Namaku Sari.
Hari ini aku dan teman-temanku pergi berpiknik ke sebuah Desa.
Desa ini sangat terpencil.
Kita harus melewati hutan yang sangat gelap.
Aku dan keempat teman ku melewati hutan ini di waktu malam tiba.
***
"Jangan ada yang berpisah.Ikuti jejak ku..."Kata Doni.
***
Doni adalah seorang pemimpin jalan disini.
Karena hanya dia yang tahu tempat di mana letak Desa tersebut.
Aku merasakan bahwa ada sesuatu yang mengikuti kita terus menerus.
Dan aku juga melihat banyak sekali penampakan di hutan ini.
***
"Sari kami tadi lihat tidak ada pocong di pohon itu...???"Ucap Hana takut.
"Aku melihatnya...Dia biasa saja bagiku..."Ucapku santai.
"Kok kamu nggak takut sama sekali...???"Tanya nya.
"Mau bagaimana lagi...???.Dia sama saja seperti temanku yang di rumah..."Ucapku sambil mengangkat bahu.
***
Sari adalah seorang anak indigo.
Dia bisa melihat sosok-sosok tak kasat mata tersebut.
Tapi tanpa Sari sadari ada seorang nenek tua yang terus-menerus mengikutinya dimana pun dia berada.
Nenek tersebut sangat melindungi Sari.
Seperti menganggap nya Cucu sendiri.
***
Akhirnya kita sampai di Desa tersebut.
Nama Desa itu adalah Desa Sesembah.
Entah mengapa aku merasa seperti Desa tersebut memiliki aura negatif yang sangat kuat.
Tapi aku melihat penduduk Desa ini sangat ramah.
***
"Halo... Apakah kalian anak-anak muda yang sedang berpiknik...???"Ucap salah satu penduduk di situ.
"Ya,kami adalah anak-anak yang sedang berpiknik di sini..."Ucap Doni.
"Kalau begitu...Lebih baik kalian berempat pergi menemui Kepala Desa disini..."Suruh nya.
"Baiklah..."Ucap Doni.
***
Akhirnya kita menemui Kepala Desa ini.
Dan Kepala Desa tersebut menerangkan beberapa peraturan di Desa ini.
***
"Ada beberapa peraturan di Desa kami..."Ucap Kepala Desa.
"Apa itu Pak...???"Tanya Doni.
"Kalian tidak boleh melewati hutan larangan itu.Kalian juga tidak boleh keluar dari penginapan tengah malam.Kalian juga tidak boleh memakai baju berwarna merah.Apakah kalian menyanggupi peraturan itu...???"Tanya Kepala Desa serius.
"Ya,kami menyanggupi nya..."Ucap Doni.
"Baiklah... Biarkan para warga disini yang mengantar kalian ke penginapan dan juga untuk melayani kalian..."Ucap Kepala Desa.
***
Setelah itu ada beberapa orang yang mengantar kami ke penginapan.
Aku hanya merasa aneh dengan peraturan tersebut.
Apalagi peraturan untuk tidak memakai baju berwarna merah.
Tapi kenapa harus merah...???.
Kenapa tidak hijau saja...???
Aku hanya merasa bimbang di dalam hatiku.
Aku ingin bertanya,tapi takut menyinggung peraturan Desa ini.
***
Malam Harinya...
"Lho...itu kan Dodi...???. Kenapa dia keluar tengah malam begini...???"Ucapku dalam hati.
"Bukankah ada larangan untuk keluar penginapan tengah malam begini...???"Ucapku heran.
***
Akhirnya aku mengikuti kemana Dodi pergi.
Aku melihat dia pergi ke sebuah batu kuno di dekat larangan untuk masuk ke dalam hutan tersebut.
Dia memberikan sesajen dan juga ada foto Hana disana.
Aku sempat terkejut karena ternyata selama ini Hana di guna-guna oleh nya.
***
"Kenapa Dodi ke tempat ini...???"Ucapku dalam hati sambil mengikuti nya terus dari belakang.
"Lho...Ini bukannya tempat terlarang untuk di datangi...???"Ucapku dalam hati.
"Apa yang dilakukan Dodi di sini...???"Ucapku dalam hati.
"Dia...Dia memberikan sesembahan untuk siapa...???"Ucapku terkejut.
"Hah...???. Bukannya itu foto Hana...???"Ucapku Syok.
"Ternyata selama ini dia toh yang selalu manfaatin Hana..."Ucapku kesal.
***
Aku terus mengikutinya.
Hingga akhirnya dia masuk ke dalam hutan larangan tersebut.
Aku melihat ke sekeliling ku.
Semuanya adalah Siluman.
***
"Ini...Apa yang terjadi...???"Tanyaku bingung.
"Itu bukannya Hana...???.Kenapa dia menarikan tarian Jawa...???"Ucapku bingung.
***
Aku perhatikan dia terus.
Lama-kelamaan dia berubah menjadi seekor Siluman Ular yang menakutkan.
***
"Hah...?!?!.Hana...Hana tidak ini tidak benar...?!?!"Ucapku sambil berlari ke arah Hana untuk menyelamatkan nya.
"Hana...Ayo pulang bersama ku..."Ucapku sambil mengulurkan tanganku.
***
Hana tak berbicara sedikit pun.
Hanya dengan tatapan seperti menyuruhku untuk keluar dari hutan ini.
Aku yang mengerti tatapannya.
Aku pun langsung pergi dengan berlari.
***
Sedangkan Di Penginapan.
Hana terus-menerus menarikan sebuah tarian Jawa.
Nisa dan Doni yang melihat Hana seperti kerasukan langsung memanggil Kepala Desa.
***
"Pak Kepala Desa... Tolong teman saya Pak...Dia kerasukan..."Ucap Nisa syok.
"Baiklah aku akan kesana..."Ucap Pak Kepala Desa.
***
Setelah Nisa dan Kepala Desa sampai.
Sari pun menyusul.
***
"Tunggu...Aku yang akan membantu Hana..."Ucapku sambil terburu-buru.
"Hai anak muda memangnya kau bisa apa...???"Ucap Pak Kepala Desa.
"Tenang Pak...Temanku ini bisa meruqyah orang..."Ucap Nisa sambil menitikkan air mata.
"Tenanglah Nisa aku akan membantu sekuat tenaga..."Ucapku.
"Baiklah..."Ucap Nisa sambil mengusap air mata.
***
Aku pun melihat keadaan Hana.
Lalu langsung masuk.
***
"Hei kau anak muda...Kemarilah...Menarilah bersamaku..."Ucap Hana tanpa sadar.
"Aku tidak mau..."Ucapku.
"Kalau begitu aku akan memaksa dirimu..."Ucap Hana.
***
Aku pun mengangkat tangan kananku dan berdoa.
Aku mendengar suara teriakan yang sangat keras di telinga ku.
Aku meneruskan nya sampai Iblis itu mau keluar.
***
Setelah selesai.
Ada sebuah rambut di mulut Hana yang keluar.
Aku pun menyuruh Nisa,Doni,Dodi,dan Kepala Desa masuk.
***
"Pak Kepala Desa... Bisakah kau menjelaskan kepadaku apa maksud dari peraturan tersebut...???"Ucapku dengan tatapan dingin.
"Huff... Baiklah aku akan menjelaskan nya..."Ucapnya.
"Dahulu...Ada seorang penari perempuan disini yang amat cantik...Dia sangat menarik perhatian kami...Tapi sayangnya dia bunuh diri...Tidak tahu apa sebabnya...Dia mati dengan keadaan memakai pakaian kebaya berwarna merah...Sejak saat itu kita melarang warga untuk memakai pakaian berwarna merah... Karena ada salah satu warga yang bunuh diri dengan cara yang sama seperti penari tersebut..."Jelas nya.
"Lalu... Larangan memasuki hutan tersebut apa...???"Ucapku masih dengan tatapan dingin.
"Itu karena...Penari tersebut bekerja sama dengan seekor Siluman Ular...Maka dari itu saya tidak mau ada warga yang memasuki hutan tersebut karena..."Ucap Kepala Desa terjeda.
"Karena apa Pak...!!!"Ucapku dengan tatapan yang mematikan.
"Karena aku pernah melihatnya bekerja sama dengan Siluman Ular tersebut.Lalu aku hampir kehilangan nyawa..."Jelas Pak Kepala Desa.
"KURANG AJAR...!!!!!!!"Ucapku marah.
"Ada apa Sari...???"Ucap Nisa khawatir.
***
Aku marah karena Dodi menggunakan Hana untuk keuntungannya sendiri.
Setelah beberapa saat kemudian.
Dodi pun pulang ke penginapan.
***
PPPPLLLLAAAAKKKK
"Apa maksudmu...Hah...?!?!. JAWAB...!!!"Bentak ku sambil mencengkram erat kerah baju Dodi.
"Maaf...Aku sangat mencintai Hana...Aku sangat ingin mendapatkan Hana...Tapi dia tidak pernah menengok sedikit pun kepada diriku..."Ucap Dodi.
"Apakah kau tahu apa yang kau lakukan...?!?!"Ucapku masih marah.
"Kau berbuat salah...Hana sangat mencintai mu...!!!.Dia bahkan rela mengorbankan nyawa nya demi siapa...???.Demi dirimu...!!!."Ucapku kecewa.
"Apa...?!?!.Ti..Tidak mungkin...Dia hanya mencintai Doni...!!!"Ucap Dodi.
"Kau salah paham Dodi...Aku tidak mencintai Hana begitu juga dengan Hana dia tidak mencintai ku..."Jelasnya.
"Sekarang...Cabut ilmu mu itu..."Suruh ku.
"Baiklah...Aku akan mencabut nya.."Ucap Dodi.
***
Lalu Dodi pun mencabut ilmu guna-guna nya.
Dan akhirnya Hana sadar kembali.
Setelah kejadian tersebut Dodi dan Hana saling mencintai.
Akhirnya kami pun pamit untuk pergi ke Kota tempat tinggal kami.
***
Ambillah Hikmah Dari Sebuah Kejadian.
Salam Hangat Dari Author.
Mohon maaf jika ceritanya kurang memuaskan.
Soalnya Author nya lagi buntu pikiran nya.
Juga bukan penulis pro.🙏🙏🙏
***TAMAT***