𝐀𝐤𝐮 𝐝𝐚𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐭𝐢𝐩𝐮 𝐝𝐚𝐲𝐚, 𝐝𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐝𝐨𝐫𝐨𝐧𝐠𝐧𝐲𝐚 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐮𝐚𝐭 𝐏𝐞𝐫𝐜𝐚𝐲𝐚 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐚𝐣𝐚𝐢𝐛𝐚𝐧 𝐭𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧𝐤𝐮.𝐈𝐭𝐮𝐥𝐚𝐡 𝐬𝐢𝐚𝐬𝐚𝐭𝐤𝐮, 𝐈𝐛𝐥𝐢𝐬 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐝𝐨𝐫𝐨𝐧𝐠𝐦𝐮 𝐤𝐞 𝐧𝐞𝐫𝐚𝐤𝐚 𝐥𝐞𝐛𝐢𝐡 𝐚𝐰𝐚𝐥.
[Terima Tantangan : Siasat Iblis dari Popow]
***
Pukul 00.00 wib
Aku bersemedi di antara lingkaran lilin yang menyala di atas pentagram yang aku gambar dengan kapur bewarna putih di atas ubin lantai kamarku. Ini adalah ritualku memanggil iblis merasuki ragaku. Saatnya aku bekerja membujuk dan merayu manusia untuk bergabung bersama kami, menjadi penguasa neraka yang akan melemparkan setiap orang ke api merah yang membara dan membakar mereka. Iblis hanya mengirimkan kematian, tidak akan pernah memberikan kesempatan untuk bertaubat.
Prank!
Aku terbangun dari semediku. Ketika suara benda terbuat dari kaca terdengar jatuh menabrak ubin lantai. Brak! pintu terbuka lebar, dan hembusan angin dingin masuk menyelimuti seluruh ruangan. Sangat dingin dan hampir membekukan tulang. Setiap nyala lilin padam dalam sekejap.
"Alice!" sapa suara iblis yang terdengar pekak dan manis di telingaku.
"Selamat datang tuanku," jawabku padanya dengan melebarkan tanganku ke kiri dan kanan, aku mencodongkan dadaku agar sang iblis merasuki ragaku . Aku menyerahkan diriku.
Aku bergindik sekaligus bersemangat. Ketika kurasakan, Angin dingin itu berubah wujud bak kabut hitam berbentuk sosok manusia yang tidak pernah aku lihat perlahan menyusup ke dalam ragaku, dan menetap dengan membuat jiwaku menurut padanya.
Namaku Alice, aku adalah wanita indigo, setiap tengah malam aku membiarkan ragaku di rasuki iblis, dengan begitu aku mampu meramal setiap orang yang datang padaku, hanya untuk memuaskan keinginan mereka tentang apa yang terjadi esok hari, atau aku hanya berpura-pura memberi kesembuhan untuk mereka. Padahal setiap orang yang datang padaku, hanya aku tipu.
"Mari kita bekerja," ujarku beranjak bangun. Ragaku yang telah bersatu dengan iblis, membuat raut dan ekspresi wajahku terlihat dingin dengan sepasang mata yang kosong. Aku telah di kuasai iblis.
Aku keluar dari kamar gelapku. Menuju lobby rumahku. Di lobby banyak pasien yang ingin kesembuhan, ingin ramalan masa depannya mengantri seperti orang bodoh menantiku. Tetapi, dalam setiap malam aku hanya akan meramal ataupun menyembuhkan satu orang saja.
Berlombalah mereka mengeluarkan seluruh harta mereka, dan saling mendorong untuk aku pilih. Akupun memilih dua orang, satu seorang wanita yang terlihat sangat kaya raya yang memberikan aku selembar cek 100 juta dan satunya lagi seorang pria yang terlihat miskin, tetapi dia memberikan aku sebidang sawah.
"Berapa luas sawah milikmu, Tuan Simon?" tanyaku pada pria paruh baya tersebut.
"1 hektar. Tolong, sembuhkan aku nona Alice."
Aku hanya mengulas senyum, tanpa menjawabnya.
Wanita muda dengan wajah indah itu memotong langkahku, dan dia terlihat antusias mengejek, "1 hektar tidak bearti hanya untuk sawah yang jauh. Ambilah 100 juta milikku."
"Apa? 1 hektar sawah itu akan beharga 1 M jika nona Alice mau menunggu 10 tahun lagi," sanggah Simon.
Wanita cantik itu tampak berpanas hati dan merobek cek 100 jutanya, dan menulis angka baru pada cek-nya, dan menyodorkan cek tersebut untukku, "Aku memberimu 1 M sekarang. Jadi, sembuhkan aku lebih dulu, dan bapak miskin ini biarkanlah dia menunggu esok."
Aku menatap nama yang tertera di bawah tanda tangan wanita itu, Angela namanya.
"Tidak, Tuanku. Aku ingin hari ini. Aku tidak tahu apakah hari esok aku bisa bertahan dengan ragaku yang makin merosot," Simon mengemis di bawah kakiku, dan tak lama pria berbadan kurus kering itu terbatuk dan mengeluarkan darah segar dari mulutnya.
Namun, tidak ada rasa kasihanku pada pria itu, aku hanya menjawab dengan ramah, "Aku akan menyembuhkanmu, besok."
Akupun mengangguk pada Angela sebagai isyarat dia boleh mengikuti ke ruang pengobatan pasien.
Setelah, masuk ruang pengobatan. Angela memilih duduk berhadapan dengan dipisahkan satu meja ritual di antara kami.
"Apa permasalahanmu?"
Angela terlihat menunduk malu, dan dia pun menjawab, "Aku memiliki masalah pada organ intimku. Karena, aku adalah wanita yang menyukai hubungan dengan banyak pria. Aku ingin sembuh."
"Itu mudah," jawabku. Aku pun meminta Angela berbaring dan diapun membuka celananya. Wajahnya terlihat merah padam karena daerah intimnya terlihat penuh luka borok dan nanah, dan berbau busuk. Aku bahkan sangat jijik melihatnya.
Akupun memabaca mantera pada organ intim wanita itu. Ekspresi wajahku terlihat serius dan tak lama aku meludah di sana, "Sudah selesai."
Angela segara bangun, memeriksa kepimilikannya. Luka borok hilang. Bau Busuk pun hilang. Angela segera mengenakan celana kembali. Wajahnya terlihat berbahagia karena telah yakin mendapatkan kesembuhan, dia pun menjabat dan mencium tanganku, "Terima kasih banyak, nona Alice."
Setelah itu, Angela pergi. Sang iblis pun menyusup keluar dari ragaku, setelah kepergian wanita itu. Kami berdua tertawa bersama, dan akupun mencium satu lembar cek tersebut.
"Terima kasih, Tuanku. Karena, kekuatan dasyatmu kita mampu menipu satu orang kaya lagi."
Iblis hanya terkikik, "Mereka hanyalah manusia bodoh yang melupakan hukum semesta, Tidak ada kesembuhan dari iblis."
"Iblis hanya memindahkan penyakit busuk itu ke dalam organ lainnya." Akupun terkikik akan satu hal tipu daya kedok pengobatan kami. Setiap pasien tidak pernah sembuh, dia hanya memindahkan penyakit.
Satu Minggu Kemudian ....
Setiap paginya, aku membuka kabar berita harian di media online pada ponselku. Ada tajuk judul yang menarik perhatianku.
𝐀𝐧𝐠𝐞𝐥𝐚 𝐏𝐞𝐫𝐭𝐢𝐰𝐢, 𝐩𝐞𝐧𝐠𝐮𝐬𝐚𝐡𝐚 𝐜𝐚𝐧𝐭𝐢𝐤 𝐭𝐞𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐞𝐧𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥 𝐝𝐮𝐧𝐢𝐚 𝐤𝐚𝐫𝐞𝐧𝐚 𝐤𝐚𝐧𝐤𝐞𝐫 𝐥𝐚𝐦𝐛𝐮𝐧𝐠.
Aku terkekeh kemudian. "Iya, kami hanya memindahkan penyakitmu ke tempat lain dalam tubuhmu. Hanya saja kau tak melihat dan menyadarinya. Penyakit yang tidak terlihat itu makin membusuk dan merenggut nyawamu akhirnya."
***
Tamat
By.Eouny Jeje
Dukung cerpen ini dengan like 👍
❤️❤️❤️❤️