Di saat semua orang sudah bersiap" untuk berbaris dengan rapi di lapangan sekolah.Gadis berambut panjang ini malah berada di dalam kelas dengan seorang temannya. Ia sedang sibuk dengan urusannya sendiri, sesekali terlihat ia tengah marah pada teman nya.
" Yu...m..!! gimana nii ?! sebentar lagi upacaranya di mulai " rengek Giska sambil membongkar isi tasnya
" Kamu ceroboh sih !! bisa bisanya kamu lupa dasi mu ada di mana! " ucap Yumna yang sedang duduk di atas meja guru
" ihh... cerewet!! bantu cari sini!! " ucap Giska yang kini sedang membongkar isi laci mejanya
" malas ah...! masa setiap senin kamu kehilangan dasi ?! udah dibilangin juga! belajar dari kesalahan!! kamu masih aja tetap keras kepala!! sekarang rasa kan sendiri akibatnya!! " jawab Yumna sambil menatap santai temannya yang sedang kesulitan
" iya iya.. aku salah! kamu yang benar! "
" Yumna temanku yang paling cantik di mataku... tolong bantu aku dungg... plisssss " ucap Giska dengan wajah memohon pada Yumna
tring.... tring...
" ups.. kamu sudah terlambat nona..bel sekolah sudah berbunyi.. sampai jumpa di lapangan " ucap Yumna dengan nada sedikit mengejek pada Giska kemudian ia segera pergi meninggalkan gadis malang itu sendirian
" Dasar fake friend!! " ucap Giska dengan kesal.
Kepanikan mulai menguasai diri Giska , ia kembali fokus mencari dasinya. Terdengar suara teriakan guru" dari lapangan upacara.Seperti biasa, guru guru pasti sedang sibuk mengatur barisan murid" yang masih saja belum rapi. Di saat Giska sedang fokus mencari dasinya tiba tiba saja seseorang masuk ke dalam kelas nya.
" haii " sapa orang itu dengan ramah pada giska
Sontak Giska langsung menoleh ke arah sumber suara.
" EH !!Ooh!!
uuhh... ku kira guru tadi " ucap Giska dengan lega setelah melihat si pemilik suara
" Eh..maaf ya.. aku membuatmu kaget " ucap orang yang kini sedang berdiri di hadapan Giska
" eh.. gak papa kok bang " ucap Giska malu malu
" kamu kok gak ke lapangan?! apa ada masalah? " tanya orang itu dengan ramah pada Giska yang membuat hati gadis itu berdetak dengan cepat
" anu.. mm.. aku gak tau dimana aku meletakkan dasiku " jawab Giska dengan raut wajah khawatir
" oh.. itu toh masalahnya ! Nih.. aku pinjamkan dasiku " ucap orang itu sambil menyodorkan sebuah dasi pada Giskaa
" Gak usah bang.. Nanti apa pake apa coba ?!
jangan sampe abang di hukum karna aku " ucap Giska
" udah kamu pake aja ini ..aku punya 2 dasi kok" ucap orang itu kembali menyodorkan sebuah pada Giska
" maaf ya bang.... jadi ngerotin abang " ucap Giska sambil menerima dasi pemberian orang itu
" gak ngeropotin kok. BTW panggil aku kakak ya... aku kelas 12. Panggil aja kak Doni.. t..
ucapan orang itu terhenti karna Giska tiba tiba berlari keluar kelas sebelum kalimat orang itu selesai terucapkan.
" nanti ku kembalikan ya.. kak Doni " ucap Giska sambil berlari menuju lapangan
" Doni?! " * batin orang yang disebut sebagai Doni itu berucap
🌾🌾
Upacara telah selesai kini kelas 11 IPA B sedang melaksanakan tugas yang diberikan guru. Sedangkan guru yang memberi tugas sedang asik memainkan ponsel nya.
" Tumben kamu ikut belajar hari senin gini. Udah move on sama WC nih ?! " Ledek Yumna pada teman sebangku nya
" Anda bisa diam tidak?! ganggu orang melamun aja! "balas Giska dengan nada yang tidak ramah
" cie.... melamunin siapa nih?! dari tadi senyum senyum aja ...lagi jatuh cinta sama pak Wanto ya ...? " jawab Yumna menggoda temannya
" Masa aku jatuh cinta sama ayahmu sih!!! Seleraku bukan om om tau!! " jawab Giska sambil mencubit kuat lengan Yumna
" aduh ..sakit !! " rintih Yumna sambil menepis tangan Giska
" Mampus !! " Ucap Giska
" eleh.... jadi kamu suka sama siapa?! kakek ku?! _Yumna
" ihh! bukan!! Yang pasti orang nya tampan, tinggi, rambut hitam legam, kulitnya putih bersih ,tinggi, ramah yah.. pokoknya tipeku banget lah " ucap Giska sambil tersenyum
" Murid murid cowok di sekolah ini mana ada yang tampan. Semuanya pas pasan!! Gak ada yang di atas rata rata!! matamu buta atau seleramu yang menurun?! " _ ucap Yumna pada temannya yang masih saja tersenyum.Mungkin sedang membayangkan wajah tampan lelaki idamannya itu
" bukan menurun melainkan meningkat!! Nanti ku tunjukin deh waktu istirahat, jangan sampai kamu jatuh cinta ya... aku gak mau bagi sama kamu!! _ ucap Giska sambil menatap tajam ke arah Yumna
" Aku juga gak mau bagi sama kamu!! seleraku jauh lebih tinggi " - ucap Yumna menyombongkan diri
🌾🌾
tring.. tring..
bel istirahat berbunyi.. murid " segera berlarian keluar kelas begitu juga dengan Giska yang langsung menarik paksa Yumna dan membawanya keluar kelas.
" Kita mau kemana sih?! " _ ucap Yumna sambil terus menatap tangan nya yang di genggaman Giska dengan kuat
" Ya mau liat calon pacar aku lah. Sekalian ngantar dasi yang ku pinjam tadi " _ucap Giska sambil terus berjalan ke arah kelas 12 IPA C
🌾🌾
Sesampai nya di depan pintu kelas 12 IPA C Giska dengan cepat menemukan sosok orang yang disebutnya sebagai Doni itu sedang asik mengobrol bareng 5 cewe ,mereka mengerumuni 1 meja sebagai tempat obrolan mereka.
" Mm.. Pergaulannya buruk. Masa ngumpul sama cewe cewe sih?! Jangan jangan kak Doni hobinya gosip lagi?! ..tapi gak papa lah yang penting tampan " _ batin Giska berucap
" Yang mana sih Gis?! " ucap Yumna penasaran setengah mati
" sebentar.. biar ku panggilan kan!! Ingat ya gak boleh teman makan teman!! " Ucap Giska memperingati
" Kak Doni.. " teriak Giska dengan cukup kuat
sosok yang merasa terpanggil itu pun segera berjalan ke arah sumber suara.
" Jangan bilang itu orangnya? " tanya Yumna setelah melihat seseorang berjalan ke arah mereka
" iya... Tampan kan " ucap Giska sambil terus menatap sosok tubuh yang sedang berjalan ke arah mereka
" Astagfirullah " _ucap Yumna seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini
Beberapa saat kemudian sosok yang disebut sebagai Doni itu pun sampai di hadapan Giska dan Yumna. Dan ia pun langsung menyapa Giska sambil tersenyum ke arah gadis itu .
" Kamu mau ngapain ke sini " tanya nya dengan ramah
" ini kak.. aku mau mulangin dasi ini ke kakak " ucap Giska malu malu sambil menyodorkan sebuah dasi
Sosok doni pun segera menerima dasi itu.
" makasih ya kak " ucap Giska sambil menampilkan senyum terbalik nya
" oke.. Sama sama " ucap nya dengan ramah
" eh.. Yumna!! Kamu kok ada disini " sapa Doni setelah menyadari sosok Yumna berdiri di samping Giska
" aku ngantar teman kak Nit.. mulangin dasi kak Nita yang dipinjam tadi " ucap Yumna dengan santai
" HAH!! Nita?! Siapa Nita?! " _ucap Giska sambil menoleh ke arah Giska dengan penuh tanda tanya .
" Aku " ucap Doni dengan santai
" HAH!! kakak kan cowok kenapa ngaku ngaku jadi cewe ?! " Protes Giska pada Doni
" prff..... " Yumna berusaha menahan tawanya
" Aku beneran cewe kok " ucap doni dengan ramah
" kok bisa?! tapi kakak bilang nama kakak DONI?! ucap Giska yang sudah pusing tujuh keliling
" Nama kakak memang Doni tapi nama panjang kakak Donita Saffurudin " ucap Doni masih dengan nada yang ramah
Donita memang sering dianggap sebagai cowo bagi orang yang belum mengenalnya. Rambutnya pendek dan dipotong seperti mode rambut laki laki ,tumbuhnya tinggi, dan gayanya yang tomboy, bagian dadanya yang tidak terlalu tampak, dan di tambah lagi donita selalu memakai celana ke sekolah. Membuat dirinya tampak seperti seorang lelaki yang banyak di idamkan para wanita. Giska bukan korban pertama Donita. Sudah cukup banyak wanita yang patah hati Karna nya.
" eh kamu kok nangis? " ucap Doni dengan nada yang khawatir
" gak papa kak.. aku.. aku pergi dulu " ucap Giska yang kemudian lari menjauh dari Doni dan juga Yumna
" Dia ngira kakak cowok..." ucap Yumna pada Doni
" astaga... berarti sama dong kayak kamu " ucap Doni yang kemudian tersenyum ke arah Yumna
" tolong jangan mengingatkan masa lalu " _Yumna
🌾🌾
" aku tertipu wajah tampan mu " _Giska
SEKIAN
haiii...
makasih udah baca cerpen ini sampai akhir.... yuk tulis pendapatmu tentang cerpen ini di kolam komentar... jangan lupa Sertakan like juga ya...
thank you.... 💚
da....