Aku terbangun dari mimpi menyeramkan itu dengan peluh yang membasahi sekujur tubuhku. Rasanya aku ingin menangis, marah, dan ingin berteriak sekeras-kerasnya, mimpi itu benar-benar menyeramkan hingga membuat jantungku berdetak hingga sekarang.
"akhhh...." gusarku marah mengacak-acak rambut cepakku
Barusan aku bermimpi tentang sesuatu yang sangat menyeramkan sekaligus aneh. jadi ceritanya begini...
di dalam mimpi aku terbangun di sebuah bangunan kuno yang sangat luas dan besar, pilar-pilar yang begitu tinggi menjulang memenuhi bangunan itu. aku benar-benar asing dengan tempat ini, tapi kenapa aku bisa bermimpi tentang tempat aneh ini. dimana-mana aku hanya melihat pilar-pilar saja, tapi ada yang aneh dengan pilar ini. aku mendekati salah satu pilar yang ada di dekatku dan menyentuhnya takut-takut.
"kenapa ini terasa nyata??" kataku penuh tanya
"Ali... Ali... Ali mama disini nak!" tiba-tiba sebuah suara bergema kencang memenuhi bangunan
suara itu milik ibuku, tapi aku tidak melihat adanya keberadaan ibu. aku menajamkan pandanganku saat melihat sekilas bayangan lewat di kejauhan sana.
"mama! benarkah mama ada di mimpiku?" aku menanyakan pertanyaan kepada diri sendiri
"benar! mama ada di dalam mimpimu!" sahut suara itu lagi lebih nyaring
aku menutup telingaku saat mendengar betapa kencangnya suara itu terdengar. setelah suara itu menghilang aku segera berlari menyusul arah perginya bayangan itu. namun saat bayangan itu semakin dekat, suara itu kembali menggema.
"jangan dekati mama!!" kalimat ibu membuatku menghentikan langkah
aneh kenapa setelah dekat dengan ibu suaranya tidak senyaring dan semenyakitkan saat kami berjauhan.
"mama kenapa sih?" tanyaku kesal setelah mengingat kembali jika tadi siang kami sempat bertengkar
"jangan dekati mama!" suara ibu semakin pelan saat aku melangkah mendekatinya lagi
"mah! aku minta maaf soal tadi siang! iya aku tau aku salah... tapi mama juga jangan bersikap gini dong sama Ali!!" kataku membujuk mama agar berpaling ke arahku
"jangan dekati mama!!!" suara itu seperti berteriak namun terdengar hanya seperti bisikan saat aku hendak menyentuh pundak ibu
saat ibuku berpaling, wajahnya tertutup kerudung hitamnya yang menjuntai mengerikan. penampakan ibu di dalam mimpi sangat aneh hingga membuatku berfirasat tidak baik.
"benar... aku bukan mama...mu!!" kata suara itu kembali menggema
"mah! ternyata mama juga bisa bercanda di mimpi aku... hahaha!!" aku berusaha mengusir firasat buruk itu
"..." tiba-tiba ibu berlari menjauhiku dan saat jarak kami cukup jauh ibu berteriak
"mah!! jangan berteriak telinga Ali sakit!!" teriakku meminta ibu menghentikan teriakannya
"tidak mau! karena aku bukan mama mu! hahaha...." tawanya semakin terdengar mengerikan
aku menyadari satu hal, teriakan itu tidak menggema di bangunan ini, tapi di dalam telingaku. tiba-tiba ibu-ternyata bukan ibuku, berubah wujud menjadi sosok yang sangat mengerikan.
makhluk itu bertubuh tinggi ceking dengan senyum lebar layaknya mulut puluhan meter panjangnya. memiliki mata merah sebelah yang mengeluarkan darah dan mata sebelahnya lagi berwarna hitam gelap yang menguarkan bau busuk. bau yang sangat menjijikkan itu terpadu dengan darah merah kehitaman berulat belatung yang menetes mengenai lantai.
"hoeekk..." aku ingin muntah karena makhluk di depanku sekarang begitu menjijikkan
"berani-beraninya kau muntah mencium aroma tubuhku!!" katanya marah dan membuat telingaku berdenging kesakitan karena suaranya sangat nyaring
"berhenti bicara!!" teriakku sambil menutup hidung dan berjalan mundur menjauhi bau busuk yang menguat padanya
"beraninya kau menjauhiku!! rasakan ini..." katanya marah dan menyabetkan ekor panjangnya yang berduri ketubuh kecilku
"jangan bicara! dan jangan memukulkan ekor busukku padaku!" kataku menutup telinga yang percuma serta menahan sakit akibat kibasan ekornya
"dasar binatang!!!" teriaknya padaku dan membuatku terguling kesakitan karena suaranya begitu nyaring
"berhenti...agrhhh....." pintaku menggerang kesakitan
"aku tidak akan berhenti! ini sebagai hukumanmu yang telah lancang!" dia kembali berteriak dan mengibaskan ekornya ketubuhku
"aaaa... mataku..." teriakku kesakitan dobel saat duri ekornya mengenai mataku
mataku mengeluarkan darah begitu banyak yang disertai rasa sakit tidak tertahan. makhluk itu semakin menjauhiku namun ekornya malah semakin menjadi panjang, sehingga aku semakin tersiksa dengan suara dan kibasan ekornya. rasa sakit ini terasa begitu nyata, hingga membuat seluruh tubuhku terasa kebas dan begitu sakit.
aku tau taktik untuk menghentikan satu siksaan makhluk ini, yaitu hanya dengan mendekatinya, agar suara yang diucapkannya tidak nyaring sama sekali. aku berusaha bangkit dari posisiku sekarang dan segera melangkahkan kakiku, namun baru satu langkah, makhluk ini kembali mengibaskan ekornya hingga membuatku kembali tersungkur.
"apa yang ingin kau lakukan bocah bang*at?" tanyanya dengan suara busuk yang masih menggema di telingaku
"..." aku kembali bangun dan melangkahkan kaki
sama seperti tadi, setiap kali aku melangkah kan kaki ekor dan suara nyaring itu akan menyakitiku. tapi aku bukan seorang bocah kecil yang mudah putus asa. aku seorang remaja yang akan melakukan segala cara untuk memuaskan keinginanku. setiap kali aku hampir mendekati makhluk ini, dia selalu saja kembali menjauh dan ini membuatku kesal hingga ingin rasany aku menguliti makhluk bang*at ini dengan tanganku sendiri.
saat tubuhku di ambang batas maksimal rasanya, saat itu lah aku terbangun dan duduk mengelap peluh di sekujur tubuh. aku memutuskan untuk mandi, dan di tengah-tengah mandi aku mendengar suara ibu menangis dari kamarnya. aku segera meraih handuk dan segera berlari kekamar ibu walaupun busa masih memenuhi kepala ku.
"bagaimana bisa ibu menangis!!" kataku sebelum membuka pintu
ibu tidak menangis, beliau masih duduk di kursi depan tv, masih sama seperti tadi sore saat aku membunuhnya dengan pisau dapur. aku mendekati tubuh ibu yang berlumuran darah, dan sekali lagi aku memastikan denyut nadinya. tidak ada tanda-tanda kehidupan lagi.
"lalu siapa barusan yang menangis?" aku menoleh ke arah tv yang menyala dan segera mematikannya karena dari sanalah suara tangisan terdengar
"mengganggu waktu mandi ku saja!!" kesal ku dan segera kembali ke kamar mandi untuk melanjutkan mandi
***
tapi sebenarnya suara tangisan itu bukan berasal dari tv yang menyala, tapi dari bawah ranjang sang ibu. disana ada Kakak dan adik perempuannya bersembunyi yang dikurung oleh Ali untuk menemani mayat ibunya, kalau-kalau kabur dan melaporkannya ke polisi karena telah membunuh.
"kak!! tadi kak Ali udah liat kita!!" kata sang adik kepada sang kakak yang syok
"..." sang kakak tidak menyahut karena saat Ali mematikan tv mata mereka berdua lekat bertatapan, dan tatapan Ali sangatlah mengerikan
"kak! apa kita juga akan mati..." sang kakak menutup mulut adiknya saat pintu kamar mandi berbunyi terbuka yang menandakan Ali telah selesai mandi
sang kakak memeluk erat adiknya, karena takut kalau-kalau Ali akan menghabisi mereka berdua tanpa ampun dan tanpa perasaan manusiawi. seperti saat ia menghabisi ibu mereka.
tapi bukannya Ali telah meninggal sebulan yang lalu, akibat pendarahan karena di bunuh ibunya. jadi siapa sebenarnya Ali dan siapa yang di takuti sang kakak saat ini?. sedangkan di lantai satu rumahnya, acara doa 40 hari kepergian untuk Ali masih berlangsung. siapakah penjahat sesungguhnya dan benarkah jika sang adik bungsu mereka adalah indigo, yang bisa membuat orang yang diinginkannya juga bisa melihat makhluk gaib seperti dirinya.
***
(cerita ini hanya karangan semata😉)
jangan lupa like ya guys💖