Hai...
Aku Rayna...
Rumahku di Jl. Anggrek Gang 2 No.3
Hari itu rumah disamping kiri rumahku dijual, dan otomatis kosong. Walaupun berada di dekat jalan masuk perumahan tidak membuat rumah tersebut segera terjual.
Satu tahun berlalu, rumah tersebut tetep kosong, tapi tukang kebun lama pemilik rumah tersebut yang membersihkan halamannya setiap seminggu sekali.
Di tahun kedua, pembersihan halaman seminggu sekali itu berhenti. Yang mengakibatkan halamannya menjadi kotor dengan banyaknya daun kering dan juga rumput yang semakin tinggi ditambah lagi dengan tampilan rumah tersebut yang terkesan misterius dengan cat gelap yang mulai pudar juga teras depan rumah tersebut yang sangat berdebu.
Rumah tersebut dilengkapi dengan taman mini dengan ayunan di depan rumahnya.
Di tahun ketiga, pemilik lamanya membersihkan nya secara menyeluruh dan kabarnya rumah tersebut sudah terjual.
.
.
.
"Ma... rumah sebelah dibersihin sama yang punya..." aku memberitahu mama yang saat itu sedang memasak di dapur
"Iya... kata pak RT rumahnya udah ada yang beli.." mendengar kabar tersebut aku lega, karna rumah tersebut terlihat sangat angker selama ditinggal tiga tahun terakhir
Tapi seminggu berlalu belum ada orang yang mengunjungi rumah tersebut kembali.
"Ma... kok rumahnya tetap kosong?"
"Mungkin yang baru beli blom mau pindah..." mama yang sedang sibuk memasak hanya menjawab sekenanya
"Lagian kamu kenapa penasaran banget sama rumah sebelah?"
"Serem aja ma... itu rumah kan udah lama kosong, ok lah kalo jauh dari rumah kita, nah ini satu tembok kan serem..."
"Kamu ni... ada-ada aja, makanya rajin ngaji biar gak diganggu..."
Minggu berganti bulan, bulan berganti tahun. Satu tahun berlalu dan rumah tersebut tetap tidak dihuni, bahkan saat ini rumah tersebut kembali terlihat kotor dan tak terawat.
Pada malamnya telat empat tahun rumah tersebut dibiarkan kosong,
"Aaa......" aku dan beberapa warga mendengar suara jeritan laki-laki yang sangat nyaring
"Ayah... itu suara siapa?"
"Mending kamu temenin mama kamu, ayah keluar cek sebentar" ayah yang keluar mencari tahu apa yang terjadi
Dan saat kembali ternyata
"Yang tadi itu suara pak Adi yang kebetulan pulang malam jalan kaki sempat nengok kearah rumah sebelah katanya dia liat ada cewek main ayunan, dan baru sadar itu rumah kosong jadi dia teriak 😂😂😂"
"Kok ayah ketawa sih? kan serem"
"Hus... udah-udah, mungkin pak Adinya lagi halu aja"
Keesokan paginya, berita pak Adi melihat penampakan dirumah tersebut menjadi buah bibir di warga sekitar, dan diperkuat dengan pak Adi yang langsung jatuh sakit.
Akhirnya pak RT memberikan peringatan untuk tidak berkeliaran diatas jam 10 malam karna kejadian semalam kurang lebih pukul setengah dua belas malam.
Hari berganti minggu dan semakin banyak cerita yang terdengar, entah benar atau tidaknya entahlah.
.
.
.
Hari ini dua sepupuku dari luar kota datang berkunjung dan berencana menginap beberapa hari dengan orang tua nya, mereka berencana mencari rumah untuk ditinggali karna ingin dekat dengan rumah keluargaku.
Malam harinya, karna rumah berisi banyak orang otomatis menjadi lebih berisik. Dan aku sebagai tuan rumah iseng menceritakan kejanggalan rumah sebelah tepat di ruang keluarga bagian belakang didekat ruang makan dan dapur yang kebetulan satu tembok dengan halaman bagian belakang rumah sebelah.
"Tau gak Dil, Din kemarin ya..." dan mengalirlah semua cerita tersebut
Kedua sepupuku kebetulan kembar namanya Dila dan Dina, setelah menceritakan tentang rumah tersebut kami lanjutkan menceritakan banyak hal sampai dengan teka-teki lucu dan tebak-tebakan
"Ini yang terakhir... hewan apa yang hurufnya ada satu?" Dina bertanya dengan ekspresi penasaran
"Apa ya? 🤔" Dila terlihat berfikir keras
"Aku tau...."
"Apa ayo?" tanya Dina
"i kan?"
"👏👏👏😂 betul..."
Sontak kami tertawa keras karena Dina terlampau antusias bertepuk tangan, tapi saat kami menghentikan tawa terdengar masih ada tawa yang lain, kami saling pandang satu sama lain
"Mama sama papa di ruang tamu kan?
sama ayah dan mama kamu juga?" Dila bertanya memastikan
Aku mengangguk dan langsung berdiri
"Terus siapa yang ketawa?" setelah Dina bertanya suara tersebut langsung berhenti
Kamu yang sudah dalam posisi berdiri sontak berlari ke arah ruang tamu. Dan menceritakan apa yang terjadi
"Kalian ini halu... mending pada tidur sana..."
"Ih... papa Dina serius, jelas begitu suaranya " Dina keberatan dikatai halu
" Mending kalian tidur ini udah malem"
Kami pun memutuskan untuk segera tidur sesuai permintaan Mama.
Keesokan harinya, kami bertekad untuk tidak menyinggung rumah sebelah lagi. Sorenya salah satu teman sepupuku ingin berkunjung, setelah share loc, kamu bertigapun menunggu nya di ruang tamu sambil bermain ponsel.
"Assalamu'alaikum..."
"Wa'alaikumsalam..." kami menjawab kompak
"Riani... cepet banget sampelnya" Dila menjawab judes
"😁 sorry... yang penting sampe kan?"
"Iya... tapi ini mau magrib tau..." Dina membawa Riani masuk kedalam rumah
" Tadi aku sempet salah alamat tau, nih ke rumah sebelah?"
"Eh yang nomer berapa?" Dila menyahut cepat
"Yang sebelah, nomer 2" Riani menjawab lugas
"Eh... ketemu siapa disana?" Dila yang mulai awas
"Ada mbak-mbak yang lagi nyapu"
"Terus?" aku bertanya penasaran
"Aku tanya deh, mbak ini bener rumahnya Rayna Satria?, terus mbaknya jawab, coba cek rumah sebelah, gitu..." Riani bercerita seru
"Kamu tau gak sih, rumah sebelah itu udah kosong empat tahun ini 🙃" Aku menjawab pelan
"What? jadi yang tadi itu setan ya? 😲" dan setelah itu Riani lemas.
.
.
.
.
.
Kini setelah enam tahun rumah tersebut kembali dihuni dan setelah kejadian Riani tempo hari, peringatan tentang rumah tersebut kembali diberikan, dan selama dua tahun terakhir ada banyak suara-suara dari rah tersebut tapi selalu kuhiraukan.
Dan saat dihuni oleh pemilik barunya, rumah tersebut kembali terlihat hidup dan bersih.
.
.
.
Jangan lupa like dan komen nya...🙏🙏🙏