"Kenapa gadis itu selalu sendirian..?"
Perempuan itu kemudian menghampiri gadis yg dilihatnya tadi.
"Permisi,Bolehku tanya kenapa kamu selalu sendirian disini?"
Tanyanya kepada gadis itu.
Gadis itu terlihat terkejut sekaligus senang karena diajak bicara olehnya.
"Master!"
Perkataan gadis itu seketika membuatnya terkejut.Kenapa gadis itu tiba-tiba memanggilnya dengan sebutan 'master'?
"Hah..Apa maksudmu?"
"Sebenarnya semua orang tak bisa melihat kecuali orang yg terikat kontrak denganku sejak lahir"
"Kontrak?"
Perempuan itu tambah bingung akan perkataannya yg terkesan melantur.
"Benar,Kontrak.Saya adalah Spirit Pelindung yg bertugas untuk melindungi seseorang.Oleh karena itu,Saya selalu disini sendirian karena tak ada yg bisa melihat saya"
"Saya senang sekali karena akhirnya saya bertemu dengan anda,Master!"
Gadis itu langsung menggenggam kedua tangan perempuan itu erat-erat dengan perasaan yg sangat senang.
"Bisakah kau menjelaskan secara lebih rinci?"
"Baik,Master"
"Seperti yg saya katakan tadi,Saya adalah Spirit Pelindung milik anda.Tugas saya adalah melindungi anda dari segala mara bahaya.Seorang Spirit Pelindung hanya bisa dimiliki seseorang jika memiliki kekuatan magis"
"Dan Saya juga bertugas untuk melatih master sampai menjadi kuat.Itu saja yg akan saya jelaskan,Master"
Perempuan itu seakan tak percaya akan perkataan gadis itu.Tapi pada akhirnya gadis itu menunjukkan bukti kuat pernyataannya itu.
"Lihat ini,Tato yg ada di tangan saya ini hanya akan dimiliki oleh Master saya dan juga saya sendiri.Nah,Apakah itu sudah membuat master percaya?"
Dia berpikir sejenak,Kemudian akhirnya menerima kenyataan itu.
"Baguslah,Master.Mulai hari ini dan saat ini juga saya akan selalu berada disisi master!"
"Panggil aku dengan sebutan Melissa ya"
Kata Melissa sambil menepuk pelan kepala gadis itu.Dia langsung tersipu malu karena itu adalah pengalaman pertamanya di sayang oleh seseorang.
"B-baik Melissa!"
Walaupun sedikit kaku cara bicaranya,Melissa tetap menerimanya.
"Oh iya,Aku belum tahu namamu.Bisakah kau memberitahuku?"
"N-namaku adalah Clara,M-melissa"
"Baik..Clara.Kalau begitu ayo pergi"
Clara kegirangan setengah mati sambil mengikuti Melissa dari belakang.
~~~~~~~~~~~~~
DI RUMAH MELISSA...
"Awas,Melissa..!"
Clara memperingatkan Melissa karena ada barang yg akan jatuh menimpanya.
"Huh..?"
Saat Melissa mendongak ke atas,Ada sebuah kardus yg mau menimpanya.Melissa kira dia akan tertimpa kardus itu.Tapi saat ia melihat ke atas,Kardus yg tadinya mau menimpanya tiba-tiba melayang di udara.
Sama halnya dengan Melissa,Clara juga terkejut karena Melissa sudah bisa menggunakan kekuatan magisnya padahal belum diajari.
"Apakah kau yg melakukan ini,Clara?
Melissa menatap Clara.Tapi Clara menggelengkan kepalanya kemudian berkata kalau dia lah yg melakukannya.
"Tunggu,Aku..Yg melakukannya?"
"Iya benar,Melissa"
"Tapi bagaimana aku bisa menggunakan sihir?"
"Tadi saya sudah jelaskan kalau orang-orang yg terpilih untuk mendapatkan Spirit Pelindung hanya orang-orang yg memiliki kekuatan magis.Tapi baru kali ini saya melihat kasus seperti ini.Sepertinya Melissa memiliki kekuatan magis yg kuat"
"Apakah itu bagus..?"
Melissa nampak sangat khawatir karena perkataan Clara soal kekuatan magisnya.
"Justru itu bagus!Nantinya Melissa bisa melakukan banyak hal dengan kekuatan magis!"
Clara terlihat sangat senang sekali tapi tidak dengan Melissa yg terlihat khawatir sendiri.
"Tidak apa-apa,Melissa.Jika ada sesuatu yg mengancam Melissa,Saya akan siap melindungi Melissa kapan saja..!"
Walaupun belum lama kenal satu sama lain,Melissa sudah sangat percaya dengan kesetiaan Clara padanya.
~~~~~~~~~~~~~
BEBERAPA BULAN KEMUDIAN...
"Uhuk!"
Tiba-tiba Clara seperti sangat kesakitan sampai-sampai mengeluarkan darah dari dalam mulutnya.
"Clara,Kau tidak apa-apa?!"
Melissa menaruh Clara di pangkuannya.
"S-saya tidak apa-apa,Melissa"
"Tidak kau tidak apa-apa.A-aku akan menyembuhkanmu sekarang!"
Clara menepis tangan Melissa yg bersiap-siap untuk mulai menyembuhkannya.
"Clara..?"
Melissa kebingungan karena Clara seperti sudah pasrah akan nasibnya.
"Sakit ini tidak bisa disembuhkan dengan sihir milik Melissa.Hanya ada satu penyembuh untuk sakit yg di derita oleh saya.."
"Apa itu..?!"
Belum sempat berkata apapun,Dari arah luar rumah Melissa tiba-tiba ada yg mendobrak masuk sampai membuat dinding rumah Melissa hancur.Belum selesai sampai disitu,Orang yg mendobrak masuk langsung menembakkan peluru ke arah Melissa dan Clara.
Spontan Melissa langsung membuat 'Barrier' agar peluru itu tak mengenai mereka berdua.
"Ohoho..Clara,Apakah kau lupa akan sumpahmu kepada bangsamu sendiri~?"
Orang itu tersenyum sinis melihat ke arah Melissa dan Clara.
"Apa maksud darinya,Clara?"
Melissa menatap ke arah Clara yg ada di pangkuannya.
"Bangsa kami,Spirit Pelindung itu sebenarnya melindungi orang-orang tertentu hanya sampai kekuatan magis mereka sempurna.Dan jika sudah sempurna,Para petinggi akan memakan jiwa mereka"
"Apakah itu benar,Clara?"
Melissa menatap Clara dengan sangat kecewa.
"I-itu benar,Melissa.Tapi saya sama sekali tak berniat untuk menyerahkan Melissa kepada para petinggi.Saya tahu kalau saya telah membuat Melissa kecewa,Tapi saya mohon percayalah pada saya"
Clara tanpa sadar menitikkan air matanya saat mengatakan itu,Dan membuat Melissa iba pada dirinya.
"Cukup drama kalian disini.Melissa Burgent cepat ikut aku atau Spirit Pelindungmu itu akan ku tembak sekarang.."
Ancam orang itu sambil mengarahkan senapannya ke arah Clara yg sedang dalam kondisi lemah.
"Melissa,Obat untuk sakit yg saya derita sekarang ada di tangan orang itu.Kumohon tolong aku.."
Ucap Clara melalui telepati dengan Melissa.
"Baik,Clara"
Melissa kemudian membaringkan Clara di lantai.Lalu berjalan mendekat ke arah orang yg mengancamnya tadi.
Saat sudah dekat...
*BRUK*
Melissa tanpa berpikir panjang langsung menendang orang itu samoai terjatuh ke lantai.
Orang itu yg merasa kalau dirinya terdesak,Langsung menembak ke arah Clara yg terbaring lemah di sana.
"?!!"
Peluru yg di tembakkan oleh orang itu tiba-tiba terpental seperti menabrak sebuah perisai.Benar saja,Ternyata sebelum berjalan mendekatinya.Melissa menggunakan sihirnya untuk membuat 'Invisible Barrier'.
*SRUK SRUK*
Bunga dari berbagai macam jenis bertebaran di langit kemudian langsung mengikat orang itu dengan kencangnya.
"Terima kasih.."
Kata Melissa setelah mengambil beberapa obat-obatan dari dalam saku orang itu.
"KAU..!"
*CTAK*
Melissa menutup mulut orang itu menggunakan beberapa bunga yg masih bertebaran di udara.
~~~~~~~~~~~~~
"Clara,Ayo bangun"
Melissa menopang tubuh Clara agar bisa duduk kembali..
"Yg mana yg merupakan obatnya..?"
Tanyanya sambil menunjukkan beberapa botol yg berisi suatu cairan obat di dalamnya.Clara lalu menunjuk salah satu di antaranya dengan tangan yg lemah.Melissa langsung buru-buru meminumkannya ke Clara.
BEBERAPA MENIT KEMUDIAN...
"Bagaimana kita akan mengurus dia sekarang?"
Tatapan keduanya membuat orang itu ketakutan setengah mati sampai berkeringat dingin.Ia takut kalau dia akan dibunuh saat itu juga.
"Bagaimana kalau..kita 'menyihirnya' saja..?"
Tanya Clara sambil tersenyum dingin.
"Terserah kau saja.Sisanya ku serahkan padamu"
Melissa kemudian berbalik lalu meninggalkan Clara dan orang itu sendirian.
Setelah Melissa agak menjauh..
*CTAK*
Clara melepaskan sihir yg tadinya menutup mulut orang itu.
"Lepaskan aku,Clara!"
Orang itu mendesak agar Clara melepaskannya saat itu juga.
"Tanpa persetujuan dari Melissa,Aku tidak akan melepaskanmu.Tapi,Raisa..Melissa bilang kalau aku boleh melakukan apa saja kepadamu.Bagaimana kalau kita mulai sekarang..?"
"TIDAK..!!!"
~The End~