"Munafik jika aku tak cemburu. Walaupun kau bilang dia hanya temanmu, itu tak mengurangi rasa cemburuku. Mana ada seorang perempuan yang mampu melihat laki lakinya dengan perempuan lain? Mana ada yang kuat? Seandainya ada, aku ingin berguru padanya." Omel Ara
"Kakak tau ga? Ara bukan wonder woman yang kuat dan tegar. Ara hanya manusia biasa, Ara lahir di keluarga yang sederhana. Ayah dan Ibu Ara seorang petani dan Ara juga tinggal didesa. Apa mungkin kakak masih mau dengan Ara? Halunya Ara kelewatan batas ya?" Tanya Ara ke foto seorang laki laki dihpnya.
"Kakak pernah tanya kan ke Ara? Kakak tanya apa Ara kecewa sama kakak? Dan Ara jawab engga. Asal kakak tau, Ara berbohong ke kakak sejujurnya Ara kecewa sama kakak. Walaupun Sasa itu hanya kakak anggap teman, Ara tetap cemburu. Kakak tau ga alasannya apa? Simpel kok. Ara cewe kakak, Ara manusia biasa, Ara ga kuat melihat kakak dekat dengan Sasa. Ara juga akrab ke Sasa. Tapi apakah kakak tau? Ara tersiksa melihat kakak akrab dengan Sasa." Lanjut Ara. Tak terasa air mata menetes tanpa seijin dari Ara.
"Aduh maaf kak, Ara pernah bilang Ara ga akan cengeng tapi ini buktinya Ara masih cengeng. Maafin Ara ya kak, kakak masih maukan maafin Ara?" Tanya Ara ke foto laki laki dihpnya.
"Kak Ara rindu sama kakak. Emang sih Ara bisa ketemu kakak tapi lewat mimpi. Ara juga bisa halu bertemu dan bercanda dengan kakak, tapi rasa rindu Ara ke kakak ga berkurang sedikitpun tapi malah bertambah. Ara bingung kak, Ara harus bagaimana? Apa kakak juga rindu sama Ara? Ara kan cewe kakak. Tapi jika diingat rasanya menyakitkan. Kakak dekat dengan Sasa bahkan sampai main kerumah Sasa. Ara tau jarak kita jauh, hingga membuat kakak tak bisa berkunjung kerumah Ara. Tapi haruskah kakak dekat dengan Sasa dan membuat Ara terluka? Maaf air mata Ara berbicara dengan sendirinya padahal Ara udah melarang agar tak menetes sedikitpun." Ara menyeka air mata yang membasahi pipinya.
"Kak Arka, Ara rindu sama kakak" lirih Ara
Ya foto laki laki yang berada di hp Ara adalah Arka. Dia cowo Ara, jarak rumah mereka jauh bukan hanya berbeda desa maupun kota, tapi mereka berbeda provinsi. Awalnya mereka kenal tak sengaja lewat sebuah aplikasi sosial media. Lama kelamaan tumbuhlah sebuah rasa diantara mereka. Arka yang dulunya ga suka cewe periang, cerewet dan suka ngomong akhirnya mendapatkan Ara yang masuk kedalam kategori ilfilnya.
Saat ini Ara hanya menangis dikamarnya. Ia tak mengerti harus berbuat seperti apa. Ara merindukan Arka dan rasa itu menyiksanya. Jarak yang membentang menghalangi pertemuan, membuat Ara hanya menangis dan menangis dikamarnya.
"Kak Arka.. hiks.. Ara.. rindu.. hiks.. sama kakak.." gumam Ara di sela tangisnya.
"Assalamu'alaikum"
Suara salam mengejutkan Ara yang sedang termenung sambil menangis dikamarnya
"Wa'alaikumsalam bentar" teriak Ara
Ara segera menghapus air mata yang menggenang dipipinya kemudian Ara membuka pintu dan munculah sosok laki laki tinggi dengan senyuman yang mengembang diwajahnya. Laki laki tersebut menatap mata Ara sangat dalam.
"Apaan sih kak jangan natap Ara seperti itu.. ntar bola mata kakak lepas baru tau rasa."
"Isshh kamu doain bola mata kak Raka lepas ya? Dasar adek ga ada akhlak" sinis Raka
"Ihh ga gitu juga kak.. engga doain kok.. kakak tau ga? Ara rindu banget sama kakak, Ara pengen peluk" manja Ara.
Laki laki yang bernama Raka tersebut memeluk Ara. Ia tau jika adeknya sedang dilanda masalah, tapi dia tidak mau bertanya. Karna dia sudah bisa menebak jika Ara habis menangis.
_'siapa lagi kalau bukan Arka yang bikin nangis adek gua.'_ batin Raka
"Udah udah lepas. Kakak cape kamu istirahat gih jangan nangis mulu."
"Ara ga nangis kak."
"Ga usah bohong sama kakak. Aku ini Raka kakak kamu sekaligus teman cerita kamu. Jadi ga akan bisa kamu sembunyikan wajah kamu dari aku dek" tutur Raka
"Iya kak maaf"
"Kamu punya hutang cerita ke kakak. Sekarang kakak mau mandi. Kamu istirahat gih."
"Iya kakakku sayang yang baweeelll"
Ara lari ke kamarnya. Tangannya bergerak menuju rak buku dan mengambil sebuah buku berwarna biru. Buku tersebut adalah buku diary Ara yang Ara simpan diantara deretan koleksi bukunya.
Ara mengambil pulpen ditasnya. Kakinya berjalan menuju jendela. Ara menatap bulan yang bersinar disela sela dedaunan dan akhirnya Pulpennya menari dengan lihai diatas buku diary Ara.
_dear Diary_
_saat ini yang kurasa sangat menguras air mata. Diary apa aku salah jika aku merindukan seseorang yang kusayang? Apa aku salah jika aku cemburu kepada kak Arka? Diary Ara harus gimana? Ara ga mau terlihat sedih didepan kak Arka. Haruskah Ara menangis dibelakang kak Arka dan tertawa didepan kak Arka? Apakah Ara mampu melakukannya?_
_tangisansinarbulan,81120_
Air mata Ara menetes dengan derasnya. Suara pintu yang terbuka mengalihkan pandangan Ara yang awalnya menatap bulan beralih menatap sosok yang berada didekat pintu.
"Kakak?" Lirih Ara. Ara segera menghapus air mata yang menganak sungai dipipinya.
"Ga usah dihapus, lanjut aja siapa tau itu mampu membuatmu lebih tenang." Ucapnya. Ara menanggapi dengan menganggukkan kepalanya. Ia berlari kearah kakaknya dan memeluknya.
"Kak.. Ara butuh kakak.." ucap Ara sendu. Suaranya terdengar sangat pilu ditelinga Raka. Ya laki laki yang dipanggil kakak adalah Raka dia kakak kandung Ara.
"Menangis lah jika ingin menangis, tumpahkan semua kesedihanmu dengan tangisan, jika kau butuh sandaran, ada bahu kak Raka yang akan menopang kepalamu dan menjadi tempat sampah semua keluh kesahmu." Ucap Raka. Ara tidak membalas perkataan Raka. Ia memeluk Raka sangat erat. Ia menangis, tangisannya sangat memilukan. Ara menyembunyikan wajahnya di dada bidang kakaknya.
"Ara.. hiks.. sayang.. hiks.. kakak.." lirih Ara disela tangisnya.
"Kakak juga sayang sama adek kakak yang cantik ini." Goda Raka
"Adek kenapa lagi sama Arka? Arka ngapain adek hingga buat bidadari kecil kakak menangis pilu seperti ini?" Tanya Raka.
Ara hanya diam dan menyembunyikan wajahnya dibalik dada Raka. Raka menghela nafasnya.
"Adek cerita dong ke kakak.. jangan bikin kakak mati penasaran karena adek kakak yang cantik ini diam ga mau cerita." Bujuk Raka
"Adek tau kan? Kakak itu sayang banget sama adek. Jadi kakak ga akan tega melihat adek kecil kakak menangis dipelukan kakak." Lanjut Raka
"Aku bukan anak kecil kakk" rengek Ara sambil melepaskan pelukannya
"Bagi kakak, Ara itu tetep adek kecil kakak. Sebesar apapun Ara, Ara tetap adek kecil kakak yang suka manja sama kakak. Walaupun nyatanya Ara udah berani jatuh cinta dengan orang yang Ara kenal tanpa sengaja." Tutur Raka
"Iya deh iya. Ara itu adek kecil kakak."
Raka tersenyum melihat adeknya yang cemberut karena ia anggap adek kecil yang selalu manja kepadanya.
"Kok senyum sih? Kan Ara lagi kesel sama kakak." Tanya Ara
"Kamu itu lucu Ara, kakak jadi ga ikhlas jika kamu jadi milik orang lain." Ucap Raka.
"Apaan sih kak.. Ara kan udah besar esok Ara juga pasti punya suami."
"Iya sayang iya"
"Dih apaan sayang sayang"
"Emang ga boleh kalau kak Raka yang tampan bak pangeran ini sayang sama adek kakak yang cantiknya melebihi bidadari?" Tanya Raka
"Hehehe boleh kok kak"
Raka tersenyum melihat Ara yang terkekeh geli karena ulahnya yang memanggil sayang kepadanya. Mata Raka tertuju pada sebuah buku bersampul biru didekat jendela. Kakinya melangkah menghampiri meja dan mengambil buku Ara.
_'Diary?'_ Gumam Raka
"Boleh ga kakak membaca apa yang kamu tulis hari ini?" Tanya Raka
"Ga penting kak.. mending ga usah.. tulisan Ara kan jelek"
"Gapapa, kakak bisa kok membacanya."
"Hmm baiklah"
Raka membuka buku diary Ara dan dia menemukan foto Arka sebagai pembatas buku diarynya. Raka membalik foto Arka yang ternyata ada tulisan Ara disana. Ia membacanya didalam hati.
_Aku sayang banget sama kamu kak.. Aku rindu pengen ketemu tapi masih jauh.. hehehe love you kak Arka. Ara sayang kakak._
_CowokAra_
Raka tersenyum membaca tulisan Ara dibalik foto Arka. Ara yang penasaran pun kebingungan dengan tingkah kakaknya.
"Kenapa senyum senyum sendiri kak?" Tanya Ara
"Ihh Ara kepo ya?" Ledek Raka dan benar saja Ara jadi kesel sama Raka.
"Tau ga jiwa kepo Ara itu sedang meronta ronta." Keluh Ara
"Hust udah diem kakak mau baca, kalau kamu terus cerewet kakak kapan baca tulisan Ara?".
"Hehe maaf kak"
Raka menanggapinya dengan tersenyum. Ia kembali fokus ke buku diary Ara. Raka menemukan kesedihan Ara yang tertuang dalam bukunya.
"Segitu cintanya kamu sama Arka dek dek" Raka menggelengkan kepalanya dan tertawa kecil. Ia tidar sadar jika Ara tertidur di kursi meja belajarnya.
"Dek tumben kamu diem?" Raka menutup buku Ara dan tersenyum melihat Ara yang tertidur pulas dikursi meja belajarnya.
Raka menggendong Ara dan memindahkan Ara ke ranjangnya dengan hati hati. Ia tidak tega jika adiknya bangun karena ketidak hati hatiannya.
Raka melihat benda pipih diatas meja dekat ranjang Ara. Itu adalah hp Ara. Raka mengambilnya dan membaca chat Ara dengan Arka. Raka bisa membuka hp Ara karena Ara memberi tahu password yang Ara gunakan. Mereka saling terbuka dan saling bertukar cerita.
•Chat story on•
_Ya udh klo udh ga terlalu kekenyangan km istirahat_ jawab Arka
_Kakak aja yang istirahat. Aku masih merindukan seseorang😊_ elak Ara
_Aku rindu sma km_ Arka tak mau kalah
_Tapi kakak pasti capek_
_Aku ga cape tpi baterai_ Arka mengirim scan baterainya.
_Ya udah kalau udah habis kakak kan off.. kakak tidur aja istirahat. Ara gapapa kok ditinggal sendiri_
_Aku nyarger aja dulu biar ntar bisa vc sama km_ jawab Arka
_Ara gapapa kok kak. Nanti kalau kakak off biar Ara tidur aja. Ara ga mau repotin kakak.. Ara beneran ga kenapa napa kok kalau ga vc sama kakak.. kan besok masih bisa.._ elak Ara.
Arka off dan benar saja 34 menit kemudian Arka vidcall Ara dengan alasan Rindu. 7 menit kemudian, Arka memutuskan vidcall ya.
_Emosi ku naik turun😴 Km lanjut aja dulu klo sibuk_
_Engga kok, Aku ga mau kena marah kakak, Kan kakak lagi ga stabil._ jawab Ara
_Aq ga akan marah sama km😊_
_Takut aja_
_Owalah ya udh_
_Kakak jangan marah marah ya🥺 Ara takut kakak marah lagi sama Ara🥺_ keluh Ara ke Arka
_Nggak kok tenang aja aku ga akan marah sama km❤️😚🤗_
_Ara ga sanggup jika dimarahin kakak lagi😔 Ara masih jadi cewe cengeng jadi Ara ga mau dimarahin kakak apalagi dibentak kakak. Mending Ara diam daripada kena marah kak Arka😔_
_Kamu percaya kan kalo aku ga akan marahin km lagi😔🥺_ tanya Arka
_Kakak maafin Ara kalau Ara punya salah🥺 kakak jangan emosi ke Ara🥺 Ara takut nanti kakak hilang kendali trus marah ke Ara🥺 Ara percaya kok kalau kakak ga akan marahin Ara lagi_ jawab Ara ragu
_Apaan sih yank issshhhhh aku tuh cuman lagi ngerasain kek byk yg bikin aku marah aja...kamu ga salah & aku ga akan marah sama siapapun termasuk km... mungkin ini emang hawa di tubuhku aja. Alhamdulillah Ara masih percaya sama kakak😚🤗_
_Tapi Ara tetep takut liat kakak yang biasanya ceria ke Ara tapi tadi hawanya berbeda. Ara takut salah ngomong dan bikin kakak tambah marah_
_Udh km ga ush takut aku sayang sama km mungkin aku nya aja yg lagi pgn tenang. Gapapa kali kamu salah omong...kan saya dah blg saya ga akan marah ke siapapun._
_Maafin Ara jika Ara bikin ulah sampe kakak mau marah🥺 Ara takut kakak lepas kendali🥺_ Ara menahan air matanya.
_Ga yaannkkk ini bukan Krn km kok🤗😚❤️jangan merasa bersalah gitu sayangku❤️_ terang Arka _Emang saya banteng😆🤣_ canda Arka
_Bukan, Hawa kakak berbeda jadi aku takut sama kakak_ jawab Ara
_Hadeuhhh🤣 Ya udh skrg km istirahat gih😚 Jgn begadang_ pesan Arka
_Ara ga bisa tidur_
_Ya udh gapapa🙂_
_Ara bikin kakak marah ya🥺 Iya iya Ara paksa untuk tidur_
sejujurnya Ara sangat takut jika Arka marah kepadanya.
_Enggak kok, Jangan di paksain sayang❤️😚 Ntaran aja kalo km dah ngantuk km tidur_
_Tapi kakak jangan marah sama Ara🥺 Ara tidur sekarang kok_
_Enggak marah kok❤️😚 Aku yakin km blm bisa & ga akan bisa tidur skrg....nanti aja yank_
_Ara masih takut kakak marah sama Ara, Engga Ara pasti bisa kok.. lebih baik Ara paksa diri Ara buat tidur daripada kena marah sama kakak😔_
_Berdoa aja semoga aku ga marah sama km😁😂❤️😚emang km salah apa kok aku sampe marah?_ tanya Arka
_Ara rindu sama kakak sampe repotin kakak buat bisa vc sama Ara, makanya Ara fikir kakak marah sama Ara🥺_ jujur Ara
_Emang aku ga rindu sama km?_
_Ara ga tau, yang Ara tau saat ini kakak mau marah, dan Ara takut kakak marahnya sama Ara😔_ jujur Ara
_Kamu itu aku,aku itu km kalo km rindu sama aku berarti aku jga rindu sama kamu & saat km takut aku marah sama km,itu Sebuah hal yg sebisa mungkin aku hindari yank...aku ga mau km terluka klo aku marah sama km😘😚apa lagi tanpa alasan_ jawab Arka
_Ara udah repotin kakak trus Ara bikin emosi kakak ga stabil_
_Ya udh kamu tenang aja aku ga akan emosi kok. Aku istirahat yah....maaf aku ga bisa nemenin km lama² badanku capek. Assalamualaikum sayang. Goodnight❤️😚 I L❤️VE Y❤️U❤️🥺_ pamit Arka
_Ara gpp kok kan kakak juga capek. Night too kak❤️ Love you too kak❤️Wa'alaikumsalam_ jawab Ara
_Mending Ara jatuh dari motor daripada Ara kena marah kakak untuk kedua kalinya_ lanjut Ara
Ara takut jika Arka marah lagi kepadanya, seperti beberapa bulan yang lalu dan itu cukup membuatnya terluka sangat dalam.
_Jangan!!! Aku ga rela itu terjadi sama kamu!_ larang Arka
_Rasa sakitnya ga seberapa kok kak_ elak Ara
_Aku kan ga marahin km🥺jaga diri km baik² di sana🥺😭_
Tangis Arka pecah setelah membaca pesan Ara, ia tau jika kekasihnya itu akan berbuat nekad jika dia terluka dan Arka sadar jika dia belum bisa menjaga ceweknya sepenuhnya.
_Ara kan sekarang lagi dikamar bukan diluar naik motor_ jawab Ara santai
_Ya intinya jaga diri km baik²🥺😭_
_Iya Ara kan udah bilang Ara ga akan macam macam.. tapi jika Ara disuruh memilih antara kena marah kakak apa Ara terbaring dirumah sakit.. Ara lebih memilih tuk terbaring dirumah sakit.. karena rasa sakitnya ga seberapa sama rasa sakit karena kemarahan kakak ke Ara_
Ara masih santai menjawab kata kata Arka karena bagi Ara 'tidak ada yang lebih menyakitkan jika dibandingkan dengan kesedihan akibat kemarahan Arka'
Arka off sebelum pesan terakhir Ara dibaca olehnya.
•Chat story off•
Tanpa Raka sadari, air matanya menetes saat membaca pesan adiknya dengan Arka cowo yang selalu dibicarakan kepadanya.
_'Dek, kakak tau ini pasti berat bagimu. Kamu mendapatkan orang yang sempurna tetapi jarak menghalangi pertemuan antara kau dengan Arka. Kakak bangga memiliki adik sepertimu yang kuat menghadapi segala hal. Dan jika kau sudah tidak mampu menahannya, kau akan menumpahkan segala kesedihanmu dengan tangisan yang terdengar sangat memilukan bagi kakak. Kakak sayang sama adek'_ batin Raka sembari membelai lembut rambut Ara
"Semoga mimpi indah adekku sayang" ucap Raka lembut
Ia menyeka air mata yang mengalir dari tadi lalu mencium kening Ara dan pergi ke kamarnya.
Pagi harinya Ara terlihat lebih bahagia dibanding tadi malam. Raka yang melihatnyapun tersenyum karena senyuman manis terukir indah diwajah adiknya.
"Tumben pagi pagi udah ceria.. ada apakah gerangan?" Tanya Raka
"Ara gapapa kok ya daripada Ara terus bersedih, mending Ara tertawa sama kakak" jawab Ara sangat ceria
"Aduhh hati kakak meleleh melihat senyuman adek kakak yang cantik dipagi hari.. sinar mentari pun kalah dengan indahnya senyuman adekku yang cantik ini" goda Raka
"Apaan sih kak" jawab Ara malu malu
"Ishh pipinya seperti udang rebus. Hahaha pasti pagi tadi ada kejadian yang istimewa ya?" Tanya Raka
"Hehehe kakak tau aja deh kalau Ara tadi pagi udah baikan sama Arka"
Raka yang mendengarnya pun tertawa renyah
"Hahahaha kalian ini ada ada aja berantem sampe nangis nangis karena hal sepele trus paginya udah baikan" jawab Raka sambil tertawa
"Ketawa aja terus.. udah ah Ara mau sekolah dulu.. Assalamu'alaikum" pamit Ara
"Wa'alaikumsalam hati hati dijalan dek" teriak Raka
"Iya kak selalu hati hati kok"
Hari ini Ara terlihat sangat bahagia dari biasanya. Namun, siapa sangka sore harinya Ara kembali bersedih. Siapa lagi kalau bukan karena Arka cowo Ara yang tak bisa bertemu secara langsung.
Sore harinya, Ara kembali murung. Raka yang melihatnya pun menatap Ara yang duduk dibawah pohon sambil melamun.
"Adek ada masalah apa lagi?" Tanya Raka
"Eh kakak udah lama? Kakak mengagetkan Ara tau"
"Heheheya maaf.. kakak liat liat dari tadi adek murung tidak seperti pagi tadi yang ceria. Ada apa lagi sih dek?"
Raka melihat Ara menghembuskan nafasnya dengan kasar membuat Raka tersenyum.
"Cerita dong ke kakak" Ara menganggukkan kepalanya
"Gimana?" Tanya Raka sudah tak sabar
"Sabar dong kakkk" kesal Ara
"Hehehehe iya iya"
"Kak apakah Ara salah jika Ara merasakan cemburu pada kak Arka?" Tanya Ara dengan mata berkaca kaca
"Engga dek, kamu ga salah, wajar jika kamu merasa cemburu.. emang apa yang membuatmu cemburu?" Tanya Raka
"Kakak masih ingat kan? Sahabat Ara yang bernama Sasa?" Tanya Ara
"Iya ingat kok, emang kenapa?"
"Masa tadi waktu vc kak Arka bilang si Sasa ngajak jalan kak Arka? Ara cemburu kak.. Ara takut bilang cemburu ke kak Arka, karena Sasa sama Ara masih duluan Sasa yang kenal kak Arka. Kak Arka bilang, Sasa cuma temen kak Arka, cuma sahabat curhat kak Arka. Tapi Ara tetap cemburu kak.. Sasa itu perempuan, masa ngajak cowo Ara keluar jalan? Ara aja yang pengen ketemu harus nahan 3 tahun.. kenapa kak Arka ga adil sama Ara kak?" Tanya Ara ke Raka dengan suara beratnya
Tiba tiba Raka memeluknya dan itu membuat Ara menangis dipelukan kakaknya.
"Adek yang kuat ya, Adek ga boleh lemah. Lihat kakak aja yang sering ditinggal cewe kakak dengan yang lain masih bisa tersenyum kepada semua orang masa adek kakak yang cantik ini tidak mampu tegar?" Suara Raka terdengar sangat lembut ditelinga Ara
"Kak sekeras kerasnya batu, jika terkena tetesan air terus menerus, pasti akan hancur juga." Jawab Ara dengan suara lemahnya
"Ara tau ga? Kalau kekuatan kakak itu berasal darimana?" Tanya Raka yang ditanggapi dengan gelengan kepala Ara
"Kekuatan kakak itu berasal dari senyuman manis adek kakak.. kakak jadi tegar karena adek kakak tersenyum dan tertawa" ucap Raka
"Jadi Ara harus gimana kak?"
"Ara harus kuat dong.. Ara boleh cemburu.. kalau Ara ga kuat menahannya, Ara bisa bercerita ke kakak. Ara kan adek kakak, kakak pasti punya waktu buat Ara." Jelas Raka. Ara melepaskan pelukannya lalu mengangguk dan tersenyum.
"Nah gitu dong adek kakak tersenyum lagi kan cantiknya nambah" goda Raka
"Hehehe shiap bos" kekeh Ara
_'semoga kamu bahagia dek, kakak yakin kamu sekarang pasti belum bisa seceria dulu, karena mantanmu, kamu menjadi anak yang pendiem dan setelah kenal Arka kamu menjadi ceria tapi kamu juga lebih cengeng'_ batin Raka
_'aku harus kuat demi memenuhi janjiku tuk menunggu kak Arka dan aku harus selalu tersenyum untuk memberikan kekuatan kak Raka yang sangat sayang padaku'_ batin Ara
"Kak ayo kita main volly didepan rumah" ajak Ara
"Oke shiap"
"Bentar Ara mau ambil dekker"
"Iya sayang iya"
"Tambah sayang deh sama kakak"
"Hahaha ada ada saja"
Sebesar apapun masalah yang akan kamu hadapi dengan pasanganmu, ingat jangan terlalu egois. Jika kamu merasakan cemburu, dan kamu tidak ingin ia mengetahuinya lebih baik kamu simpan sendiri. Tapi ingat, rasanya sangat menyedihkan jika kau menyimpan rasamu sendirian.(author)
•TAMAT•