pada suatu hari ada seorang anak laki-laki yang bernama tri dia merantau ke malang untuk berkerja sebagai koki sebuah hotel di daerah malang . tri yang meminta restu dari ibunya untuk ke sana " ibu doa kan tri ya Bu semoga tri bisa berkerja di sana biar bisa naik haji ibu dan bapak nanti " ibu pun menjawab " iya nak ibu selalu mendoakan kamu yang terbaik buat kamu tapi Jagan lupa sholat , makan dan telpon ibu kalo sudah sampai di malang " tri yang membalas perkataan ibunya " iya pasti dong Bu aku berangkat dulu ya Bu " ibu menjawab " iya nak hati -hati kamu di jalan ,Jagan macem-macem di sana " tri hanya menjawab " iya Bu " .
lalu tri pun berangkat mengunakan kereta . akhirnya tri pun tiba di stasiun kota malang jam 06:00 WIB sesampainya di malang tri pun di jemput mas Tyo saudara nya di malang dengan mengunakan mobil menuju rumah saudaranya untuk beristirahat dan mencari kos-kosan untuk tinggal ." tri kamu bener mau cari kosan aja ga mau tinggal sama kita itu masih ada kamar kosong kalo kamu mau tinggal di sini " kata mas Tyo "tidak usah takut gerepotin mas Tyo kalo aku tinggal di sini aku juga cari kosan yang Deket sama tempat aku kerja ko mas " tri pun menjawab dengan sungkan atas tawaran dari mas Tyo saudara nya di malang .
pagi pun tiba tri yang sudah muali berkerja di hotel di dekat alun alun malang .dengan semangat nya tri yang mencoba beradaptasi dengan lingkungan kerja dengan bertanya kepada chef yang ada di sana dan kariyawa lainnya " perkenalkan nama saya tri saya orang baru di sini mohon bantuannya " salah satu chef berkata " oh ! kamu ya anak barunya " tri pun menjawab " iya chef " chef menyambut dengan hangat " selamat datang tri baik lah kamu sekarang bantu ini untuk persiapan makan malam buat acara seminar pertanian bisa kan " tri pun menyanggupi nya " bisa chef apa yang haru saya kerjakan " chef pun menyuruh tri untuk menyiapkan bahan-bahan untuk menu yang di tulis di papan tulis " kamu tolong Potong sayuran untuk menu sop , abis itu kamu tolong Potong ayam ini jadi 10 bagian kalo sudah semu kamu kupas buah untuk menu penutupnya " tri dengan semagat langsung mengerjakan yang sudah di berikan dengan semangat . setelah semua beres tri pun mendapat istirahat di ruang istirahat samabil gombrol dengan kariyawa lainnya, setelah istirahat tri pun kembali berkerja Sampai jam pulang pun tiba tri dan kariyawa yang masuk sip siang pun pulang .
tri pun pulang mengunakan motor pinjaman dari mas Tyo untuk pulang pergi kerja sesampainya di kosan tri pun mandi dan makan malam tiba-tiba hp pun berdering " ring ring ring " tri mengakat hp nya dan menjawab " assalamualaikum Bu " ibu menjawab salamnya tri dan bertanya kabarnya " walaikumsalam gimana tri tadi kerjanya enak , suadah makan belom kamu le ? " tri yang menjawab " enak ko Bu . aku lagi makan ini Bu " ibu nya pun penasaran dengan cerita di tempat tri berkerja " cerita dong le gimana hari pertama kamu kerja di malang , di sana orang nya baik baik semuakan le ? " tri yang mau bercerita di tempat kerjanya tiba tiba ada yang mengetuk pintu kamar kos nya tri " tok tok tok tri ini mas Tyo buka pintunya" tri pun menjawab dan menyudahi telpon dengan ibunya " iya bentar ! Bu aku tutup dulu telponya nanti kalo aku pulang ke Jakarta aku ceritain semuanya " ibu menjawab dengan singkat " ya udah janji Yo le " tri menjawab " iya Bu ! aku mau bukain pintu dulu soalnya mas Tyo Dateng " ibu " Yo " telpon nya tertup dan tri pun membuka pintu " eh mas Tyo ada apa malam malam gini ke kosan aku " tanya tri di depan pintu " gini tri besok kan mas tyo dan mba endang mau ke Blitar aku mau nitip rumah ke kamu jadi besok kamu abis pulang kerja langsung pulang ke rumah mas tyo " tri yang menyangupinya " iya gampang emang berapa lama mas " mas Tyo menjawab " paling 3 hari Minggu sudah pulang lagi ke malang " tri meminta kuncinya " oke deh besok pulang kerja aku langsung ke rumah mas Tyo" .
tri pun menginap di rumah mas Tyo sambil menunggu rumah yang dititipkan ke tri .tri pun tidak bisa menelpon ibunya karena di sana sinyal nya kurang bagus . 3 hari pun berlalu mas Tyo pun kembali lagi ke malang dan memberi tau kalo ibunya masuk kerumah sakit karena sakit yang di derita ibunya kambuh lagi " eh tri gini ibu masuk kerumah sakit lagi rencana mba endang mau pulang ke Jakarta untuk rawat ibu di rumah sakit bapak kasihan ga ada yang bantuin jaga ibu di rumah sakit kamu tinggal di sini aja ga " tri menjawab dengan bingung karena kaget ibunya masuk kerumah sakit " gini aja mas aku sama mba endang pulang ke Jakarta " mas Tyo bertanya tentang kerajaan nya tri " terus kerjaan mu gimana kalo kamu pulang ke Jakarta " tri yang masih bingung " eh ya aku izin aja ke Bu Roro menejer hotel aku kerja " mas Tyo berkata " mana bisa kamu kan masih baru kerja ya paling nanti kalo kamu sudah dua bulan kerja kamu baru dapat jatah cuti " tri pun terpaksa mengiyakan perkataan mas Tyo " ya udah deh kalo gitu yang penting kalo mba endang di Jakarta kabari aku terus soal keadaan ibu ya mba " mba endang menjawab " iya pasti dek " .
sampai berapa hari berapa Minggu tidak ada kabarnya dari mba endang yang ada di Jakarta untuk merawat ibu ,hingga hampir satu bulan mba endang pun menelepon tri dan mengabari kalo ibunya sehat sehat saja .tri pun lega kalo ibunya sehat sehat saja tri yang kembali berkerja seperti bisa nya dan tri ingin merencanakan untuk cuti .
tri yang meminta izin untuk cuti kepada atasnya " chef saya mau minta izin untuk cuti Karena ibu saya sakit " chef pun menjawab permintaan tri " gini tri kamu kan baru satu bulan berkerja dan kamu baru mendapatkan gaji kamu paling satu bulan lagi kamu baru mendapatkan izin cuti " tri dengan wajah lesu karena tidak bisa menengok ibunya " ya udah chef gapapa saya juga mengerti " tri pun kembali kerja dengan kondisi tidak fokus dalam berkerja.
di rumah sakit ibunya yang di rawat di ICU dengan kondisi semakin menghawatirkan ibunya berpesan pada Kaka nya tri yang pertama " endang tri nanti tidak bisa liat ibu lagi " mba endang " hus Jagan gomong kaya gitu Bu ,ibu harus kuat ibu mau liat tri sukses kan " ibunya menjawab dengan terbata-bata " iya tapi ibu sudah tidak kuat itu lihat malaikat sudah datang menghampiri ibu " mba endang yang berteriak memangil bapak dan dokter " pak bapak , dok dokter tolongin ibu saya dok " ibu yang berpesan ke pada bapak " pak tungguin aku di sini kalo ga itu semua orang sudah menunggu ku " bapak menjawab " hus Jagan gawur istighfar Bu ". hari pun sudah sore mba endang yang sedang membeli makan untuk bapak yang menjaga ibu di depan ruang ICU tiba tiba mba endang pun melihat ke arah jendela kamar ICU dokter dan suster mengelilingi tempat tidur ibu dan menyatakan bahwa ibu sudah tidak ada .
di malam hari di tempat kerja tri yang lagi memasak untuk tamu hotel tiba tiba di panggil oleh kariyawa " tri tuh ada tamu yang mau ke temu kamu " tri dengan penasaran dan langsung menghampiri nya " lah mas Tyo tumben ke sini ada apa mas " mas Tyo " tri nanti malam kita ke Jakarta , kamu yang sabar dan tabah menghadapi nya soalnya ibu sudah tidak ada " tri pun kaget dan bingung " ah mas Tyo bercanda kali " mas Tyo " pokoknya kita ke Jakarta nanti malam " tri pun menelepon mba endang yang menyakan kabar sesungguhnya tapi telponnya tidak aktif . tri pun langsung berkemas Tampa meminta izin dari chef maupun Bu Roro " loh tri kamu mau kemana saya mau pulang soalnya ibu saya sudah ga ada " chef yang ingin mencegah tri untuk menyelesaikan pekerjaan " tunggu dulu tri kamu ini kan masih satu bulan berkerja di sini jadi kamu tidak bisa seenaknya saja tri " tri yang tidak menghiraukan chef-nya dan langsung menemui mas Tyo yang masih menuggu di resto hotel " ayo mas kita berangkat sekarang " mas Tyo " ya udah kamu pulang lalu berkemas mas Tyo mau cari tiket nya dulu " tri pun bergegas pulang dengan motornya sesampainya di rumah mas Tyo tlpn berbunyi ternyata itu telpon dari mba endang " ada apa dek tumben telpon " tri yang emosi " ada apa ada apa ibu dah ga ada kan mba jawab " mba endang yang menagis dan mengiyakan kalo ibu sudah tidak ada .
sesampainya tri di Jakarta dan langsung pergi ke rumah duka untuk melihat wajah ibunya untuk terhakir kalinya " ibu aku belum nepatin janji aku ke ibu kalo akun ke Jakarta nanti aku ceritain semuanya tentang kerajaan ku di sana" .tri yang meneteskan air mata dan belum sempat minta maaf kepada ibunya yang sering bikin ibu sedih Karena tingkah laku nya tri yang selalu bikin sakit hati .
dan hingga sekarang tri pun hanya bisa merinduka ibu dengan mendoakan biar di terima di sisi Allah dan di terima di surga yang paling indah .
Tamat