"Pagi ayang beb"sapa Tata ramah. Bagas hanya melihatnya dan berdeham sebagai jawaban.
"Ish Agas mah kebiasaan,kalo di sapa ngga pernah bales nyapa"ucap Tata kesal dan segera menaiki motor Bagas.
"Nih pake"ucap Bagas sambil menyerahkan helm.
"Agas pakein"ucap Tata manja. Itu adalah salah satu kebiasaan Tata saat bersama dengan Bagas.
"Ckk... Manja"ucap Bagas,tapi ia juga memakaikan helm ke kepala Tata.
"Jangan jadi orang manja, nanti nyusahin orang"ucap Bagas tajam. Tata hanya mengrucutkan bibirnya kesal. Lalu Bagas menjalankan motornya menuju sekolah.
"Agas, Tata mau tanya" ucap Tata di tengah tengah perjalanan.
"Apa"
"Agas sayang ngga sama Tata?atau cinta"ucap Tata dan melingkarkan tangannya di pinggang Bagas.
"Ngga tau" ucap Bagas. Tata kesal karena jawaban Bagas.
"Ko ngga tau sih gas? emangnya agas ngga sayang ya sama Tata?"
"Udah deh, ngapain tanya tanya kaya gitu"ucap Bagas. Tata tersenyum untuk menutupi kesedihannya. Tata kuat kok.
"Ehehehe gapapa dong gas,emang kenapa sih kalo Tata suka tanya kaya begitu?emang ngga boleh ya?"tanya Tata. Tidak ada jawaban oleh Bagas.
"Gas,Tata mau tanya boleh?"ucap Tata sedikit pelan.
"Apa sih!?tanya apa lagi!?tanya tanya aja"ucap Bagas sedikit keras.
"Kalo Bagas suruh milih antara Tata sama Syifa, Agas mau pilih yang mana?"Tanya Tata.
"Ya milih Syifa lah,kenapa juga harus Lo"ucap Bagas langsung,tanpa Bagas sadari kata kata itu membuat Tata sadar. Ya dia sekarang sadar bahwa ia tidak dianggap sebagai pacar oleh Bagas. Lalu selama ini selama 6 bulan ini dia dianggap apa?.
"Oh gitu ya?kenapa ngga milih Tata?kenapa harus Syifa?"tanya Tata lagi.
"Nih ya Ya gue bilangin, dia itu lebih dari Lo semuanya"ucap Bagas. Tata sadar. Ya sadar. Kemana saja ia selama ini. Sampai Bagas selalu membangga banggakan Syifa.
"Em Agas,.Agas suka sama Syifa gara gara apa?"
"Dia lebih dewasa Ta, sedangkan Lo?Lo itu kekanak kanakan. Dia ngga manja kayak Lo"ucap Bagas. Ya lagi lagi Tata ditampar oleh kenyataan bahwa ia selama ini tidak dianggap pacar oleh Bagas.
"Oh gitu ya, em misalnya Tata berubah kaya Syifa,apa agas bakal sayang sama Tata?"tanya Tata.
"Udah lah, ngapain Lo berubah berubah.au jadi sapi dermen Lo?atau mau jadi ultramen?"canda Bagas. Tata tertawa.
"Hahaha engga lah gas"
"Dah sana turun,udah nyampe juga"ucap Bagas saat motor yang dikendarai Bagas sudah sampai di parkiran sekolahan.
"Agas yuk jalan bareng ke kelas"ajak Tata dengan senyumnya yang tak pernah pudar.
"Sori ngga bisa Ta,gue bareng sama Syifa"ucap Agas. Tata masih mempertahankan senyumannya yang manis,ya walau hatinya harus diantam kenyataan itu berkali kali.
"Oh,bareng aja gimana?ajak Syifa"ucap Tata.
"Yaudah,tunggu bentar. Bentar lagi juga Syifa Dateng"ucap Bagas sambil melihat ke arah jam tangannya.
"Nah tuh Syifa Dateng"ucap Bagas.
"Hai,maaf nunggu lama. Tadi jalanan agak macet"ucap Syifa sambil membenarkan rok nya.
"Iya gapapa, santai aja"ucap Bagas.
"Ayo Syif"ucap Bagas sambil menggandeng tangan Syifa. Syifa mengangguk sambil tersenyum. Tata dibelakang tersenyum kecut. Ternyata selama 6 bulan ini perjuangannya sia sia.
Banyak siswa maupun siswi yang melihat kearah mereka. Karena yang berjalan disamping Bagas adalah Syifa bukan Tata. Tata hanya bisa menatap Bagas dari belakang.
Ternyata aku belum bisa ngebuat kamu bahagia ya gas?batin Tata dalam hati. Semoga nanti kamu dan Syifa bakal jadian ya gas,Tata bakal mundur gas dari sekarang. Semoga saja keadaan mendukung Tata untuk bisa melepaskan Bagas.
Tak apa lah dia terluka yang penting Bagas bahagia,ya walau bahagia bersama orang lain bukan dirinya.
"Gas,aku masuk duluan ya" ucap Tata saat sudah sampai dikelasnya. Memang kelas Bagas dan Tata berjarak 2 kelas Tata kelas XI-IPS 2 sedangkan Bagas dan Syifa ia sekelas,yaitu XI-IPS 4 .Bagas menoleh kebelakang dan mengangguk lalu melanjutkan bercerita kepada Syifa.
Tata memperhatikan mereka sebelum masuk kekelas. Bagas tampak bahagia dengan adanya Syifa, sedangkan Bagas saat dengan dirinya?selalu bersikap dingin. Tata tersenyum kecut.
"Heh Ta! Ngapain di pintu masuk sini!"ucap Akbar,pacar sahabatnya Nabila.
"Iya, Nabila belum berangkat Bar?"tanya Tata sambil meletakkan tasnya di belakang meja meja Akbar.
"Tau tuh anak,mau dijemput malah katanya suruh duluan aja"ucap Akbar kesal.
"Lah?emang kenapa ko ngga mau?kan biasanya selalu dianter sama Lo kalo kemana mana?"tanya Tata heran.
"Mana gue tau,lagi mau jalan sama selingkuhannya kali"ucap Akbar asal.
"Heh,tu mulut. Mana ada Nabila mau selingkuh sama Lo Bar, yang ada mah Lo yang mau selingkuh dari Nabila,kan lon itu playboy cap badak"
"Gue bukan playboy, apalagi tu playboy cap badak emangnya gue lasegar apa?"kesal Akbar.
"Hahahaha"tawa Tata.
"HALOO EPRIBADEHH!!!NABILA YANG CANSS INI DATANG!!"teriak Nabila lantang. Dan membuat siswa yang dikelas menutup kupingnya rapat rapat termasuk Akbar dan juga Tata.
"Nabilaa!ngga usah teriak teriak!rusak kuping Tata"ucap Tata kesal.
"Ehehehe maap sih Ya,sensi amat sih Lo. Pms ya?!"goda Nabila.
"Udah diem"ucap Akbar.
"Lo abis dari mana Bil? tumben amat jam 7 kurang 2 menit eh 3 menit menit baru sampe"tanya Tata.
Nabila menggangguk sambil mencebikkan bibirnya kesal."mau gue cium tu bibir"ucap Akbar.
"Dasar mesum Lo"ucap Nabila sambil menabok pelan lengan Akbar.
"Lagian tu bibir di monyong monyongin"
"Diem lo"ucap Nabila pada Akbar."Gue mau cerita nih"
"Tadi tu gue disuruh nyokap suruh nganterin dedek Fero kesekolah,anaknya Tante Andini itu. Lo tau kan jarak rumah gue sama rumah Tante Andini jauh?nah itu makanya gue berangkat pagi pagi jam setengah enam gue berangkat dari rumah"
"Lah Fero maunya Lo yang nganterin dia sekolah"tanya Tata dan diangguki oleh Nabila.
"Gue kirain Lo bareng Ama selingkuhan Lo"ucap Akbar yang langsung mendapatkan tabokkan kencang di lengannya.
"Sakit bege"ucap Akbar mengelus elus lengannya yang ditabokk oleh Nabila. Memang Nabila dan Akbar jika bertemu akan seperti kucing dengan tikus tapi itu juga yang membuat mereka tidak canggung. Tak lama kemudian bel masuk berbunyi.
Renata
"Ta mau ikut kita kekantin ngga?"tanya Nabila. Tata menggeleng.
"Ngga usah Bil, gue mau kek kelasnya Bagas dulu"ucap Tata dan dibalas anggukan oleh Nabila. Nabila sebenarnya tau masalah Tata dengan Bagas tapi ia tidak mau membicarakannya,ia takut akan melukai hati Tata. Ia juga tau bagaimana rasanya jadi Tata. Sakit.
"Gue kekantin dulu ya Ama anak lutung. Dada Tata"ucap Nabila dan menggeret tangan Akbar.
"Eh enak aja Lo,gue Abah manusia gini" Tata dapat mendengar suara ribut antara Akbar dan Nabila. Ya memang mereka berdua selalu ribut dengan hal hal sepele tapi mereka tidak pernah keluar kata putus dari mulut mereka.
"Kapan gue sama Bagas bisa kaya Nabila sama Akbar"guman Tata. Lalu dia berjalan menuju kelas Bagas.
"Eh Div,Lo liat Bagas ngga?"tanya Tata pada Diva, salah satu teman sekelas Bagas.
"Oh Bagas?tadi dia udah keluar sama si Syifa. Mungkin dia ke rooftop kali"ucap Diva dan mengangkat bahunya acuh.
"Oh yaudah, makasih Div"setelah mengucapkan itu, Tata langsung berlari kearah tangga. Dia tidak melihat batang hidung nya Bagas,em berarti dia di taman belakang. Dengan cepat ia berlari ke taman belakang sekolah,dan ternyata benar. Susana ada Bagas dan Syifa yang sedang duduk di kursi taman. Tata menguping pembicaraan mereka.
"Gas,Lo Minggu depan Lo bakal putus sama Renata?"tanya Syifa.
"Iya lah Syif,kan kita taruhannya 6 bulan ya Trus Minggu depan Tata bakal gue putusin lah"
"Sekarang kita bisa liat kan disini yang menang siapa?gue kan?"
"Iya, Lo udah buat dia cinta sama Lo. Tapi emang Lo ngga kasian ama si Tata?kayaknya dia udah cinta deh gas Ama Lo"ucap Syifa.
"Bodo amat sih,kan yang cinta Ama gue dia bukan gue. Kan gue sukanya Ama Lo Syif"ucap Bagas.
Tata tidak dapat membendung air matanya. Jadi selama ini dia hanya bahan taruhan oleh Bagas dan Syifa. Ia terduduk ditanah dan mendongakkan kepalanya.
Ia mendengar bahwa Bagas dan Syifa akan pergi, dengan cepat Tata langsung berjalan menuju pohon yang besar yang didekatnya.
Setelah merasa mereka telah pergi dari taman badannya merosot.
"J-jadi sse lama ini Tata cu cuma ba bahan ta Tuhannya Bagas?"ucap Tata tersendat sendat.
"Hikss hati tata sakit, kenapa tata dijadiin bahan taruhan?apa salah Tata"
"Hiks hiks Tata salah apa?Hiks Momyy"
"Yaampun Tataaa! Lo ternyata disini!!" Teriak Nabila dari arah samping Tata.
"Hiks Bilaaa"ucap Tata tiba tiba dan memeluk Nabila secara Langsung.
"Hei,Lo kenapa?cerita sini sama gue"ucap Nabila sambil mengelus elus punggung Tata.
"Hiks... Bilaa Agas hiks dia Hikss... Cuma hiks..jadi-"
"Lo tenang dulu okey cerita sini sama gue"ucap Nabila dan mengkode Akbar untuk pergi sebentar. Akbar yang tau kode dari Nabila pun langsung pergi. Setelah tenang Tata menceritakan semuanya kepada Nabila.
"Hiks... Gitu ceritanya"ucap Tata.
"Emang bangsat tu orang,liat aja ntar,gue kasih pelajaran Lo pada"ucap Nabila geram. Siapa juga coba yang ingin melihat sahabatnya disakiti oleh orang terlebih lagi orang itu adalah orang yang spesial di hatinya.
"Udah bil, jangan biarin aja"ucap Tata.
"Nih minum dulu"ucap Akbar sambil memberikan Aqua untuk Tata.
"Makasih bar"
"Bil,entar mau ngga anterin Tata pulang?"tanya Tata.
"Iya ntar biar Akbar yang ngijinin ke guru, gue ambil tas Lo dulu. Kita pulang nunggu bel masuk ya, biar ngga diliatin sama siswa disini"ucap Nabila dan diangguki oleh Tata.
Renata
"Makasih Bil,makasih banyak ya Lo mau jadi Sabahat gue. Gue ngga tau kalo ngga ada Lo gue harus gimana'' ucap Tata.
"Sans aja sih kalo sama gue, jangan ngomong gitu Ta,Lo ngomong gitu kayak Lo mau pergi dari sini tau ngga sih Ga"ucap Nabila.
'emang bil,gue bakal pergi habis ini'
"Ya siapa tau aja gue pergi. Oh iya ntar kalo misalkan nih ya gue ngga disini lagi gue mohon jagain Bagas ya buat gue em mungkin gue sekarang masi bisa liat Bagas tapi kalo besok gue juga ngga tau"ucap Tata.
"Ta, Lo ngomong apa sih, makin ngawur aja Lo. udah sana masuk"ucap Nabila.
"Kalo itu terjadi, tolong jagain Bagas buat gue ya Bil. Lo juga jangan berantem terus sama Akbar. Masa kalian pacaran tapi kaya kucing sama tikus kan ngga elit"ucap Tata pada Nabila. Lalu Tata tertawa.
"Ta Lo jangan bilang kaya gitu lah,Lo kaya mau pergi dari gue tau ngga sih"ucap Nabila.
"Iya iya, gue masuk dulu ya" setelah Itu Tata keluar dari mobil milik Akbar yang dikendarai oleh Nabila.
"Lo udah pulang dek?"tanya bang Satya
"Udah bang"
"Mata Lo kenapa sembab?"tanya Satria menyelidik.
"Ehh engga"
"Jangan boong Lo, ayo cerita sini sama Abang"ucapan Satria itu membuat pertahanan Tata roboh. Ia langsung memeluk Satria erat menumpahkan semuanya.
"Hiks Abang"
"Iya sayang cerita ayo sama Abang" Lalu Tata menceritakan semuanya pada abangnya. Jadi selama ini kamu setiap malem nangis cuma gara gara itu. Tata kaget bukan main. Dari mana abangnya tau kalau dia sering menangis di malam hari.
"K-kok Abang tau?"tanya Tata.
"Kamu jadi pindah ke Londo besok?"tanya abangnya mengalihkan perhatian. Tata mengerucutkan bibirnya sebal.
Tata mengangguk"kan Tata emang dari 2 bulan kemaren udah bilang Tata mau pindah. Tata mau sama opa Oma"ucap Tata. Abangnya menghela nafas, ia tak rela jika harus berjauhan dengan asiknya.
"Nanti Trus kalo kamu ke London. Abang sama siapa dirumah?masa Abang sendirian?"
"Kan ada Bunda sama Ayah"
"Bunda sama Ayah kan sibuk Ta"
"Tau ah. Bye Tata mau beres beres buat besok ke London"ucap Tata senang.
"Abang ngedukung kamu sayang, kamu pasti disana Bahagia"ucap Abangnya. Ya karena Dari kelas 9 Tata selalu merengek untuk ke London ke rumah Opa dan Oma nya katanya ia sudah sangat rindu dengan opa dan Oma nya.
Dikamar Tata mengambil semua keperluannya untuk dimasukkan kedalam koper.
"Huhu cape"ucap Tata setelah beberapa jam membereskan barang barangnya.
"Oh iya Tata mau buat surat ah buat Bagas,xixixi siapa tau Bagas nanti nyariin Tata. Ya gapapa sih kalo ngga nyariin kan yang penting Tata udah ngasi tau lewat surah ini"ucap Tatam lalu ia menulis semuanya semua tentang isi hatinya.
"Ah cape. Tata tidur dulu ah"ucap Tata lalu menuju alam mimpi.
***
Hari ini adalah hari keberangkatan Tata ke London.
"Ta Lo ngga bakal ninggalin gue kan"ucap Nabila cemberut.
Tata tersenyum."Tata ngga bakal ninggalin Nabila kok"
"Trus kalo ngga ninggalin gue Trus,Lo kesini ngapain?"ucap Nabila kesal.
"Sayang Bunda sama Ayah ada urusan. Maaf Momy ngga bisa nungguin kamu sampe masuk ke pesawat. Maaf banget ya sayang"ucap Bunda Tata dengan rasa bersalah.
"Maaf ya sayang"ucap Ayahnya.
"Iya Bund,Yah" Lalu mereka bergantian mengecup kening Tata.
"Nanti kalau udah sampe kabarin Bunda sama Ayah okey"ucap Bunda tata.
"Nanti kamu disana makan yang bener jangan makan yang pedes pedes,makan harus tepat waktu"ucap Ayahnya. Tata tersenyum.
"Iya yah,ayah sama Bunda juga"ucap Tata.
"Yaudah Bunda sama Ayah berangkat dulu"ucap Bunda Tata. Tata dengan cepat langsung mengecup pipi Bunda dan ayahnya.
"Hati hati dijalan Bund,yah"
"Iya kamu juga"
Setelah kepergian kedua orang tua Tata hanya
"Iya Bund"
"Oh iya Bil, ini nanti kasih ke Bagas ya kalau Bagas nyariin Tata"ucap Tata sambil menyerahkan amplop yang berisi surat untuk Bagas.
"Tapi kalau dia ngga nanyain lo Trus gimna Ta?"tanya Nabila.
"Em yaudah bakar aja gapapa. Lagian juga ngga penting kan"ucap Tata acuh.
"Lo ngapain sih buat surat segala buat Bagas Ta?"tanya Akbar yang sedari Tadi diam.
"Gapapa cuma mau aja"
Renata
Setelah beberapa waktu menunggu beberapa menit akhirnya Tata akan terbang [tau ah susah buat kata katanya;(( ]
"Dek nanti kalau udah sampe bilang ya sama Abang "ucap Satya.
"Iya abangkuuu"
"Tata berangkat dulu, Abang jaga kesehatan selama ngga ada Tata. Nanti kalau Abang sakit Tata marahin Abang"ucap Tata
"Kalian juga ngga usah berantem terus. Lo juga bar,Lo pokoknya harus langgeng sampe nikah,ntar kalo udah nikah harus buatin gue ponakan yang banyak yang imut-imut pokoknya"
"Lo kenapa ngomong kayak mau pergi dari kita selamanya sih"ucap Nabila kesal.
"Yaudah gue kesana dulu. Bye bye semua"
"Jangan kangenin Tata okey"
Renata
"Bar kenapa Tata belum kabarin kita ya"ucap Nabila merasa khawatir.
"Bar,itu kayaknya ada yang ngetuk pintu deh,sana Lo bukain"ucap Nabila saat merasa pintu rumahnya diketuk.
"Iya sayang iya, sabar ya"ucap Akbar. Lalu Akbar membuka pintu.
"Bar,Lo tau Tata dimana ngga?"ucap Bagas langsung saat Akbar sudah membukakan pintu. Bagas gelisah.
"Buat apa Lo cariin Tata?"tanya Akbar sengit.
"Gue mau minta maaf sama Tata"ucap Bagas.
"Telat Lo,Tata udah pergi"ucap Akbar.
"Pergi kemana?Lo tau? cepet kasih tau gue",
"Dia per-"
'pranggg' terdengar suara gelas jatuh dari dalam. Dengan cepat Akbar langsung masuk kedalam dan meninggalkan Bagas didepan pintu.
Bagas yang mendengar itu pun langsung mengikuti Akbar dari belakang.
"Bil,kenapa?"tanya Akbar saat melihat Nabila yang berkaca kaca didepan tv.
"Hiks..."tumpah tangis Nabila dipelukan Akbar.
"Bar,bilang bar kalo ini mimpi"ucap Bila sambil menggoyangkan goyangkan tubuh Akbar.
"Bar bilang,pliss pliss ngomong kalo ini semua cuma mimpi tolong bar"ucap Nabila setelah mengatakan itu Nabila terduduk dilantai. Akbar dan Bagas yang tidak tahu apa apapun langsung panik.
"Kenapa bil?"
"Hikss Lo liat itu"ucap Nabila sambil menutup mukanya menggunakan tangan, sedangkan tangan satunya lagi menunjuk kearah Tv yang sedang menampilkan berita.
"Bil,itu beneran?"tanya Akbar tak percaya. Nabila menggeleng lemah. Dia tidak tahu.
"Kenapa?ini kenapa?"tanya Bagas heran.
"Lo tau, Tata udah tenang dia di-dia ngga bakal ganggu Lo lagi"ucap Nabila.
"Maksud Lo apa?"
"Pesawat yang dinaikin Tata jatuh"ucap Nabila dengan tangisnya. Diberita memang benar itu pesawat Tata yang jatuh dan nama Tata termasuk salah satu dari korban yang lain.
"Hahaha Lo bercanda kan?Lo pasti bercanda. Bercanda Lo ngga lucu tau"ucap Bagas.
"Engga"ucap Akbar.
"Tadi pagi Tata ngga berangkat sekolah kan?"tanya Akbar dan diangguki oleh Bagas.
"Dia pergi ke bandara jam4 pagi. Dia mau ke London lebih tepatnya di rumah Oma sama opanya"
"Dia juga bilang,kalau dia pindah kesana juga biar dia bisa lupain Lo"
"Dia udah tau semua kebusukan Lo"sambar Nabila.
'plakk!'
'plak!!'
'plakk!'
"Itu tamparan buat semua rasa sakit yang Tata alami, ya walau itu cuma sedikit. Lo tau tata tiap hari selalu berharap kalo dia bisa jalan sama Lo kaya orang pacaran pada umumnya,tapi kenyataannya Lo malah meduliin sahabat cewe Lo, Syafira"
"Asal Lo tau gas, selama ini Tata selalu cerita semuanya tentang Lo sama gue, dan lebih parahnya lagi gue tau semua kebusukan Lo dari mulut Tata sendiri"
"Apa?"
"MAKSUDD LO APA ANJING TATA BUAT TARUHAN LO SAMA SYIFA APA SALAH DIAAAA!!!GUE TANYA?!?!GUE SEBAGAI SAHABATNYA TATA DAN SEBAGAI CEWE GUE SAKIT HATI. MANA ADA CEWE YANG MAU DIJADIIN BAHAN TARUHANNN!!"teriak Nabila emosi. Tubuh Bagas menegang.
"Ngga ga mungkin" Nabila berlari kearah kamarnya.
"NABILAAA!"teriak Akbar,ia takut kalau tau tau Nabila akan melakukan sesuatu diluar nalar.
"Nih!!! Ambil ambil"ucap Nabila sambil melemparkan surat yang dititipkan Tata untuk Bagas. Bagas membuka amplop itu dengan tangan yang agak gemetar.
Hai gimana kabarnya Agas?
Agas sehat kan?harus dong!
Em Agas tata cuma mau nyampein kalo surat ini udah sama Agad berarti Tata udah ngga ada didepan Agas lagi. Tata mau kelondon loh gas.
Tata bakal nyuruh Nabila untuk ngawasin Agas selama Tata ngga ada.
Kan Tata sama agas udah jauh jadi agas harus jaga kesehatan okhey?
Agas harus bahagia sama Syifa. Tata tau tata ngga bisa bikin agas bahagia,tapi kan ada Syifa yang bisa bikin Agas bahagia.
Tata pergi ke London buat jenguk Oma sama opa kok,tapi sekalian sekolah disana.
Oh iya Agas. Tata udah tau kalau tata cuma bahan taruhan Agas sama Syifa.
Tapi,Agas harus tau Tata cinta banget sama agas.
Agas cinta ngga sama Tata?hahaha Tata tata maafin tata ya tata emang suka ngehayal terlalu tinggi. Tata tau agas ngga cinta sama Tata.
Tapi Agas harus tau maupun Agas ngga cinta sama Tata,tapu tata cinta sama agas, dan juga maaf Tata ngga bisa ngehapus rasa cinta ini gas
Maafin tata.
Udah lah segitu aja. Tuh kan tata malah curhat.
Itu aja yang mau tata sampein oh iya Agas jangan lupa makan,makan harus tepat waktu. Agas harus bisa bahagiain Syifa. Dia orang yang bisa bikin Agas ketawa jangan pernah buat dia nangis loh. Dada Agas.
Dari
Renata Ranjani pacar agas yang paling cantik eh bukan deh eh ngga tau deh.
"Puas Lo nyakitin Tata?"
"Sana pergi Lo" usir Nabila.
"Bar,tolong usirin dia"Akbar mengangguk. Ia tahu bahwa mood pacaran sedang turun.
"Sana pergi,mau apa lagi Lo" Bagas mengangguk.
"Makasih"setelah mengucapkan itu Bagas pergi dari rumah Nabila.
"Tataaa!!!!gueee cinta sama loo!!!"ucap Bagas lalu jatuh terduduk di depan Motornya. Tak lama kemudian hujan turun seolah mendukung suasana kali ini.
Memang benar penyesalan selalu datang di akhir ngga ada yang namanya penyesalan didepan.