Tema dari : 🍁☣️YaMi~No~KaMi🇮🇩🇯🇵
***
Di dunia ini banyak sekali kasus pembunuhan, baik pembunuhan berencana atau bukan, dan oleh pembunuh bayaran, pembunuh berantai, ataupun orang biasa yang ingin membalas dendam.
Menyeramkan? Entah ya.. Karna biasanya setiap ada kejadian pembunuhan pasti para detektif menyelesaikanya dengan jangka waktu yang cukup cepat, itu sangat keren bukan?
Dari dulu, aku ingin sekali menjadi detektif, bisa memecahkan kasus kasus pembunuhan dengan alibi alibi nya, aku sangat mengagumi para detektif itu, semenjak pertama kali aku melihat detektif menyelesaikan pembunuhan berantai di dekat tumahku saat aku masih kelas 5 sd, aku jadi sering menonton dan bermain game bertema mystery / Detektif
Perkenalkan.. Nama ku Riko, umurku 18 tahun, Aku hanya remaja SMK biasa , tidak ada yang istimewa dariku, seperti murid murid pada umumnya.
Hari hari biasa yang membosankan di temani setumpuk tugas dari sekolah, hah.. Yang benar saja!
Semua yang kulakukan serasa membosankan sekarang, sampai ada hari di mana aku mendapat kasus yang sangat membingungkan, ada seorang siswa di temukan sekarat di dalam kelas tanpa di ketahui penyebabnya, sampai sampai ramai di internet tentang kejadian itu, aku berniat menyelesaikan kasus itu, aku mengumpukkan informasi tentang siswa yang sekarat itu.
Aku baru saja mendapatkan indentitas siswa tersebut tapi berita mengagetkan datang keesokan harinya, korban yang tadinya hanya 1 orang bertambah menjadi 1 kelas, dan terus bertambah. Anehnya semua orang yang menjadi korban, semuanya murid murid dari SMK ku!
Karena korban terus menerus bertambah, aku melanjutkan penyelidikan ku , aku bertanya pada penjual makanan di kantin , dan restoran atau tempat tempat yang sering mereka kunjungi.
Tidak ada yang aneh kecuali Restoran dekat sekolah yang biasa mereka kunjungi. Karna kemarin ada diskon spesial di sana jadi ku dengar malam sebelum kejadian beberapa korban pergi ke sana. Sebelum aku pergi ke restoran itu, aku pergi menemui teman ku yang sedang di rawat di rumah sakit untuk memastikan dugaan ku.
Namanya Arvin, dia salah satu korban kejadian itu ia tergeletak di kelas bersama beberapa teman lainya yg pergi bersama waktu itu.
Akhirnya aku bertanya kepada dokter " dok, apa yang membuat teman saya menjadi seperti ini? "
Dokter pun menjawab " Ia keracunan, tetapi kami masih belum tahu bagaimana pelaku menaruh racunya, racunya bukan berasal dari makanan atau minuman korban. Ada kemungkinan juga racun itu berasal dari suatu benda tapi kami masih belum bisa memastikanya"
Dan dugaan ku benar mereka telah di racuni, racun bisa di atur di benda benda tajam sang pelaku atau di benda benda yang akan korban pakai. sekarang aku sudah tau apa penyebab korban hampir mati, keesokan harinya aku pergi ke restoran dekat sekolah, sekolah di tutup sementara karena kejadian itu.
Aku pun masuk ke dalam restoran " Selamat siang.. " ucap pelayan restoran, salah satu pelayan datang ke mejaku " ada yang bisa saya bantu? " aku pun memesan makanan, sambil menunggu makanan ku datang aku melihat ke sekeliling
" tempat ini sangat ramai, berarti ada kemungkinan mereka tidak memberi racun kepada sembarang pelanggan" batin ku.
aku pun melanjutkan pengamatan ku, tak lama kemudian datang dua orang murid dari kelas ku, aku tidak begitu menyukai mereka jadi aku biarkan saja. mereka menggunakan seragam sekolah yang ku dengar dari percakapan mereka, mereka lupa kalau mulai hari ini sekolah di liburkan karena terburu buru " dasar konyol " kataku.
Saat itu aku baru menyadari bahwa para pelayan menatap mereka dengan pandangan tidak suka, lalu saat mereka memanggil pelayan untuk memesan juga tingkah laku pelayanya agak sedikit berbeda dari saat aku memesan, makanan ku pun datang tapi aku hanya bilang berterima kasih ke pelayan lalu memperhatikan mereka berdua diam diam. karena pelayan lain mulai memperhatikan ku aku pun berusaha tidak terlihat mencurigakan dan memakan makanan pesanan ku.
Setelah aku sadar 2 murid yang satu kelas dengan ku tadi sudah mau pulang, tapi saat mereka mau membuka pintu restoran mereka di hampiri oleh seorang pelayan perempuan yang mengatakan " tunggu dek, adek murid SMK Kasih ya? "
tanpa ragu mereka pun menjawab " iya benar, kenapa ya mba? "
" oh itu, kemarin salah satu guru kalian datang ke sini lalu meminta kami memberikan puding 'spesial' ini kepada setiap murid SMK Kasih yang datang ke sini"
Tanpa ragu mereka mengambil puding itu lalu pergi. seketika ekspresi pelayan perempuan tadi berubah menjadi kesal, tapi bukan itu yang kupikir kan tapi siapa guru yang mereka maksud?
aku memakai topiku, menaruh uang, lalu keluar dari restoran. Keesokan harinya berita mengumumkan bahwa ada dua anak sekolah kami yang meninggal karena keracunan tadi pagi " Hah? itu kan mereka? jadi benar masalahnya ada di restoran itu? dari reaksi para pelayan saat mereka datang lalu saat mereka memberikan puding gratis itu sudah aneh"
Aku diam diam datang ke tempat kejadian dengan jaket dan masker ku aku mengendap endap di antara polisi, lalu masuk lewat jendela di dekat dapur " duh di dalam banyak polisi, ayolah aku hanya ingin mengambil barang bukti.. yah walaupun sudah jelas itu tindakan sembrono sih.. bodo ah udah sampe sini trobos aja lah "
aku masuk ke kamar korban laku menemukan sebuah sendok " apa itu sendok yang ia pakai? sebaiknya ku simpan dulu" didekat sendok itu juga ada sisa puding aku mengambil barang itu lalu langsung pulang .
aku menyelidiki barang barang tersebut tapi tidak ada racun di sisa puding nya , lalu pandanganku bertuju pada sendok puding yang ku temukan di kamarnya
" heh.. bohong kan? masa mereka melakukanya terang terangan "
dengan ragu aku mengambil sendok itu lalu ku periksa, aku terkejut karena racunya ada di sendok itu " ternyata benar ya.. "
Keesokan harinya aku pergi ke restoran yang sama bersama temanku lalu memancing temanku untuk membicarakan sekolah kami, aku sengaja melakukanya mungkin saja aku mendapatkan barang itu
Benar saja kami mendapatkan pudingnya tetapi dengab alasan yang berbeda, pelayan itu bilang " ini puding spesial untuk kalian berdua, kami memberikan puding gratis pada setiap anak sekolah " mereka kira aku tidak mendengarnya kemarin? hah...
setelah keluar dari restoran aku dan temanku langsung pergi ke kantor polisi, temanku kebingungan jadi ku ceritakan sambil berjalan
sesampainya di kantor polisi aku menjelaskan tentang kasus anak anak sekarat di sekolah ku, tadinya mereka tidak percaya dengan apa yang aku katakan sampai tiba tiba ada seorang lelaki menghampiri kami dan menyuruh polisi untuk membiarkan kami menjelaskan lebih lanjut
aku memberikan barang bukti berupa sendok puding dengan hati hati, aku tau itu terdengar konyol tapi memang itu lah yang terjadi
beberapa polisi menahan tawa karena aku hanya memberikan sendok puding sebagai bukti, lalu aku bilang " periksa saja.."
lelaki tadi menganggukan kepala lalu memeriksanya, seketika para polisi kaget karena yang aku bilang benar racunya ada di sendok puding itu
lalu akhirnya laki laki itu angkat bicara " sebenarnya saya sudah mengetahuin masalahnya, tetapi tiba tiba saya melihat ada seorang anak yang memperhatikan korban, kurasa akan menjadi menarik, semakin aku ikuti semakin aku sadar ternyata ia sedang menyelidiki kasus ini, karna ku pikir itu menarik jadi ku biarkan, toh akhir akhir ini korbanya berkurang karena sekolah di tutup. Dan benar saja, aku kagum dia menyelesaikanya walaupun dia melakukan hal yang sedikit bar bar " dia tertawa kecil saat mekatakan " hal yang bar bar" seketika aku tahu apa yang dia maksud.
Ternyata lelaki itu adalah salah satu detektif yang bertugas untuk menyelidiki kasus tentang anak murid itu, aku tidak percaya ada detektif yang memepercayaiku
keesokan harinya berita tentang penangkapan para pelayan dan juga bos restoran itu katanya para murid SMK kami sering membuat kekacauan di restoran saat malam makanya mereka mencari cara agar mereka tidak rugi lagi, ya tapi kan ga gitu juga caranya...
berita itu menyebar dengan cepat di tv maupun internet
bagaimana dengan para korban? ada yang selamat dari racun tersebut tetapi masih di rawat, dan ada juga yang meninggal karena terlambat, termasuk temanku yaitu Arvin
tapi karena kejadian itu anak anak menjadi tidak lagi mengacau dan menjadi lebih berhati hati pada makanan yang mereka makan.
.
.
.
.
.
...
" Ibu... ayah?? " saat aku pulang dari kosan ke rumah orang tua ku aku melihat mereka meninggal dengan darah di seluruh tubuh mereka, luka tusuk yang ada di bagian perut, dada, dan kaki membuat mereka berdua meninggal kehabisan darah.
lalu sambil menangis aku menemukan surat di dekat mereka
di sana bertuliskan
" Ini akibat dari perbuatan mu! karena kau telah menghancurkan rencanaku, sekarang orang tua mu menjadi bayaran atas kelakuan mu "
- Tamat -
maaf kak 🍁☣️YaMi~No~KaMi🇮🇩🇯🇵 jika cerita nya tidak sesuai dengan apa yang ada di dalam imajinasi kakak
Maaf jika ceritanya tidak nyambung dengan judulnya, saya masih pemula.