fisik.Karena biasanya orang yang kenal aku hanya sebatas kenal dan lalu pergi gitu aja.
Akan tetapi berbeda dengan Krisna.Dia bahkan sering main ke rumah,sering ngajak jalan juga sering ngajak buat kencan.
Aku sangat senang tapi juga tidak mau terlalu berharap yang lebih ke dia.Aku terlalu sadar dengan penampilan juga kekurangan aku.
Krisna adalah lelaki yang tampan,tubuh yang proposional dan juga senyuman yang menawan.Sekilas mata memandang dia sangat menarik.Pastinya banyak wanita yang ingin bersama dengan dia.
"Kris,kamu nggak dimarahin pacarmu gitu?" tanyaku sekaligus ingin mengetahui statusnya.
"Di marahin? Emang kenapa?" tanyanya.
"Kamu kan keluar terus sama aku." jawabku.
"Aku single kok." jawabnya dengan senyuman khasnya yang bikin hati ini meleleh.
Mungkin sejak saat itu juga aku merasa mulai jatuh hati ke dia.Meskipun aku tahu itu pasti tidak mungkin bagi Krisan membalas cintaku.Tapi mau bagaimana lagi,aku tidak bisa menahan perasaan ini.Kalaupun dia akan menolak,setidaknya hati aku sudah merasa lega.
Tapi di saat aku yakin dengan perasaan aku.Tiba-tiba Krisna minta tolong cariin kado buat seorang wanita special katanya.Saat itu hati aku benar-benar hancur.
Aku memang sudah mempersiapkan hati aku.Tapi aku nggak menyangka kalau sakitny akan sampai ke tulang.Itu pertama kalinya aku jatih cinta.
Ya mau gimana lagi,cinta memang tidak bisa di paksa atau di atur.Aku menerima kenyataan itu dengan lapang dada.Meskipun sedih tapi aku tetap menegakkan kepala menemani dia mencari kado untuk wanita specialnya.
"Menurut kamu bagusan yang mana?" tanya Krisna menunjukan dua buah cincin yang berbeda.
"Bagus semua," jawabku dengan hati teriris.
Krisna memilih cincin sebagai hadiah itu tandanya dia sudah sangat serius kepada wanita itu.Wanita seperti apa yang bisa mendapatkan hatinya? Aku bertanya dalam hati dengan menahan perih.
Pastinya dia cantik,lebih dari aku.
Aku mah apa?
Hanya seorang yang selama hanya akan jadi orang yang tak diharapkan.
Aku tersenyum tipis menutupi luka hati yang tak bisa aku tutupi.
"Aku ingin pendapat kamu,apa ini bagus?" tanya Krisna lagi sambil memasangkan cincin itu ke jari manis aku.
Seketika aku terharu tapi detik berikutnya aku sadar itu semua mustahil."Apa cewek special kamu itu juga gede kayak aku?" tanyaku dengan berpura tersenyum meskipun dalam hati rasanya sakit.
"Hmm." jawabnya singkat masih fokus memilih hadih buat kekasihnya.
"Kalau menurut aku sih,aku lebih suka yang itu." jawabku menunjuk ke sebuah cincin yang terlihat indah meski hanya ada satu berlian di tengah.
"Bungkus yang itu mbak!" ucapnya memerintah penjaga toko perhiasan itu.
Aku pun kaget tak menyangka kalau dia akan beneran menuruti selera aku.Dan lebih terkejut lagi saat dia kembali meminta pendapatku untuk memilih sebuah kalung dn gelang.
Aku pun menunjuk apa yang menurut aku bagus.Dan siapa sangka dia juga membeli itu sesuai dengan apa yang aku pilih.
Apa selera aku dan kekasihnya itu sama?
Kenapa semua yang aku anggap bagus itu langsung dipilih oleh Krisna.
Apa karena itu juga,karena selera kita yang sama.Jadi Krisna selama ini sering ngajak untuk kencan?
Berbagai pertanyaan memenuhi kepalaku.Aku menjadi sedikit pusing karena itu.Dan setelah makan kita berdua pulang.Sepanjang perjalanan aku hanya diam.Diam mendengarkan cerita tentang kekasih Krisna.
Hatiku sakit tapi tidak berdarah.Aku berusaha menyembunyikan perasaan itu dihadapan Krisna.Aku tidak mau membuat dia ilfil kepadaku.
"Hanya dia yang mampu membuat aku jatuh cinta sampai seperti ini.Dan aku hanya ingin bersama dia selamanya." ucap Krisna yang membuat hati aku bagai tertusuk seribu duri.
Sakit.
Saat kita mencintai seseorang tapi orang itu justru menginginkan orang lain.Rasanya lebih sakit dari sekedar dibully atau jadi bahan bercandaan.
Tapi apa yang bisa aku lakukan?
Aku hanya bisa sabar dan sadar diri.
"Besok aku jemput jam 8.Aku ingin kamu ikut aku memberikan hadiah buat calon istri aku." ucap Krisna tanpa perasaan sama sekali.
"Aku takut ganggu,lagipula itu privasi kali-"
"Aku nggak mau tahu,pokoknya kamu harus ikut." ucapnya memaksa dan aku hanya bisa menganggukan kepalaku dengan berat.
Kenapa harus seperti ini?
Apa aku kuat besok melihat dia bahagia dengan wanita lain?
****
Akhir hari dimana tidak pernah aku inginkan tiba.Aku harus berusaha sekuat mungkin menahan sakit hatiku.Aku tidak mau egois,aku ingin Krisna bahagia dengan pilihan hatinya.
Saat mobil Krisna berhenti di depan rumahku.Hatiku mulai menusuk,tapi aku harus kuat.Aku bisa lalui ini semua.
"Yuk!" ajak Krisna dengan tersenyum senang.
Malam itu dia terlihat sangat tampan.Dengan memakai celana jeans panjang,kemeja dan kaos di dalam menambah ketampanan lelaki itu.Tapi sayang ketampanan itu milik orang lain.
Mengingat itu semua,manik-manik kecil terlihat disudut mataku.
"Aku yakin malam ini kamu akan sangat bahagia.Kamu bahagia kan kalau aku bahagia?" tanya Krisna ambigu.
Aku tidak tahu apa maksud ucapan Krisna yang aku tahu,dia ingin aku juga ikut bahagia saat dia merasakan bahagia.
"Iya," jawabku singkat.Jujur aku hampir tidak bisa menahan air mataku.Untung aku bawa tissue jadi saat air mata hampir jatuh.
Begitu sampai Krisna membukakan pintu mobil untuk aku.Aku menghela nafas dalam-dalam untuk mengatur perasaan aku yang kacau.
Tapi aku merasa aneh karena tidak melihat seorang wanita yang seharusnya menjadi wanita paling bahagia itu.Hanya ad beberapa pasangan yang asyik bercanda dengan pasangannya.
"Aku nunggu disini aja Kris." pintaku.
Tapi Krisna tidak mendengarkan aku dia masih saja menarik tanganku.Dia juga mengajak aku duduk di satu meja dengan dia.Aku yang bingung kenapa tidak ada seorang wanita yang menunggu kita,akhirnya aku bertanya.
"Mana Kris pacar kamu?" tanyaku.
Krisna kemudian tersenyum dan menatapku dengan lekat.Aku merasa seperti dejavu,tatapan itu seperti tatapan pertama kali mereka kenal dulu.
Krisna lalu mengambil kotak perhiasaan yang dia beli kemarin bersama dengan aku.Aku semakin tidak tahu yang sebenranya terjadi.
"Tidak ada orang yang special buat aku,selain kamu." ucap Krisna dengan tersenyum.
Tentu saja itu membuat aku kaget bukan main.Tapi aku kembali tersadar aku tidak mau terus bwrhalusinasi.Sampai akhirnya Krisna meraih tanganku dan berkata,"Maukah kamu istri aku?".
"Orang special yang aku ceritain kemarin itu kamu." tambahnya lagi membuat hatiku bergejolak antara kaget,senang dan tak tahulah.
"Kris,aku nggak mimpi kan ini?"
"Nggak Ra,aku serius.Aku cinta sama kamu,aku ingin kamu jadi pendamping aku." ucapnya lagi.
Air mata yang aku tahan sedari tadi akhirnya jatuh juga.Tapi bukan karena menyaksikan Krisna melamar wanita lain.Tapi karena Krisna melamar diriku.
"Bukankah wanita yang ingin bersama kamu pasti banyak ya? Kenapa harus aku? Lagipula dengan keadaanku apa kamu nggak malu nikah sama aku?" tanyaku dengan konyol.
Entah kenapa aku ingin mendengar jawaban Krisna tentang kekurangan fisikku.
"Kalau cinta hanya memandang fisik,lantas untuk apa hati diciptakan? Aku cinta sama kamu tulus,tidak memandang fisik kamu.Karena setiap orang punya kekurangan dan kelebihan masing-masing.Dan setiap orang berhak untuk bahagia dan jatuh cinta,dan aku menjatuhakan hatiku ke kamu." jawab Krisna dengan yakin.Dan jawaban itu benar-benar membuat aku merasa sangat bahagia.Cintaku tidak bertepuj sebelah tangan.
Cinta itu hati yang rasa..
Cinta tidak bisa dilihat,tapi hanya mampu dirasakan oleh hati.
Karena cinta itu buta,cinta tidak memandang fisik,cinta juga tidak memandang harta.
Tapi cinta menyentuh rasa....