Hai,namaku Dira.Usiaku 22tahun dan sudah memiliki dua anak saat berkenalan dengan Erwin.Ya Erwin..Pemuda yang berasal dari tanah Padang,baik hati dan tidak sombong(emang sih heheh).Ketika itu rumah tanggaku berada dalam situasi yang membuat aku harus berpisah selama beberapa bulan dengan suamiku.Suamiku seorang yang posesif,itulah yang menyebabkan keretakan rumah tangga kami.Aku dan Erwin berkenalan dari sebuah aplikasi chatting online.Dari awal memperkenalkan nama,dan selanjutnya entah apa yang kami mengobrol apa saat itu(yang jelas bukan aku yang duluan chat ya.secara gengsi dong ,masa cewe yang duluan chat sih..wkwkwk).Yang pada akhirnya kami saling tukeran nomor telepon
Aku: "win,minta pin bb kamu dong"
Erwin:"Mana ada,aku kan cuma pake hp android .yang merknya young young gitu ..hahaha"
Aku:"hahahah,oalah..Ya udah deh,no telepon ajah"
Erwin:"ok,0853xxxxxxx"
Aku:"082195xxxxxxx.keep ya.Eh tapi kamu yang telepon ,masa cewe yang telepon duluan,ga afdol gityuu.hahaha"
Erwin:"Wanita sih gitu,gengsi gede-gedean.heheheh".
Aku:"Bodo,kamu yang telepon.Udah dulu ya,Aku liat anak-anak dulu,bye"
Erwin:"Ya udah,semangat ngurus anak,bye".
Malam hari Erwin meneleponku .Banyak hal yang kami ceritakan.Saling mengenal lebih dekat,dan sejak saat itu hubungan kami semakin hari semakin lebih serius.
Suatu hari di sela-sela kami mengobrol,Erwin bertanya padaku,"Dir,kamu mau gak kalau aku ajak ke padang?".
"ngapain Win?kamu mau buka usaha lagi?"(Saat itu Erwin punya usaha sparepart).
"Apa sih? gak peka banget jadi orang,maksud aku kita nikah dan kamu bawa anak-anak ke padang.Kamu mau kan?"
Aku terdiam beberapa saat.Otakku seperti beku saat itu.
"Dir,gimana..Kamu terima penawaran aku?"tanya Erwin sekali lagi.
"Ehmmm...Aku gak bisa win,aku belum siap tinggalin mama aku.belum lagi anak-anak yang harus menyesuaikan keadaan di lingkungan sana.Kita juga beda agama Win.Dan jujur,aku belum terlalu percaya sama kamu.Aku masih butuh waktu lagi untuk kita saling mengenal .Maaf ya win."Dengan sangat hati-hati aku berucap.Jangan sampai Erwin tersinggung.Dan benar saja.Ternyata Erwin sangat terluka atas semua pernyataanku.
"Dir,aku pikir kamu sama pemikirannya denganku.Tapi ternyata aku salah.Aku salah berharap sama orang yang tidak menganggap cintaku.Kalau begitu ,kita akhiri saja hubungan ini.Percuma jika ujung-ujungnya seperti ini".Erwin memutuskan panggilan saat itu.Kekecewaannya cukup besar sampai menutupi rasa cintanya padaku saat itu.Aku juga hanya bisa terdiam.Tidak tau apa yang harus ku lakukan saat itu.Yang jelas,akupun merasa sangat terpuruk.Erwin tidak memberikanku kesempatan.Dia hanya memutuskan secara sepihak.Aku sedih,sangat sedih,tidak tau lagi harus berbuat apa.Semenjak itu,hari-hari kami lalui tanpa komunikasi lagi.Aku menghapus aplikasi chat online itu,dan mungkin juga Erwin seperti itu.
6 tahun berlalu,Aku telah melanjutkan hidupku dengan kembali rujuk bersama suamiku.Dan aku telah dikaruniai 4 orang anak yang lucu.Dua laki-laki dan dua perempuan.Hari ini aku mengajak anak-anak jalan ke mall.Kami jalan-jalan seharian,walaupun hanya jalan-jalan,namun sangst menguras tenaga,karena si bungsu sangat aktif.Tak mau di gendong,maunya jalan sendiri.hmm dasar bocah,gak tau emaknya udah dandan cantik gini,malah di bikin ribet karena harus lari-larian mengejarnya.hadeuwhh...Tiba-tiba panggilan masuk dari whatsapp..Aku menatap lama layar di ponselku,mengingat-ingat sepertinya aku kenal dengan foto profil panggilan ini ."Ahh,, abaikan saja,toh juga gak kenal".Ku biarkan beberapa kali panggilan itu masuk.sambil menatap kembali layar ponsel .Beberapa menit kemudian,1 pesan masuk dari whatsapp.
"Hai Dir,ini aku Erwin,apa kabar ?Gimana keadaan kamu?gimana keadaan Rehan dan Rafi?"
"Astaga..ternyata dia yang meneleponku,"Aku jadi kaku,seakan otak ini memaksaku mengingat kembali setiap detil percakapan kami 6 tahun lalu.
Aku tidak membalasnya,malah mematikan ponsel,karena fokus menjaga anak-anak yang sedang sibuk mengagumi keindahan mall..hahaha ada-ada ajah .Itu sih perkataan anak aku yang ke tiga,si Lexa,anak yang supel,cerewet,kepingin cari tau semua yang dia lihat.Setelah beberapa jam berkeliling mall,kamipun kembali ke rumah..
Sesampainya dirumah,aku langsung menghempaskan tubuhku ke tempat tidur,rasa lelah yang merajam tubuhku,berangsur-angsur hilang.Iya,aku gak boleh mengeluh karena punya anak-anak yang aktif.Aku teringat panggilan tadi di mall,kemudian aku mengaktifkan kembali ponselku .Ternyata sudah ada 12 panggilan tak terjawab dari Erwin,yang saat di mall kontaknya ku save "Unknow"(ya salah dia sih,gak chat dulu,langsung nelfon.hehehhe).Aku coba mengetik chat pertamaku "P".Fast respons ehh sama kayak fast food yee ..heheheh..."Hei Dir,sibuk ya?dari tadi aku telfon,tapi gak masuk".
"Tadi aku di mall.ajak anak-anak jalan"
"Wih,asik dong.Rehan sama Rafi udah gede dong ya?"kayaknya Erwin pengen kepo.
"Anak aku udah 4 win,udah ada cewe 2".
"Buset dah.6 tahun gak berkabar,ternyata kamu makin semangat aja nambah anak.hahahah,suami baru apa gimana?
(ih kepo banget deh ahh,gumamku dalam hati)
"ya sama suamiku yang dulu,rujuk kita"balasku
"Kamu bahagia gak sama dia,Dir?"Erwin semakin kepo.
"Bahagia atau gak,gak penting buatku,asalkan kebutuhan anak-anak terpenuhi."
Dep..Seperti tergores hatinya.. Erwin kemudian membalas chatku
"Dir,tadinya aku berpikir kamu sudah bahagia.Tapi kamu malah menjawabku seperti itu,hati ku terasa perih,Dir .Aku sangat menyayangi kamu Rehan,dan Rafi.Aku ingin kamu bahagia Dir".
"Ehmm.gak penting buatku win,Dan kamu juga gak usah capek-capek nanya kalau aku bahagia atau engga."
"Dir,6tahun aku mencari kamu,setelah kita putus komunikasi,aku sangat tersiksa. Aku sadar,ku sangat membutuhkanmu Dir.Aku mencintai kamu,aku cari tau kamu di semua akun sosial media,tapi aku tidak menemukanmu,Dir.Aku hampir putus asa,hingga suatu hari aku menemukan nomor teleponmu yang aku catat di secarik kertas,dan ku taruh di dalam dompetku,dompet yang sudah usang,namun nomor teleponmu masih sangat jelas terpampang di atas kertas itu.Aku sangat senang Dir,tapi aku masih takut kalau kamu tidak akan mengenalku lagi,atau mengabaikanku.Namun rinduku sudah tak tertahankan lagi .Makanya aku memberanikan diri untuk meneleponmu,saat ku buka Wa ternyata nomor kamu juga ada disitu,dan aku langsung meneleponmu.Aku bahagia karena kamu mau membalas chatku,namun ada rasa sedih juga mengetahui kamu tidak bahagia dengan pernikahanmu ini."
(wih panjang sekali win,kamu ngetiknya pake jari turbo ya, dalam beberapa detik saja.heheeh..)gumam ku dalam hati.
jujur dari lubuk hatiku,seperti ada angin segar yang lewat saat aku membaca isi pesannya yang panjang itu.Dan akhirnya aku berani berkata jujur padanya
"Makasih win,aku juga masih memiliki perasaan yang sama denganmu".
"Alhamdullilah Dir.Aku yang makasih ke kamu,karena masih mau berkomunikasi lagi setelah aku mengabaikanmu semua chat-chatmu di aplikasi itu dan panggilan telefonmu"(iya sih sesaat setelah Erwin memutuskan hubungan kami,aku beberapa kali berusaha menghubunginya namun tidak di gubris).
"Entar malam kita vc ya Dir,bisa kan?"
"Iya bisa win".
pukul 9 malam di tempatku,dan artinya Erwin sudah pulang dari tempat kerja,karena kita berbeda pulau dan beda 1 jam pula.Erwin yang sekarang menetap di jakarta kini bekerja pada salah satu perusahaan sebagai desain grafis.kebetulan malam itu suamiku tidak pulang karena sedang lembur kerja eksport ikan.
panggilan masuk video dari "Unknow"(belum di ganti namanya hehehehe)
dag..dig ...dug...jantungku berdetak,aku menjawab panggilannya ,klik....
"Hai,Dir...aduhh tambah cantik ya kamu..heheh"god Erwin..
Aku hanya terdiam,berurai airmata.(Ya Tuhan apa rasa ini salah,aku yang sudah bersuami ,masih menyimpan rasa ini pada laki-laki lain)hatiku seakan meracau,tidak tau lagi kata-kata apa yang ada di benakku saat ini.Aku masih mencintainya.Aku masih merindukannya.
"Hei..hei...jangan menghayal dong,"Erwin membuyarkan lamunanku.Aku memberanikan diri sekali lagi menatapnya,Dan ternyata dia juga sama.Berurai airmata.Malam itu dan malam-malam selanjutnya hubungan kami kembali dekat.
sudah hampir 1 tahun kami berkomunikasi,Erwin semakin dekat dengan anak-anakku.Jika ada waktu lowong,dia selalu video call dengan anak-anak
sedangkan suamiku ,rumah tangga kami retak, dan akhirnya aku mengajukan cerai bahkan sampai laporan ke polisi karena KDRT.bukan karna Erwin.Tapi karena suamiku di hasut temannya,dia menuduhku berselingkuh dengan kenalanku.Suamiku bahkan mengancam akan membunuhku jika tidak mengakui yang sebenarnya.Tapi aku memang tidak punya hubungan apa-apa dengan kenalanku itu.Aku kini sudah pisah ranjang dengan suamiku,menunggu keputusan pengadilan dan dia kembali tinggal bersama keluarganya.Sementara Erwin,dia membantu membiayai semua kebutuhan anak-anakku,padahal beberapa kali aku menolak untuk menerimanya,namun dia tetap ngotot.
Beberapa hari menunggu keputusan sidang,
pertanyaan yang sama Erwin lontarkan disaat kami sedang video callan.
"Dir,setelah putusan sidang ini,apa kamu bersedia menikah denganku?"
(pertanyaan yang sama terulang kembali)ucapku dalam hati.
Win,aku tidak bisa.Aku memang mencintaimu,meskipun aku sudah bersuami.Karena memang kamu masih di hatiku.Tapi aku tidak bisa meninggalkan agamaku dan mamaku,aku tidak bisa win.sekuat apapun aku mencobanya,aku tetap tidak bisa."jawabku jujur.
Erwin menangis sejadi-jadinya..
Aku hanya bisa menatap dengan tatapan hampa.
"Dir,mungkin memang kita tidak berjodoh .sekuat apapun manusia berusaha,jika Allah tidak meridhoi jalan mereka,maka manusia itu harus mengikhlas segala sesuatu itu pada Allah,mungkin benar apa yang di ucapkan alquran" BAGIMU AGAMAMU,BAGIKU AGAMAKU.Aku mungkin terluka,tapi akan semakin terluka jika akupun memaksakan kau meninggalkan Tuhanmu demi aku..Kita akhiri saja hubungan ini secara baik-baik,meskipun sangat berat.Aku sudah menganggap anak-anak kamu sebagai anakku.Aku sangat mencintai mereka.Aku sudah menganggap mereka seperti darah dagingku sendiri,Dir.
Aku menangis..tak bisa tahan lagi airmataku yang sedari tadi sudah di ujung mata.Dan hubungan kami malam itu benar-benar berakhir.Entah ego atau apa,yang jelas aku dan Erwin sama-sama mempertahankan kepercayaan kami masing-masing dengan mengesampingkan perasaan kami.
Putusan sidang sudah di bacakan,dan beberapa hari setelahnya suamiku di jatuhi hukuman 1,5tahun penjara.Sementara Erwin ,ahh...entahlah dia dimana..Berat memang melupakannya,namun harus kulakukan.Anak-anakku..ya..hanya merekalah kebahagiaanku saat ini.Aku hanya berharap semoga aku bisa berjumpa dengannya suatu saat nanti..END
Based on the true story(nama disamarkan)
~MENCINTAIMU DAN MELUPAKANMU ADALAH DUA HAL YANG AKU LAKUKAN DENGAN DENGAN PENUH KEIKHLASAN.DAN AKU BAHAGIA TERLIBAT KEDALAM DUA RASA ITU~DIRA