"Setidaknya bantulah aku dengan Beberapa kata"
Pagi Senin yang cerah,aku berangkat kesekolah seperti biasanya berdua dengan sahabatku ahmad putra yang selalu satu kelas dari SD sampai SMA. Dan tahun ini tahu dimana kami akan segera lulus dari sini.
Perkenalkan aku Ayu Safitri, Anak kelas 3 SMA Mutiara Hati, Anak tunggal dan memiliki kemampuan melihat dan berbicara dengan makhluk gaib sejak kecil yang bisa dibilang indigo namun sekarang sudah mulai jarang terjadi entah kenapa.
Selesai upacara bendera aku dan teman-teman sekelasku berjalan beriringan menuju kelas sambil berbincang tentang akan adanya siswi pindahan dari jepang,
"hei hei menurut kalian nanti anak nya gimana ihh aku mau liat muka orang jepang dari deket".
kata teman sekelasku namun dari belakang ada suara tertawa dan tidak salah lagi itu suara dari Amanda Riandi anak orang kaya yang sombong,tidak ingin ada yang lebih populer darinya dan tukang bully siswa-siswi disekolah.
"Gak akan ada yang ngalahin kecantikan gua ya.. iyakan guys!!".
suara dari teman-teman pun tidak kalah menyebalkan nya "ohh tentu ratu amanda yang paling cantik". dan suara tertawaan mereka berlanjut sampai didalam kelas karena kami sudah tau kelakuan dan sifatnya jadi kami hanya menarik nafas dan mengiyakan semua ocehannya karena kalo tidak dia adalah ratunya memperpanjang masalah.
Kami pun langsung masuk ke dalam kelas dan duduk dibangku masing-masing,ketika bel kelas berbunyi dari luar sudah terlihat ibu guru yang berjalan menuju kelas sambil berbincang dan tertawa dengan seseorang perlahan demi perlahan ibu guru sampai didepan kami dan memanggil seseorang untuk masuk dan memperkenalkan diri ternyata itu anak pindahan yang mereka bicarakan namanya Reina Mitsuko.
Dengan wajah cantik khas wanita jepang,kulit putih,tinggi 160cm,Senyum yang manis menawan dan nada bicara yang lembut membuat siapapun melihatnya terpesona seketika. Ibu guru pun menyuruh reina untuk duduk dibangku kosong dibaris kedua ujung kiri dengan amanda yang dibelakangnya ada 2 teman setianya yang sering ikut membully siswa-siswi lain dengannya,ketika reina duduk mereka saling memandang dan tersenyum licik dari kejauhan karena aku duduk baris didepan ujung kanan aku terus memperhatikan wajah gadis itu entah kenapa mataku tidak ingin lepas darinya seperti ada yang aneh.
karena terlalu fokus memandang wajah reina dari belakang putra menepuk pundak ku dan berkata.
"Hei,sebegitu terpesonanyakah kamu sama cewe jepang yu aku cemburu loh haha".
seketika teman sebangku ku dan putra tertawa melihat ekspresi kesalnya melihat mereka tertawa.
"Apasih,ganggu aja udah itu tulis cepet nanti aku pinjam put".
30 menit pun berlalu, Suara beli Istirahatpun berbunyi dan memenuhi seluruh gedung sekolah,putra menarik tangan kananku dengan cepat menuju kantin karena terlalu keras aku menarik rambutnya dengan tangan kiriku agar dia berhenti.
"ihh ayu sakit rambut aku yang aku rapiin cuman buat kamu kok dirusak sih g suka y?".
aku yang kesal melihatnya semakin membuat rambutnya berantakan putra hanya tertawa dan tiba-tiba dia memegang perutnya dan meletakan tangannya dibahuku seperti orang yang sekarat.
"yu mau makan,aku laper mau pingsan"
dengan wajah manja yang kadang membuatku salah tingkah.
"apasih lebay banget,ya udah yo cepet..awas semuanyaa ada air panas misi2!!"
aku pun menarik tangan putra dan berlari menuju kantin.
Ketika sampai dikantin karena berlari terlalu kencang aku dan putra bertabrakan dengan Rendra pacar dari amanda yang sudah menjalin hubungan selama 3 tahun dan jangan pernah mendekati dia kalo tidak ingin dibully sama ratu amanda.
Rendra pun menyapa kami berdua dan menertawai kelakuan kami yang tidak berubah sejak SD, Aku dan Putra hanya saling memandang dan tertawa mendengar kata-kata dari Rendra itu,Tak lama kami mengobrol Amanda memanggil Rendra untuk kesana berkenalan dengan reina jadi kami pun mengakhiri perbincangan konyol itu.
Dan 1 bulan pun berlalu,Reina dan Rendra sering terlihat mengobrol bersama ada mau pun tidak adanya Amanda. bel istirahatpun berbunyi aku dan putra pun lomba siapa paling cepat menuju kantin sekolah,Namun ketika kami selesai ke kantin betapa terkejutnya melihat Amanda bertengkar dengan Reina.
Amanda menarik rambut Reina dengan kencang membuat Reina tidak henti-hentinya menangis kesakitan Rendra pun berapa kali mencoba melepas tangan Amanda karena Amanda tidak ingin tangannya Rendra pun berteriak dan menampar wajah Amanda dengan keras untuk menghentikan kegilaan Amanda.
Tamparan keras dari Rendra membuat Amanda terdiam dan menarik kerah baju Rendra sambil berkata.
"Hei,sebegitu pedulinya kah kamu dengan gadis jepang ini ya sudah kita putus dan pertunangan kita resmi batal untuk kali ini sekali lagi ingat untuk membayar hutang orang tuamu yang masih belum lunas itu bajingan".
Amanda pun mengambil tasnya dan keluar dari kelas sambil menelpon sopir pribadinya.
Rendra mengejarnya dan berkali-kali memohon maaf kepada Amanda sambil beberapa kali terjatuh karena terlalu cemas akan keadaan yang terjadi itu.
Dan Reina yang kesakitan itu langsung dibawa ke uks untuk menenangkan diri dan mengobati luka cakaran diwajahnya.
1 minggu berlalu,Amanda dan Rendra pun tidak kunjung terlihat lagi di sekolah.kelas terasa sepi tanpa ocehan dari Amanda dan Reina terlihat tenang bergaul dengan yang lainnya namun kadang-kadang Reina seperti mengoda Putra untuk pergi kekantin bersamanya namun berkali-berkali menolak ajakannya tapi itu tidak membuat Reina menyerah kadang-kadang dia juga menulis surat cinta untuk putra yang membuat Putra geli dan memberikannya padaku untuk dibaca,kadang aku perpikir Reina tidak sepolos dan selugu yang terlihat.
Ke Esokan harinya Rendra dan Amanda pun kembali bersekolah seperti biasa dengan hubungan yang terlihat semakin mesra dari biasanya,dan nampak dari wajah Reina dia tidak senang akan hal itu.Aku dan Putra pun menghampiri mereka berdua untuk menyapa mereka terlihat bahagia sekali,Dan Putra pun mengajak untuk Rendra untuk menyapa anak-anak klub futsal hari ini sambil bermain karena Rendra lama sekali tidak terlihat di klub futsal.
Dan sorenya pun tiba,Putra mengantar aku pulang terlebih dahulu dan kembali untuk bermain futsal disekolah,aku pun langsung masuk ke dalam rumah dan mama tiba-tiba menanyakan.
"ayu botol tapewei mama gak ketinggal disekolahkan itu mahal loh awas y". sambil menurusakan memasak,
"Enggak kok ma,mana mungkin ayu keatas dulu ya beres-beres tas".
aku pun berlari ke lantai 2 dan langsung mengunci pintu kamar untuk mengecek tasku dan ternyata benar ketinggalan woi astagah!!!
Akupun buru-buru menelpon Putra Dan berharap diangkat, 5 menit berusaha menghubungi Putra ternyata diangkat juga.
"Kenapa yu,udah kangen y?haha".
"Apasih put enggaklah itu loh botol mama ketinggalan di kamar ganti siswi aku lupaa hiks*".
"tapewei yaa haha rasain bentar lagi dihapus dari KK".
"Jangan gitu put,Minta tolong ambilin ya Put Please banget ku mohon".
"Tapi ada Syaratnya nanti malam minggu jalan sama aku yaa haha".
"Iyaa iyaa terserah yang penting ambilin dulu :'( ".
"iyaa beb iyaa aku matiin y telponnya dahh"
"iya dah :'( ".
jam 7 malam,Putra nelpon aku lagi untuk bilang bentar lagi dia sampai dirumahku untuk mengantarkan botol minumku itu tapi ketika sampai didepan rumahku,
Putra dengan wajah kesalnya mengomel tentang Rendra yang berbohong untuk bermain futsal bersama nya padahal dia dan anak-anak yang lain sudah menunggu lama sekali tapi tiba-tiba Rendra menelpon Putra dengan tergesa-gesa Putra pun langsung pamit untuk pulang kerumah.
Besoknya aku pun berangkat untuk kesekolah tapi kenapa Rendra,Reina, Amanda dan Putra gak masuk sekolah ah mungkin kebetulan entah kenapa hampir 2 hari mereka berempat menghilang tanpa kabar apapun tidak ada yang bisa dihubungi diantara mereka bertiga?aku hampir gila mencari kabar dari Putra tapi tidak ada hasil apapun.
namun dengan menghilangnya mereka berempat,setiap malam aku selalu didatangi oleh sesosok gaib laki-laki dan perempuan yang seakan-akan ingin mengatakan sesuatu kepadaku tapi tidak bisa?
membuat aku semakin penasaran apa yang sebenarnya terjadi atau ada hubungannya dengan Reina??
sejak awal aku tau anak itu ada sesuatu yang aneh...