Disebuah Villa yang besar tempatnya di kota Blitar. Villa tersebut ditempati oleh lima orang. Mereka semua bersahabat, Yaitu Yuna, Dea, Rehan, Akhtar, dan Andre mereka berlima di Villa itu hanya menginap. Lima sahabat tersebut suka dengan petualang, lebih banyak mendaki gunung, nah tujuan mereka datang Ke kota Blitar yaitu ingin sekali mendaki Gunung Pegat yang lokasinya tidak jauh dari Villa tersebut. Mereka berangkat waktu sore, selesai mempersiapkan peralatan dan bekal mereka berlima langsung berangkat. Saat menuju ke gunung mereka nebeng truk yang arahnya satu jalur ke gunung itu.
Satujam sampailah digunung itu. Sebenarnya gunung Pegat tidak diperbolehkan untuk para pendaki mendaki disana. Namun mereka berlima sangat ingin tau kenapa gunung itu tidak boleh di daki. Makanya mereka mencoba mendaki. Mereka langsung mendaki gunung itu, tanjakan-tanjakan mereka lewati, lelah dan letih tidak mereka rasakan, dan hawa-hawa seram mulai muncul. Dua jam mereka menempuh perjalanan namun sepertinya puncak gunung Pegat masih sangat jauh. Mereka merasa kelelahan saat mau istirahat mereka bertemu dengan sebuah desa kecil yang begitu sunyi, bangunan didesa tersebut sangat kuno, mereka mencoba menginap didesa itu untuk melepas lelah,
Mereka mencoba berjalan perlahan dan melihat-lihat desa itu tak lama kemudian mereka bertemu dengan tukang bakso. "Begitu aneh didesa terpencil seperti ini ada tukang bakso ternyata." Ucap Dea.
Seketika perut Rehan terasa lapar dan mengajak empat sahabatnya makan disitu. Awalnya Dea tidak setuju namun karna Rehan akan mentraktir mereka semua akhirnya setuju.
"Bang beli baksonya 5 mangkok ya." Ucap Rehan.
Tukang bakso itu selalu menunduk dan tidak ngomong. beberapa menit bakso sudah disajikan mereka makan dengan lahap. Namun saat pertengahan mereka makan Dea merasakan ada yang mengganjal di mulutnya rasanya seperti ada yang gerak-gerak. Saat Dea mengeluarkan makanan dari mulutnya ternyata cacing yang ia makan sontak mereka semua kaget dan melihat makanan yang dimakan sekarang adalah sebuah mata, cacing, dan darah dan mereka melihat tukang bakso itu tidak ada matanya dan badannya penuh darah, lalu mereka berlima lari sekencang mungkin. Merasa seperti sudah jauh dengan tukang bakso itu mereka istirahat.
Mereka beristirahat di sebuah pos kampling. Saat istirahat Andre merasa perutnya terasa sakit sangat melilit ia tidak tahan.
"Gaes kok perut gua kerasa sakit banget apa gara-gara efek makan bakso yang aneh tadi." Tanya Andre sambil memegang perutnya.
"Mungkin kali kok ngeri banget kita ada di mana sih kayaknya bahaya kalo kita terus menerus disini." Ucap Yuna.
"Iya kita harus keluar dari sini secepatnya sepertinya desa ini angker deh." Ucap Rehan.
"Gaes gua udah nggak kuat nihh perut sakit banget anterin gua ke klinik yuk." Ucap Andre sambil menunjuk klinik yang berada di sebrang pos kampling.
"Kok ada klinik ya tapi kayaknya ada orang itu kliniknya terang banget nyala lampunya." Ucap Akhtar.
"Ehh kok aneh sih." Ucap Dea bingung.
"Udah ayo kesana gua udah nggak kuat nih." Ucap Andre kesakitan.
Akhirnya Andre diantar Akhtar ke klinik itu. Sesampai di klinik mereka melihat sedikit orang disana. Mereka berdua befikir mungkin karena malam jadi sedikit orang yang datang di klinik itu.
Lalu Andre langsung dibawa suster keruangan untuk diperiksa, anehnya suster itu tidak ngomong apapun dan langsung membawa Andre dan Akhtar menunggunya di luar. Andre mulai merinding karena dokter yang memeriksanya mukanya sangat pucat. Ia kaget kedua tangannya dipegang oleh suster, ia sama sekali tidak bisa bergerak mulutnya tidak bisa berteriak seperti ada yang menahan, ia takut dan gemetar. Dokter itu membawa suntikan dan suntikan itu langsung ditancapkan ke mata Andre. Akhtar menunggu Andre begitu lama, karena merasa ada yang Aneh ia menyusul Andre ke dalam ruangan itu, ia sangat kaget Andre sudah tewas mengenaskan, Lalu tiba-tiba klinik itu berubah menjadi seperti klinik yang sudah rusak dan berlumut dan sangat rapuh. Akhtar langsung berlari keluar dan memberi tahu teman-temannya.
"Teman-temannya ini sudah parah desa ini angker, Andre sudah mati terbunuh." Ucap Akhtar dengan ketakutan.
"Tenang Akhtar katakan dengan jelas." Ucap Yuna.
Lalu Akhtar menceritakan kejadian yang ia lihat di klinik. Teman-temannya kaget dan ketakutan, bingung mau cari jalan keluar kemana. Dan parahnya Rehan sedang mengantarkan Dea ketoilet umum takutnya mereka jadi korban selanjutnya.
Dea masuk ke toilet itu, karena toilet itu sangat gelap ia menyalakan senter hp nya, saat senter dinyalakan hp Dea jatuh keluar pintu itu. Saat ia membuka pintu toilet itu dan mau mengambil hp nya tiba-tiba pintunya bergerak dengan cepat dan memutuskan kepala Dea dengan tubuhnya. dan langsung meninggal dengan begitu tragis kepala dan badan Dea terpisah. Rehan kaget ada suara pintu tertutup dengan keras takut Dea ada apa-apa ia langsung menuju toilet itu. Ia kaget dan takut melihat badan dan kepala Dea sudah tidak menyatu lagi ia lari tunggang langgang menuju teman-temannya.
"Dea dia kepalanya put.... putus dia meninggal di toilet." Ucap Rehan terbata-bata.
Akhtar dan Yuna kaget ternyata benar yang mereka firasatkan tadi. Sekarang tinggal mereka bertiga dan mereka bingung mau cari jalan keluar kemana. Mau telfon minta pertolongan hp mereka tidak ada sinyal, Akhirnya ia kembali menelusuri jalan yang mereka lewati awal tadi, satu jam mereka berjalan namun tidak menemukan jalan keluar sampai mereka kelelahan.
Saat itu mereka menemukan sebuah rumah kayu namun bertingkat. Mereka mencoba istirahat disitu, sebenarnya Rehan tidak setuju namun daripada mereka tidur di luar akhirnya memutuskan untuk tidur di rumah kayu itu. Rumah kayu itu masih ada lampunya namun tidak begitu terang. Yuna dan Akhtar melihat sekeliling rumah itu sudah penuh debu dan sangat usang namun Rehan malah mengindip di belakang karena ia sangat ketakutan. Lalu mereka menemukan sebuah kamar di lantai dua, kamarnya tidak terlalu kotor dan berdebu. Akhirnya mereka bertiga bermalam disitu. Saat semua tertidur namun Rehan belum bisa tidur ia teringat kejadian di toilet tadi ia begitu sangat takut. Dan tiba-tiba Rehan melihat sesosok wanita cantik melintasi kamar itu, Rehan kaget dan ia ingin tau siapa wanita itu. Pikir Rehan mungkin akan ada orang yang nolong mereka. Akhirnya Rehan mengikuti perempuan cantik itu, sepertinya kesadaran Rehan hilang dengan terus melihat perempuan cantik itu ia tidak melihat bahwa ia sudah naik di gagang tangga, tanpa sadar ia terjun kebawah dan badannya hancur darahnya mengalir deras dan matanya keluar. Yuna mendengar suara itu langsung terbangun dari tidurnya ia langsung membangunkan Akhtar. Saat ingin membangunkan Rehan ia kaget ternyata Rehan tidak ada. Mereka langsung berlari ke arah suara itu berasal, alangkah terkejutnya mereka, ternyata Rehan jadi korban berikutnya. Yuna dan Akhtar panik ia langsung berlari keluar dari rumah itu. Dan lari sejauh mungkin dan ditengah perjalanan ia melihat seorang anak kecil. Anak kecil tersebut menghentikan mereka.
"Kakak kalian mau pulang?." Tanya anak kecil itu dengan suara serak.
"Iya kamu tau jalannya?." Tanya Akhtar.
"Mari ikut." Jawab anak kecil itu.
Yuna tidak ingin mengikuti anak kecil tersebut namun Akhtar meyakinkan, ia berpikir nggak mungkin seorang anak kecil itu membohonginya. Lalu akhirnya Yuna dan Akhtar mengikuti anak kecil itu.
Ternyata benar anak kecil itu menunjukkan jalan keluar dari Desa itu dan keluar dari Gunung itu juga. Saat mereka mau bilang terimakasih anak tersebut sudah menghilang.
Lalu mereka berjalan ke Jalan Raya saat ditengah perjalanan mereka bertemu dengan seorang kakek. lalu kakek itu bertanya kepada mereka berdua.
"Nak tadi kamu mendaki gunung Pegat?." Tanya kakek itu.
"Iya kek, tadi kita mendaki digunung itu namun cuma kita yang selamat keluar." Ucap Akhtar.
Akhtar menceritakan kejadian yang mereka alami di desa sunyi itu.
"Kalian sangat sembrono memasuki gunung ini tanpa izin." Ucap Kakek itu sedikit marah.
"Maaf Mbah kita tidak tau ternyata di dalam gunung itu ada desa sunyi yang sangat angker." Ucap Yuna.
Lalu kakek itu menceritakan tentang Desa Sunyi itu. Jaman dahulu desa itu sangat tentram, ayem, dan damai namun datang lah segerombolan orang yang ingin merebut desa itu. Penduduk desa tersebut tidak terima jika desa yang mereka tinggali di ambil oleh orang asing. Karena ada kontra dari semua penduduk desa akhiranya seluruh penduduk desa itu dibunuh secara keji. Setelah pembunuhan itu berakhir, desa tersebut sungguh mencekam dan sangat seram setiap hari orang-orang yang mengambil alih desa itu meninggal satu persatu dengan sangat misterius. Karena hal itu desa tersebut menjadi sunyi dan angker. Dulu banyak pendaki yang mengalami kejadian seperti yang di alami sahabat Yuna dan Akhtar. Akhirnya Gunung Pegat itu tidak boleh didaki oleh siapapun. Dan tentang anak kecil yang sering menolong orang yang tersesat digunung itu masih menjadi misteri.
TAMAT.....
Jangan Lupa Like dan Koment ya....🤗😊
Dukungan kalian sangat membantu🥰🙏