Saat itu aku sedang libur sekolah. Aku tinggal di daerah Jakarta dan hendak berkunjung ke rumah nenek ku yang berada di daerah Cilegon.
Kala itu aku berangkat saat hari masih siang, dan aku berangkat sendiri dengan perasaan hati yang riang gembira. Karena sudah cukup lama aku tak berkunjung ke rumah nenek ku atau Ende sebutan nya di Cilegon.
Saat ini adalah pertama kali nya aku berangkat sendiri tanpa di dampingi orang tua. Mungkin karena aku sudah sedikit dewasa sehingga orang tua ku mengijinkan aku berangkat sendiri.
Walau aku merasa sedikit kesal karena terjadi keterlambatan keberangkatan. Sampai akhirnya tiba lah kereta yang ku tunggu, aku pun berangkat.
Aku duduk dengan tenang seraya memandang alam pedesaan yang ku lalui. Kala itu memang perkotaan belum terlalu maju seperti saat ini. Sehingga tanpa sadar entah berapa lama waktu berjalan, tak terasa kantuk melanda karena suasana hati ku sedang senang, aku pikir untuk memejamkan mata sejenak untuk menikmati suasana dan membayangkan keluarga ku yang ada di tempat tujuan.
Entah berapa lama aku tertidur, dengan tiba-tiba aku terbangun karena ada sesuatu yang membuat ku sedikit terkejut. Aku mendengar suara dentuman yang cukup keras, aku tersentak seraya mengernyit heran.
Aku mencoba untuk berdiri dan mengedarkan pandangan ku ke sekeliling. Dan aku melihat ke arah jendela dimana hari mulai gelap, aku berpikir mungkin saat ini senja melanda dan malam menjelang.
Namun aku merasa heran kala aku melihat ke sekeliling ku, seluruh penumpang yang bersikap seolah tidak terjadi apapun. Aku merasa malu bercampur terkejut, pada akhirnya aku terduduk Kembali mencoba untuk tenang seraya berpikir kejadian yang baru saja terjadi.
'Apakah aku bermimpi?' Itulah kira-kira yang aku pikirkan. Tapi aku mulai merasa aneh, perasaan ku mulai gusar tak menentu kala melihat suasana sekitar gerbong kereta yang aku tumpangi.
Aku melihat seluruh penumpang seolah terdiam kaku, seolah tidak ada aktivitas seperti yang sebelumnya. Tidak terdengar candaan, obrolan atau interaksi lainnya antar penumpang. Menurut ku itu cukup aneh....
Karena beberapa menit yang lalu awalnya tak seperti ini. Aku mencoba memberanikan diri ku untuk menyapa penumpang yang berada di samping kiri ku.
"Em Permisi ibu.... !" Kebetulan aku duduk bersebelahan dengan wanita paruh baya yang sejak tadi terlihat sedang tertidur.
Entah berapa kali aku mencoba membangun kan nya, namun beliau tidak bergeming sedikitpun. Aku mulai gelisah dan sekujur tubuh ku mulai berkeringat.
Tiba-tiba disaat seperti ini aku justru mengingat orang tua ku. Kenapa di kala pertama kali aku mencoba mandiri justru aku mengalami hal seperti ini? Batin ku mencoba memanggil ibu ku.
Dan berdoa agar tidak terjadi apapun....
Karena suasana saat itu semakin tegang, tak ada seorang pun yang dapat aku sapa. Aku pun memberanikan diri untuk mencoba pindah ke gerbong lain.
Aku pun beranjak dari dudukku, seraya mencoba melihat ke arah depan dan belakang. Aku di Landa bimbang, saat itu gerbong mana yang harus aku hampiri?
Karena yang aku lihat, semua nya sama meski aku melihat nya dari kejauhan. Penumpang cukup ramai di gerbong lainnnya. Tapi aku berharap agar ada seseorang yang bisa aku tanyai di gerbong itu.
Anehnya....
Begitu aku ingin melangkahkan kakiku, aku tak bisa berbuat apapun karena aku merasa kakiku berat. Aku ingin menangis, menjerit namun suara ku tidak keluar seolah tertahan di tenggorokan.
'Ya tuhan! Apa yang terjadi sebenarnya!?'
Saat aku mulai mencoba untuk kembali melangkah, tiba-tiba lampu kereta yang ku tumpangi mati. Membuat ku semakin gelisah, aku pun berteriak saat itu. Entah terdengar ataupun tidak tapi aku merasa berteriak sekeras mungkin seraya menangis memanggil ibu ku.
Hanya selang beberapa waktu, lampu Kembali menyala di sertai penumpang yang tiba-tiba menghilang membuat batin ku histeris....
Namun saat aku melihat sekitar, ternyata hanya gerbong ku saja yang lampunya menyala. Gerbong yang ingin aku tuju tetap gelap gulita tiada cahaya. Sehingga aku semakin takut dan bingung, panik takut terjadi sesuatu yang tak ku ingin kan.
'Apa yang harus aku lakukan?'
Tapi tiba-tiba pandangan ku tertuju pada satu sosok wanita muda. Mungkin usia nya tidak jauh diatas ku, hanya selang beberapa sekat kursi ia berada.
Aku pikir ia adalah korban, sama seperti yang aku alami. Aku pun mencoba menghampiri nya....
Aku berjalan melewati beberapa sekat kursi, dan berhenti tepat di tempat ia berada. Melihat wanita itu duduk dengan kepala menunduk dan menyender di kursi yang berada di depan nya. Aku pun mencoba memanggil nya walaupun aku belum terlalu dekat dengan beliau.
Tetapi tidak ada tanda tanda sahutan dari nya, aku pikir mungkin dia sedang tertidur atau sedang menangis karena mengalami hal serupa dengan ku. Aku mencoba menguatkan diri untuk semakin mendekati nya.
Saat aku berada tepat di sisi nya meski sedikit kebelakang sih. Aku memandangi nya sejenak dengan pandangan rumit.
'Apa yang terjadi dengan wanita ini?' Sehingga dia tidak menggubris panggilan ku.
"Mbak!! "
"Mbak!!"
"Tolong Mbak!!"
"Ada apa sebenarnya dengan kereta ini Mbak!!"
Tepat setelah aku mengatakan itu, tiba-tiba beliau mengangkat kepalanya. Dengan tidak mengatakan sepatah katapun dia menoleh kearah ku.
Betapa terkejutnya aku setelah melihat dia menoleh ke arahku. Aku seolah kehilangan kendali atas tubuhku, seketika aku mati rasa. Seluruh tubuh ku kaku tak dapat di gerakkan, aku hanya menganga tak mampu mengatakan sepatah kata pun.
Karena wanita itu ternyata bukan manusia, dia menghampiri ku dan tangan nya mencengkram lengan kanan ku dengan erat. Sedangkan aku sama sekali tak dapat mengelak dan hanya bisa menangis sekeras mungkin, berharap ada seseorang yang bisa menolong ku.
Wanita itu berusaha mencengkram leher ku dengan tangan nya yang lain. Dengan wajah yang bisa di bilang penuh luka, dia terlihat menyeringai ke arahku.
Grepp
Dia mencekik ku! Aku mencoba memberontak, seketika sekujur tubuh ku terkulai lemas karena sudah tak ada yang dapat ku perbuat. Seraya memanggil ibu ku dalam hati.
Aku sadar kala itu aku mulai tergeletak di lantai kereta dan pandangan ku mulai gelap. Aku menutup mataku seraya berdoa dan tak henti memanggil ibu ku.
Dan mungkin do'a ku terkabul, seketika ada yang merengkuh kedua bahuku seraya memanggil ku.
"Neng!!"
"Neng!! Bangun neng!!"
"Neng!!!!!!"
Aku mencoba membuka mata ku seraya mengerjakapnnya, mencoba menyesuaikan cahaya yang memasuki retina. Dan untuk kesekian kalinya aku terkejut saat itu aku sudah dikerumuni beberapa orang seraya berusaha membopong ku, membawa ku keluar dari gerbong kereta.
Aku di bopong ke pos Waktu itu di stasiun terakhir, dengan perasaan bingung aku teringat kejadian sebelumnya dan memutuskan untuk bertanya.
"Pak! Wanita yang tadi mana? Tolong pak ada yang berusaha membunuhku!" Tutur ku tampak panik.
"Tenang neng! Eneng duduk aja, Eneng aman di sini!" Jawab security itu seraya menyodorkan botol air mineral ke arah ku.
Aku masih tak habis pikir, apa sebenarnya yang terjadi? Namun bapak security itu mengatakan kalau aku tergeletak di kursi, tertidur cukup lama karena memang kereta itu adalah kereta terakhir sehingga penumpang seluruh nya sudah turun.
Aku masih tidak habis pikir, namun bapak itu mengatakan aku hanya tertidur saja. Namun pihak security mencoba menghubungi pihak keluarga ku yang memang tidak terlalu jauh Dari stasiun sebab aku masih Shock, aku hanya bisa menunggu keluarga ku menjemput di stasiun.
Itulah cerita ku....
Entah nyata atau hanya mimpi....
Tapi itu sungguh pengalaman yang tidak pernah aku lupakan.
***
Sekian dari saya Lira Nur...
Jangan lupa Like dan komen karena dukungan kalian para reader sangat membantu....