hai semuanya namaku Elya Aprilia, aku kelas 11 disalah satu sma populer di Jakarta, ini kisahku dimana aku di bohongi oleh sahabat satu satunya dalam hidupku, aku pikir kau setia ternyata kau sama saja dengan orang orang yang datang hanya saat aku sedang senang.
baiklah akan ku mulai kisahku
waktu itu hari Senin, dimana siswa dan siswi sekolah harus datang awal untuk melaksanakan upacara bendera, tapi sayangnya aku terlambat karena menunggu angkotan umum.
kulihat gerbang sekolah sudah tertutup, "akhhh gimana nihh" gerutu ku, aku sangat takut dihukum dan dipermalukan satu sekolah, yang ada diluar gerbang hanya aku seorang.
aku berniat untuk bolos sekolah, aku berbalik kebelakang, ah kupikir hanya aku seorang ternyata ada Wina dibelakang ku, sahabatku, tunggu dulu apa dia pantas disebut sebagai sahabat?dia mengunjingku dari belakang.
mengunjing ku dengan sebutan perempuan miskin dan jelek, ah sudahlah Elya kenapa kau memikirkan si manusia penghianat dan pembohong ini, ucapnya dalam hati.
ternyata Wina juga terlambat, kulihat Wina memanggil satpam penjaga sekolah, dan mereka membicarakan sesuatu, dimana kulihat satpam itu membukakan sedikit gerbang, lalu Wina segera masuk, satpam itu mengkodekan dengan melambaikan tangannya kearah ku, "cepat masuk" katanya, segera aku masuk sebelum ada yang melihat.
lalu kuletakan tas ku di sebelah ruang BK, segera aku ke barisan upacara, untungnya upacara belum dimulai jadi tidak ada yang tau sebenarnya aku terlambat.
mataku berkeliling mencari keberadaan Wina, mana anak itu, kenapa selalu tidak kelihatan, sudahlah untuk apa kupikirkan dia juga bodoh amat sama ku, gumamku saat itu.
selesai upacara, kita semua masuk kedalam kelas masing masing dan memulai pelajaran, tidak lupa juga aku mengambil kembali tas ku di sebelah ruang BK, aku dan wina sekelas, aku duduk di kursi paling depan sedangkan Wina duduk di kursi paling belakang, entahlah kenapa Wina lebih memilih kursi paling belakang aku juga tak tau.
hingga jarum jam menunjukkan waktu istirahat, semua murid keluar dan menuju kantin, kecuali aku, aku setiap hari hanya membawa bekal makan untuk di sekolah, seperti biasa Wina dijemput oleh anak anak hits yang selalu membully ku.
mereka sekitar 5 orang, lalu masuk ke dalam kelasku dan menatapku dengan sinis, "hei miskin, kasian amat sih loh makan kok telur sama nasi doang, cuihhh" ucap salah satu dari mereka, "hahahah pantesan lah dikatain sama Wina miskin dan jelek, lihat tuh mukanya aja jerawatan parah, gak mampu beli skincare hahahahhaha" ucap salah satu dari mereka.
ingin rasanya aku menangis kali ini tapi tetap kutahan karena aku tidak ingin terlihat lemah didepan mereka semua, ingin juga rasanya melawan mereka tapi apa daya aku hanya orang miskin sedangkan mereka orang kaya yang mana bisa saja mereka melakukan sesukanya terhadap ku.
Wina terlihat sibuk mengambil sesuatu dalam tas nya dan dimasukkan nya dalam kantongnya, "cepetan win, kita Udah laper banget nih" ajak mereka pada Wina, "iya tunggu sabar Napa dah" jawab Wina, lalu mereka semua keluar kelas bersama sama dengan Wina.
lebih baik aku sendiri daripada ada teman atau sahabat tapi malah nikung dari belakang, hahahaha sampah.
hingga tidak terasa waktu waktu telah berlalu, mungkin sudah sebulanan lah, Wina selalu izin pergi liburan. kubaca surat izinnya yang dibuang oleh sekretaris kelas kami, dalam hatiku aku berpikir enak sekali menjadi orang kaya setiap hari bisa saja liburan setiap saat tapi sayangnya aku miskin tapi aku mensyukurinya apa adanya yang kumiliki.
hingga saat sedang mengerjakan tugas, datanglah rombongan rohis yang biasa meminta sumbangan untuk acara acara masuk ke kelas kami, tapi kali ini mereka tidak meminta sumbangan, melainkan hanya mengumumkan sesuatu saja, sebelumnya juga mereka sudah mengucapkan salam.
hingga mereka mengumumkan sesuatu yang membuat ku seperti mati rasa, mereka mengatakan Wina telah meninggal membuat semua murid dalam kelas terkejut.
salah satu anak rohis itu mendatangiku, dan memberikan sebuah surat. katanya dari Wina, seketika tanganku bergetar hebat, kuraih surat itu dengan gemetar, "hei kenapa denganmu" tanyanya, aku hanya menggelengkan kepalaku, tidak lupa aku berterimakasih padanya.
ku buka surat itu dengan tangan gemetar, kubaca satu persatu, aku tidak tahan lagi akhirnya aku menangis mereka semua melihatku, karena tak sanggup aku segera melempar kertas itu dan pingsan karena aku sangat terkejut akan isi surat itu.
isi surat itu
saat kau membaca surat ini sudah aku pastikan aku telah tiada, aku hanya ingin mengatakan selamat tinggal sahabat terbaikku untuk selamanya, kau adalah sabahatku yang paling aku sayangi, hanya kau yang mau mendekatiku hanya karena aku apa adanya bukan ada apanya, terimakasih untuk semuanya, semua yang kau berikan padaku mulai dari perhatianmu, kepedulian mu, dan lain lain.
maafkan aku yang telah mengatakan sesuatu tentangmu dari belakang tapi percayalah aku mengatakan bahwa kau adalah orang terbaik selain keluargaku yang pernah aku temui, hanya kaulah satu satunya, tidak ada yang lain, mereka semua aku bayar agar kau percaya bahwa aku adalah pembohong dan penghianat.
mereka sangat berbeda darimu eyla, mereka mendekati ku hanya karena kekayaan keluargaku, dan bayaran yang aku beri.
mungkin kau benar aku adalah pembohong, ya aku membohongimu eyla, Selama ini aku menderita leukimia, selama ini aku berjuang demi hidup dan matiku, tapi dokter memprediksi hidupku tidak lama lagi, aku tak ingin kau sedih dan khawatir atasku, sehingga aku memutuskan untuk menyembunyikan penyakitku dari publik.
aku menjauhi mu karena aku tidak mau kau merasa kehilangan nanti, biarlah aku saja yang sakit kau jangan, selamat tinggal untuk selamanya.
❤️cinta dari Wina
aku tersadar dari pingsanku, saat ini aku berada di ruang UKS, aku menangis dilihat oleh salah satu siswa PMR yang membawaku kemari
Wina kau memang pembohong, tega kau Wina meninggalkan ku sendiri, kenapa kau lakukan ini wina, aku menyayangimu Wina, maafkan aku yang menilaimu tanpa mengetahui hal yang sebenarnya.