Petterpan adalah seorang anak remaja laki-laki ia hidup di dunia mimpi terletak di hutan island yang sangat indah saat itu ia sedang bermain dengan temannya Tinkerbell,bubu dan bobo di halaman depan rumahnya. tinkerbell adalah seorang peri cantik berukuran sangat kecil dengan cahaya yang bersinar dari tubuhnya Tinkerbell juga mempunyai kekuatan sihir.mereka sangat senang,berlarian, bercanda dan tertawa,tiba-tiba petterpan mendengar suara dari dalam rumah pohon lalu ia mengajak teman-temannya untuk ikut melihat asal sumber suara itu.
Di dalam rumah pohon petter dan teman-temannya melihat ada sesuatu di balik pintu lemari kayu, sesuatu yang bercahaya dan bergetar mereka ingin mendekati sesuatu itu tiba-tiba terdengar suara lelaki separuh baya terdengar dengan keras."Petter berhenti!!!."
Petterpan dan temannya pun terkejut,refleks ia dan teman-temannya melihat ke sumber suara.
"Ada apa kakek, kenapa kakek terlihat begitu takut."tanya petter.
"Akan ku ceritakan nanti sebaiknya kita pulang." jawab kakek singkat.
Tinkerbell, Petter,Bubu dan Bobo hanya terdiam dan menurut saja pada perintah kakek. Sesampainya di rumah kayu kakek bercerita bahwa yang mereka lihat di rumah pohon itu adalah jebakan sang penyihir jahat mereka ingin anak-anak seperti kalian untuk di jadikan tumbal agar kekuatan mereka tambah kuat."ujar kakek."
Hari itu Petterpan sedang bermain ia ingin menangkap kupu-kupu ia terbang menggunakan serbuk ajaib dari kantung Tinkerbell,ia sangat senang sampai ia tidak sadar jika sudah sangat jauh dari rumahnya,
Tinkerbell berhenti sejenak ia tidak sanggup untuk mengikuti petter. dari kejauhan sayup-sayup Tinkerbell mendengar kerusuhan."apa itu!."gumam Tinkerbell. dengan cepat Tinkerbell menuju suara tersebut ia melihat suasana yang begitu kacau Tinkerbell sangat takut ia menyelinap masuk dari belakang rumah ia mengintip dari jendela keca dan mendengarkan obrolan beberapa orang berpakaian hitam dan kakeknya petter.
"hihihihi dimana kau sembunyikan peri kecil itu kakek tua?!." Aku menginginkan serbuk ajaib miliknya untuk melengkapi kekuatan sihirku! Cepat katakan!?."ujar salah satu penyihir.
Tinkerbell terkejut mendengar bahwa wanita berpakaian hitam itu menginginkan serbuk ajaib miliknya.
"Tidak, aku tidak tahu! dia tidak bersamaku."tegas kakek.
"Jangan membohongi ku kakek tua hihihi, cepat katakan atau kau akan ku bunuh!."ancam sang penyihir.
"Tidak,aku tidak akan mengatakannya."tegas kakek berulang kali.
"Baiklah kalau begitu kau rasakan ini!!."sang penyihir menyerang kakek bertubi-tubi hingga kakek terluka parah lalu mereka pergi meninggalkan kakek.
Melihat itu Tinkerbell berusaha ingin menolong kakek namun dia terlambat.
"Kakekk..."teriak Tinkerbell.
Disisi lain petterpan baru menyadari jika ia tengah mengejar kupu-kupu sendirian."Kemana Tinkerbell? Bukannya dia tadi menyusulku."gumamnya sambil beranjak kembali ke rumahnya.
Sesampainya di rumah petter sangat kaget dengan apa yang ia lihat, dengan cepat ia terbang ke arah rumahnya mencari kakek dan teman-temannya. Di dalam rumah ia melihat teman-temannya Bobo, Bubu dan Tinkerbell yang sedang mengobati kakeknya yang tengah terbaring lemas terluka parah di atas tempat tidur, dengan kekuatan magic Tinkerbell berusaha membuat kakek kembali pulih, petter bertanya pada bobo dan Bubu dengan apa yang terjadi,Bobo dan Bubu bercerita sedemikian rupa.
Mendengar itu dengan geram petter bergumam ia akan membalas perbuatan para penyihir jahat yang telah menyakiti kakeknya, Bobo dan Bubu juga memberitahu Petter jika yang ia hadapi bukan lawan yang mudah Penyihir itu sangatlah kejam ia akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.
Dengan wajah sedih Tinkerbell memberitahu Petter bahwa ia sudah mengeluarkan semua kekuatan nya untuk menyembuhkan kakek tapi sia-sia kakeknya tidak akan selamat jika ia tidak mendapatkan sari bunga lotus yang berada di dalam istana penyihir yang berada tepat tengah sungai hutan island,disitu dijaga oleh para penyihir.
"Lalu apa yang bisa kulakukan untuk melawan penyihir itu Tink." tanya petter.
"Kau harus mendapatkan tongkat ajaibku petter!."tegas Tinkerbell. Dengan cepat Tinkerbell mengeluarkan tongkat ajaib miliknya. "Ambil ini petter,tongkat ini akan berguna untukmu saat melawan para penyihir itu."tegas Tinkerbell.
"Terimakasih Tinkerbell."jawab petter.
Petterpan berkata jika ia akan pergi untuk mendapatkan sari bunga lotus itu,Bobo dan Bubu diminta petter untuk tetap dirumahnya untuk menjaga kakeknya dirumah
Denga tekat yang bulat Petter rela melakukan segala cara untuk mendapatkan sari bunga lotus itu,Petter pergi menyusuri jalan untuk ke istana Penyihir di sungai island ditemani temannya Tinkerbell,di tengah perjalanan ia bertemu dengan seorang gadis cantik bernama Claudya yang mempunyai kekuatan magic sejak ia kecil, Claudya mendengarkan cerita petter tentang apa yang ia hadapi saat ini.Claudya merasa ia harus membantu petter dan memutuskan untuk ikut pergi ke tengah sungai island.Dengan menggunakan serbuk ajaib milik Tinkerbell mereka terbang melewati sungai island dan berhasil sampai ke depan istana penyihir itu.
Di depan istana penyihir Tinkerbell berkata bahwa ia tidak dapat ikut masuk kedalam karna jika Tinkerbell masuk ke dalam istana para penyihir jahat ia akan mati, Tinkerbell menyerahkan tongkat ajaib dan serbuk ajaib untuk melawan para penyihir jahat kepada petter dan claudya,Tinkerbell berharap petter bisa mengalahkan penyihir itu.Di dalam istana petter dan claudya melihat sekeliling istana namaun istana tampak sepi,tak terlihat satupun penyihir."Claudya apakah mereka benar-benar tidak ada disini?."tanya Peter heran.
namun claudya merasa ada yang aneh ia sempat berfikir apakah ini sebuah siasat penyihir jahat itu?!. Ia hanya diam dan berfikir keras,petter kebingungan dengan apa yang mereka lihat,mereka memutuskan untuk langsung mencari sari bunga lotus saja,tak lama kemudian Petter dan claudya melihat pintu yang begitu besar,petter membuka pintu tersebut dan melihat ada bunga lotus yang begitu besar pula,petter sangat senang melihat itu ia bergegas mengambil sari bunga lotus itu dan memasukkanya kedalam sebuah botol yang sudah ia sediakan,tak beberapa lama terdengar suara tertawa penyihir dari arah balakang mereka sontak mereka berdua terkaget melihat itu.
"Hihihihihi kalian terjebak!!."tegas penyihir itu sambil tertawa puas.
"Oh tidak.."ujar Claudya.
"Apa yang akan kita lakukan clau."tanya petter sambil melihat sekeliling mereka.
"Tunggu aba-abaku Petter, kita akan menyerang mereka!."tegas Claudya.
"Oke clau."ujar petter sambil memperhatikan para penyihir itu.
"Petter,sekarang!."teriak claudya.dengan sigap petter menggunakan tongkat ajaibnya
"Rasakan ini penyihir jelek!." tegas petter.
Dengan bantuan claudya petter menyerang penyihir-penyihir itu.
"Aghhhhh tidakkk matakuu!!."penyihir berteriak kesakitan.
"Hah,apa yang kau lakukan anak kecil!."teriak salah satu penyihir lain.
Semua penyihir dengan cepat ingin menangkap petter dan claudya.
Salah satu penyihir menyerang petter hingga terjatuh bersamaan dengan tongkat ajaibnya sang penyihir dengan cepat merampas tongkat tersebut.
"Hihihihi, sekarang kau bisa apa anak kecil."mengejek petter yang jatuh tersungkur.
"Ah tidak,apa yang kulakukan.."petter bergumam temas.
"Lari petter!!." Teriak Claudya sambil menahan serangan dari para penyihir jahat.
"Hihihi tidak akan kubiarkan kau pergi,kau akan ku jadikan tumbal agar kekuatan ku bertambah hihihihi."ujar sang penyihir.
Claudya menahan serangan para penyihir dengan semua kekuatan nya namun Claudya tak mampu menahan itu sendirian penyihir pun berhasil menangkap mereka.
namun Tinkerbell tidak tinggal diam walaupun ia harus kehilangan nyawanya ia tidak perduli." Di dalam istana,dengan kantung ajaibnya Tinkerbell mengeluarkan semua kekuatan yang ia miliki untuk menyerang para penyihir jahat, petter dan claudya yang melihat itupun terkejut.
"Hihihi peri kecil, aku sudah menunggu mu kemarilah peri kecil xixixi."berusaha menangkap Tinkerbell.
"Tinkerbell!, Apa yang dia lakukan ia bisa kehilangan nyawanya."gumam petter kepada Claudya.
"Tidak ada waktu lagi Petter, kita harus membantu Tinkerbell sekarang!."tegas Claudya.
Petter dengan sigap mengeluarkan serbuk ajaib milik Tinkerbell untuk dilemparkan kepada para penyihir.
"Wahai serbuk ajaib bantulah kami."tegas petter sambil melempar kan serbuk ajaib ke arah Penyihir-penyihir itu.
"Kalian semua harus musnah penyihir jahat!!."teriak Tinkerbell sambil mengeluarkan kekuatan nya."
"Aghhhhh tidakkk! panassss apa yang kalian lakukan!!! Aghhhhh!!!!." Merintih kesakitan.
akhirnya mereka berhasil mengalahkan para penyihir.
"Berhasil!! Kita berhasil petter."dengan wajah gembira sambil menoleh ke arah Petterpan.
"Tinkerbell!!..."teriak petter.
"Oh tidak.."gumam Claudya.
Petter dan Claudya melihat Tinkerbell terjatuh kelantai tak berdaya, ia telah kehilangan nyawanya. petterpan sangat sedih karna kehilangan Tinkerbell,petter telah berhasil mendapatkan sari bunga lotus namun ia harus kehilangan temannya Tinkerbell,dengan wajah sedih Claudya berusaha menenangkan Petter dan mengajaknya pulang ke rumahnya untuk memberikan sari bunga lotus kepada kakeknya, setelah sampai di rumahnya dengan wajah muram,Petter di sambut oleh Bubu dan Bobo.tanpa banyak bicara Petter langsung memberikan sari bunga lotus kepada kakeknya,tak lama kakeknya pun pulih kembali dan Petter pun menceritakan apa yang ia lalui selama kakeknya tidak sadarkan diri.
Semua orang dirumhnya bersedih atas kepergian Tinkerbell,namun Petter tetap berharap dan yakin jika Tinkerbell masih bisa hidup, Petter dan teman-temannya menangis sejadi-jadinnya, tanpa ia sadari air matanya terjatuh tepat di tubuh Tinkerbell, petter melihat tubuh Tinkerbell bergerak.
"Tinkerbell..kau hidup?!."tanya petter penuh harap.
"Ughh,iya petter a'aku masih hidup..."jawab Tinkerbell terbata-bata.
ia kembali pulih Tinkerbell terbang dengan bahagia petter tak tahu jika air matanya bisa menyembuhkan teman kecilnya itu."mereka semua sangat gembira dengan kembalinya Tinkerbell.
"Claudya, aku sangat bersyukur bisa bertemu denganmu terimakasih atas semua bantuannya."ujar petter.
"Tidak usah berterima kasih petter aku sangat senang jika keahlianku ini bisa membantu sesama."ucapnya sambil tersenyum senang.
Sejak saat itu Petter, Tinkerbell,Bubu,Bobo,Kakek dan teman barunya, Claudya hidup bahagia bersama, mereka menjalankan kehidupan nya seperti biasa tanpa gangguan sang penyihir."
_ The end_