"Malam yang mencekam segera dimulai , cepat nyalakan lentera kalian dan berjalanlah ke arah bukit ...cepat ayo cepatt!!" Suara serak kakek tua itu menggelegar ke seluruh penjuru rumah -rumah penduduk desa.
Aku yang baru terbangun dari tidurku sangat terkejut melihat desaku porak poranda di mataku. Mulutku menganga lebar. tidak percaya hal ini bisa terjadi. " Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? " Batinku berteriak sementara mulutku seperti terkunci. sepatah katapun seperti sulit diucapkan.Aku yang masih duduk bersender pada pohon kayu mahoni mencoba bangkit berdiri.Namun sialnya saat aku mencoba mengayunkan kaki hendak berjalan maju tanah yang kuinjak sangat licin alhasil aku tergelincir dan... KREAT! Sebuah sulur menangkap tubuhku yang mulai terkulai lemas.
" Apa kau baik - baik saja ?" seorang anak laki laki tengah berdiri tepat di hadapanku.
" Tentu aku baik, terimakasih telah menolongku"
"syukurlah kalau begitu, tapi apa yang kau lakukan di sini . bukankah pak kepala desa sudah memperingatkan kita untuk segera menyalakan lentera dan menuju ke bukit.kau malah bermain disini. lalu dimana lenteramu ? "
" Lentera? aku tidak punya benda seperti itu. dan menuju bukit? bahkan aku tak paham apa yang kau bicarakan." ucapku bingung karena tentu saja aku seperti terdampar di tempat asing yang ku pikir ini desaku. Tapi jika ditelisik lebih jauh ini sama sekali bukan desaku. bahkan orang - orang di desa ini tampak aneh pakaian mereka berkilau memancarkan semburat emas yang begitu indah dan menawan. dan uniknya dari balik lengan bajunya keluar sulur panjang sama persis saat anak laki - laki itu menolongku.
" Kau bukan penduduk asli sini? " tanya laki laki itu.
" Tentu saja bukan , aku Melya Nadifa .tapi siapa kau apa aku mengenalmu? "
" sepertinya tidak, kita baru bertemu. dan perkenalkan namaku Rey. dan mulai sekarang kita adalah teman "
" Baiklah rey , sekarang jelaskan mengapa orang - orang itu berbondong bondong menuju bukit? "
Belum sempat rey membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaanku. Sialnya entah dari mana asal kabut putih tebal yang tiba - tiba menyelimuti pandanganku . sehingga penglihatanku kabur.
aku terus mencari keberadaan rey. karena hanya dia yang aku kenal. " Rey dimana kau? aku mohon jangan tinggalkan aku disiniii!! " aku terus berteriak dan berlari menerjang kabut tebal ini tapi sepertinya sia - sia semakin aku menerobos masuk kabut itu semakin tidak ada habisnya .
Aku benar - benar takut. aku takut tidak bisa keluar dan terjebak dalam kepulan kabut ini.
lututku rasanya nyeri dan aku tidak kuat lagi untuk berlari ataupun berjalan . semakin lama kabut itu berubah menjadi hitam dan terdengarlah teriakan paling menakutkan yang baru pertama kali ku dengar . Tubuhku bergetar dingin . suara apa itu , lebih menakutkan dari hantu. mendengar teriakannya saja hampir membuat jantungku berdetak cepat.
"Aku tidak mau mati di tempat seperti ini. pokoknya tidak !!! "
sampai akhirnya pertahanan tubuhku roboh dan aku tersungkur ke tanah. " BRUGH!!"
( SEBERKAS CAHAYA SILAU MENYOROT DI SEKELILING TUBUH GADIS ITU )
" Melya sadar dan bangunlah ..ayo bangun kita harus segera pergi dari tempat ini!!" seru rey yang terus menggoncang - goncangkan tubuhku. sampai pada akhirnya aku membuka mata.
" Rey syukurlah kau menyelamatkanku , aku sangat takut rey" aku memegang lengan rey dan SPLASHH....tubuhku menghilang terbawa kilatan cahaya sangat cepat.
" Buka matamu, sekarang kau aman dibalik bukit ini"
Aku mengikuti ucapan rey dan perlahan membuka mataku.
" Rey kau" Aku memeluk erat rey dan menangis mengingat kejadian mengerikan yang barusan aku alami.
" Jadi sebenarnya apa yang terjadi, kenapa kau tiba - tiba menghilang dan kabut menyebalkan itu dari mana asalnya? "tanyaku melepas pelukanku pada rey.
" Apa kau manusia ? " tanya rey tanpa menjawab pertanyaanku.
"kenapa kau mempertanyakan pertanyaan itu ? Tentu saja aku manusia seperti mu, " jawabku yakin.
" Kau salah besar jika kau menganggapku manusia biasa sepertimu. Aku adalah makhluk cahaya . dan suara yang kau dengar itu adalah suara milik makhluk kegelapan. dan soalan pertanyaanmu kenapa aku menghilang saat kepulan kabut itu datang . Sebenarnya itu hanya ilusi yang dibuat si makhluk kegelapan untuk mengecohmu. yang sebenarnya terjadi bukan aku yang menghilang tapi kau yang berlari menjauh dari tempatku. kau terus berlari hingga aku kesulitan menemukanmu. itu sebabnya saat kau terjatuh akhirnya aku bisa menyelamatkanku melya! " ucap rey panjang lebar.
" Benarkah itu yang kau katakan? " tanyaku sedikit tak percaya dengan apa yang barusan ku dengar.
" ya makhluk kegelapan tidak suka cahaya dan setiap malam bulan purnama , makhluk kegelapan akan keluar. dan kami para makhluk cahaya membuat pertahanan di balik bukit agar makhluk kegelapan tidak berhasil menembus pintu mimpi para manusia di bumi "
" apa yang akan terjadi jika makhluk kegelapan berhasil menembus pintu mimpi itu?
" Maka mereka akan merecohkan mimpi manusia saat mereka tertidur. dan menjadikan itu mimpi buruk. mengerikan jika setiap tertidur yang datang selalu mimpi buruk mungkin jiwa dan mental manusia akan terganggu. mereka lebih suka mimpi baik. dan disini kami makhluk bercahaya bertugas menerangi pintu masuk dunia mimpi" ucap rey
"Tapi aku bingung , mengapa kau bisa sampai ke negeriku ini ? " ucap rey lagi
" Aku saja tidak mengerti. bagaimana aku bisa menjawab pertanyaanmu itu" jawabku sedikit kesal.
" Kau istimewa melya , kau satu satunya manusia yang pernah berkunjung ke duniaku ini" ucap rey sendu
" Apakah sebelumnya tidak ada ? " Rey hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
" Apakah seharusnya manusia tidak bisa masuk ke negerimu ini?
" Entahlah buktinya kau bisa masuk kenegeriku ini , jadi sebaiknya kau cepatlah kembali ke duniamu melyaa!! aku takut kau akan terjebak selamanya disini" seru rey nampak panik
" Baiklah tapi bagaimana caranya? " tanyaku bingung
" Kau tembuslah pintu masuk dunia mimpi ini , Sepertinya kau sedang tidur . kau harus cepat mencari mana mimpi mu dan pergilah "
" Baiklah kalau begitu rey kau menyelamatkanku tiga kali , terimakasih rey sebagai imbalannya aku tidak akan melupakanmu . walau aku tidak akan pernah jumpa lagi denganmu setelah aku pergi dari negeri mu ini "
" sepertinya begitu, ini akan menjadi sejarah bahwa untuk pertama kalinya ada gadis manusia datang berkunjung ke negeriku ini"
Aku menatap sendu mata teduh Rey . melambaikan tangan dan SLEB... cahaya menyilaukan menarik tubuhku dan aku berada di pintu masuk dunia mimpi. setelah aku temukan mimpi ku. aku melangkahkan kaki ku masuk dan akhirnya sampailah aku di sebuah kamar yang tak lain adalah kamar tidurku. Aku sedang tidur ternyata . entah aku artikan ini sebagai mimpi khayalan atau nyata karena keduanya hadir sàat aku sedang tertidur.
END