"Kau telah mengambil langkah yg salah..Albert"
Kata seorang perempuan dengan sorot mata tajam seperti mata pisau yg lancip.
"Pergilah!Lagipula tak ada yg menginginkanmu..!"
Perempuan itu sekuat tenaga menahan tangisnya karena perkataan menyakitkan laki-laki yg sekaligus pacarnya itu.Dia labgsung berjalan pergi dengan pikiran kalut.
DI SUATU TEMPAT...
"Ada apa,Veronica..?"
Tanya seorang pria tua yg kemungkinan adalah ayah dari perempuan tadi,Veronica.
"Tidak apa-apa..Ayah"
Veronica menunjukkan senyuman masam di hadapan ayahnya yg sedang duduk di depannya.
"Katakan saja pada ayah"
Veronica yg tadinya memalingkan wajahnya setelah tersenyum langsung menangis karena tak lagi sanggup menahan air matanya.
"Ayah..A-albert dia dia.."
"Ada apa dengannya?"
"Dia berselingkuh di belakangku dengan wanita lain!!"
Ayah Veronica menepuk pelan pundak Veronica untuk menenangkannya sambil berkata...
"Tinggalkan saja dia,Veronica.Laki-laki tidak bermoral sepertinya tak pantas mendapatkan gadis kelas atas sepertimu"
"T-tapi ayah.."
"Coba ingat apa moto keluarga kita selama ini"
Ayah Veronica tersenyum tipis.
"Itu..'Jatuhkan siapapun yg telah melukai kalian,Jatuhkan sampai kehidupan mereka terpuruk'"
"Anak ayah ternyata masih hafal akan moto keluarga kita itu.Bagus"
Ayah Veronica kemudian memeluk erat-erat Veronica sampai dia ketiduran.Ayah Veronica lalu menyuruh beberapa pelayan rumah untuk membawa Veronica masuk ke dalam kamarnya.
BESOKNYA...
"Siapa kau?!"
Saat Veronica terbangun dia tiba-tiba melihat seorang laki-laki berada di dalam kamarnya sedang duduk di sebuah kursi yg ada disana.
"Pfft..Kau tak ingat akan diriku,Veronica..?"
Laki-laki itu tertawa kecil karena melihat wajah kebingungan Veronica yg seperti berusaha mengingat-ingat siapa dirinya.
Veronica tiba-tiba bangkit dari tempat tidurnya dan langsung berlari ke arah laki-laki itu.Ia memeluk erat-erat laki-laki di depannya itu.
"Kak Xavier,Kemana saja kakak selama ini?!"
Veronica melepas kerinduannya yg mendalam terhadap sosok kakak sepupunya yg bernama Xavier itu.
"Aku pergi kuliah di luar negeri,Veronica.Maaf karena aku terlalu lama disana ya"
Xavier lalu melepaskan pelukan Veronica kemudian langsung mengacak-acak rambutnya.
"Oh iya,Paman bilang kepadaku kalau kemarin kau baru saja putus dengan si ALBERT itu.Apakah benar?"
"Iya.."
Veronica menundukkan kepalanya di hadapan Xavier.
"Hei,Tak usah menjadi sedih karena laki-laki baji*gan itu.Kan ada aku disini"
"TURUNKAN AKU!"
Xavier tiba-tiba menggendong Veronica sampai membuatnya terkejut.
"Baiklah baiklah,Tak usah marah"
Xavier kemudian menurunkan Veronica lalu berjalan keluar dari kamar Veronica sambil berkata..
"Aku akan menunggumu dibawah,Jadi CEPATLAH!"
Veronica tersenyum simpul dengan wajah yg sedikit merona karena kakak sepupunya itu masih tetap baik seperti dulu.
DI BAWAH...
"Veronica,Bagaimana jika pemberian warisan kepadamu di percepat sampai minggu depan?"
Veronica yg sedang makan tiba-tiba tersedak akibat perkataan ayahnya yg terlalu mendadak.
"Kenapa harus di percepat,Ayah?"
"Ayah ingin kau secepatnya mewarisinya saja.Lagipula di usiaku yg sekarang akan sulit untuk mengatur seluruh harta kekayaan Keluarga Arlen kita ini"
"Tapi bukankah ini terlalu mendadak?Aku juga sepertinya tak yakin bisa mengelola seluruh harta kekayaan keluarga kita"
"Xavier akan membantumu menangani beberapa hal yg tak bisa kau lakukan"
Ayah Veronica tersenyum seperti mengharapkan sesuatu.
"Hahh..Baiklah kalau begitu,Ayah"
Pada akhirnya ia menerima permintaan ayahnya itu.
SEMINGGU KEMUDIAN...
"Mulai hari ini seluruh harta kekayaan milik Keluarga Arlen akan langsung jatuh kepada sang pewaris,Veronica Arlen!"
Semua tamu undangan yg datang dalam prosesi penyerahan hak waris itu bertepuk tangan dengan meriahnya.
Karena Veronica sudah mewarisi seluruh harta kekayaan Keluarga Arlen,Veronica kini secara otomatis menjadi presdir dari Perusahaan Ikara milik Keluarga Arlen sendiri.
10 TAHUN KEMUDIAN...
"Apa yg kau lakukan di Perusahaan Ikara ini,Veronica..?"
Albert mengolok-olok Veronica yg berpapasan dengannya tepat di depan pintu masuk Perusahaan Ikara.
"Apakah itu menjadi urusanmu..Orang asing~?"
"KAU!!"
Albert bersiap-siap untuk menampar Veronica tapi dari belakang...
*GREP*
Xavier menahan tangan Albert yg sudah hampir menyentuh pipi manis milik Veronica.
"W-wakil presdir X-xavier..?!"
"Jangan pernah coba-coba menyentuh pipi Veronica dengan tangan kotormu itu"
Xavier menatap tajam Albert kemudian berjalan masuk dengan Veronica.Pemandangan itu membuat Albert kaget,Di pikirannya Bagaimana bisa seorang 'Gadis biasa' seperti Veronica bisa dekat dengan Wakil Presdir Xavier Arlen.
DI RUANG RAPAT...
"Kudengar presdir dari Perusahaan Ikara adalah seorang wanita.Jika aku bisa mendapatkannya pasti aku akan beruntung.."
Kata Albert di dalam hati sambil tersenyum menyeringai.
Dari arah pintu masuk ruang rapat,Veronica langsung datang dengan memakai pakaian formal berbeda dengan pakaian yg tadi dia pakai.
"Heh untuk apa kau masuk ke dalam ruang rapat seperti ini?"
Albert tersenyum sinis ke arah Veronica.
"Kau akan menyesal,Albert"
Setelah mengatakan itu,Veronica lalu berjalan ke arah kursi presdir yg diperuntukkan untuk dirinya.
"Kenapa kau duduk di kursi presdir,Veronica?!Ini sama saja dengan penghinaan terhadap Presdir Perusahaan Ikara!Cepat suruh keamaan untuk membawa pergi dia darisana!"
Tak ada satupun orang yg bergeming dari tempat duduknya karena tahu kalau Veronica sendirilah sang Presdir Perusahaan Ikara itu.
Xavier kemudian memasuki ruangan rapat sambil membawa dokumen penting di tangannya.
"Baiklah..Mari kita mulai rapatnya semuanya"
Kata Veronica dengan nada tegas tapi juga berwibawa.
"APA-APAAN INI?!"
Albert berdiri dari tempatnya duduk lalu menunjuk-nunjuk Veronica sambil berkata..
"Memangnya kau siapa berani-beraninya memberikan perintah seperti itu!"
"Asal kau tahu Albert aku adalah Presdir dari Perusahaan ini,Veronica Arlen.."
Albert masih saja ngotot kalau Veronica bukanlah presdir sebenarnya.
"Keamanan,Bawa orang gila ini pergi dari hadapanku.Dia tak pantas untuk membahas satu pun kerjasama denganku"
Suasana di dalam ruangan rapat tetap hening sampai keamanan datang.
Saat mereka sudah datang,Albert langsung diseret keluar dari dalam ruang rapat.
DI LUAR..
"B-bagaimana bisa..?!"
Veronica menatap Albert dengan sinisnya.
"Inilah kenyataannya,Albert.Jadi,Jangan pernah muncul di hadapanku dan Xavier.."
"V-veronica,Maukah kau membicarakan lagi soal hubungan kita?"
Albert memegangi kaki Veronica yg tengah berdiri di depannya.
"Hubungan kita sudah berakhir 10 tahun yg lalu.Sekarang kita bukanlah siapa-siapa lagi.Lagipula aku dan Xavier adalah pasangan sekarang"
Xavier langsung merangkul pinggang Veronica sehingga membuat Albert terbakar api amarah.
"Lepaskan tanganmu darinya!!"
"Ayo pergi sekarang,Xavier.Sepertinya ada lalat yg mengamuk disini"
Veronica meninggalkan Albert sendirian di luar.Dia berjalan masuk dengan Xavier yg sedang merangkul pinggangnya.
"Orang gila.."
~The End~