Langit gelap menghiasi malam yang dingin mengguyur tubuh ini yang tak peduli akan rasa dingin yang menusuk kulit berjalan lunglai di jalanan sepi sendirian.
Entah itu air mata atau rintik air hujan yang mengalir di sekitaran pelupuk mata membasahi wajah.
Dalam diam tanpa suara tiada isak tangis tiada keluhan rasa dingin yang menghantam tubuh.
Dingin ini tidak ada apa-apanya dengan belati tajam yang telah menusuk hat i ini.
Terus berjalan mengikuti kemana kaki membawa tanpa tau arah.
#Flashback
Di depan pagar rumahku ia mengantarkan aku setelah kami menghabiskan waktu di
Alun-alun kota.
" Ayo kita putus, Aku rasa kita tak cocok , kamu terlalu baik. Aku pergi semoga kamu dapat yang lebih baik dari aku. "-ujar sosok pria di hadapanku. lalu pergi menjauh bersama kendaraanya.
#Flashback Off
Ia pergi tanpa peringatan
Aku tak berpikir aku yang terlalu baik untuk dirinya.
Mungkin akulah yang buruk.
Dia pergi meningalkan aku dalam kebingungan akan luka yang di berikan seperti takdir telah membawamu ke dalam jurang kelam.
Setelahnya aku pergi berfikir dan berjalan menjauh dari rumahku.
Berjalan tanpa arah.
Lalu tiba-tiba hujan deras datang mewakili hatiku yang ingin menangis, mengiringi tapak kaki yang membawaku tanpa arah.
Dalam pikirku " Tidak kah ia memikirkan, apa aku akan baik-baik saja?, Apa aku telah masuk ke rumahku. Tidakkah ia mencoba menelphone dan menanyakan keadaanku seperti dulu saat aku sakit dan telah membuatnya cemas?, Dan apa ia tidak kah ia cemas padaku lagi?."-pikirku yang terus berjalan.
tanpa ku sadari aku duduk di kursi taman mini yang tak jauh dari rumahku.
" Kenapa di sini?, Ayo pulang!."-sebuah suara menegurku yang duduk tertunduk di bangku taman. aku tak tahu siapa ia aku hanya menurut seperti hati hangat membawa aku kembali dan masuk ke dalam rumahku yang sepi dan sunyi.
" Gantilah pakaianmu!."-ujar suara itu lagi, akupun hanya menurut dan kini aku duduk di depan kaca kamarku menatap air hujan yang terus mengalir deras dari langit gelap mengambarkan perasaanku saat ini.
Tanpa sadar Ku ambil Handphoneku dan memutar salah-satu lagu Kesukaanku.
Aku tak berfikir suatu hari lagu ini akan benar-benar mewakili perasaanku saat ini.
.....
A Moment in Time Don't Watch Me Cry🎶
A Moment in Time Don'T Watch Me CRY!~ 🎶
Nada musik yang terdengar sendu itu mengalun indah namun sangat terasa sedih dan terasa menyakitkan tepat seperti perasaan hancurku ini yang telah di tinggal olehnya tanpa peringatan , tanpa persiapan ia pergi meninggalkan luka.
" Menangislah, di belakang punggung ini. jangan menahanya lagi !."- ? ujar suara itu lagi dan tanpa kusadari akupun mulai menangis menumpahkan semuanya.
Isakan demi hisakan tangis mulai keluar perlahan bersama dengan menyucurnya air mata yang datang bagaiair bah yang tak ingin surut, ku peluk punggung lebar itu memeluk nya erat seakan ia lah sosok yang membuat air mata ini jatuh.
Itu bukanlah sepenuhnya sebuah tubuh . itu hanyalah bantal empukku.
" Don't watch Me cry!."-pintaku lirih di tengah tangisan aku tak ingin di pandang lemah dan menyedihkan lagi dan lagi. Sudah cukup ini menyakitkan.
" I Don't Watch You Cry, I Stay With You and' ?, I like Watch You Smile. "-?
Aku hanya diam mendengar ucapanya yang lembut, masih dalam isak tangis ku .
Dia hanyalah khayalanku aku tau itu ia hanya sosok khayalan dari hati dan pikiran yang ingin menghiburku.
"Tidak!, Aku tak akan bisa kembali tersenyum. Aku tak bisa lagi tersenyum. Bagaimana caranya aku bisa tersenyum dengan semua luka ini?."-pikirku.
"Tidak lagi!, Aku lelah!, Aku ingin semua ini berakhir. "-pikirku lagi dan lago.
Bisakah tuhan mengizinkanya.
"Jangan pikirkan apapun, Aku akan bersamamu, jangan pernah berpikir untuk pergi lagi. Aku bisa mati jika kamu benar-benar pergi dariku. "-?
"Kau dan aku adalah satu bagai mana kita mati bersama? ."-pikirku lagi.
"Kenapa?, harus aku yang selalu sendiri tersakiti, di tinggalkan, di lupakan, di pandang rendah, tak bolehkah aku bahagia seperti orang lainya!, kenapa?."-lirihku sembari diriku terjongkok di belakangya dan menengelamkan wajah di balik kedua lutut yang lelah untuk berdiri bertahan.
Menangis!, menangis!, menangis! hanya isakan kecil demgan mulut ternganga berusaha melepas segala rasa sesak dan raungan namun nihil tiada suara, tiada raungan, ku tepuk-tepuk dan ku genggam kain baju yang membungkusi dada yang terasa sesak ini.
Kenapa?, kenapa?, kenapa?,
tanyaku di dalam benak pikiran yang selalu kalut.
"Sosokmu hanya bayangan, kau tidak ada, kau hanyalah ilusi tak peduli seberapa ingin aku memilikimu. "-ujarku menyadarkan diri .
"Kau hanyalah kekasih bayangan yang selalu ku impikan untuk hadir dalam mimpi-mimpi tidur malamku."
ucapku lagi meyakinkan diri.
.
.
.
Mungkin inilah takdirku.
Takdir untuk sendiri
Menangis sendiri dalam diam
Tanpa ada bahu di sisiku.
Tiada peluk kasih sayang maupun cinta.
Aku hanyalah sosok terabaikan yang tak perlu di pandang.
Biarkanlah aku begini aku tak akan berharap banyak lagi untuk cinta dan impian hidup dengan apa yang di kasih walau tiap langkahku mendapat sayatan luka hati yang membuat jiwa raga ini lelah walau tidurpun selah itu tak akan pernah hilang.
It's Me and Don't Watch Me Cry
........
09.12.2020
Origin Story By © B joy
Insprite By : Jorja Smith -
Dont Watch Me Cry 🎶
This 's My Fav Song.
⚠ Sorry For Typo and Please Vote and Follow This Story and My Acc Comment Your feel Here 👇🏽