Hari ini mungkin,menjadi hari yang sangat berharga dan banyak dinantikan orang-orang.Ya hari pernikahan,yang dibayangkan sangat indah,menyenangkan karena seseorang akan hidup dengan orang pilihannya ya orang yang pasti dia cintai.
Inilah kisah pernikahan yang dialami oleh saudaraku namanya daren dan sang istri riani,Ya diawal pernikahan memang mereka berdua sangat bahagia,menikmati masa sebagai pasangan suami istri.ya hari demi hari dilalui dengan kebahagian seperti orang yang tak memiliki masalah apapun.
Kebahagian semakin bertambah,dengan hadirnya sang buah hati.dari sejak perkenalan calon iparku ini ya seperti pribadi yang wajar,namun setelah hamil mengapa sikapnya begitu berubah apakah bawaan bayi yang dikandung menurut kebiasaan orang-orang.
Namun,bagi ku itu tak mungkin terjadi aku dan anggota keluarga lainnya harus mengharagi dia.setelah beberapa bulan tinggal dirumah kami,kemudian dia pindah bersama kakakku kerumah orangtua kak riani dan kakakku juga mendapatkan pekerjaan disana.
Sampai masa persalinan kak riani memberikan ku keponakan yang cantik sama dengan ku,kami tak tau apa yang terjadi dalam rumah tangganya. merekapun memutuskan tetap tinggal disana,setelah mereka pulang dari persalinan kami sering berkunjung kerumah mereka.namun,ada yang sedikit memgganggu diri ini melihat kondisi rumah yang kotor.ya Kami kembali memaklumi, kak riani melahirkan dengan cara dioperasi dan butuh waktu Lama untuk menghilangkan rasa sakik.dan belum bisa melakukan pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga,kak riani masih memiliki orangtua namun orangtuanya sibuk berladang dan menetap disana.
Hari demi hari,keponakan ku terus berkembang menjadi bayi yang lucu diusia 6 bulan.Tapi siapa sangka cobaan dari Tuhan menghampiri diri mungil keponakanku ini, dimulai dari kabar ia terjatuh dari ayunan karena kelalaian ibunya akibat bermain handphone sungguh kami sangat marah.hal itu hanya disampaikan lewat handphone,namun dia menjawab dengan santainya dia tidak apa-apa bbuk pada ibuku.lagian ia terjatuh kebawah kasur dibawah ayunanya.
Jika memang begitu kami lega,namun kamu tetap cek kondisinya ke puskesmas atau rumah Sakit,"ketus ibuku".ya dihari itu ada Kabar yang cukup menghiraukan ya keponakanku tadi.serta ada kabar gembira dari saudara perempuanku ya kak lala namanya,yang malam itu dilamar oleh kekasihnya.jawaban kak lala tentu iya,pihak kedua keluarga pun setuju akhirnya mereka memutuskan untuk melangsungkan pernikahan bulan depan.
Ya berbagai persiapan mulai di siapkan,dan sampai pada saat 3 hari menjelang Hari pertunanganan kak lala,dimana saat sibuknya melakukan persiapan. Tiba-tiba terdengar deringan hanphone diatas mejaku dengan nama kak riani,aku langsung menjawab ya halo kak ada apa kakak menelponku.kak riani"gini dek kakak cuma mau ngasih kabar kalo keponakan mu lagi demam tinggi dan sekarang lagi dipuskesmas".
kenapa bisa sakit kak,ya udah nanti aku kasih tau ibu dan yang lainya ya kak semoga cepat sembuh buat ponakan ku.aku langsung memberi tau ibu kabar ini dan dia terkejut,dan pusing memikirkannya dimana saat ini juga ada tanggu jawabnya dalam pelaksanaan pertunanganan kak ku.kamipun tak bisa pergi menjenguk,karena begitu banyak hal yang harus dilakukan kami hanya mengirim pesan semoga dia baik-baik saja.
selanjutnya hari kedua pun datang disini sudah hampir mendekati hari pertunanganan.lebih banyak lagi hal yang harus dipersiapkan,handphoneku ya lagi-lagi kak riani tapi yang menjawab kakakku ia memberikan kabar bahwa anaknya sudah Di bawa kerumah sakit umum daerah,karena step demam tinggi.kamipun tidak bisa hadir karena,keadaan dirumahpun lagi sibuk dan hanya bisa berdoa.
Dan kakak ku sempat kecewa namun,ibuku juga tak bisa meninggalkan acara ini.sampai besoknya hari pertunangan Kak lala datang,kami merasa menjadi orang bermuka dua bukan dalam artian jahat.namun,disatu sisi kami sangat bahagia melihat kak lala bertunangan dan disisi lain kami sedih dan risau mendengar kabar anak kak daren di rawat bahkan sampai koma.
Kak daren terus menelpon" apakah tidak ada orang yang peduli dengan anakku,atau apakah kalian hanya melihat jenazah anaku" ucap kak deren.aku tau dia pasti Sangat cemas dengan keadaan anaknya,namun jangan sampai berkata seperti itu.ibu mencoba menenangkan"istiqfar nak perbanyaklah berdoa untuk kesembuhan anak mu,ya kami akan kesana nanti sore setelah acara lala selesai."
Ya acara kak lala selesai dengan hikmat dan tenang ibu merasa bahagia melihat anaknya bahagia.setelah selesai kami langsung bergegas pergi,tapi setelah sampai dirumah sakit kami tidak bisa melihatnya karena Jam besuk sudah habis.kami hanya bisa melihat dari jendela kamarnya,sungguh sedih melihat kondisinya tak sanggup melihat anak Bayi yang baru berumur 6 bulan dililit oleh banyak pasang kabel.kami semua menjatuhkan Air mata sembari berdoa kesembuhan,malam itu ibu tinggal dirumah sakit aku dan yang lainya pamit pulang.
Hampir seminggu keponakanku koma, ia sudah diperbolehkan pulang namun ada hal yang harus dihadapi orangtuanya dan kami semua.Ya setelah pulang dari rumah Sakit, keponakanku selalu menangis sepanjang hari mungkin akibat kabel yang mengikat tubuhnya.ya aku bisa merasakan dimana kita yang orang dewasa belum tentu sanggup menahan sakitnya, apalagi seorang bayi.
Tangisan itu terus terjadi,tidak ada obat untuk mendiamkannya hal ini terus terjadi bukan berhari-hari namun sampai bertahun-tahun.kami semua sudah mencoba mencari berbagai pengobatan namun tidak ada yang berhasil,bahkan kami semua sudah menyerah rasanya.
Namun,inilah takdir dari tuhan yang harus kakak ku hadapi maka dari itu lebih hati-hati lah menjaga seorang anak.aku tau jika aku memang belum menikah dan merasakan punya anak tapi,saling mengingatkan itu penting.
Dari cerita kakakku yang aku lihat dan ikut menjalaninya,merasakan bahwa untuk suatu pernikahan bukan hanya cinta yang harus dipikirkan.tapi kesiapan mental jiwa dan raga,pendidikan,dan pengetahuan yang luas harus dimiliki dalam menghadapi semua cobaan dan tantangan yang sewaktu-waktu,akan diberikan oleh tuhan kepada hambanya.
Untuk kakakku,aku hanya bisa mengirimkan doa untuk kalian agar bisa sabar dan tabah menjalani ujian melalui anak Kalian.dan untuk keponakanku aku akan selalu mendoakan kesembuhan untuk mu.
semoga tangisan sepanjang tahun bisa kami hadapi,dan sabar menjalaninya karena kamipun tak tau sampai tahun keberapa tangisan ini akan pergi dan hilang.