"... .... .... .."
'mereka sedang membicarakan apa .... tunggu bukan nya aku sudah matiiiii!!!!'
hai namaku Nian Xi dulu nama ku Anna
yah tepat serperti yang kalian pikir kan aku berainkarnasi
tapi aku tidak terlahir dikeluarga terpandang diseperti novel novel yang ada aku hanya hidup berdua bersama ibuku sebagai warga masyarakat
aku tinggal dipinggiran ibu kota kerajaan dan kerajaan ini begitu makmur mungkin karna pemimpin nya nya seorang raja yang bijaksana
sebelum ini aku belum melihat kekacaun sekali pun dan aku memutuskan hanya akan menjadi warga biasa yang jatuh cinta menikah dan menjadi keluarga bahagia
dikehidupan sebelumnya aku terlalu berambisi walau aku menjadi penguasa dan disengani tentu saja aku memiliki berbagai musuh mati ditangan musuh itu tak akan terjadi lagi aku hanya akan hidup seperti manusia biasa
kekuatan harus dimiliki didunia ini aku tak ingin itu aku menyadari kekuatan ku spesial aliran Qi dalam tubuhku terus mengalir walau aku tak berlatih
Aakuu tak ingin punya musuh!!!!
tahun tahun berlalu begitu cepat aku menyembunyikan kekuatan ku dan hanya iingin menjadi seorang dokter agar aku bisa merawat ibuku saat sakit.kami sangat miskin jadi kami susah untuk pergi kekota dan membayar seorang dokter
tapi tidak sekarang aku akan belajar dan menjadi dokter. jangan meremehkan ku karna aku seorang pengusaha aku ini suka meneliti dari dulu
"ibu ibu aku pergi ke gunung dulu yah bu.."
"Nian xi kamu mau ke gunung lagi ibukan sudah bilang kamu istirahat saja lagi pula kita sekarang tak kekurangan uang"
"tidak bu aku ingin kegunung untuk meneliti lagi bu"
"hahufftt baiklah hati hati yah jangan pulang terlalu larut"
"ibu tenang saja. dah bu"
'kali ini aku ingin ke bagian selatan ku dengar disana ada tanaman yang langka.aku tidak sabar meneliti nya lgi'
"ehhh Nian xi mau ke gunung lagi yah?"
"iyyah paman.bagai mana keadaan anak paman"
"Huan huan sudah lebih baik sekarang. kami beruntung memiliki Nian xi kami tak perlu kekota dan menyewa dokter dengab harga yang mahal"
"iyyah kami sangat beruntung kuharap Nian xi akan tetap disini"
"paman dan Nenek tenang saja Nian xi tak kan pergi kemana pun karna Nian xi tumbuh disini"
senyuman ramah paman dan nenek membuatku merasa memiliki keluarga yang utuh tanpa ayah
"dahhh paman, nekk"
'hari ini damai sekali sudah jarang warga yang sakit aku bisa membantu warga dan juga mendapat uang dengan menjadi dokter ayooo semangat Nian xi'
..Di Gunung..
''hehem hehem hari ini banyak tanaman herbal lalala~''
'ehhh itu kan tanaman anggrek hitam yang lumayan langka!!!!!'
''lalala~ hari ini aku menemukan banya tanaman herbal~''
"aku mendengar suara air pati banyak tanaman herbal didekat nya"
"tanaman herbal aku datang~"
'ehh'
"mayatttttttt akhaaaaaaaa!!!!
aku menutup kedua mataku karna terkejut
perlahan ku buka mata ku
''ehmmm permisi apa kau masih hidup"
"lebih baik ku cek "
"tuk tuk tuk"aku mencoba menusuk nusuk pipinya
"sittttt"
"akkkkhhhh"
"astaga bikin aku kaget saja dassar"karna kesal aku menendang nya hingga terjatuh kesungai
"...."
"ahhhhh apa yang ku lakukan"
..beberapa menit kemudian
"fyuhhh kukira dia akan mati setelah tengelam....
akhhhhh baiklah karna aku orang baik aku akan menolongmu aku tak ingin terkena masalah karna membiarkan mu mati"
3 jam kemudian
".... sial aku sungguh kesal hei dengar karna mu aku jadi harus tinggal di gunung ini bener benar hari yang damai dan indah ku jadi kacau karnamu"
"dengar tidak kau harus membayarku dengan mahal...."
"..... cihhh"
'apa yang kulakukan berbicara dengan orang pingsan akhhhh aku bisa jadi gila'
"huffft lebih baik aku jalan jalan saja dulu"
"ternyata disini juga memiliki pamandangan yang indah"
"grrrrrrr auuuuuuuuu"
'apaaaaa!!!'
"hari yang sungguh sial aku bertemu dengan sekelompok serigala"
serigala itu menyerang dengan ganas
"siihhhtt dmmn"
'sakit sekali'
bodoh kalian cari mati yah
aku menggambil tusuk konde ku dan menusuk dengan cepat serigala yang menyerangku tadi
'kiri'
crasssst
'belakang'
"auuuuu"
'cihh cari mati benaran kalian'
crasssst klaaakkk
"ck ck benar benar aku sudah pernah menghadapi yang lebih parah dari ini.sekarang aku harus mandi kan jadi nya"
"huffft untuk tadi aku tak berjalan jauh jadi aku tak perlu susah susah mencari air"
'hemmmm'
aku membuka sebelah mataku
''akhhhh itu tanaman langka hari ku benar benar beruntung"
aku buru buru memakai pakaian ku dan memetik tanaman langka yang ada disekitar sungai
'hari sudah menjelang pagi.sebaiknya aku pergi melihtnya'
'srakk'
'sekarang aku menatap kosong tempat ku tadi malam merawatnya'
"benar benar pria kurang ajar akkkkkhhhhh"
"dia pergi tanpa membayarku dan hanya memberiku sebuah gelang jelek ini !!!!!!!!''
"ckkk apa guna nya ini sampah!!! aku hampir menggunakan semua tanaman langkaku untuk merawatnya"dengan kesal aku melempar gelang itu
"bukan nya untung aku malah rugi dan bahkan aku belum tidur seharian punuh hiks hari ku yang indah"
aku melangkah pergi dan....
"cihhh lebih baik aku mengambil gelang nya hitung hitung dia membayar sebagian pengobatan nya.aku akan menangih nya nanti jika aku sudah menemukannya"
didepan sebuah kediaman yang cukup besar dan mewah
"akuuu pulang"
"Nian xi kamu sudah pulang ibu sangat khawatir kamu tak pulang semalam apa kamu baik baik saja nak mana yang terluka coba ibu lihat"
"ibu aku baik baik saja kemarin hanya ada satu hal yang buruk terjadi tapi aku sudah mengatasi nya aku ini kuat bu" aku berucap dengan membanggakan diriku
"hikksss kamu putri ibu satu satu nya ibu sangat khawatir"
"sudah lah bu ibu istirahat saja coba lihat wajah ibu ibu sangat pucat"
"Xiannnn. antar ibu kekamar istirahat"
"tapiiiii...."
"sudah lah bu yang penting aku sudah kembali"
"baiklah kamu juga istirahat juga yah Nak"
"ibu tenang saja"
"ayooo nyonya"
'huffft ibu tak pernah berubah selalu khawatir padaku.baiklah aku harus tidur aku lelah sekali'
"Su Yan jangan biarkan ada yang masuk yah aku capek aku mau tidur seharian ini"
"Baiklah nona. nona juga pasti capek nanti setelah nona bangun Su Yan akan menyiapkan makanan yang enak untuk nona"
"terima kasih Su Yan"aku mengusap kepala nya bagiku dia seperti adik ku polos, manis dan manja
"...... ...... ....."
"....!!!!! .....!!"
"aduh bagaimana ini nona sedang tidur tapiiii..."
aku terbangun karna mendengar keributan yang ada di luar
"Su Yan ada apa. masuk saja aku sudah bangun"
sereetttt suara pintu terbuka dengan keras
"nona hiksss nyonya ...."
aku bangun dan segera menghampiri Su Yan
"ibu ibu ibu kenapa!!!!"
"hikss seorang Nona muda terluka dan hanya nona tabib didesa ini nyonya bilang nona sedang tidur jadi tidak bisa mengobatinya dan ... dan mereka memukul nyonya sekarang"
"apaaaa BERANI NYA MEREKA!!!!!"
"ayooo cepat Su Yan"
"nonnna tunggu dulu"Su yan menarik bajuku dan menghentikan ku
"apa lagi aku haru cepat ibu ku dalam bahaya su yan"
"nona pakai baju nona dulu"
"owh iyyah aku lupa"
"..... pfffttt''
"isshhh ayooo cepat"
"baik baik nona"
"Siapa yang berani menyusup kediaman ku"tanpa sadar aku mengaktifkan Qi dalam diriku
'auraaa yang sangat kuat'
"ibuu ibu tak apa apa"
"ibu tak apa apa"ibu tersenyum manatap ku walau aku tau ibu terluka parah
"Xian bawa ibu kekamar dan ambil obat yang ada dikamar ku dirak sebelah kiri itu bisa menyembuhkan ibu dengan cepat"
"sepertinya kau tabib yang lumanyan hebat suatu kehormatan bagimu untuk menyembuhkan nonaku"ucap seorang pemuda dengan angkuhnya
'owhhh tidak kau cari'Ucap su yan yang melihat raut wajah nona nya
'terakhir kali seseorang bandit gunung membuat nona marah mereka semua mati menganaskan'
"orang seperti kalian ingin aku menyembuhkan nona kalian kurasa aku yang hanya tabib biasa ini tak akan bisa menyembuhkan nya"
"jika saja kita tak jauh dariii ibu kota emang akab ada kesem--"
bukkkshhhhh akhhhhh
Nian xi menendang pemuda itu hingga keluar kediaman nya
darah keluar dari mulut pemuda itu
sudah dipastikan dia akan lumpuh untuk selamanya
"orang seperti kalian lah yang tak pantas untuk kusembuhkan"
"su yan tutup pintu kediaman kita"
"baik nona"
"sebaiknya kalian coba merusak pertahanan rumahku yang telah kubuat"
"nona mereka menolak menyembuhkan nona"
"dassar sampah yang tak tahu diri ini kehormatan untuk nya berani nya dia"
"bunuh seluruh keluarga nya dan lumpah kan tabib itu kita sebaiknya kembali kekota"
"tapiii luka nona"
"beraninya kau membantuh"
bukkk huk huk
"maaf nona aku akan segera melakukan nya"
"semuanya bunuh seluruh anggota kuluarga tabib ini dan lumpuh tabib kurang ajar itu"
"Baik tuan"
1...2...3....
"akhhhhh"
"apa yang terjadiiii"
"tuan rumah ini ada pelindung nya"
"cihhh itu saja kalian tak bisa"
hal yang tetap terjadi
'siall'
"dassar kalian sampah itu saja tak bisa"
"lebih baik kalian mati saja"
"akhhhhh"
"Tii.. akhhhhh"
"akhhh sial aku harus kekota sesegera mungkin liat saja aku akan menghancurkan desa ini"
disisi lain disebuah kerajaan
"yang mulia anda sudah kembali"
"iyyah seperti nya adik ku ini sangat ingin aku mati"
"yang mulia apa yang mulia sudah akan menghabisinya"
"menghabisinya terlalu mudah untuk nya lebih baik kirim dia ke peperangan bagian utara.lebih baik mati baginya dari pada kesana.peperangan tiada henti musuh yang menggila setelah kesana pun dia tak akan kembali"
"owh yah kirim seseorang untuk menyelidiki seseorang yang ada di bagian barat kota"
"???"
"baikkk yang mulia"
1 minggu kemudian
"berita apa lagi yang kau bawa"
"ituu.. nona yang waktu itu kali ini dia mengirim kultivator tinggkat raja kesini"
"owhh dia tidak bosan bosan juga yah pelindung ku ini susah untuk dihancurkan"
dengan santay aku meminum tehku
"nona tolang nyonya!!!!! nyonya ditangkap oleh suruhan nona yang jahat itu!!!!"
"apaaaa!!!"
"bukankah ibu sedang tidur tadi"
"nyonya tadi memang sedang tidur lalu nyonya terbangun nyonya bilang dia mendengar suara nona diluar meminta tolong tapiii siapa yang tau itu jebakan"
"cari mati aku akan menghabisi kalian hingga keakarnya!!!!"
"hehehe akhir nya kau keluar juga"
"lebih baik kau menyerah saja mungkin aku bisa memohon ke keluarga chen dan menjdikan mu gudik ku iti suati kehormatan untuk mu"
'sial aku akan mencolok matamu beraninya kau menatap ku dengan mesum 💢💢💢"
"jangan mimpi"
dalam sekejap Nian xi sudah ada didepan kultivatorr itu dan melayakan tinju nya
"hmmp seperti nya aku meremehkan mu"
"owhh yah aku bahkan belum mengeluarkan 1% kekuatan ku dan kau sudah mundur beberpa langkah"
secepat kilat Nian xi sudah ada dibelangkang
dan menyerangnya dengan menusuk bagian vital nya
"dan ini untuk mu yang melihat ku dengan mesum"
Nian xi menusuk kedua matanya dengan tusuk konde nya
"akhhhhh"
"belum cukup ini untuk ibuku"
Nian xi menusuk kedua kaki sang kultivator
"ini yang terakhir"
Nian xi mengeluarkan Qi dalam tubuh nya dan menyerang sang kultivator.kini tubunya sudah hancur hanya darah yang tersisa_
Nian xi menang tanpa ada perlawanan yang bisa di lakukan sang kultivator
"ibu ibu tak apa apa"
"fyuhhh ibu seperti nya hanya pingsan"
saat nya keluarga chen membayarnya untung dia sangat bodoh memberikan informasi tanpa berpikir panjang
keesokkan harinya
"nona!!!!!"
"bhuukkkk"aku tersedak saat meminum tehku
"ahhhhh maaf nona"
aku menggusap bibirku dan bertanya
"ada apa??"
"Nona nona tau keluarga chen katanya sudah dibantai habis tadi malam tanpa jejak"
"owhh lalu???"
"nona tak kaget"
"Tidak"
"tapi....ahhhmppp!!" su yan menutup mulutnya dan menatap nona nya
'heheheeh' aku menggedipkan satu mataku kepada su yan
"nona!!!!!"
"Tuan saya telah mendapat informasinya
nama Nian xi anak dari Ran xi dari kediaman perdana mentri kiri ran xi menikahi warga biasa akhirnya diusir oleh keluarg nya ayah nya meninggal karna sakit dan mereka tak bisa menyewa dokter
saat Nian xi kecil dia pernah menyelinap keluar untuk kegunung mencari obat untuk ibunya yang sakit saat ibunya sembuh Nian xi berbohong dan Nian xi selalu kegunung tanpa sepengatahuan ibunya dia ketahuan setelah dia berumur 11 tahun ibunya menghukum nya tapi berhasil dibujuk dan akhirnya Nian xi tetap kegunung sperti biasanya
saat 12 thn Dia menyembuhkan penyakit nenek yang ada disamping rumah nya Nian xi akhirnya berperan sebagai dokter
dan saya juga menemukan akhir akhir ini Nian xi bermasalah dengan keluarga chen dari ibu kota barat dan kabar nya pagi ini kediaman chen telah rata dengan tanah"
"bagus kau bisa pergi"
"menarik dia bisa menyembuhkan luka ku yang bahkan tabib kerajaan tidak bisa menyembuhkan nya menghancurkan sebuah keluarga dalam semalam"
"akhirnya kita bertemu Nian Nian"
saat dulu
"heyyy kau tak apa apa"Nian xi
"hemmm aku tak apa apa"
"tapi kau terluka kenapa kau sendirian dihutan ini"
"aku tak apa lebih baik kau pergi saja"
"aku tak akan pergi!!!"
"kau terluka aku bisa menyembuhkan mu"
"kauuu ... auuuu sakit!!!"
"ahhh maaf maaf aku tak akan membalutnya dengan kencang ...."
"sudah selesai baiklah sebaik nya kau pulang ke rumah keluargamu pasti khawatir "
"aku tak punya rumah"
"ehhh hmmmm baiklah kau bisa ikut dengan ku"
"kau bisa tinggal disini aku akan datang setiap hari walau aku tak bisa membawamu pulang ibu akan marah padaku nanti" Nian xi menunjukkan sebuah gua
"biasanya aku kesini untuk menyimpan tanaman agar tak ketahuan oleh ibuku"
beberapa hari kemudian
"hei lihat aku bawa makanan"
"kau mau kue"
"kenapa kau ditinggal dihutan sendirian dan juga kau terluka siapa yang menyakitimu itu tak seperti luka goresan lebih tepatnya luka dari benda tajam"
"........"
"baiklah kalau kau tak ingin cerita"
"mereka ingin membunuhku"
"apa!!!siapa ?? kenapa mereka ingin membunuhmu???"
"keluarga ku.mereka ingin aku tiada dengan begitu salah satu halangan mereka akan hilang"
"kalo begitu jadilah kuat dengan begitu kau tak akan ditindas kau juga bisa balas dendam... owh yah namaku Nian Nian aku akan jadi keluargamu"
saat itu aku terpukau oleh senyum nya
aku berjanji akan jadi lebih kuat agar bisa melindunginya dan membahagiakannya
aku pun memutuskan untuk pulang tanpa memberitahunya. aku tak ingin membuat nya khawatir
'sudah begitu lama akhirnya aku menemukan mu orang yang sama merawatku saat kecil dan waktu itu'
malam hari
,'grrttr grrrt hmppp"
'siapa yang masuk kekamarku'
"akhhhhhh"
"apa aku dimana dimana ini"
"nona nona telah ditunggu oleh tuan"
"perlahan aku membuka penutup tempat tidur dan tekejut
'akhhhh banyak sekali pelayan nya'
"nona ayo saya yang akan memandikan nyonya"
"tidak tidak tidak aku bisa mendiiii seb-"
setengah jam kemudian
'aku akan membunuhnya aku akan membunuh nya berani nya dia menculik ku'
'dan kemana mereka mangantarku..
setelah kuamati sepertinya aku berada disebuah kerajaan 😱 yah tuhan aku tak ingin memilik musuh biarkan aku hidup dengan damai TT "
"kau sudah datang"
'hmmm'
"kauuu!!! kau si pria kurang ajar yang kabur tanpa membayar ku setelah aku mengobati mu dan sekarang kau menculikkk ku!!!!"
'ehhhhh'
"baiklah kau ingin apa aku membayar nya"
"kau tak perlu membayar nya cukup pulang kan aku"
"aku tidak bisa"dengan santay dia menjawabnya
"apaaaaa!!!!!!"
"apa kau tak lelah berdiri terus ayo duduk dan kita minum secangkir teh"
aku duduk dengan kesal dan melempar teko yang ditanggan nya yang ingin menuangkan nya di gelasku
"aku tak ingin teh bawa aku kembali"
"aku sudah bilang aku tak bisa"dia tersenyum seolah semua baik baik saja
"kau pasti bisa lihat pakaian mu kau pasti seorang pangeran kau pasti bis kan!!!!"
"...."
Nian xi memukul meja itu hingga hancur
"kalau begitu aku akan pulang sendiri"
Nian xi berbalik dan akan pergi
dia tersenyum penuh arti
dengan cepat dia sudah di depan Nian xi dan mencengkram wajah nya
"siapa yang mengatakan kau boleh pergi"
saat itu Nian xi sadar dia tak kan bisa lari dari gengaman pria ini
"coba ulangi lagi kau ingin kemana tadi??"
Nian diam aura yang dikeluarkan oleh laki laki didepan nya bukan main main dia bisa mati jika dia melawan nya
"hmmm kenapa diam?"
pria itu melepas cengkraman nya dan memeluk Nian xi
"jangan pergi tetap lah disini bersamaku"
"....."
3 minggu kemudian
"akhhhh aku ingin pulang ibu pasti khawatir padaku"
"tapi bagaimana caranya aku sudah pernah mencobanya"
'menjadi pelayan dan melewati gerbang ketahuan dengan mudah, lewat atap belum sampai aku memanjat sudah katahuan bahkan aku sudah pernah mencoba kabur dengan membujuknya jalan jalan dan setelah nya kabur saat dia tidak sadar belum 1 menit dia sudah menemukanku dengan sangat cepat bagaimna ini aku sangat frustasi akhhhhhh!!!!'
Nian xi terus mondar mandir di kamar nya
"Nona!!!!!!"
'suara ini su yannnnn!!!!!!. hahaha pasti aku terlalu stress karna ingin pulang akhirnya aku pun menghanyal mendengar suara nya'
"Nonna!!!!!!" dengan cepat su yan berlari dan memeluk Nian xi
"appa!!!!"
"Nona aku sangat khawatir padamu hiks hiks"
"tunggu tungggu,kau disini Su yan apa ibu juga disini ????"
"iyyyah nyonya juga disini nona dia sekarang sedang menghadap yang mulia kaisar....!!!!!
ohhh iyyyah nona!!!! ku denggar nona akan menikah dengan yang mulia kaisar apa itu benar nona"
"apaaaahhhhhhhhh!!!!!!"
"........"
dammmnnnn!!!!!
"kurang ajar aku perlu berbicara dengan pria tak tahu malu itu"
"su yan ayok cepat antar aku kesana"
dengan cepat Nian xi manarik su yan
Di aula istana
"hei pria kurang ajar apa maksudmu dengan
ingin aku menikahhhhhh!!!!!!"
"ehhhh......."Nian xi
"......" perdana mentri kiri
"........"penasehat negara
". . . ." jendral negara
'sepertinya aku salah masuk ruangan'
"akhh"
Ibu Nian menarik Nian xi dengan cepat untuk menunduk dan minta maaf
"maafkan anak hamba yang mulia kaisar"
'siall ternyata dia kaisar'
'aku lupa tadi Su yan juga seperti nya sudah bilang ibu sedang menghadap kaisar'
"sudah tidak apa apa cepat atau lambat juga akan ketahuan"
"terima kasih atas kemurahan hati kaisar"
'.....'
saat mendongakkan kepala Nian xi melihat kaisar tersenyum....
'kurang ajar kurang ajar emng kenapa jika dia kaisar'
Nian xi mengambil tusuk konde nya dan melempar kepada kaisar
kaisar yang menyadari nya dengan cepat menghindar
para penjaga bayangan yang melindungi kaisar dengan siap membuat persiapan didekat kaisar
ibu Nian xi pingsan melihat kelangcangan anak nya
"nyonya nyonya cepat sadar"
" sudah kalian bisa pergi aku tak apa apa"perintah kaisar kepada penjaga bayangan nya
"cihhhh"
Nian xi berbalik dan pergi
Su yan juga membawa ibu Nian istirahat
Persidangan pun berlanjut dengan rencana yang tepikir untuk Nian xi
Perburuan istana
"heiii brengsek kenapa aku juga harus ikut dengan mu"
"tentu saja karna kau calon permaisuri ku"
"siapa yang sudi menikah dengan mu"
"sudi tidak sudi kau juga tak bisa apa apa"
"tapi setidak nya biarkan aku menungang kudaku sendirian!!!!!!!"
"....."
'kurang ajar aku sangat ingin mengoyak kulitnya dan mencincang nya'
"jangan memakiku"
'bagaimana dia bisa tau apa dia bisa membaca pikiran ku grrrr aku sangat kesal'
Kaisar berburu dengan menungganggi kuda bersama Nian xi
"serpertinya kita tersesat"
"apa apa kau gila akhhhh kenapa juga aku harus ikut dengan mu, tadi kita terpisah oleh para penjaga sekarang!!!!"
syutttt
sebuah panah melesat
kaisar melombat dari kuda untuk menghindari panah nya dengan memeluk Nian xi
"Nian xi kau tak apa apa"
"kepala ku pusing kau berguling guling tadi aku jadi ingin muntah"
syut syut
berbagai panah mulai menyerang mereka
"sial kita harus pergi musuh nya terlalu banyak"
kaisar berlari dengan menggendong Nian xi
"haiii apa yang kau lakukan"Nian xi kaget karna tiba tiba di sang kaisar menggendong nya
"diamlah kita bisa terbunuh nanti"
'deg deg deg sial aku baru menyadari ternyata dia memiliki wajah yang rupawan melebihi pria yang pernah kutemui'
kaisar berhenti ternyata mereka sudah mencengat nya didepan
"sial sekali aku tak punya pilihan lain"
Kaisar menurunkan Nian xi dan membawa nya didekat pohon
"tunggu tunggu apa yang ingin kau lakukan"
"diam lah jika aku tak selamat setidaknya jagalah warga negara ku tetap damai"
"apa!!!!! kau tak boleh bicara sperti itu ayo kita lawan bersama kita pasti bisa menggalahkan nya
"diammm!!!!!"
kaisar memukul Nian xi hingga pingsan dan memasang penghalang untuk melindungi nya
samar samar Nian xi membuka mata nya
penghalang sudah hilang dia menatap sekitar semuanya penuh darah dan mayat dengan mengerikkan sperti monster yang baru saja menghabisi mereka
Nian xi langsung mencari kaisar
"yang mulia!!!! yang mulia kau dimana!!!!!''
saat Nian xi melihat kekanan dia melihat kaisar bersandar di sebuah pohon dengan luka yang parah
"yang mulia!!!!!"
Nian xi berusaha membangunkan kaisar namun tak kunjung bangun
"tidak tidak kau tak boleh pergi kau harus hidup bukan kah kau ingin menikah dengan ku!!!!''
"Nian xi" kaisar membuka matanya
"iyyah aku disini"
"Jika aku selamat mau kah kau menikah dengan ku"kaisar berucap dengan penuh harap
"iyyah tentu saja hikss jangan pergi tinggalka aku"
kaisar tersenyum dan memeluk Nian xi
"aku tak apa apa hanya luka ringan"
" tapiii....
"sttt diamlah biarkan aku memeluk mu"
tak berapa lama pengawal kaisar pun datang
"yangg muliaaaaa!!!!"
Nian xi yang sadar pun langsung melepas pelukan kaisar
"spertinya aku datang di waktu yang salah"
tatapan kaisar yang menusuk seolah berkata
'dassar pengangu'
1 minggu kemudian
Hari pernikahan nya Nian xi dan kaisar Huan Ran
semua orang berbahagia
dikamar pengantin Nian xi mengantuk sekali acara yang padat dan baju yang berat nian labgsung melepaskan semua nya dan pergi tidur tanpa berpikir tentang apapun
saat kaisar memasuki kamar dia sudah melihat Nian xi tertidur
Kaisar hanya tersenyum melihat Nian xi tertidur dan tidur juga disebalah nya dengan memeluk Nian xi
Tamat