Kate. Wilson kini berumur 16 tahun. Ia murid baru di sekolah 'Haight School' yang ada di kota Jakarta.Karena sejak usia Kate 8 tahun ia tinggal di Negara London dengan neneknya.
Hari pertama ia sekolah banyak orang yang memuji kecantikan yang di miliki oleh Kate. Memang tidak di pungkiri bahwa Kate adalah sosok ideal kaum hawa. Wajah yang putih, rambut yang panjang, tubuh yang ramping,mata yang kecoklatan menambah kan aura kecantikan Kate tersendiri.
Namun tidak dengan seorang lelaki yang bernama Jack ia berfikir bahwa Kate sama saja dengan wanita-wanita pada umumnya.
"Tok...tok..pintu di ketuk oleh Kate, ia memasuki kelas IPA²
"Mari nak masuk..dan perkenalkan namamu"Ucap sang guru
"Hai..namaku Kate. Wilson"Jawabnya
"Baiklah kami bisa duduk di bangku sebelah Jack ketua kelas di sini"
"Terimakasih Bu"..Ucap Kate sambil berjalan ke arah bangku Jack.
Pembelajaran di mulai dengan hidmat, guru yang sedang menerangkan materi yang ada di buku, lalu ia menulis kan soal di papan tulis.
"Siapa yang bisa menjawab soal yang ada di papan tulis"Ucap sang guru.
Murid-murid terdiam karena materi tersebut sebelum nya belum di terangkan dan soal yang ada di papan tulis adalah soal yang cukup rumit. Karena tidak ada yang maju Bu guru menunjuk Kate.
"Kate bisa kamu kerjakan soal ini??"Tanyanya
Tanpa menjawab apapun Kate lantas berdiri dan berjalan menuju papan tulis.Ia mengerjakan soal tersebut hanya dengan 2 menit, bahkan dengan rumus yang berbeda dan rumit.
-Wah..pinter banget-
-Gila keren...-
-Wih..pinter bet ya-
-Pintar juga dia-
Bisik-bisik murid yang ada di kelas.
"Bagus Kate jawaban kamu sangat tepat,bahkan rumus ini bukan rumus yang ibu ajarkan. Dapat dari mana rumus itu??" Tanyanya
"Terimakasih..rumus ini adalah rumus yang aku pelajari pada saat aku sekolah di negara London"Jawabnya
Murid-murid kagum atas kepintaran yang di miliki oleh Kate.
Kriiiiingggggggg....bel istirahat berbunyi.
"Kate ikut aku yuk ke kantin"Ucap salah satu murid namanya Raisha
"Ayok"Jawab Kate
Suasana kantin sangat tenang dan hening. Kate dan Raisha duduk di bangku yang ada di tengah-tengah. Mereka makan sambil di penuhi oleh canda dan tawa.
Tanda Kate sadari sejak tadi Jack memperhatikannya, sekilas ia tersenyum tipis. Ia mengagumi Kate karena jarang melihat perempuan sepintar Kate bahkan ia mungkin kalah.
Pulang sekolah tiba murid-murid riuh keluar dari kelas. Kini Kate sedang menunggu mobil jemputan nya. Ketika sedang berdiri di depan gerbang seketika hujan mengguyur bumi. Kate lantas lari dan berteduh di halte bus, ia lari sekencang mungkin. Hujan yang sangat deras membuat nya merasa kedinginan apalagi bajunya yang sedikit basah karena terkena air hujan.
Tiba-tiba ada yang memakai kan jaket ke tubuh Kate, ia mendongak untuk melihat siapa yang sudah menolong nya. Ia terpana atas apa yang dia lihat.
"Tuhan sungguh indah ciptaan mu ini-Batin Kate.
Lelaki tersebut adalah Jack dan ia duduk di samping Kate.
"Makasih..kamu ngapain di sini"Ucap kate
"Berteduh lah' Jawabnya
-Bego banget si gw -Gumamnya
"Oh..iya ni jaket lu'. Kate mengembalikan jaket Jack
"Engga usah pake aja..baju Lo tembus"Jawab Jack
Seketika Kate memakai jaketnya guna menutupi bagian tubuhnya dan menghangatkan tubuhnya.
Hujan sudah sedikit reda.
"Lo mau bareng engga??"Tanya Jack
"Engga usah tar ngerepotin.Gw juga nungguin jemputan gw"Jawab Kate
"Udah engga papa dari pada Lo nungguin di sini sendirian..ini udah mau sore"
"Ok deh.."
Mereka menaiki motor dan Jack mengantarkan Kate ke rumah nya.
pagi hari pun tiba...
Kate kini sedang duduk di bangkunya sendirian, kelas nya masih sepi karena masih sangat pagi.Rencananya Kate akan mengembalikan jaket yang ia pakai kemarin . Kate melihat Jack yang masuk ke dalam kelasnya.
"Jack ini jaket punya Lo..udah gw cuci ko'Ucap Kate
'Hm..ok" Jawab Jack yang langsung ke bangkunya.
Tak lama Raisha pun datang.
Pembelajaran di mulai...
"Anak-anak mana tugas kalian yang harus di kumpulkan hari ini"Ucap sang guru
"Jack tolong kamu ambil semua buku nya ya.."Tambahnya
"Iya Bu" jawab Jack.
Raisha yang sejak tadi mencari bukunya tidak kunjung ketemu. Kate yang melihat itupun lantas memberikan tugasnya.
"Ni..Lo bilang aja ini tugas punya Lo"Ucap Kate
"Tapi Lo gimana??"Jawab Raisha
"Udah gampang"Jawab Kate.
Lantas Jack mengelilingi meja dan mengambil buku tugasnya, sampai di meja Kate.Raisha memberikan buku tersebut Jack merasa heran kenapa cuman Raisha yang mengumpulkan bukunya.
"Kate Lo engga ngerjain tugas Lo??"Tanya Jack
"Lupa gw..kemarin ketiduran hhe"Jawab Kate santai
"Jack cepat taro di meja ibu"Kata sang guru
Jack langsung menuju ke meja guru dan menaruhnya di sana.
"Siapa yang tidak mengumpulkan tugas"Ucap sang guru
Lantas Kate langsung berdiri.
"Saya Bu"
"Kate..kamu ibu hukum berdiri di lapangan sampai jam istirahat"
Tanpa menjawab Kate langsung keluar dari kelas menuju ke lapangan.
Lama ia berdiri akhirnya jam istirahat tiba.Jack menghampiri Kate yang sedang duduk di bawah pohon.
"Lo kenapa engga ngerjain tugas"Tanya Jack
"Gw ngerjain kok..cuman gw kasih tugas gw ke Raisha karena dia lupa naro bukunya di mana"
"Kami rela di hukum demi temanmu ?? sungguh bodoh"
"Bukan bodoh..aku hanya berusaha menolong temanku"
"Walau akhirnya kamu di hukum??"
"Iya..why not?? hukuman tidak menjadi alasan untuk tidak membantu teman"
Jack kagum atas pemikiran dan jawaban dari Kate.Mungkin jika ia ada di posisi Kate belum tentu ia akan memberikan tugasnya dan rela dirinya di hukum.
-Luar biasa..kami berbeda Kate-Batinnya.
Berhari-hari mereka lalui dengan canda dan tawa. Timbullah perasaan cinta di antara mereka, walaupun belum berpacaran namun mereka terlihat sangat dekat. Saling membantu, saling menolong, dan saling support apa yang mereka masing-masing lakukan. Setiap hari pasti mereka akan melakukan apa-apa berdua, seperti membaca berdua,makan berdua,duduk berdua,dll.
Tidak lama dari itu akhirnya Jack mengutarakan isi hatinya.
"Kate aku sudah sejak lama suka denganmu, aku harap kau juga memiliki perasaan yang sama kepada ku, apakah kamu mau menjadi pacarku??" Tanya Jack
"Em..aku memiliki perasaan yang sama terhadap mu and, yes I Will"Jawab Kate.
Mereka pun berpacaran dengan bahagia..walau kadang banyak konflik yang terjadi pada mereka.
"Cinta adalah kata sederhana yang dapat membuat hari-hari ku penuh dengan warna"
_Tamat_
Cerita hanya fiktif belaka.
Cerpen By: Mila.suilawati.