Tantangan Dari: Yachi
Game sudah menjadi bagian dari hidupku, game yang bertemakan mystery adalah kesukaan ku, terkadang aku lebih memilih menjadi karakter utama dalam game dari pada berada di dunia nyata.
Menceritakan seorang cewek yang tidak suka bersosialisasi dengan orang lain dan lebih suka mengurung diri di dalam kamarnya, namanya adalah Selena.
Suatu malam, pukul 11 malam Selena mendownload game mystery yang baru rilis hari itu, tentu ia tidak sabar lagi ingin memainkanya.
Game selesai di download ia pun segera memainkanya, game di mulai muncul seorang karakter laki laki bernama Envy, ia memberikan tutorial, peraturan, dan memberitahu tujuan game itu. Saat semua itu selesai, tiba tiba ada bayangan yang menarik masuk Selena kedalam game itu...
Game Start!
Selena terbangun di dalam sebuah kamar yang hanya diterangi oleh lampu kuning yang tidak terlalu terang, di depannya terdapat sebuah berkas yang kemudian disentuh oleh Selena dan mengeluarkan sebuah layar berisi tulisan.
"System:
Selamat datang Detektif, kamu telah menerima kasus untuk kamu selidiki.
Kasus ini adalah sebuah Kasus Pembunuhan dimana selama sebulan ini sudah 3 Wanita yang hilang, lalu ada laporan oleh seorang Wanita bernama Nona Veny, ia mengatakan bahwa adanya suara orang berteriak di dekat Rumahnya, ia curiga disana adalah tempat pembunuhan tersebut.
Rumah yang dicurigai itu berada di Alamat Jl.Rotterdam III bernomorkan 666
Segera Meluncur Ke TKP"
Selena baru menyadari jika dia berada di dunia Game, Game ini bertemakan detektif dimana kamu harus memecahkan sebuah Kasus Pembunuhan.
"Menarik, Aku telah memecahkan kasus dalam semua game, pasti ini akan mudah bagiku" Kata Selena sambil menekan layar.
System:
"Silahkan turun seseorang telah menunggumu"
Selena kemudian keluar dari Ruangannya dan menuju ke lift sayangnya lift sedang rusak sehingga Selena terpaksa menggunakan tangga, saat dia turun tiba-tiba seperti ada bayangan yang lewat, tapi Selena tidak menghiraukannya.
Saat keluar sudah ada Mobil yang menunggu saat Selana masuk kedalam sudah ada Pria dengan kaos hitam dia adalah Envy, Envy menjadi Rekan Selena kemudian mereka berdua langsung pergi ke TKP.
Diperjalan Envy menjelaskan lagi tentang kasus kali ini.
Mereka sampai Jam 3 Sore, setelah sampai mereka pergi ke rumah Nona Veny, tapi saat Envy mengetuk rumahnya tidak ada jawaban.
Saat berbalik seorang tetangga Nona Veny menatap mereka berdua dengan tatapan tajam.
Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke TKP, sesampainya di sana mereka disambut oleh seorang pria yang sedang duduk di teras rumah.
"Permisi saya Detektif dari Kepolisian saya ingin menanyakan beberapa hal pada anda" kata Selena pada pria itu.
"Baiklah, silahkan duduk aku akan membuatkan teh untuk kalian berdua" Sambut Pria itu dengan ramah.
Pria itu bernama Pak Wilson, saat Pak Wilson datang mereka berbincang sebentar, lalu Selena meminta izin untuk memeriksa rumah.
Saat ingin masuk kedalam, Envy berkata ada yang tertinggal di dalam Mobil dan dia akan menyusul nanti.
Saat Selena masuk kedalam rumah, ia terkejut rumah ini dalam keadaan bersih dan rapi tidak ada tanda-tanda kejahatan sedikit pun "Tempat ini tidak bisa disebut TKP" gumamnya.
Mereka telah selesai menggeledah dan pergi keluar, mereka duduk Selena menghabiskan tehnya tadi dia melihat Envy menawarkan permen kepada Pak Wilson.
"Gubrakkk" Selena pingsan di atas meja.
Selena terbangun disebuah ruangan yang gelap, hanya ditemani sebuah lilin yang berada didepannya saat dia bangun terdapat layar bertuliskan.
System:
"Hai Detektif kali ini permainan mu kini telah dimulai, kamu berada di dalam Basement pembunuh itu, cari lah jalan keluar dari sini.
Carilah sebuah senter sebelum lilin mu habis, waktumu hanya tersisa 30 menit jika lilin itu mati maka kamu kalah dan ingat kamu tidak sendirian.
Semoga Beruntung dan jangan lupa berdoa".
Selena segera bergegas sambil membawa lilin sebagai penerang jalannya, basement itu cukup luas dan gelap.
Terdapat 6 Ruangan disana 3 diantaranya terkunci, hanya ada 1 kunci dan kunci itu berada di antara 3 ruangan yang terbuka. "Dung...dung, Sring...sring" suara langkah kaki dan pisau diikuti suara tawa.
Karena panik Selena segera berlari menuju ke ruangan terdekat kemudian dia bersembunyi di tumpukkan kursi.
Pembunuh itu lewat dengan pisau ditangannya, untung saja dia tidak masuk ke ruangan Selena dan terus berjalan hingga ke ujung ruangan, Selena yang mengetahui hal itu kemudian langsung mengendap-endap ke ruangan yang kedua, saat masuk dia tidak sengaja menginjak sebuah kaca dan pecah, karena panik dia lekas bersembunyi di dalam lemari.
Pembunuh itu kemudian datang wajahnya tertutup dengan topeng dan baju yang gelap, dia mengelilingi ruangan itu sampai akhirnya dia berada dekat dengan Lemari. "Tring...ting" kemudian pembunuh itu berlari kembali.
Selena kemudian merasa lega, dia melihat waktu dan waktunya tersisa 15 menit, saat dia ingin keluar rambutnya seperti menyangkut pada sesuatu, kemudian ditariknya benda itu dan itu adalah kunci "Beruntung sekali aku" Gumamnya.
Setelah keluar dia bergegas pergi ke 3 pintu yang terkunci tadi, dia bingung memilih pintu yang mana, saat sedang berpikir terdengar seseorang menutup pintu dengan keras, dia kemudian membuka sebuah pintu dan menguncinya.
Selena mengambil pecahan kaca dan pergi ke belakang, dibelakang akhirnya dia menemukan senter dan surat lalu muncul sebuah layar lagi.
System:
"Selamat Detektif kamu telah mendapatkan senter ini, kamu lihat ventilasi di atas segeralah naik karena dalam 5 menit pembunuh itu akan masuk ke ruangan ini".
"Detektif apa yang mendapatkan kasus seperti ini?" kata Selena, yang bergegas mencari cara untuk naik ke atas
Tanpa Selena sadari dia telah membuang waktu saat berpikir tadi, dia kemudian melihat tali dan sebuah pengait di dekat Pintu, ketika dia mengambil tali ia melihat pembunuh itu menuju kesini, tanpa berpikir panjang dia melempar tali itu ke atas dan mengait pada sesuatu, dia lalu memanjat tali tersebut.
Saat sedang naik pembunuh itu mendobrak pintu dan berhasil masuk, Selena kemudian mengambil pecahan kaca yang ada di kantongnya dan melemparkan tepat ke dada pembunuh itu dan lari.
Setelah melewati tempat sempit itu ia berhasil keluar, tampak sunyi dan luas tempat itu, seketika dari arah belakang ada yang berlari mengejarnya Selena kemudian berlari dia melihat pintu dari kejauhan suara pembunuh itu berlari semakin terdengar dengan suara gesekan besi.
"Brakkk..Dung.." Selena menutup pintu kemudian di halanginya dengan barang barang, belum sempat tenang Selena merasa mual karena tempat yang dia masuki adalah mutilasi. "Tolong...." Selena bergegas ke arah suara itu dia membuka pintu dan dia ada disebuah rumah yang berantakan.
Dia pergi ke asal suara itu, asal suara itu ternyata dari kamar mandi, disana terdapat Envy dengan mata ditutup serta kaki dan tangan di ikat.
Selena bergegas menolong Envy lalu mereka berdua keluar, diluar sudah ada Polisi dan Ambulan yang sudah siap.
Polisi segera memeriksa rumah dan menangkap Pak Wilson sebagai tersangka, Pak Wilson ternyata seorang pasien RSJ yang melarikan diri
Jam 3 Dini Hari, Setelah selesai di periksa Envy mendatangi Selena.
"Selamat detektif kamu telah menyelesaikan kasus kali ini" puji Envy.
"Kau terlalu memujiku" kata Selena sambil menepuk dada Envy.
Kemudian baju bagian dada Envy berwarna merah, karena saat ini dia memakai Kaos putih jadi terlihat, Selena merasa aneh lalu berpikir sebentar dan datang pria paruh baya.
"Apakah kau baik-baik saja" tanya pria itu kepada Envy.
"Oh ya tentu aku baik-baik saja" jawab Envy.
"Syukurlah kalau begitu, untung saja aku menelpon Polisi karena aku mendengar suara minta tolong dari rumahmu" Kata Pria itu
Selena yang melihat pembicaraan mereka dan menyadari kalau orang yang sedang berbicara dengan Envy adalah tetangga Nona Veny.
Envy kemudian datang dan mengembalikan Handphone milik Selena, saat Selena mengambilnya ia langsung menarik tangan Envy kebelakang menjatuhkannya kemudian mengikat tangan Envy.
"Apa yang sedang kau lakukan?!" tanya Envy dengan nada tinggi.
"Diam lah Pembunuh atau bisa kusebut Nona Veny" Jawab Selena yang membuat Envy terkejut.
"Kau pasti terkejut aku bisa mengetahui hal itu, akan ku katakan padamu,
pertama saat kau datang menjemputku saat itu kau memakai pakaian hitam, tapi sekarang kau memakai baju putih,
kedua kau merasa sakit di dada karena tercucuk beling,
dan yang terakhir bagaimana kau bisa mendapatkan Handphone ku" Kata kata Selena membuat Envy terdiam.
"SELAMAT SELAMAT KAMU ADALAH PENANTANG YANG BERHASIL, KUUCAPKAN LAGI SELAMAT" terdengar suara begitu nyaring lalu muncul sebuah cahaya putih ke Arah Selena yang membutakan matanya.
Selena terbangun dengan nafas ngos-ngosan, waktu menunjukkan pukul 7 pagi dia bergegas kebawah untuk sarapan.
"BREAKING NEWS!!
Ribuan anak dari seluruh dunia menghilang secara misterius malam ini bahkan Pro Player sekalipun". berita pagi itu.
Selena yang telah selesai sarapan bergegas keluar untuk pergi ke sekolah, saat dia keluar dia berpapasan dengan orang orang itu mengatakan.
"Siap untuk kasus selanjutnya?". "Kapanpun itu" jawab Selena kemudian berangkat ke sekolah.
*Dikamar Selena
Handphone Selena yang masi menyala masih membuka game itu dan ada tulisan "Lanjut Kasus Kedua?"
*Tamat*
Makasih Sudah Baca Like ya