⚠️Kisah ini hanya fiktif belaka, jika ada sama latar, nama toko, alur, itu hanya sebuah kebetulan. Tidak ada sangkut pautnya pada dunia nyata, kisah ini murni dari pemikiran author sendiri⚠️
Chrish Shamicharren adalah anak dari pasangan suami istri yakni Raisa dan Sham, Chrish adalah blasteran Indonesia - Amerika. Ayahnya keturunan dari keluarga yang terdepan yakni Charren.
Hari ini mereka akan pindah ke Amerika karena pekerjaan Ayahnya. Setelah menentukan mereka akan tinggal di rumah tua peninggalan dari nenek bebuyutan keluarga Charren. Mereka pun bergegas berangkat menuju Amerika.
"Chrish cepat bangun dan bereskan barang-barang mu."Ucap Raisa, atau biasa di panggil Ica.
"Sebentar Mom, aku masih sangat mengantuk."Ucap Chrish enggan membuka matanya.
"Yasudah jika kau ingin tinggal sendiri di rumah ini."Ica keluar dari kamar anak lelakinya itu. Kini ia pun bergegas ke kamar anak perempuannya yang bernama Alexa Shamicharren, anak bungsu yang kutu buku. Tapi walaupun begitu Alexa ini sangat di segani di sekolahnya yang masih menginjak sekolah manengah. Sedangkan Chrish ia mengunjungi masa SMA.
"Lexa kau sudah siap?."Tanya Ica.
"Sudah Mommy, kalau Kak Chrish gimana?."Tanya Lexa menurunkan kopernya yang sudah siap.
"Kakak mu belum bangun, yasudah sana kau bangunkan."Ucap Ica.
Lexa mengangguk dan bergegas ke kamar kakaknya, ia membukanya perlahan dan...
"KAK CHRISH BANGUN!!!! NANTI DI TINGGAL."Teriak Lexa tepat pada terlinganya kakaknya.
Refleks Chrish memukul kepala adiknya yang berada di depan wajahnya.
"Aww kak, kau memukul kepala ku?."Lexa berdiri dari tempatnya.
"Eh Lexa, maaf kakak tidak sengaja. Mana coba kk lihat."Chrish menarik tangan adikny, ia mengelus perlahan wajah adiknya.
"Masih sakit?."Tanya Chrish.
"Tidak."Ucap Lexa, ia pun bergegas keluar, meninggalkan Chrish yang akan bersiap untuk berangkat.
***
Di sekolah di negara Indonesia, tepatnya di kota X seorang wanita tengah duduk tenang di dalam perpustakaan, sedang membaca kata-kata demi kata isi dari buku itu. Ia tak lain adalah Sifa Andrika. Seorang anak dari kalangan sederhana, tapi walau begitu ia tidak pernah merasa malu ataupun minder.
Terkadang dia juga di bully, namun ia tidak memperdulikannya. Gadis ini juga kutu buku, itu adalah salah satu ia di benci di sekolah itu. Guru-guru juga sering memuji kepintarannya namun masalah pembullyan Sifa hanya sedikit guru yang tau, dan mungkin anak yang membully pun adalah pemilik dari sekolah itu.
"Lihat si kutu buku itu lagi sok-sokan belajar."Salah dari siswa menatap sinis pada Sifa.
Wanita yang satunya mendekat, lalu merampas buku milik Sifa, Sifa hanya diam tidak bergeming sampai akhirnya rambutnya di jambak kuat oleh wanita yang tak lain bernama Michelle.
"Aww lepaskan jambakan mu Michelle, ini sakit."Ucap Sifa memegang kepalanya yang sangat sakit.
"Apa peduliku?."Bentak Michelle tepat di depan wajah Sifa.
"Akh lepaskan."Sifa mendorong Michelle hingga badannya menghantam tembok.
"KAU BERANI MELAWAN KU?."Michelle menarik rambut Sifa, lalu menghantamkan kepalanya pada tembok hingga kepala Sifa berdarah, ia pun langsung pergi meninggalkan Sifa yang kesakitan.
Tidak ada yang berani membantunya, jika membantu yang ada hanya akan mendapatkan masalah.
NOTE: Keluarga Michelle memang benci dengan keluarga Sifa yang selalu di puji oleh banyak orang karena kebaikannya, walau mereka hanya keluarga sederhana.
***
Kini Chrish dan keluarga pun bergegas ke Amerika untuk menemani Ayahnya yang akan mendapatkan proyek yang besar di sana. Setelah menempuh waktu beberapa jam akhirnya mereka pun sampai.
Saat menuruni pesawat mereka di sambut oleh pengawal yang berasal dari rumah besar Charren. Setelah masuk ke dalam mobil mereka bergegas ke rumah peninggalan bebuyutan itu.
Tak butuh waktu lama sampailah mereka di depan berhang rumah itu, rumah yang sudah tua namun masih terlihat kokoh. Mereka adalah salah satu pewaris rumah berbuyutan itu, katanya sih ada tiga rumah dan Ayah Chrish salah satunya, itu semua karena perjuangan Ayah Chrish juga yang tak kenal lelah.
Namun rumah peninggalan itu juga memiliki mitos, di mana jika salah seorang penghuni rumah naik pada lantai atas, membuka perpustakaan yang sudah di kunci dengan kunci yang berada pada box di samping pintu besar itu, mereka akan tidak terlihat. Terlebih ketika membaca salah satu buku dengan ukuran yang lumayan besar dengan judul "If you see me don't scream"
Katanya buku itu berisi tentang sejarah rumah itu di bangun, sehingga terdiri dari tiga bangunan yang sama mulai dari ruang tamu, kamar tidur, tiap ruangan, ruang makan, ruang TV, kasur, dan semuanya.
Mereka pun masuk ke dalam ruang besar itu, terdapat banyak pembawal dan pelayan. Mereka membungkuk tanda hormat kepada pemilik rumah itu.
Chrish dan keluarga bergegas ke kamar dan menyimpan barang-barang mereka, kata Papa Sham mereka akan menetap di Amerika.
Chrish membaringkan tubuhnya di kasur, mengingat kembali cerita yang di ceritakan oleh Ibunya, yang mengatakan bahwa jangan naik ke lantai paling atas dan jangan pernah mencoba membuka perpustakaan besar itu.
Jujur saja Chrish memiliki jiwa kepo yang benar-benar besar. Ia tidak bisa mengistirahatkan tubuhnya di fikirannya hanya ada perpustakaan dan sejarah rumah itu.
***
Sifa tengah mengayuh sepedanya menuju rumah yang tak jauh dari sekolah, ia mengayuhnya dengan santai dan tanpa menyadari ada Michelle serta sahabatnya ingin menyerempet sepedanya dan berhasil.
Sifa yang tidak bisa mengimbangi badannya pun jatuh dan kakinya membentur aspal hingga cedera dan berdarah. Sifa mengadih kesakitan merasakan perih pada lututnya yang cedera.
"Haha lihatlah di kutu buku ini, kasihan sekali dia."Teriak Michelle yang mengundang perhatian semua orang. Tidak ada yang tertawa karena sebagian dari mereka tidak menyukai Michelle namun karena tidak ingin terkena masalah merek hanya diam dan menatap iba pada Sifa.
***
Beberapa hari kemudian
Malam hari, Chrish dan keluarga sedang makan malam di meja besar. Mereka menikmati makan malam dengan nikamat, semua masakan di masak oleh koki terkenal tentunya.
Setelah makan malam mereka berkumpul di ruang TV menonton siaran yang menayangkan berita tahun lampau, mereka saling menatap bingung. Kenapa mereka menuliskan tahun yang sangat lampau, pemberitaan itu terbit pada tahun 1786 sedangkan sekarang sudah tahun 2000
Ada apa dengan ruang dan pemberitaan itu? Mereka mengambil ponsel lalu menelpon salah satu keluarga yang tinggal di rumah yang sama dengan milik merek. Dan jawabannya sama saja. Lalu kemudian menelpon salah satu menghuni rumah besar keluar Charren dan jawaban mereka mengatakan.
"Tidak di sini kami tengah menonton berita tahun 2000."
Tidak mau pusing mereka memiliki mematikan TV kemudian kembali ke kamar. Tidak dengan Chrish, jiwa penasarannya membuatnya mencari tahu tentang keluarga Charren serta rumah yang sedang mereka tinggali.
Hingga akhirnya jiwa penasarannya membawanya menuju lantai atas perpustakaan rumah besar peninggalan itu. Ia mengambil kunci yang berada pada box itu dan mulai membuka pintu perpustakaan besar.
Saat masuk ia di sambut dengan buku yang terletak di sebuah rak kecil yang indah, rak itu berlapis emas, Chrish mendekatinya dan membaca judul itu "If you see me don't scream"
Buku terbuka dan keluarlah seorang berjubah hitam, wajah yang rusak serta gigi yang sudah menghitam. Tampak sangat menyeramkan, tidak ada darah pada wajahnya, wajah yang putih pucat itu membuat bulu kuduk Chrish berdiri.
"Jangan berteriak."Ucap wanita tua itu.
"Siapa kau? Apa yang kau lakukan di dalam buku itu?."Tanya Chrish mencoba untuk menahan rasa takutnya.
"Kau telah melanggar peraturan rumah peninggalan ini, kau adalah orang yang ke-201 yang melanggarnya. Kau harus membayarnya dengan menjadi orang yang tak kasat mata, kecuali jika kau menyelesaikan tugas mu, namun ku rasa itu akan sulit."Ucap Nenek tua angkuh itu, memperlihatkan giginya yang sebagian ompong dan ada juga yang hitam dan terdapat satu gigi emas.
"Apa maksud mu? Ke-201? Tak kasat mata? Dan menyelesaikan tugas?."Chrish bingung dengan kata-kata nenek tua tadi.
"Mulai hari ini CHRISH SHAMICHARREN kau tak akan terlihat oleh siapapun, termasuk keluarga mu sendiri. Kecuali setelah kau menyelesaikan tugas mu."
DUAR!!! Suara petir membuat Chrish bangun dari tidurnya, ternyata di luar hujan deras
"Ternyata sudah pagi dan itu hanyalah mimpi."Chrish mengelus dadanya.
Ia membuka pintu kamarnya hendak menyapa Ibunya yang tengah membawa pakaian untuk di berikan kepada pelayanan yang khusus untuk mencuci baju.
"Morning Mommy."Sapa Chrish namun tidak di hiraukan, Chrish heran dengan sikap Ibunya yang biasanya selalu menjawab jika di sapa.
Ibunya kemudian memasuki kamarnya tanpa mempedulikan Chrish yang berdiri di dekat pintu kamarnya.
"Chrish kau kemana?."Panggil Mommy Ica.
"Mommy aku di sini."Panggil Chrish namun Ica tidak mendengarkannya.
Chrish mendekati Mommy Ica lalu mencoba memegangnya dan yah Mommy Ica tidak merasakan keberadaan anaknya, Chrish mencoba untuk memegang benda dan yah benda itu berhasil ia pegang, namun dari penglihatan Mamanya benda itu melayang. Sontak Mommy Ica berteriak dan memuat Chrish kaget sehingga menjatuhkan vas bunga itu.
Kenapa ia bisa menyentuh benda? Tapi menyentuh Mommynya tidak? Nah itu adalah salah satu kutukan dari perpustakaan itu, dapat menyentuh benda mati namun tidak dengan makhluk hidup.
Ica yang kaget tadi pingsan, ia segera di bawa suaminya ke klinik yang ada di dekat sana. Saat sampai di klinik mereka di tatap dengan tatapan berbeda.
"Mr. Sham when did you come? ["Tuan Sham, kapan Anda datang?"] Ucap salah satu dokter di sana.
"A few days ago["Beberapa hari yang lalu."]Jawab Sham sambil mendudukkan istirnya pada kursi tepat di depan dokter setelah pemeriksaan.
"Where you live now? ["Anda tinggal di mana sekarang?."] Dokter yang tak lain adalah anak tetangganya dulu yakni Brian.
"Not far so here, the heritage house.["Tidak jauh dari sini, rumah warisan itu."] Ucap Sham.
"Wasn't the house torn down two years ago? ["Bukankah rumah itu dirobohkan dua tahun lalu?."] "Ucap Brian yang bingung.
"Ahaha I mean next to it.["Ahaha maksudku di sebelahnya."].Tampak Sham berbohong
Setelah memeriksanya kini mereka berdua pun kembali ke rumah itu.
"Maksud Brian tadi apa yah? Dia mengatakan rumah kita sudah di robohkan dua tahun yang lalu?."Mommy Ica merebahkan tubuhnya perlahan.
"Aku akan mencari tahu terntang rumah ini, tapi kemana Chrish?."Tanya Daddy.
"Maaf Dad kemarin aku melihat Kak Chrish naik ke lantai atas."Alexa akhirnya membuka suara.
Kini Mommy telah tau siapa tadi itu, dan yah sekarang bahkan Chrish sedang berdiri di dekatnya. Mereka pun mulai mencari tau tentang rumah itu, dan akhirnya mereka mendapatkannya.
"RUMAH TUA PENINGGALAN BEBUYUTAN KELUARGA CHARREN, TELAH DI RUBUHKAN PADA TAHUN 1998 SEBAB TELAH MEMAKAN KORBAN SEKITAR 200 ORANG DARI TIGA RUMAH TERSEBUT, DI KABARKAN PARA PENGAWAL SERTA PELAYANAN KETIA RUMAH ITU SATU PERSATU MENGHILANG ENTAH KE MANA. KONON KATANYA ITU SEMUA KARENA MEREKA LANCANG MEMBUKA PERPUSTAKAAN BESAR MILIK TIGA NENEK BERSAUDARA YANG BERASAL DARI KELUARGA CHARREN. HANYA ADA SATU PELAYANAN YANG BERHASIL MENYELESAIKAN TUGAS DAN SEKARANG IA TELAH BERKELUARGA, DAN SEKARANG RUMAH ITU DI JULUKI DENGAN RUMAH TAK KASAT MATA."
"Chris tolong tuliskan apa yang ingin kau katakan di papan tulis kecil itu."Alexa memberikan kapur kepada Chrish.
Ia menuliskan "Nenek tua itu mengatakan ada tugas yang harus ku selesaikan agar bisa terlihat seperti semula."
"Baik sekarang kita harus mencari keberadaan mantan pelayan itu."Sham dan keluarga bergegas mencari tau tentang wanita mantan pelayan rumah peninggalan itu. Wanita yang tak lain adalah istri dari Drika yang tak lain adalah Ayah Sifa, mereka sekarang menetap di Indonesia. Dan akhirnya Sham dan keluarga memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan menyerahkan proyeknya pada keluarga yang tinggal di rumah yang satu itu.
***
Dua hari telah berlalu kini Sifa dan keluarga kedatangan tamu yakni keluarga Charren, Mama nya terkejut melihat salah satu keluarga Charren.
"Ada apa anda kemari tuan?."Tanya Diana, Mama Sifa.
"Maaf mengangguk waktu anda nyonya Drika, saya hanya ingin bertanya bagaimana anda melakukan tugas itu hingga selesai?."Tanya Sham to the point.
"Tugas apa yah? Saya tidak mengerti."Ucak Diana.
"Saya mohon tolong bantu keluarga saya Nyonya, anak kami Chrish mengalami hal yang sama dengan anda."Ucap Ica.
"Apakah anak anda masuk ke perpustakaan itu?."Semua mengangguk.
"Saya bisa menyelesaikannya juga karena bantuan suami saya Tuan, karena tugas itu bisa selesai jika ada seorang yang melihat orang tak kasat mata tersebut."Ucap Diana.
"Jadi maksud anda sekarang anda pun tidak bisa melihat anak saya Chrish."Mata Mommy Ica berkaca-kaca.
"Sekali lagi saya minta maaf."Diana menunduk.
Namun Sifa yang sudah mengetahui kisah lengkap Ibunya serta rumah peninggalan itu pun membuka suara.
"Apakah orang tak kasat mata itu berbadan tinggi? Gagah? Dan memiliki postur tubuh yang atletis, putih namun tidak tampan menurutku."Sifa melipar tangannya di dada.
"Hey wanita yang sok cantik, kau fikir kau terlihat cantik?."Tanya Chrish, ia masih belum menyadari kalau Sita dapat melihatnya.
"K-kau bisa melihat anakku?."Tanya Sham.
"Paman anak lelaki mu yang sok gagah ada di samping anak perempuan mu yang manis."Sifa tersenyum menatap Lexa.
"Nyonya ku mohon bantulah kami."Ucap Ica.
"Baiklah, mereka harus selalu bersama maka dari itu biarkan untuk sementara Chrish tinggal di rumah ini."Ucap Diana akhirnya.
Mereka pun pamit pulang sedangkan Chrish yang tak kasat mata mulai tinggal untuk sementara di rumah Sifa.
***
Awal yang baru akan di mulai, hari ini Sifa akan ke sekolah dengan sepedanya, ia mengayuhnya perlahan sebab Alex hanya mengikutinya sembari berlari kecil. Saat memarkirkan sepedanya ia berbicara sebentar pada Chrish.
"Diam dan tunggu aku kembali."Ucap Sifa meninggalkan Chrish.
"Tidak semudah itu Nona, kau fikir aku tidak bosan menunggu mu di sini."Chrish diam-diam mengikuti Sifa.
Dan dia pun mengetahui bahwa Sifa sering menjadi bahan Bullyan.
"Yak Chrish sudah ku bilang jangan mengikuti ku?."Ucap Sifa dan itu membuat yang ada di sana merasa aneh dengan Sifa yang bicara sendiri, ada yang mengatakan jika ia sudah gila karena sering di bully.
"Aku tak kasat mata."Ucap Chrish.
Sifa tidak menghiraukan Chrish dan ia melangkah menuju kelas.
SKIP, sudah hampir tiga bulan mereka selalu bersama, hingga saat ini Sifa tengah berada di pinggir sungai hendak mengambil tasnya yang di lempar oleh Michelle.
"Hey kalau mau bunuh diri bukan seperti itu, tapi melompat dari sini."Teriak Chrish dari atas.
"Aku tidak mau bunuh diri tapi aku ingin mengambil tasku."Teriak Sifa.
Michelle yang berada di sana melihat aneh kepada Sifa.
"Hey dengan siapa kau berbicara?."Tanya Michelle.
"Dengan orang yang berada di samping kanan mu."Ucap Sifa.
"Jangan mengada-ada."Michelle merasa takut sebab berada ada angin yang meniup lehernya, padahal mah itu kerjaan Chrish.
"Yasudah kalau tidak percaya."Mengedipkan matanya sayu dan yah sepeda milik Michelle berjalan sendiri, akh tidak lebih tepatnya itu karena Chrish yang mengayuhnya. Dan akhirnya Michelle pingsan.
Chrish dan juga Sifa tertawa melihat itu, setelah mengambil tasnya Sifa dan Chrish bergegas pulang. Sepert aktivitas biasa mereka hanya akan bersenda gurau sepanjang hari, kini Style Sifa pun telah berubah, yang dulunya mungkin kelihatan culin kini ia sudah mulai terlihat ada peningkatan, itu semua berkat Chrish.
Hari berganti Minggu, Minggu berganti bulan, dan sekarang sudah 10 bulan Chrish melakukan tugasnya perlahan tubuhnya muncul sedikit demi sedikit mulai dari bayangan hingga sekarang kini ia kembali seperti semula.
Semua merasa senang tak terkecuali Sifa, dan juga benih-benih cinta di antara keduanya pun juga muncul, dan beberapa hari setelah Sifa wisuda mereka pun menikah, Sifa menjadi seorang guru sejarah yang sangat di cintai muridnya sebab sangat ramah, sedangkan Chrish bekerja pada Ayahnya.
Satu tahun pernikahan mereka akhirnya di karunia seorang anak perempuan, Chrish dan Sifa menamai anaknya dengan nama "Chika Shamicharren."
Rumah tak kasat mata pun kini benar-benar telah hilang dari pandangan, hanya ada kisah yang selalu mengenang rumah itu. Kutukan dari seorang nenek yang meninggal akibat di jadikan tumbal pembuatan ketiga rumah besar itupun telah lenyap, sebab sudah tiga orang anak muda yang menyelesaikan tugas mereka dengan baik, yakni dua keluarga Charren yang tinggal di kedua rumah itu, dan yang satu lagi ialah Chrish.
⚠️Kisah ini hanya fiktif belaka, jika ada sama latar, nama toko, alur, itu hanya sebuah kebetulan. Tidak ada sangkut pautnya pada dunia nyata, kisah ini murni dari pemikiran author sendiri⚠️