hai semuaaa..
ini kelanjutan dari kisah sebelumnya yang sudah saya tulis ya..
jika kemaren saya menulis kisah dari pasangan wira atmaja dengan Ambar Anjas sekarang sedikit bercerita kehidupan kelam anak pertama mereka
yap sama dengan ayah ibunya yang memiliki nama kebesaran dari keluarga masing masing, begitu juga dengan deri
deri memiliki dua nama kebesaran ayah ibunya bahkan terdapat nama panjang ayahnya yaitu Wira Atmaja..
mari kita mulai kisah
berawal dari cerita deri di sekolah..
deri memang tidak dikatakan nakal dalam hal merokok, mabuk, bolos kelas, dihukum tidak mengerjakan tugas semua sama sekali tidak pernah dilakukan oleh deri
justru deri adalah orang yang terbilang sangat rajin tapi sayang, ia tertarik kepada laki laki..
mengalami kelainan itu ia rasakan sejak dibangku kelas 1 SMP, dimana ia dekat dengan seorang gadis tapi ternyata karna deri menyukai kakak laki laki dari gadis itu, bukan suka pada sang gadis
tapi itu masih ia tutupi hingga ia beranjak remaja, deri yang akan masuk sekolah SMA pertamanya memiliki beberapa teman dekat tentunya laki laki
hingga ia bertemu dengan seorang lelaki dari teman satu kelasnya yaitu Byantara
"hai" sapa byantara
"hai" sapa deri yang saat itu menjadi murid baru disekolah SMA itu
"kita udah berapa hari kenal, ayo kapan kita jalan bareng, kumpulan gitu bareng bareng" kata byantara
"mau sih, ayo kemana"
"kemana ya, gimana lo ikut kerumah gue?" tanya byantara menawarinya
"ngapain disana?" tanya deri
"party lah, minum minum, eh atau lu jangan jangan kaga minum lagi?" tanya byantara
"enggak lah, gak pernah gue"
"coba"
"eh enggak lah, jangan, males gue"
"oya gakpapa gakpapa tapi dateng ya kerumah ya"
"siap"
memang sejak masuk ke sekolah SMA inilah masa awal kenakalan seorang deri
apalagi ia sudah paham betul akan yang ia rasakan yaitu tentang GAY nya
sejak itu, kedekatan antara byantara dengan deri sangat dekat..
seperti sahabat, bahkan untuk sering main kerumah byantara sangat sering dilakukan deri dan beberapa teman yang lain
hari berlalu, seiring jalannya waktu, dimana yang tadinya deri sering nempel seperti perangko kemana saja byantara pergi
"by.. aku boleh gak jujur soal aku.." kata deri
"iya, kamu kenapa?"
"aku adalah lelaki suka sesama jenis"
seketika byantara kaget, ia melirik tajam kearah laki laki yang sudah bersahabat sejak awal ia masuk sekolah hingga sekarang kurang lebih satu tahun
kelamaan ia akhirnya mengatakan pada byantara jika ia adalah GAY
"setelah ini, aku tau mungkin kamu akan pergi tapi tolong masih anggap aku temanmu, kamu teman terbaik selama hidupku" kata byantara
byantara memang merasa jika pertemanannya dengan deri lebih aneh karna memang pertemanan laki laki pada laki laki lain tidak akan sama dengan pertemanan perempuan ke perempuan lain yang suka kontak fisik
dan itu sering dilakukan deri
"aku tidak memandang bulu, aku berteman dengan siapa saja kok, aku paham posisi kamu" ucap byantara
"makasih, aku tau kamu teman paling baik"
"tapi ingat ya, aku normal"
"haha iya, aku akan selalu ingat"
barulah byantara mengatakan jika ia baru merasakan kejanggalan sejak awal berteman dan dekat tapi ia tidak pernah memikirkan itu
karna baginya sahabat apapun sikap nya akan ia terima, tapi ketika fakta itu dinyatakan sendiri oleh deri, jelas kaget..
tapi sejak hari itu, deri tidak lagi berharap untuk bisa mendapatkan hati byantara karna sahabatnya itu normal
hari berlalu, dimana mereka kini naik ke kelas tiga dimana mereka akan banyak mendapatkan ujian dan akan menyiapkan untuk kelulusan
awal masuk kelas tiga, byantara menemui sahabatnya
"kenapa by?" sapa deri
"deri, gue ada temen, mau gak gue kenalin?"
"siapa?"
"ada, nanti deh, nanti kan malam kita akan jalan bareng, besok week end dong" kata byantara
"ah okeh"
malamnya mereka bertemu dan deri penasaran dengan yang akan dikenalkan padanya
"mana sih yang lo bilang kenalin gue?"
"bentar aja, dijalan bos"
"siap"
tak lama ia datang, lelaki tampan dengan wajah sangat bersih, bernama Gavriel
setelah berkenalan, tak perlu lama mereka merasa cocok karena gavriel dan deri sama sama GAY
dan bahkan mereka sudah berpacaran setelah dua bulan saling dekat..
hari berlalu tapi dimana kedekatan gavriel dengan deri yang sering pulang kerumah kadang kerumah gavriel kadang juga kerumah deri
ayah ibu deri memang merasakan ada perbedaan yang mengganjal antara kedekatan deri dengan gavriel dan deri dengan teman lelaki nya yang lain
tapi suatu ketika, gavriel bersama semua teman deri termasuk pratama sedang berkumpul di rumah deri, ibu deri yang menawarkan nimuman air putih kepada anaknya untuk disuguhkan kepada teman teman anaknya, justru dibentak oleh deri
"apasih, iya sana, ngapain ganggu" kata deri
"ini minuman, teman teman kamu kasih minum gitu loh" kata ambar
"mereka gak suka air putih, jadi sana sana bawa, nanti gue yang bikin kan mereka" kata deri
dan ibunya pergi dengan sedih karna dibentak oleh deri
begitu juga ayahnya yang menasehati jika dirumah orang untuk jaga sikap, tapi deri justru memarahi ayahnya balik karna dia anggap menghina teman temannya sama saja menghinanya
deri memang lah sangat terbilang kasar dan tidak peduli melakukan apapun tanpa mendengar kan ayah dan ibunya
dua tahun lebih berjalan, terbilang sangat cepat karna memang mereka merasa baru kemaren juga saling kenal dan dekat antara byantara dengan deri
tapi sudah akan terjadi perpisahan, selepas sekolah byantara akan lanjut kuliah tapi deri justru bekerja
"yeeeh selamat untuk kelulusan kita" kata byantara
"yaaaah, benar, kita akan tetap bersama dan jadi sahabat kan?" tanya deri
"masih lah, hanya saja waktu yang berbeda"
hari berlalu dimana kelulusan itu tiba, mereka telah berpisah, dan masuk ke dunia masing masing pilihan mereka
tapi itu antara deri dengan teman teman dekat nya disekolah termasuk byantara
tapi deri dengan gavriel masih dalam ikatan terlarang itu..
"malam ini jadi ke party?" tanya gavriel
"jadi lah, ikut, jemput loh"
"siap"
malamnya, tepat di jam 11 malam
yap, hampir tengah malam, mereka pergi ke party tengah malam dan di sana terdapat banyak sekali pasangan GAY
"nanti pulangnya ke rumah aku saja, rumah lagi kosong kita bebas" kata gavriel berbisik pada deri
setelah dari sana mereka memutuskan pulang kerumah gavriel hingga pagi
pagi nya deri belum juga pulang tapi siangnya barulah ia pulang dan lagi lagi tanpa pedulikan orang tua nya mengawatirkannya, deri masuk tanpa peduli lagi apapun urusan orangtuanya yang kuatir karna nya
"deri, bilang dari mana, kenapa semalam yang jemput kamu laki laki dan sikap kamu manis sekali sama dia" tanya ambar
"apa sih dia itu teman aku, dia sering juga dateng kerumah"
"iya ibu tau, itu gavriel, tapi ibu kenapa curiga sama kelakuan kalian?"
awalnya diam, tapi karna ayah dan ibunya terus mendesar deri agar terbuka ada hubungan apa dengan gavriel dan kenapa pertemanan dengan gavriel dan dengan teman laki laki lainnya berbeda
dan akhirnya deri mengatakan
"apaa?" tanya deri dengan kesal
"kamu sama gavriel seperti berbeda ya, ibu tau gavriel ada hal berbeda dari kalian, ibu sudah pernah temui kalian berdua dikamar dengan posisi tidak biasa" kata ambar
"iya! gue sama gavriel memang ada hubungan terlarang" jawab deri tegas
seketika ibu nya kaget, ayah menahan tubuh ibu deri yang lemas dengan pernyataan itu
"memang kami sedang menjalin hubungan berpacaran, kami memang sering tidur bersama" kata deri
"deri cukup" bentak wira, ayahnya
"apa, cukup gimana? dia yang tanya kan, kalian yang penasaran kan? ini sekarang gue bilang faktanya" kata deri
yap, deri mengakuinya
hari berlalu, masa kerja sudah dimulai, deri bekerja, tapi uangnya selalu habis untuk ia dan teman temannya berfoya foya, makan besar, makan mewah, jalan jalan, liburan dan masih banyak yang ia lakukan dengan uang bayaran itu
bukan soal tidak rela membesarkan anak, tapi memang wira dan ambar sebagai ayah dan ibu deri sangat di tuntut untuk bersabar
atas ujian mereka dapat atas kelakuan anak mereka
hari terus berlalu, hingga dimana semakin hari uang deri semakin bertambah karna memang ia selalu dapat uang bulanan untuk gaji dari perusahaan tempat nya bekerja
ia semakin menjadi jadi menghabiskan banyak uang itu untuk membayar lelaki brondong untuk bisa ia pakai
"hai semua, ini gue baru juga bayaran, gue belikan baju, banyak banget" kata deri
"ah elah, palingan lu dapet diskon kan der" jawab salah satu temannya
"ya emang, tapi barang bagus, mulus, setengah harga ya jadi gue beli semua"
"buat kita?"
"ambil saja kalau mau"
ia juga sering membelanjakan uang uang itu untuk teman teman lelaki yang ia sukai
tentu salah satunya adalah gavriel
"halo" sapa gavriel
"kemana aja gak ada diangkat ditelfon juga"
"iya gue masih tidur kali, kenapa?"
"jalan"
"jalan kemana gue masuk kerja"
"gue libur"
"ya elu, kita beda juga urusan pekerjaan"
"yah terus"
"udah lah diem aja dirumah"
karna tidak ada kegiatan sama sekali diluar, ia hanya diam dikamar berjam jam, tapi saat mulai bosan, ia akan keluar kamar
ketika ia baru keluar dari kamarnya karna ia tidak ada pekerjaan jadi ia diam dirumah saja seharian
saat keluar, ia melihat ada seorang gadis duduk dikursi tamu nya dan ia sudah menyangka itu adalah teman dari adiknya, bernama Vanila
deri sempat melihat ke arah Vanila dan saat deri menoleh, Vanila terdenyum tanda menyapanya..
yap, deri sudah paham terlihat dari sikap itu jika teman adiknya itu ramah, orang yang baik
tapi beberapa hari berikutnya, entahlah apa yang membuat Vanila. teman adiknya itu menyapanya
dan hari hari berikutnya juga masih mencoba menyapa deri, meskipun deri tidak pernah menggubrisnya
"ngapain sih ini anak, gak ada apa urat malunya" gerutu deri dalam hati
"ngapain sih" sapa deri
"maaf bang, aku hanya pengen kenal sama keluarga sahabatku" jawab vanila
"emm lu sejak kapan dekat sama dona?"
"udah lama, lama banget"
"emm"
itu membuat seorang deri akhirnya tertarik, karna ia jarang melihat gadis yang sekali saja dapat sikap dingin tapi masih mau menyapa ramah dan senyum pada orang cuek seperti dirinya
dan terasa deri mulai merasa nyaman, gadis itu, saat vanila tidak lagi sering datang kerumah karna kesibukan sekolah
saat deri keluar kamar dan melihat tidak ada orang padahal itu hari minggu, tapi kenapa vanila tidak datang
minggu kemaren saja masih datang bahkan sempat saling bicara
minggu berikutnya juga sama, berharap melihat vanila datang, ia menunggu sampai rela didepan teras rumahnya dengan alasan membaca novel yang sedang ia baca setengah buku
"vanila, kenapa dia tidak lagi pernah datang" gerutunya dalam hatinya
saat ia masuk dan kedapur, ia melihat dona membuat minuman juice dan menyapa adiknya
deri menyapa dona, adiknya, setelah banyak waktu mereka lebih sering diam meskipun dalam satu atap yang sama
menanyakan pada adiknya vanila mengapa tidak datang dan adiknya menjelaskan jika temannya otu sibuk disekolahnya
karna sekolah dona dan vanila tidak dalam satu sekolah yang sama..
dan berawal dari sana, dimana deri yang awalnya penasaran pada vanila
dan saat vanila kembali lagi sering datang kerumah dona, untuk menemui dona dan juga sering atas permintaan deri
"kok gak kerja kak?" tanya vanila
"iya, gak ada kerjaan, setiap habis gajian kan libur sehari, besoknya masuk lagi mulai bulan baru"
"emm, iya sih, gimana pekerjaan?"
"lancar"
"gak hangout kak habis gajian?"
"males ini, banyak angin diluar juga"
sejak itu, deri lebih sering banyak waktu dirumah selepas ia kerja, ia jarang lagi keluar malam, tidak seperti dulu yang sangat sering keluar malam
melihat itu, ada sedikit perubahan pada anaknya, wira dan ambar yakin pengaruh vanila lah deri mulai ada perubahan..
diam diam, tanpa sepengetahuan kedua anaknya, wira dan ambar menemui vanila dan menitipkan anaknya pada vanila
meskipun mereka berdua tidak sangat dekat dengan vanila
tapi mereka yakin vanila orang yang bisa merubah arah langkah kedua anaknya kelak
vanila memang sudah jadi saksi hidup, dimana ia mengetahui prilaku kasar dan masa kelam deri dan dona tapi ia masih berteman baik dengan keduanya, ia sebisa dia memengaruhi je hal positif, melupakan waktu saat ia akan berpotensi lakukan banyak hal kotor lagi
hari berlalu, dimana tak jauh dari wira menitipkan anak istrinya kepada vanila
wira meninggal dunia
mendengar itu, vanila tentu datang, sebagai tanda ucapan duka atas kepergian ayah sahabatnya..
"vanila" ucap dona yang memeluk vanila
vanila paham soal kisah hidup mereka dan sikap buruk mereka kepada ayah mereka mungkin sedang merasakan kehilangan
tak sampai disini telah 7bulan berjalan, disusul oleh ambar meninggal dunia
ini adalah waktu sangat membuat kedua anak mereka shock karna memang mereka tidak oernah tau apa yang dikeluhkan orang tuanya
sakit orangtua mengurus diri sendiri
sehingga ketika mati, mereka tidak bisa berkata kata karna paham akan sikap cuek mereka membuat mereka kehilangan semua nya
yaaa, kedua dua nya menitipkan sepenuhnya anak anak mereka pada orang asing
gadis dengan nama lahir Vanila April Sastra mendapat titipan berat tentang perubahan dua anak mereka yang mereka sudah tidak mampu untuk bimbing
dan saat tau ambar meninggal
vanila datangi rumah dona sama hal nya ketika wira meninggal
tapi ia sudah melihat deri dan dona dalam keadaan terkulai lemas dan terus menangis tanpa henti
vanila tau mereka sedang berada disituasi membuat mereka menyesal
vanila mendekati keduanya dan menatap wajah dona dengan tatapan berduka yang sama dengan yang dona alami
dona memeluk kembali sahabatnya itu sambil menangis tanpa hentinya
tak hanya pada dona, ketika ia melihat kepada arah deri, kakak dona..
deri melihat ke arah wajah vanila dan vanila langsung merangkulnya memberikan kekuatan pada deri
deri wajib iklaskan, semua sudah ia lewatkan dimana kasih sayang orangtua tanpa dihargai
-SELESAI-