"Bang, bangunin adik kamu sana.ntar ke sekolah nya bisa terlambat," ucap Mama Vania
"Iya ma," ucap Alex sambil merapikan dasi nya dan langsung menuju ke lantai atas dimana tempat kamar Vania berada.
"Dek bangun lo.udah pagi masih tidur.
Buruan sana mandi,ntar ke sekolah nya bakalan telat.emangnya lo mau kita berdua di tutupin pintu gerbang sama satpam dan bisa-bisa kita di hukum,"ujar Alex sambil menatap Vania secara sinis.
"Iya-iya, bawal banget jadi abang."
Vania langsung bangun dan segera merapaikan tempat tidurnya.20 menit kemudian setelah gue selesai siap-siap untuk berangkat ke sekolah.Vania segera turun ke bawah untuk sarapan pagi bersama keluarganya.
"Selamat pagiiiiiii semuanya," ucap Vania sambil berteriak
"Pagi juga.Loapa-apan sih dek, kalau ngomong itu pelan-pelan aja gak usah pakai teriak-teriak.kek gw gak dengar aja lu ngomong apaan."
"Iya maaf bang," ucap Vania
"Yah udah, berangkat sekarang aja ke sekolah
nya gw takut terlambat."
"Lo gak sarapan dulu?"ucap Alex
"Gak usah , ge juga belum laper.ntar aja gue sarapan di kantin sekolah," ucap vania dengan santai.
"Tapi gue takut lo nanti kenapa-kenapa pas upacara, ntar lu pingsan lagi,badan lu kan berat."
"Enak aja, yah udah, ayo berangkat," ujar Vania
"Bentar, kita pamit dulu sama mama." ucap Alex
15 menit mereka tiba di sekolah .Alex dan Vania keluar dari mobil dan segera ke kelas.Saat di holl, banyak pasang mata yang membisik-bisikan Alex dan Vania.Alex dan Vania hanya menoleh dan berdiam.
"Hallo guys, selamat pagi," ucap Vania
"Pagi juga Vania," balas ketiga sahabatnya, yaitu Claudia, Tasya, dan Maura
"Bentar lagi upacara pada pagi hari ini akan di mulai.untuk semua siwa-siswi di harapkan segera untuk berkumpul di lapangan."
"Hari ini yang bertugas sebagai pemimpin upacara bendera Vania," ucap Bu Zella
"Ta-Ta-tapi Bu, Apa gak bisa yang lain buat gantiin sayaBu?"
"Tidak ada Vania," ucap Bu Zella
Dalam batin Vania malas sekali rasanya dia ingin menjadi pemimpin upcara.Karena dia juga tadi pagi belum sarapan sama sekali.
"Baik anak- anak, sekarang kita mulai saja untuk upacara pada pagi hari ini dan untuk Vania segera kebarisan untuk menjadi pemimpin upacara pada senin hari ini."
"Baik Bu." gumam Vania sampai bergetar
Beberapa menit upacara berlangsung terik matahari semakin panas dan Vania semakin gak kuat.tanpa di sadari badan vania ambruk ke bawah.Siswa-siswi yang melihat terutama Alex, dan Rey khawatir dengan keadaan Vania.
Ketiga sahabat Vania yang melihat kejadian itu pun kaget dan segera ikut berlari ke lapangan.
Alex segera berlari ke tengah lapangan dan mengampiri Vania.Claudia, Tasya, dan Maura meghampiri Alex dan bertanya-tanya sehingga membuat Alex juga pusing.
"Deknbangun, jangan buat gw khawatir sama lu," ucap Alex sambil melihat keadaan Vania dan wajah Vania yang memucat.
Ketiga sahabat Vania ikut bingung dan khawatir dengan keadaan Vania.Rey sebagai ketos melihatnya tidak tinggal diam.dia segera berlari kelapangan untuk menolong Vania.
"Lex, adek lo kenapa bisa pingsan gini?" ucap Rey sambil melihat keadaan Vania
"Dia belum sarapan tadi pagi.padahal gue udah nyuruh dia, tapi dianya tetap gak mau."
"Yah udah, mendingan gue bantuin bawa ade lo ke uks sekarang," ucap Rey dengan tulus.
"Tanpa tidak sengaja Rey melihat wajah Vania cantik," batin Ray
Banyak siswa-siswi yang memperhatikan dan berbisik-bisik kan Rey karena menggendong Vania. Yang mereka tahu bahwa Rey seorang cowok yang dingin dan cuek.tapi ternyata dia sangat peduli terhadap orang lain.Ray hanya menoleh , tetapi tidak menghiraukan pembicaran mereka.
Rey segera membaringkan Vania di kasur dan menemani vania sampai sadarkan diri.Karena Ray menunggu udah 10 menitan, jadi dia izin kepada penjaga uks untuk pergi sebentar keluar untuk membeli makanan.
"Bu, saya titip untuk jaga dia sebentar,yah.Saya ingin keluar untuk beli makanan," ucap Rey dengan lembut dan tersenyum.
"Baik nak."
"Terima kasih, Bu."
Rey keluar dari uks dan segera ke kantin untuk membeli makanan dan minuman untuk Vania.Karena Rey tau kalau Alex sudah memberitahukan dia kalau Vania belum makan sama sekali.
Di kantin sekolah.Rey berjalan ke arah kantin dan melihat teman-teman nya yang ada di sana sedang makan, dia segera menghampiri.
"Lo pada ke kantin gak ngajak-ngajak gue, yah," ucap Rey
"Sorry, gw sama yang lainnya juga lupa.bukannya lo juga lagi di uks tadi?" ucap Revan dengan santai.
"Yah udah, sebagai permintaan maaf karena kita ninggalin lo, gw teraktir lo."
"Gak usah, gue juga lagi buru-buru.Gue ke kantin juga cuman mau beli makanan sama minuman buat cewek yang pingsan tadi," ucap Rey sambil menengok ke arah Alex yang sedang makan bersama teman- temannya di pojok kantin.
"Cieee, keknya bakal ada yang jatuh cinta, nih," ucap Farell sambil tertawa.
"Apaan sih, lo. Gak jelas," ucap Rey
Tiba-tiba Alex mengampiri mereka dan tersenyum manis.
"Hai, Rey.Makasih yah, lo udah mau bantuin gw tadi.Vania nya udah sadar?" ucap Alex sambil tersenyum ramah.
"Sama-sama.Dia belum sadar, sabar aja Lex.paling juga ntar bakal sadar sebenar lagi."
"Yah udah, gw mau beli makanan dan minuman dulu buat dia.dan buat lo pada awas ninggalin gw pulang." ucap Rey
"Iya-iya, gak di tinggalin juga."
5 menit kemudian.
Teman-teman ara segera ke uks untuk mengecek gimana keadaan ara.
"Mendingan kita tunggu dia aja sampai sadar aja dulu yah," ujar Claudia dan di angguki oleh kedua sahabatnya.
Tiba-tiba Rey datang, ketiga sahabat Vania di buat kaget dengan kedatengan Rey.
"R-R-Rey... Kami bertiga pamit dulu, yah, Rey.masih ada pembelajaran di kelas, titip teman gua" ujar ketiga sahabatnya keluar dengan tergesa-gesa
.
"Y, aman aja sama gue," ucap Rey dengan sedikit cuek.
Rey keluar lagi sebentar karena ada beberapa urusan osis.
5 menit kemudian...
Rey segera kembali ke uks membawakan makanan dan minum untuk vania.Sekaligus mengecek kembali keadaannya.
Pintu uks terbuka dan Rey melihat vania sudah sadarkan diri.
Rey berjalan ke arah vania dan duduk sembari.meletakkan makanan dan minumannya di atas meja.
"Lo udah sadar?" ucap Rey sedikit cuek
"Hmm, udah. Lo yang bawa gw ke uks?"
"iya, gw yang bawa.Gw udah beliin makanan sama minuman buat lo, itu lo makan biar gak tambah sakit ntar."
"Walaupun dia sedikit cuek, ternyata dia baik dan peduli juga sama orang lain," Batin Vania
"Btw, makasih yah lo udah bantuin gw," ucap Vania
.
"Iya, sama-sama.yah udah, gw mau mau balik ke kelas.lo kalau ada apa- apa bilang aja ke penjaga uks nya."
Rey beranjak dari tempat duduk nya dan segera keluar.Vania sambil memakan makanan yang dibawakan oleh Rey untuknya dan melihat Rey keluar dari ruangang uks sedikit membuat deg-degan dengan perilaku Rey terhadapnya.Tanpa di sadari tiba-tiba Alex berada di depan pintu uks begitu saja membuat Vania menjadi kaget.
"Lo bang, buat gue kaget aja," ucap tania
"Iya, maaf.habisnya lo juga ngapain ngelamun.Lo suka yah sama, Rey? Gitu banget lo ngeliatin dia keluar dari uks. Hayo ngaku sama abang lo yang ganteng ini," ucap Alex sambil terseyum dan tertawa melihat reaksi Vania.
"Gak, enak aja kalau ngomong,siapa yang bilang gw suka siapa dia.Hah?! Siapa?" ujar Vania dengan sedikit ngegas
"Iya-iya.hati-hati lo suka sama dia.dia anaknya walaupun cuek gitu dia peduli sama orang lain padahal Rey gak kenal sama sekali.dia juga ketos, anaknya cerdas, selau juara kelas, dia juga punya cita-cita sebagai dokter.gw sampain aja sama lu dek siapa tau lo suka sama dia."
"Enak aja, gak mungkin gw suka sama dia," ucap Vania.
Gw takut, apa yang abang gw bilang ke gw akan terjadi.karena gw nyaman ke orang lain yang emang benar-benar bisa buat gw nyaman di posisi itu.