Aku menangis tanpa suara di dalam toilet. Layar smartphoneku masih menyalah.
Pengumuman hasil Fan Raffle* masih terlihat jelas. 1
“Sorry please try again later … “ dan penjelasan selanjutnya yang menyatakan bahwa aku
tidak memenangkan Fan Raffle yang sangat aku impikan selama ini. Perang tiket konser
BSB, (band yang sangat digandrungi semua makhluk) yang sangat ketat membuat
satu-satunya harapan kami sebagai fans hanyalah Fan Raffle dimana kita bisa langsung
membeli tiket tanpa “pertumpahan darah”.
Tapi semua harapan hilang sudah, tangisku. Kenapa aku tidak pernah beruntung? Satu saja
keajaiban apakah begitu sulit??
“Elly, Elly ya,??” seseorang menggedor pintu toilet.
“Yaa!!! Kim Elly, apa yang terjadi??” dia mengetuk pintu lebih kuat lagi.
“Kau mau merusak pintu ini?? harga pintu ini bisa membuat kamu tidak makan satu minggu”
aku dengan tiba-tiba membuka pintu toilet, dan mendapati dia dalam posisi mau menggedor
pintu lagi.
“Kalau pintu ini rusak tentu saja kau yang harus membayarnya” jawabnya santai dengan
senyuman khasnya.
“Kau mau apa? Pinjam uang lagi untuk beli album?” kami sudah saling mengerti tentang hal
ini. Walaupun agak mengesalkan punya teman yang hobinya mengumpulkan PC , yang 2
membuatnya harus membeli puluhan album, tapi dia tetap teman sejati bagiku.
“Yaaa, apa profil mukaku hari ini seperti orang yang tidak punya uang??” sambil
memperlihatkan padaku sisi samping dari pipi chubbynya.
--- Footnotes
1 Fan Raffle: sistem ticketing yang diundi bagi members fansclub untuk dapat membeli tiket konser.
2 Photo Card, foto idola dalam bentuk kartu. Biasanya didapat di dalam album lagu.
“Nhe , nhe, 3 kau persis seperti orang yang sangat tidak butuh uang… untuk makan lagi”
ejekku sambil keluar dari toilet, dan menuju wastafel.
“Yaaa” dia kemudian memukul kepalaku dengan amplop kecil yang dari tadi dipegangnya.
“Im Hye Kyooo, sakittttt tahuuu” sambil dengan refleks memukul bahunya yang empuk,
menyebabkan tanganku yang kemudian sakit sendiri.
“Auuchhh”
“Jagiyaahh ” seakan pukulanku tidak terasa baginya, dia kemudian menatapku dengan 4
tatapan aneh.
***
Singkatnya 24 jam kemudian aku telah berada dalam perjalanan menuju Station Suwon
tempat Mugunghwa terakhir untuk berangkat ke Daegu. 5
Sudah pukul 09.54 malam, tapi masih 1 yok lagi baru tiba di Station Suwon, padahal 6
Mugunghwa terakhir berangkat kurang dari 30 menit lagi. Dipikiranku hanya ada peristiwa
gagal dapat Fan Raffle BSB kemarin walaupun di telingaku lagu Day2Day diputar 7
berulang-ulang (kata Kyo setidaknya aku harus familiar dengan lagu-lagu mereka dan
minimal 1 lagu di album terbaru mereka harus di hafal). Kyo memberikanku tiket konser
Day2Day gratis tapi aku disuruh untuk antri merchandise paling hits dari band
kesayangannya itu. Semuanya ini karena dia tidak berhasil membujuk Sajangnim untuk 8
pindah shift kerja.
Satu-satunya pesan keramat yang berulang-ulang dikatakan, di KakaoT, di DM9
dan dalam
segala macam bentuk Social Media yang aku miliki adalah:
---- Footnotes:
3 Nhe: bahasa korea yang artinya Ya
4 Jagiya: bahasa Korea, panggilan kesayangan, artinya: sayang. Biasanya untuk suami istri
5 Mugunghwa: salah satu jenis kereta di Korsel. Memakan waktu jauh lebih lama dari KTX.
6 Yok: station subway.
7 Day2Day: Nama group band.
8 Sajangnim: Pemilik Toko/Bos
9 DM: Direct Message
“Elly, kamu harus dapat PJ Plush Doll , apapun yang terjadi!!!” 10
Karena menurut legenda PJ Plush Doll adalah item yang pertama kali akan habis, jadi kita
wajib ada dalam antrian 1 digit. Itu sebabnya aku disuruh berangkat pakai kereta malam
supaya bisa tiba subuh untuk ikut antrian.
Jam 10.10 PM, dan akhirnya aku tiba di Station Suwon. Walaupun stationnya cukup besar,
tapi tidak terlalu banyak orang yang lalu lalang disana, mungkin karena sudah larut malam.
Dan untuk naik Mugunghwa aku harus pindah ke station sebelah.
“Wahhh gak lucu banget kalau terlambat, dan kenapa juga online ticketingnya harus
bermasalah.” keluhku dalam hati.
Maka dengan jurus langkah seribu aku langsung bergegas mengikuti petunjuk arah
Mugunghwa. Untungnya tidak banyak orang yang mengantri tiket.
“1 Tiket Mugunghwa ke Daegu”
“Kereta 2125, jam 10.25 PM, jalur 6. Tapi, tidak ada tempat duduk.”
“Nhe??”
“Jari Obsimnida ”
11
“Aah, arasoyo , kuenchanayo ” balasku dengan nada putus asa. 12 13
Tidak ketinggalan kereta sih, tapi, bagaimana aku bisa bertahan tidak duduk selama 3,5 jam.
Ada gerbong khusus untuk mereka yang memilih tiket “standing”. Di gerbong 10 memang
terdapat tempat duduk berhadap-hadapan tapi pasti sudah penuh dari station sebelumnya”
Suara pengumuman terdengar. Kereta 2125 tujuan Busan via Daegu telah tiba. Dan betul
saja, bukan saja tidak ada tempat untuk duduk, bahkan gerbong itu hampir penuh dengan
orang - orang berdiri.
--- Footnotes
10 Plush Doll: nama item merchandise
11 Jari Obsemnida: Bahasa Korea, artinya: tidak ada tempat.
12 Arasoyo: Bahasa Korea, artinya: Baiklah, aku mengerti.
13 Kwenchanayo: Bahasa Korea, artinya: Tidak apa-apa
Sementara kereta melaju, pikiranku penuh dengan “Bagaimana caranya tidur dalam keadaan
berdiri?”. Aku bahkan menGooglenya. Mengenaskan. Kondisiku saat ini berbanding terbalik
dengan lagu yang tak sengaja diulang - ulang di telingaku, “Everyday is a Miracle”.
Sayup-sayup terdengar pengumuman bahwa kereta akan tiba di station berikut, bagi mereka
yang akan turun harap bersiap. Dan tiba - tiba ada seorang wanita muda berdiri. Aku melirik
kekanan dan kekiri, tidak ada yang bergerak. Kursi kosong saat ini lebih berharga dari 1 tiket
Fan Raffle, hahaha. Akhirnya hidupku 3 jam berikutnya terselamatkan. Setelah meletakkan
tas diatas, aku duduk!
Tidak butuh 1 jam untuk membuatku tersesat dalam mimpi dengan airpod masih terpasang 14
di telinga. Ketika sadar, aku dalam keadaan bersandar di bahu orang sebelahku. Dengan cepat
aku langsung menegakkan kepalaku, membuat setengah airpodku jatuh. Aku melihat kearah
orang yang bahuku aku bantali. Wajahnya seputih kertas kontras dengan rambut & topi
bundar hitam yang dipakai hampir menutupi seluruh kepalanya. Mata kecilnya menatapku.
Dan untuk beberapa detik kami bertatapan.
“Ahhh, josohamnida agashi ” aku langsung minta maaf pada wanita muda dengan atasan 15 16
longgar dan ripped jeans itu. Dia tersenyum kecil.
Kemudian dia memunggut setengah airpodku yang jatuh.
“Ini airpodmu kan?” dengan suara bass, dia menanyakan pertanyaan yang sudah pasti itu.
“Nhe?? Nhe.” kataku sambil mengangguk. Masih antara bingung dan malu, wajahku
memerah.
“Jjo.. josohamnida, hakseng terlihat sangat bersinar, jadi aku kira…” 17
“Ahhh bersinar, apa yang aku katakan, wah dimana Doraemonnn?” gumanku dalam hati.
Dan dia tertawa kecil.
--- Footnotes
14 Airpod: Wireless Headset
15 Josohamnida: Bahasa Korea, artinya: Maaf (formal)
16 Agashi: Bahasa Korea, artinya: Nona.
17 Hakseng: Bahasa Korea, artinya: Murid, panggilan untuk seorang murid/mahasiswa/orang yang
sedang belajar di sekolah/perguruan tinggi.
“Wah, Yeppoda ” aku tak sengaja berguman lagi melihat senyuman mautnya. 18
“Aku pakai make up, haha. Dan... hakseng aniyo . Aku bermain gitar.” Dia tertawa lebar 19
membuat gusinya kelihatan. Ini pertama kali aku melihat pria cantik.
“Aaah...”
“Why are you so beautiful?” pertanyaan yang paling aneh yang pernah aku tanyakan pada
seorang pria.
“Kau bertanya supaya aku memujimu juga ya?, kau pastinya lebih cantik dariku” balasnya
masih dengan senyuman.
“Bukan begitu, ini pertama kalinya aku melihat pria yang cantik di kehidupan nyata. Aku
melihat banyak di UTube”
“Haha, sangat lucu” balasnya, matanya yang kecil tidak kelihatan ketika dia tertawa.
“Maaf, berapa umurmu?” tanyanya,
“93 liners.” singkatku
“Wah, kita seumuran” sambutnya hangat.
“Kau tinggal di Daegu?” tanyanya sambil melirik tiket kereta yang aku pegang dari tadi.
“Aniyo, aku hanya mau nonton Konser”
“Day2Day?”
“Nhe, otoke ara ?” 20
“Suara di airpodmu sangat kuat”
“Aahh,,, Mian ”
21
--- Footnotes
18 Yeppoda: Bahasa Korea, artinya: Cantik
19 Aniyo: Bahasa Korea, artinya: Bukan/Tidak
20 Otoke Ara: Bahasa Korea, artinya: Bagaimana kamu bisa tahu?
21 Mian: Bahasa Korea, artinya: Maaf (Non Formal)
“Aku bukan fans mereka, tapi lagu-lagunya sangat addicted” jelasku, yang dalam 24 jam
terakhir terus-terusan mengulang semua list lagu mereka dari mini album yang pertama
sampai album terakhir MyDay My Life.
“Lagu favoritku ‘To Me’ dan ‘Everyday is a Miracle’” tambahku, setidaknya dua lagu itu
yang aku hafal.
“No kidding?” serunya dengan antusias..
“Aku juga suka ‘Everyday is a Miracle’”
“Penulis liriknya, PJ” tambahnya lagi,
“Aahhh, aku tahu dia. Itu member yang paling hits kata temenku, plush dollnya pasti yang
pertama sold out” dan suara Kyo kembali terngiang dipikiranku, seperti hantu.
“Mau dengar ceritanya?” dia menatap hangat.
“Nhe.” kayaknya menarik. Setidaknya dapat melihat wajah ‘cantiknya’ dalam waktu yang
lama. Aku cekikikan dalam hati.
“Dia punya seorang adik 14 tahun lebih muda dari dia saat itu. Dari kecil adiknya lahir
dengan kondisi yang tidak baik. Pada waktu dia berumur 5 tahun, dia diagnosis menderita
Multiple Myeloma , kanker yang menyerang bagian dari sel darah putih, nanti kau bisa 22
mengGooglenya”
“Hehe, iya lanjut…”
“Dokter mengatakan waktu hidupnya hanya 1 tahun saja, orang tuanya berdoa supaya ada
keajaiban. ... dan keajaiban itupun terjadi”
“dia sembuh?” tanyaku penasaran, sambil mengedipkan mataku berkali-kali berharap dia
memang sembuh.
“Dia meninggal 2 tahun kemudian”
--- Footnotes
22 Multiple Myeloma: Jenis kanker yang menyerang sel plasma, yaitu salah satu jenis sel darah putih
pada sum sum tulang penderita.
“Heeh!!”
“Setelah 1 tahun berlalu, lewat dari prediksi dokter, bagi dia dan keluarganya, setiap hari
dalam tahun terakhirnya adalah keajaiban. Disaat itulah PJ menulis lagu “Everyday is a
Miracle””
“...”
Aku tersentak. Caraku mendefiniskan keajaiban itu begitu sempit. Keajaiban bagiku hanya
sampai di memenangkan Fan Raffle untuk nonton Konser. Memalukan!. I even cry like
there’s no tomorrow.
Pandanganku kosong untuk beberapa saat.
“Apa kau sedang terharu?” dia menepuk pundakku tanpa mengubah arah pandangannya.
“Sedikittt, well,,, banyak.” jawabku
“Dan kemarin seharusnya ulang tahunnya yang ke 13 tahun”
Kami berdua untuk beberapa menit diam seribu kata. Aku baru menyadari gerbong 10 sudah
begitu sunyi. Hanya tertinggal beberapa orang saja. Dan suara pemberitahuan bahwa kereta
akan tiba di Daegu memecahkan kebisuan kami.
“Ehh siapa nama adiknya? mau kuGoogle.”tanyaku.
“Siapa namamu? Sepertinya kita belum kenalan ya” dia menjawab pertanyaanku dengan
tidak menjawabnya sama sekali.
“Ahhh, aku Kim Ellie. Orang tuaku mix marriage .” 23
“No wonder...”
“No wonder?”
“No wonder, you look so beautiful”
--- Footnote
23 Mix Marriage: Pernikahan antara orang Korea & orang asing.
“Kau juga, hehehe, sangat cantik, hahahaha” kami akhirnya tertawa bersama.
Dan kereta berhenti untuk menurunkan penumpang dengan tujuan Daegu. Termasuk aku.
“Daegu?” tanyaku waktu melihat dia juga mengambil gitarnya di kabin atas tempat duduk.
“Iya, kacha …” 24
Kami berduapun turun dari kereta. Aku dengan tas olahraga hitamku yang biasa aku
silangkan di dada, sedangkan dia menjinjing gitarnya dalam hardcase . Kami persis seperti 25
Kim Shin dan WangYeo, yang berjalan di tengah kabutnya dini hari di Daegu.
“Kau persis seperti Malaikat Pencabut Nyawa dengan topi bundarmu”
“Maksudmu WangYeo yang di perankan oleh Lee Dong Wook, dalam serial Dokebhi, drama
yang ditulis oleh penulis yang sama dari drama 'Taeyang e Huye'”
“Heol ”
26
“Aku tidak menonton drama” dia melanjutkan dengan nada datar.
“Hahaha, kau orang lucu pertama yang tidak kelihatan lucu”
“Aku menganggapnya sebuah pujian” sambil memperbaiki topinya sehingga menutupi
hampir seluruh wajah kecilnya.
“Iya, itu pujian, hahaha”
“Dari tadi kau terus memujiku, pertama Cantik, yang dalam kasusku artinya Cute, Keren dan
sejenisnya, kemudian Lucu yang dalam pengertianku berarti Easy Listening. Apa aku
tipemu?”
“Heol”
“Kalau kau tipeku, terus kenapa?”balasku tidak mau kalah.
--- Footnotes
24 Kacha: Bahasa Korea, artinya: Ayo jalan.
25 Hardcase: Kotak tempat gitar
26 Heol: Bahasa Korea, artinya: Sangat. Ungkapan gaul anak muda.
“Maaf, kita tak bisa dating. Fansku banyak, mereka melarangku pacaran. Dispouch ada
dimana-mana.”
“Hahahahahhaaa … kau betul-betul kedengaran seperti seorang Idol”.
Tiba-tiba dari kejauhan seseorang menghampiri kami, tepatnya dia.
“Mobilnya sudah menunggu didepan, silakan” orang itu berpakaian semi resmi dengan walky
talky di tangan kanannya.
“Wah, idolmu ini sudah di jemput, kau bisa jadi salah satu fansku kok.”
“Hahaha, senang bertemu denganmu” ungkapku.
“Annyong” sambil melambaikan tanganku.
“Annyong, Fans” dia pun berjalan mendahuluiku melalui exit 1.
“Jogiyaaa!!!” aku melupakan sesuatu.
“Irumi mwoya ?” teriaku 27
“Joon” dia berbalik dan meneriakkan namanya sambil melambaikan tangan.
***
Betul aja, belum sampai antrian ke 16 PJ Plush Doll sudah habis tak berjejak. Dan aku
antrian ke 14. Hampir saja.
Konser dimulai tepat jam 7 malam. 30 menit sebelumnya ruangan EXCO Convention Hall
Daegu telah penuh dengan lautan Daylies, sebutan untuk fans Day2Day.
“Oya, aku hanya mendengar lagu-lagunya sepanjang 2 hari ini, tapi tampang mereka kayak
apa ya?” gumanku dalam hati, sambil mulai menGooglenya.
Tiba - tiba lampu di redupkan dan tayangan dipasang, dimulai dengan perkenalan semua
personilnya.
Aku mengetik “PJ Day2Day” di HPku, dan muncul foto orang yang sama dengan yang
terpampang di layar besar.
Orang yang sama, yang menemaniku selama 3,5 jam perjalanan menuju Daegu. Park Joon.
Keajaiban bagi sebagian orang adalah memenangkan Fan Raffle tiket untuk konser, bagi
yang lain adalah bertemu dengan idolanya, berjabat tangan ataupun berfoto bersama, tapi
bagi sebagian kecil lain sekedar bisa menikmati mentari pagi di hari besok sehingga dia bisa
berkata Everyday is a Miracle.
27 Irumi Mwoya: Bahasa Korea, artinya: Namamu siapa?