ding...dong...ding...dong
Suara jam itu....???
Setiap jam 11 selalu bunyinya lebih keras, dan lebih lama. Dan setiap 11 menit setelahnya, selalu diikuti suara gemuruh yg tak jelas dari mana sumber suaranya.
Hari ini tepat 11 th aku kehilangan saudara kembaranku. ysng jadi korban tragedi menara kembar pada bulan sebelas.
Seorang cenayang atau Indigo, yg waktu itu menemuiku pernah berkata.
" Setiap muncul angka 11 kembar, maka kembaranku yg tewas pada Tragedi itu akan mendatangi aku.
Entah benar dan tidaknya aku tidak tahu.
Ah mungkin itu hanya disangkut pautkan tanggal kejadian 11 menara kembar seperti angka 11. Kemudian dihubungkan dengan aku yg anak kembar dianggap simbol angka 11. kemudian dikaitkan dengan angka 11 yg lain.
" Aaah semua itu cuma mitos, tahayul gugon tuhon orang jawa bilang. Atau ilmu otak atik matuk ( jawa ) yg artinya di otak atik cocok / sesuai. Entah memang sesuai atau dipaksa untuk sesuai.
Aku sebagai seorang Arsitek bangunan, yg selalu berpikir secara logis. Membenci hal hal yg berbau mistis.
Tuhan memberikan Anugerah pada manusia Akal. Untuk digunakan berpikir secara logis, pikirku.
Tapi mulai timbul keraguan pada diriku. Ragu akan sikap logisku, cenderung pikiranku justru berpikir mistis saat ini. Semua berawal dari pertemuanku dengan bocah yg dianggap Indigo.Awalnya aku selalu menentang nya. Bahwa yg dia katakan atau ramalkan jd kenyataan, that's just lucky pikirku.
Bocah Indigo : " Om diikuti saudara kembar nya ! "
Aku : " Saudara kembar Om sudah meninggal "
Bocah Indigo : " Om punya janji sama dia ? "
Aku : " Janji apa ? "
Bocah Indigo : Coba Om ingat, peristiwa 11th yg lalu tanggal 11 bulan 11 jam 11. hati hati tiap ketemu angka 11 yg berdampingan.
Aku : " Itukan hanya masalah putaran waktu saja "
Anak Indigo : " Jika ketemu angka 11 berjajar dibaca 1111 ( Seribu Seratus Sebelas ) maka penangkal nya juga dua angka kembar 11 juga ! "
Aku : Penangkal untuk apa ? "
Bocah Indigo : " 11 : 11 empat unsur alam menyatu. Api, Air, Angin & Tanah. 11: 11 lawan dari big bank awal terbentuknya semesta ini. 11 : 11 saat empat unsur alam menyatu, bukalah 11 : 11. biar selamat.
Aku : " Apa yg kamu maksut buka 11 : 11 ? "
Bocah Indigo itu hanya tersenyum.
" Satu itu menyatu, menyatukan yg harus bersatu. Mengagungkan yg maha Satu. 11 Bintang, Matahari dan bulan pun bersujut atas perintah yg maha 1. 11 Bintang 1 Matahari 1 Bulan = 11 : 11 " katanya sembari melangkah pergi.
Sejak Peristiwa itulah, Logikaku terusik. Antara percaya dan tidak, apa yg diucapkan bocah itu.
Mau percaya Logikaku sebagai orang Arsitek yg selalu berpikir Logis tentu menolak hal mistis.
Tidak percaya, pada angka 11 : 11 seperti yg dikatan bocah itu. Benar adanya.
Ah hanya omongan anak 11th kenapa harus aku pikirkan...!!! Kataku dalam hati. sebelas tahun ???
kebetulan kah umur anak itu juga pas 11th...?
Aku hampir gila, memikirkan ini.
ding...dong...ding...dong....
Tepat jam 11 malam....?!?
Ada apa dengan diriku dan angka 11 ?
Janji apa yg kubuat dengan kembaranku, 11 th yg lalu pada bulan 11 tgl 11 ?
kenapa juga semua bertepatan dgn angka 11. Aku baru sadar jika gambar ini harus segera kuselesaikan. Aku kembali ke meja gambar, kulanjutkan menggambar Proyeksi gedung Apartemen berlantai sebelas. Proyek yg Lumayan besar. Yg melibatkan 4 Arsitek termasuk diriku. Dan 7 orang tenaga tekhnik sipil. Total tenaga ahli ada sebelas orang. Dengan dead line waktu yg hanya sebelas bulan.
Akhirnya selesai juga, meski harus menahan kantuk yg sangat. Sampai 1 bungkus rokok tinggal 1 batang. Terasa tenggorokanku sampai kering, kebanyakan menghisap rokok.
Aku teguk Air mineral yg masih tersisa. Hmm hampir dua botol Air mineral yg kuhabiskan. Kutaruh botol air mineral itu dimeja.
???????
Kenapa melihat botol itu berjajar yg terlintas adalah angka 11...???
Bisa gila aku kalo terus terusan begini, aku harus ke psikiater besuk pikirku...!!
Konsultsi dr pdykologi.
" Bapak hanya mengalami traumatik, akibat peristiwa ledakan gedung WTC dulu. Dan terekam kuat dilalam bawah sadar bapak. Bulan kejadian adalah bulan 11, kemudian dalam otak bawah sadar bapak, itu terekam kuat angka 11. Kemudian lagi menara kembar tersebut tertangkap di alam bawah sadar bapak sebagai simbol angka 11.
Itu saja pak yg terjadi, traumatik yg bapak alami menimbulkan banyak Ilusi. Dalam bahasa sekarang disebut halu dari kata halusinasi. Begitu bapak, ada pertanyaan ? " Psikiater Andriana memberi penjelasan padaku.
" Kalo masalah anak Indigo yg berusia 11 itu gimana dokter ? " tanyaku.
"Itu mungkin hanya salah satu halusinasi bapak. Anak Indigo yg umur 11 th itu sebenarnya gak ada ! " keterangan dokter psikologi itu sedikit menenangkan diriku.
Aku kembali ke Lokasi Proyek. Disaat memasuki Lokasi proyek, ada yg memanggilku.
" Om dari mana ? " Sapa anak itu bikin aku kaget.
" Kamu ini siapa sebenarnya, muncul tiba tiba ? " kataku pada anak Indigo itu.
" Namaku Qorin om " jawab anak itu singkat.
" Kenapa mengikuti aku ? " tanyaku.
" Sudah ketemu om ? 11 : 11 big bang ? " anak itu tidak menjawab malah balik tanya.
" Semua itu tidak ada hubunganya sama sekali. Hanya mitos saja ! " jawabku kesal.
" Semua berasal dar satu titik, dan berakhir di satu titik. Seperti om jika menggambar, mulai dari satu titik dan berakhir di satu titik. " kata anak itu.
" Sudahlah, kita berbeda pikiran nak, aku sudah ketemu jawabanya barusan. jika semua itu hanya Ilusi dan halusinasi. " jawabku.
" Baiklah om, aku pergi dulu. Karena aku hanya halusinasi bagimu ! " jawab anak itu sambil pergi.
Biarin sajalah, aku lebih percaya dr psykologiku. bahwa semua itu hanya ilusi dan halusinasi.
Termasuk bocah Indigo tadi ?!? Apakah itu juga halu ? Benarkah aku baru saja berhalusinasi !?! "
Makin pusing kepalaku....!!!
Apakah aku harus ke orang pintar...??? Tidak Valdi kamu itu kaum terpelajar. Bukan orang yg primitif, yg selalu berpikir mistis. Tapi kejadian barusan ???
Aku ingat ucapan bocah barusan, semu diawali dari 1 titik dan akan berakhir juga di 1 titik. jika digabung = 11 ??? Kenapa aku berpikir begitu..?!?
Badanku terasa lemas, kehilangan semangat kerja.
Lebih baik aku pulang saja.
Aku jalan ke parkiran mengambil mobil dan melaju pulang.
Ditengah perjalanan, ada kecelakaan, tabrakan dua buah motor dari arah berlawanan. Membuat macet, padahal buru buru pingin sampai rumah. Aaah kenapa juga harus macet. Pingin segera sampai rumah, lantas kulihat jam tangan pukul :
11 lebih 11 = 11: 11 ??? Kebetulan lagi ???
Aku terpaksa turun dari mobil, dan melihat kondisi korban dan motor. Mungkin lebih tepatnya pingin bisa segera lewat. Numun secara kebetulan juga, aku lihat kejanggalan. Dua no Polisi motor tersebut...?!? Sama sama bernomor 11 pada dua digit akhir. B 3211 ** dan yg satunya B 3911** . Kebetulan juga kah ???
Setelah menunggu cukup lama aku bisa lewati kemacetan itu. Dan saat mulai jalan ku lihat jam tangan sudah pukul 12: 22 lama juga terjebak macet.
Akhirnya aku bisa sampai dirumah, sedikit lega. Perjalanan yg melelahkan fisik dan psykologisku.
Biasanya perjalanan tak sampai satu jam. Tadi terjebak macet saja satu jam lebih. Dan aku bar sadar, ternyata aku terjebak dalam kemacetan selama 1 jam 11 menit....?!? kebetulan lagi kah ?
ding...dong...ding...dong
Suara jam berdentang, pukul 13: 00 atau jam 01: 00 pm. Aku menenangkan diri mencoba menerawang kejadian 11th yg lalu.
Sehari sebelum tragedi gedung WTC itu, aku Rivaldi dan kembaranku Rivaldo. Sama sama masih duduk dibangku SMP. Saat itu kami sedang berlibur bersama orang tua. Entah kenapa Valdo kembaranku sangat ingin melihat gedung freedom tower atau WTC ( World Trade Center ) tersebut.
Aku dan Valdo kembaranku adalah kembar aneh kata orang. Meski kembar identik atau dari satu sel, tapi sikap kami bertolak belakang. Valdo banyak bicara ceria dan mudah bergaul. Sedang aku Valdi, pendiam jarang senyum dan Introvert.
Kata Ayah kami kembar tapi secara perhitungan, lahirnya beda hari. Aku lahir tgl 11 bulan 11 jam 11: 50. sedangkan Valdo lahir 11menit kemudian. atau tepatnya pukul 00:01. Aku lahir terhitung hari kamis sedangkan Valdo terhitung hari jumat. Karena sudah lewat pukul 00: 00 . Namun dalam akta kelahiran kami ttp ditulis lahir tgl. 11 bulan 11.
Kembali ke liburanku dengan Valdo.
" Di... Aku pingin tinggal di Manhatan biar tiap hari bisa lihat gedung ini. Kamu mau gak Di...? " tanya Valdo padaku.
" Ogah Do, Valdi pingin tetep di Indonesia ! " jawabku.
" Valdo mau tetep disini Di.. Valdo pingin bisa bangun Rumah setinggi itu. Bikin dua, satu buat Valdo satu buat Valdi. Valdo akan beri nama " Twin's Castle " biar orang tahu, gedung itu punya kita " Valdo cerita panjang lebar. Ah Valdo memang banyak omong gak bisa diem, batinku.
" Mimpi kamu Do, nilai math kamu aja jeblok terus. beda ma Valdi nilai math always no : 1. " Ledekku ke Valdo.
" Iya kamu pinter, tapi kuper. beda sama Valdo temen banyak, pacar juga banyak. Kamu apaan, temen gak punya apa lagi pacar !!!" balas Valdo.
" Biarin... Masih kelas 3 SMP dah pacaran ! " bilangin Ayah nanti.
" Dasar kamu kuper tukang ngadu. Dengerin Kita buat gedung tinggi berdampingan. Dari jauh orang akan lihat " Twin's Castle " sebagai symbol angka 11. yaitu hari dan bulan lahir kita. Kamu harus bantu mewujutkan cita citaku ini. mau gak...??? tanya Valdo.
" Iyaaa...! " jawaku pendek. Dalam hati aku berkata, " kamu sekarang pingin gitu juga plg besok dah beda pikiran. Kebiasaan tidak konsisten. "
i
Begitulah percakapanku dengan Valdo, dan dihari berikutnya Valdo kembali ke gedung itu. Aku malas diajak, meski sebenarnya gak tega. Karena Valdo dlm conversation bahasa inggis masih payah. Hanya jago merayu cewek, dan Valdo bangga dengan semua itu. Kalo bercanda sering mengejekku gini. " Kamu kalo gak bisa lepas dari buku dan pena, sampai tua gak bisa dapat pacar Di..! " ucapnya kala itu.
Singkat cerita, sampai Pesawat menabrak gedung tersebut Valdo masih disitu. Dan ikut menjadi korban.
............
Suara dering Hp membuyarkan lamunanku.
" Halo selamat siang, ada yg bisa saya bantu...? " aku bicara di telpun.
" Ya Hallo bpk Ir. Rivaldi Danuputra. perkenalkan saya Shinta Anggraeni dari PT. Darma Lestari. Bisakah bapak menyedakan waktu bapak untuk kami. " tanya wanita itu.
" ee maaf, menyediakan waktu untuk apa ya bu ? " tanyaku.
" O iya baik pak,
panggil saya Shinta atau Reni saja. Jadi begini bapak, Perusahaan kami ingin membuka cabang baru. Dan dari hasil rapat Dewan Komisaris, Untuk pembangunan gedung baru itu. Akan kami percayakan pada bapak dan timnya. Namun dari Perusahaan ingin mendengar langsung penjelasan bapak. untuk memberikan paparan dari konsep yg bapak ajukan di proposal kemarin bisa kn pak ?
" Oh bisa bisa, kapan dan dimana mbak Shinta ? " tanyaku, semangat dapat order.
" Sore ini pak, jam 17:00 sudah siap ditempat. " jawab nya.
" Untuk tempatnya dimana mbak Shinta ? " tanyaku.
" Alamat dan Lokasi nanti saya share lok pak. Ini no Shinta, bisa di save untuk contact prrsony pak." O iya mbak makasih, saya tunggu share lok nya " Ucapku.
"Sama sama bapak, semoga kita bisa bekerja sama. selamat siang...! " katanya di akhir telpun.
" Siang mbak Shinta..! "
Telpun di tutup, no nya aku save, muncul gambar profile nya. Cantik banget pikirku, aaah tapi plg juga sudah bersuami. Dn seandainya brlum pun aku juga gak bakal berani ngomong. Iya ku Valdi bukan Valdo alm. apa ucapanya dulu jd kutukan pikirku. Sudah kepala 3 Pacar saja belum pernah punya ! Rumah ada, mobil ada wajah juga diatas rta rata. Hanya satu yg aku gak punya yaitu keberanian nembak cewek. Boro boro nembak, ngobrol dengan cewek kalo bukan urusan kerjaan tidk bisa. Kalo ditanyaj jawab gak ditanya diem, itulah aku Valdi.
drrrt drrt....
Wa dari Shinta isinya alamat dan lokasi pertemuan nanti.
Baca alamatnya agak bergidik juga, jln gatot subroto no : 11...?!?
Masa bodoh aku gak ingin larut dalam halusinasi.
Tetap berangkat setelah mandi dan makan.
Saat masuk mobil kulihat jam digital mobil jam 15: 11 . Sial aku turun lagi tunggu beberapa menit. Baru kembali masuk mobil dan jalan. Jam digital di mobil menunjukkan angka 15: 17 saat sku mulai jalan. Yang ptg gak ada angka 11 pikirku. Entah ini sugesti atau apa, aku jadi benci angka 11. Aku melajukan mobilku dengan kecepatan cukup. lbh baik datang lbh awal dr pada terlambat. Tapi lagi lagi terhadang macet. " Ada apa di depan ? " tanyaku pada pedagang asongan.
" Barusan ada baliho roboh, menimpa pengendara, baru juga 5-6 menit yg lalu." jawabnya.
" Ok makasih infonya " kataku.
5 - 6 menit yg lalu ? kok bisa, kebetulan lagi kah ??? batinku. Wah bisa terlambat nih kalo lama, gerutuku.
Akhirnya setelah evakuasi korban selesai aku bisa lanjutkan perjalananku. Dan hampir saja terlambat, aku kontak Shinta dan dijemput di tempat loby.
" Maaf hampir terlambat, tadi terjebak macet. ada kecelakaan. " kataku menjelaskan.
"Gak kok pak, bapak tidak terlambat masih jam 5 kurang 11 menit. Tapi mohon maaf, presentasi bapak terpaksa di tunda dulu. Karena baru 11menit yg lalu kami dpt kabar. Pimpinan kami kecelakaan di jalan mobilnya Tertimpa Baliho yg roboh di km 11 ! " kata Shinta. kebetulan lagi kah ???
Belum selesai kekagetanku terdengar teriakan.
" tolooooongg...."
Sontak kami keluar, mencari sumber suara tersebut...
" Ada apa ? " tanyaku.
" Skafolding untuk pengecoran gedung roboh, 11 orang tertimpa runtuhan material dan skafolding. "
TAMAT
Ini murni imaginasi tidak ada unsur real di dalamnya. Semoga terhibur....!
Terimakasih